Indonesia
NovelToon NovelToon
The Lazy Emperor: Rise Of The Undying Demon King

The Lazy Emperor: Rise Of The Undying Demon King

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: BAGERAAA

Kaisar Iyan: Kebangkitan Raja Iblis Abadi

Kaisar Iyan hanyalah seorang pemuda pemalas yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur dan menghindari masalah.

Namun suatu hari, ia terbangun di dunia yang sama sekali berbeda.

Tanpa mengetahui bagaimana dirinya bisa sampai di sana, Iyan menemukan bahwa tubuhnya memiliki kemampuan yang tidak pernah dimiliki manusia biasa.

Ia dapat menciptakan clone dirinya sendiri.

Ia dapat memanggil pahlawan dan monster dari dunia lain.

Ia bahkan mampu membangkitkan mayat dan tulang menjadi pasukan undead yang tidak mengenal kematian.

Namun kemampuan paling mengerikan yang dimilikinya adalah sebuah kekuatan yang memungkinkan pasukannya bangkit kembali setiap kali terbunuh—selama mana miliknya masih tersisa.

Awalnya, Iyan hanya ingin hidup tenang.

Sayangnya, dunia baru ini tidak memberinya kesempatan.

Perang, kerajaan, bangsawan, monster, pahlawan, dan pengkhianatan perlahan menyeretnya ke dalam konflik yang jauh lebih besar.

Sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BAGERAAA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MOSTER KRISTAL ES

Keesokan harinya, aku memutuskan untuk berdiam diri di kamar dan tidak keluar seharian.

Elisa menyiapkan makanan untukku. Setelah makanan selesai disiapkan, aku menyuruhnya meletakkannya di meja di samping tempat tidur.

Setelah meletakkan makanan, Elisa hendak kembali bekerja.

Namun, sebelum pergi, aku memanggilnya.

"Elisa, panggil Jaron untuk masuk ke kamarku. Aku ingin memberikan kalian sebuah perintah."

"Baik, Tuan."

Beberapa jam kemudian, Elisa dan Jaron menghadapku.

Aku kemudian mengeluarkan 3.000 koin emas dari penyimpanan dimensiku.

Mata mereka berdua langsung melebar ketika melihat tumpukan koin emas yang begitu banyak.

"Jaron, Elisa, ambil koin-koin ini. Aku ingin kalian membeli kuda, membeli lebih banyak budak, dan menyewa para petualang untuk mengawal kalian dalam perjalanan kembali ke benteng utama."

Keduanya tampak terkejut.

Elisa langsung bertanya,

"Pulang duluan? Lalu bagaimana dengan Tuan?"

"Aku masih memiliki banyak urusan di ibu kota. Jadi, aku ingin kalian pulang terlebih dahulu untuk membantu yang lainnya."

Aku kemudian memberikan beberapa instruksi tambahan.

"Jangan lupa membeli banyak budak seperti biasa. Setelah itu, serahkan mereka kepada Sebas agar dia bisa mengatur wilayah dan rumah baru untuk mereka."

Aku berhenti sebentar.

"Dan jika memungkinkan, tawarkan juga pekerjaan kepada para petualang. Jadikan mereka Ksatria Tetap. Aku yakin mereka akan bersedia jika mendapatkan gaji setiap bulan."

Elisa dan Jaron mengangguk.

"Baik, Tuan."

Mereka berdua kemudian keluar dari kamarku dan mulai menjalankan tugas yang kuberikan.

Kini, hanya aku dan Selena yang tersisa di kamar.

Selena mengambil makanan dan mulai menyuapiku.

Aku hanya bisa pasrah.

Setelah selesai makan, aku membuka hologram sistem.

Aku ingin melihat perkembangan Benteng Keempat.

Kemudian, aku kembali ke tubuh clone-ku.

Aku mulai berjalan mengelilingi Benteng Keempat.

