Indonesia
NovelToon NovelToon
SANGKAR PERNIKAHAN

SANGKAR PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Ketika cinta berubah menjadi sebuah penjara.

Menikah adalah impian setiap wanita, pernikahan yang bahagia penuh keharmonisan adalah harapan. Namun, bagaimana jika cinta hanya membawanya dalam sebuah Sangkar Pernikahan?

Seruni menikahi Tuan Muda pertama dari keluarga Danuel. Tentu pernikahan dalam sebuah keuntungan bagi orang tuanya. Namun, sial ketika Seruni jatuh cinta pada sosok ramah dan hangat itu. Yang dalam sekejap mata berubah, nyatanya Tuan Muda pertama keluarga Danuel ini adalah sosok pria arogan yang dingin.

Seruni menjalani pernikahan yang bagaikan sebuah penjara. Dia harus melepas karir sebagai model yang saat itu sedang begitu naik. Lalu, semua hal yang dia lakukan harus atas persetujuan suaminya. Hingga, Seruni mulai jengah dan memberanikan diri mengajukan Perceraian. Tapi, apakah suaminya akan menyetujui Perceraian itu?

"Ceraikan aku, Mas. Pernikahan ini tidak akan bisa di lanjutkan lagi. Wanita dari masa lalumu sudah kembali sekarang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Peduli Padaku?

Setelah cukup tenang, Bu Ina memberinya minum dan mengajaknya bicara. Tidak ada Pak Hasan, karena Bu Ina berpikir jika sekarang Seruni hanya butuh seorang Ibu untuk tempat bercerita. Meski tidak tahu apa-apa, tapi Bu Ina sering mendengar bagaimana pertengkaran sering terjadi diantara Tuan Muda dan Nona Muda ini. Dan satu hal lagi yang Ibu Ina ketahui, pernikahan mereka yang terjadi karena perjodohan. Selain itu, dia dan Pak Hasan tidak begitu tahu masalah apalagi yang sedang mereka hadapi dalam pernikahan.

"Nona, tidak perlu memikirkan tentang apa yang terjadi dengan Tuan Muda dan masa lalunya. Sekarang semua pilihan ada di tangan Nona, kalau masih ingin bertahan, Nona bisa bertahan dan minta Tuan Muda memperbaiki semuanya. Tapi, jika sudah tidak tahan lagi, Nona berhak pergi dan mencari kebahagiaan yang lain. Bukan saya mendukung sebuah perceraian, tapi wanita yang di rugikan dalam sebuah pernikahan hanya akan terus terluka jika tetap bertahan"

Seruni diam, dia bingung kenapa reaksinya harus seperti ini hanya karena tahu Mawar masih menghubungi suaminya. Seharusnya dia lebih mempersiapkan diri tentang hal seperti ini. Tapi nyatanya, dia benar-benar sulit menerimanya.

"Mas Rai tidak akan pernah mau menceraikan aku, dan aku juga tidak bisa mengajukan perceraian lebih dulu. Apalagi hal ini masih belum jelas, aku belum benar-benar tahu sebenarnya mereka benar-benar masih berhubungan di belakang aku, atau tidak"

"Kalau begitu, sebaiknya Nona pastikan dulu. Jangan sampai salah mengambil tindakan"

Setelah berbicara dengan Ibu Ina, Seruni sudah mulai merasa tenang. Ternyata dia hanya butuh sedikit bercerita untuk menghilangkan sesak yang sejak semalam terus membelenggu dadanya.

"Terima kasih sudah menerima aku disini dan mendengarkan aku bercerita, Bu. Maaf karena merepotkan"

"Tentu tidak, Nona. Saya senang sekali anda bisa datang kesini, kalau ada apa-apa bercerita saja pada saya"

"Iya Bu, terima kasih"

Baru saja Seruni akan masuk ke dalam mobil, ponselnya sudah berdering. Melihat nama suaminya yang tertera, Seruni sudah tahu jika Raifan baru saja melacak keberadaannya dan pasti dia hanya ingin bertanya. Dengan menghela napas, dia menerima telepon itu sambil masuk ke dalam mobil.

"Kenapa kau ada di sana? Kau bilang lokasi pemotretan bukan disana, sedang apa disana?"

Suara penuh kecurigaan itu sudah biasa Seruni dengar. Seseorang yang mengekangnya, menjadikan Seruni sebagai burung dalam sangkar pernikahan. Tidak memberikan kebebasan untuknya.

"Aku mampir ke rumah Pak Hasan sebentar"

"Untuk apa kau kesana? Jangan bermain-main denganku, Seruni!"

"Apa yang kamu pikirkan, Mas? Aku hanya ingin mampir saja, bertemu istri Pak Hasan sebelum pemotretan"

"Ternyata aku memberikanmu kebebasan bekerja, kau manfaatkan untuk pergi kemana saja. Kau benar-benar tidak patuh aturan"

Seruni menghembuskan napas pelan, menatap keluar jendela. "Aku memang menginginkan kebebasan, Mas. Bisakah kamu memberikan kebebasan itu padaku?"