Aku melihat tembok kokoh yang telah selesai dibangun. Benteng ini terlihat jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

Aku kemudian menuju ruangan Serof.

Ketika masuk, aku melihatnya sedang sibuk membaca berbagai dokumen penting.

Serof mengangkat kepalanya.

"Tuan, ada laporan. Kami menemukan tambang perak dan emas di wilayah Benteng Keempat."

Aku sedikit terkejut.

"Apa maksudmu? Ada tambang lagi?"

"Benar, Tuan. Aku rasa wilayah timur memang merupakan tempat yang sangat kaya akan sumber daya mineral."

Aku mulai merasa senang mendengar berita tersebut.

Namun, Serof kemudian menghela napas.

"Sayangnya, kami kekurangan pekerja untuk mengelola tambang tersebut."

Aku menjawab dengan santai,

"Tenang saja. Aku akan memanggil banyak skeleton pekerja untuk membantu."

Serof langsung terdiam.

Sepertinya dia baru ingat bahwa Tuannya memiliki kemampuan untuk memanggil skeleton.

"Ah... benar juga."

Aku kemudian memberikan informasi lainnya kepada Serof.

"Beritahu semua orang di wilayah timur bahwa Putri Elinor akan datang dan tinggal di wilayah ini."

Serof langsung terkejut.

"Apa?! Tuan Putri akan datang ke wilayah timur?"

"Benar."

Wajah Serof berubah khawatir.

Ia langsung teringat keberadaan para skeleton, Cikipi, dan Huloo.

"Tuan... bagaimana dengan keberadaan para skeleton? Bagaimana jika Tuan Putri melihat Cikipi dan Huloo?"

"Aku tahu."

Aku menghela napas.

"Tapi mau tidak mau, cepat atau lambat, Tuan Putri akan mengetahui semuanya. Lagipula, pada akhirnya semua orang juga akan tahu."

Aku menatap Serof.

"Para budak yang pertama kali tiba di wilayah ini juga dulu ketakutan ketika melihat skeleton. Namun, lama-kelamaan mereka terbiasa."

Serof terdiam beberapa saat.

"Hmmm... benar juga."

Ia kemudian tersenyum.

"Kalau begitu, Tuan tidak perlu khawatir. Aku yang akan mengurus semuanya."

Aku menepuk pundaknya.

"Terima kasih, Serof."

Aku benar-benar tulus mengatakannya.

"Karena kau selalu berada di sisiku."

Serof kemudian tersenyum lebar.

"Memiliki seorang tuan yang gila perang seperti Anda adalah sebuah kehormatan, Tuan."

Aku terdiam.

Orang ini sebenarnya sedang memuji atau mengejekku?

Aku menghela napas.

Ya sudahlah.

"Aku akan keluar untuk memanggil para skeleton."

Aku kemudian meninggalkan ruangan Serof.

Aku berjalan menuju alun-alun dan berhenti di tengahnya.

Kemudian aku mengaktifkan mantra hitam.

WUSSSHH!

Aura hitam pekat langsung menyelimuti tubuhku.

Para prajurit dan penduduk yang melihatku hanya bisa bertanya-tanya.

Sebagian bahkan terlihat kagum melihat armor yang kukenakan.

Kemudian...

WUUUUSSSHHH!

Kabut hitam mulai memenuhi area di sekitarku.

Tanah bergetar.

Satu per satu skeleton mulai keluar dari dalam tanah.

Aku memanggil sekitar 5.000 skeleton pekerja.

Mereka bukan skeleton prajurit, melainkan skeleton yang memang ditujukan untuk pekerjaan kasar.

Jenis skeleton yang kupanggil berasal dari berbagai ras.

Ada skeleton Orc, Goblin, Ogre, manusia, bahkan beberapa skeleton hewan yang sebelumnya kukumpulkan.

Ribuan skeleton kini berdiri di hadapanku.

Aku mengangkat tangan.

"Mulai bekerja."

Para skeleton menunggu perintah berikutnya.

"Bantu memperbaiki tambang, benteng, jalan, dan lahan pertanian. Kerjakan semuanya sesuai kebutuhan wilayah ini."

Para skeleton langsung bergerak.

Tanpa suara.

Tanpa lelah.

Tanpa istirahat.

Mereka mulai menjalankan tugas masing-masing.

Aku memperhatikan mereka sebentar sebelum akhirnya berjalan menuju gerbang depan.

Aku berjalan sambil mengenakan armor baruku.

Armor ini memang sedikit berat... tapi sangat memuaskan dan nyaman.

Tiba-tiba sistem muncul di hadapanku.

[Pemberitahuan Sistem]

[Armor Full Body Rank SSR telah menyatu dengan tubuh pengguna.]

Aku berhenti berjalan.

Hah?

Aku membaca informasi tersebut dengan saksama.

[Armor dirancang untuk menyatu dengan tubuh dan jiwa pemakainya.]

Aku langsung terkejut.

Apa-apaan ini?!

Sistem, kenapa baru memberitahuku sekarang?!

Aku mulai merasa sedikit gila.

Namun, aku tidak terlalu mempermasalahkannya.

Yah... tubuh ini hanya clone-ku.

Lagipula, memang jauh lebih baik jika aku menggunakan full armor seperti ini. Dengan begitu, tidak ada seorang pun yang bisa mengetahui identitasku.

Sistem kemudian memberikan penjelasan tambahan.

[Armor dapat berubah menjadi bentuk cincin ketika tidak digunakan.]

[Namun, cincin tersebut tetap melekat pada jari karena armor telah menyatu dengan jiwa pemiliknya.]

Aku hanya menghela napas.

Baiklah. Terserah.

Aku terus berjalan santai.

Lagipula...

Tubuh utamaku juga memiliki cincin yang sama.

Ketika tiba di depan gerbang utama, para penjaga langsung memberi salam.

"Selamat datang, Jenderal Iyan!"

Aku hanya menundukkan kepala.

Kemudian aku memanggil seseorang.

"Hayabusa."

FWOOSH!

Dalam sekejap, Hayabusa muncul di dekatku.

"Ada apa, Tuan?"

"Ikut denganku. Kita akan memasuki hutan untuk memeriksa keadaan di sekitar wilayah Benteng Keempat."

"Baik, Tuan."

Kami kemudian memasuki hutan.

Semakin jauh kami berjalan, semakin lebat pepohonan di sekitar.

Namun, tiba-tiba aku melihat sesuatu yang sangat besar.

Aku berhenti.

Itu...

Di tengah hutan, Huloo sedang tertidur.

Tubuh raksasanya begitu besar hingga terlihat seperti bagian dari pegunungan.

Namun, sebelum aku mengatakan apa pun, Huloo membuka matanya.

Ia ternyata menyadari kedatanganku.

Aku mendekatinya.

"Huloo, bagaimana keadaanmu?"

Huloo menjawab dengan suara berat.

"Aku baik-baik saja. Aku hanya menghabiskan waktu beristirahat di hutan ini."

Aku mengangguk.

"Aku tidak mempermasalahkannya."

Kemudian aku memberikan perintah.

"Untuk sementara, tetaplah tinggal di sini. Kau jelas tidak mungkin masuk ke dalam benteng."

Huloo tersenyum.

"Terima kasih, Tuan. Karena telah memberiku tempat untuk tinggal."

Aku mengangguk.

Setelah itu, aku melanjutkan perjalanan bersama Hayabusa.

"Hayabusa."

"Ya, Tuan?"

"Apakah kau sudah memeriksa wilayah Benteng Kelima?"

"Sudah, Tuan."

Hayabusa kemudian menjelaskan hasil pengintaiannya.

"Namun, aku menemukan rawa yang sangat panjang di sekitar Benteng Kelima."

"Rawa?"

"Benar. Benteng itu dibangun di atas sebuah bukit, sementara bagian bawahnya dikelilingi oleh rawa yang sangat luas."

Aku mulai penasaran.

"Begitu..."

Aku kemudian berlari bersama Hayabusa.

Kami melompati pepohonan satu demi satu untuk mempercepat perjalanan.

SWOOSH!

Hayabusa bergerak di depan sebagai penunjuk jalan, sementara aku mengikutinya.

Beberapa jam kemudian, kami akhirnya tiba di dekat Benteng Kelima.

Aku berdiri di atas sebuah pohon dan melihat ke kejauhan.

Di sana...

Puluhan ribu Orc Hitam dengan perlengkapan armor lengkap terlihat berjaga dengan sangat ketat.

Aku terdiam.

Jadi benar... seluruh wilayah timur memang dikuasai oleh Orc Hitam.

Hayabusa kemudian menjelaskan,

"Aku pernah menyelinap masuk ke wilayah tersebut. Berdasarkan pengamatanku, kemungkinan ada sekitar 20.000 Orc yang berjaga di dalam Benteng Kelima."

Ia menunjuk ke arah benteng.

"Dan Benteng Kelima jauh lebih besar dibandingkan Benteng Keempat."

Aku mengangguk.

Aku sudah menduga bahwa setiap benteng memiliki luas yang berbeda.

Aku kemudian menoleh kepada Hayabusa.

"Kita kembali ke hutan."

"Baik, Tuan."

Aku memiliki sebuah rencana.

Aku ingin memanggil seorang pahlawan yang memiliki kemampuan bertarung di wilayah rawa.

Beberapa menit kemudian, kami tiba di tempat yang cukup aman.

Aku mulai melakukan summon.

WUUUSSSHHH!

Asap hitam mulai membentuk sebuah gerbang di hadapanku.

Kemudian...

TOK...

TOK...

Suara langkah kaki terdengar dari balik gerbang.

Sosok besar perlahan keluar.

Aku langsung terdiam.

Di hadapanku berdiri seekor monster es yang berjalan dengan dua kaki.

Tubuhnya dipenuhi kristal es yang berkilauan.

Monster itu memiliki empat tangan besar, kaki dengan cakar tajam, serta tubuh yang sangat kuat.

Yang paling menarik...

Setiap tangannya memegang senjata berbeda.

Satu tangan memegang katana.

Satu tangan memegang tombak.

Satu tangan memegang gada.

Sementara tangan lainnya siap menggunakan sihir es.

Hayabusa hanya menatap monster tersebut dengan ekspresi datar.

Aku sendiri mulai memperhatikannya dengan saksama.

Monster itu kemudian berjalan mendekat.

BRUK!

Ia berlutut di hadapanku.

"Hormat, Yang Mulia Raja Iblis Agung."

Ia menundukkan kepalanya.

"Namaku Doka. Aku adalah Monster Kristal Es."

Aku membuka statusnya.

[STATUS]

Nama: Doka

Gelar: Monster Kristal Es

Usia: 126 Tahun

Rank: S

Level: 100

Skill: Sihir Es, Rahasia

Aku membaca status tersebut.

Sihir es...

Kemudian sebuah ide muncul di kepalaku.

Kalau dia bisa membekukan rawa, itu akan sangat membantu.

Dengan membekukan permukaan rawa, pasukan skeleton akan jauh lebih mudah menyeberang menuju Benteng Kelima.

Aku menatap Doka.

"Bangunlah."

Doka berdiri.

"Kau akan ikut denganku."

"Baik, Yang Mulia."

Aku kemudian menoleh kepada Hayabusa.

"Kita kembali ke Benteng Keempat."

"Baik, Tuan."

Akhirnya, aku, Hayabusa, dan Doka kembali menuju Benteng Keempat.

Sesampainya di sana, kami akan membahas rencana berikutnya untuk merebut Benteng Kelima.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!