Seruni tidak lagi ingin mendengarkan ucapan Raifan, dia langsung memutuskan sambungan telepon. Rasanya sudah terlalu lelah menghadapi suaminya, yang terkadang Seruni tidak mengerti akan sikapnya.

*

Pekerjaan sudah selesai, Seruni yang baru sampai di rumah tidak tahu jika suaminya sudah berada di rumah. Ketika dia masuk ke dalam kamar, Raifan sudah menatapnya dingin. Sial, Seruni terlalu berani pada suaminya di telepon tadi. Dan sekarang dia benar-benar takut dengan tatapannya.

"Sepertinya aku salah karena sudah membiarkanmu pergi bekerja, seharusnya aku tetap membiarkanmu di rumah"

"Mas, a-aku minta maaf soal tadi" Seruni mulai panik, saat di telepon tadi dia begitu berani sampai lupa siapa sebenarnya suaminya. Seseorang yang bisa melakukan apapun. Apalagi hanya untuk membuat Seruni berhenti bekerja. "Mood aku sedang tidak bagus tadi, jadi aku berkata seperti itu. Sebenarnya sudah bisa bekerja sudah baik untukku, tentang aku mampir ke rumah Pak Hasan tanpa bilang padamu dulu, itu semua salahku. Aku minta maaf"

Raifan berdiri dari duduknya di sofa, berjalan menghampiri Seruni dan menatapnya lekat. Meraih dagu Seruni dan membuat wajahnya mendongak, menatap bola mata hitam legam itu.

"Aku hanya ingin kau tetap dalam pengawasanku, karena aku takut sesuatu terjadi padamu"

Suaranya terlalu lembut, bahkan membuat siapa saja yang mendengarnya akan merasa tersentuh. Tapi, benarkah ucapannya sesuai dengan isi hatinya? Namun, Seruni juga tidak bisa membohongi perasaannya yang tersentuh atas ucapan Raifan barusan.

"Memangnya kamu peduli padaku, Mas?"

Tatapan Raifan semakin tajam, suaranya rendah dengan penuh penekanan, menggema dalam pendengaran Seruni. "Kau menjadi istriku selama dua tahun, dan kau tidak mungkin bisa lepas dariku. Tentang rasa peduli, apa itu penting? Semuanya hanya tentang tindakan"

Seruni menepis pelan tangan Raifan yang memegang dagunya. Dia memalingkan wajahnya, sudah mulai tidak ingin bicara apapun lagi dengan suaminya.

"Aku pergi mandi dulu, Mas"

Raifan mengusap wajah kasar, sikap menatap Seruni yang pergi ke ruang ganti. Raifan pergi keluar kamar dan menutup pintu dengan keras. Semua pekerja di rumah ini sudah tidak aneh lagi dengan pertengkaran suami istri ini. Mendengar pintu yang di banting, suara teriakan kencang satu sama lain, dan terkadang pecahan kaca. Semuanya sudah pernah terjadi di rumah ini, namun semua pekerja memilih diam dan menutup mata telinga. Mereka masih ingin bekerja disini, dan hanya harus memenuhi aturan.

Pak Gun yang berada di lantai bawah dan mendengar suara pintu di tutup dengan keras. Dia pergi ke dapur, membuat satu cangkir kopi dan membawanya ke ruang kerja Raifan.

Mengetuk pintu sebelum dia masuk, melihat Raifan yang berdiri di depan kaca jendela dengan kedua tangannya masuk ke dalam saku celana. Pak Gun menyimpan secangkir kopi di atas meja depan sofa disana.

"Saya membuatkan kopi untuk anda, Tuan Muda"

Raifan hanya berdehem pelan, masih menatap lurus pada jendela di depannya. "Pak, aku melakukan kesalahan lagi? Hanya ingin membuatnya aman, tapi dia menganggap aku mengekangnya"

"Saya mengerti Tuan, tapi sebaiknya anda mulai berkata jujur dengan perlahan pada Nona. Mungkin Nona akan mengerti jika tahu kebenarannya"

"Aku masih perlu waktu, dia mungkin tetap tidak akan mengerti karena sudah terlalu kesal padaku. Tanpa dia tahu betapa berbahaya kehidupan ini"

Pak Gun menghela napas pelan, dia menatap Tuannya dengan tatapan yang sulit di artikan. "Sebenarnya dulu anda melindungi Nona Mawar sampai menikahi Nona Seruni. Tapi saya pikir sekarang anda ingin melindungi seseorang yang dulu ada jadikan tameng untuk melindungi Nona Mawar, benarkah dugaan saya?"

Raifan tidak menjawab, dia berbalik dan berjalan ke arah sofa, duduk di sana dengan bertumpang kaki. Mengambil secangkir kopi di atas meja dan meminumnya pelan.

"Aku melindungi semuanya"

"Tapi, Nona Muda hanya akan terus berpikir anda tidak pernah peduli. Apalagi dengan pernikahan kalian yang sama sekali tidak di umumkan di publik, tidak akan ada yang tahu sebenarnya Nona Seruni adalah istri anda, meski niat Tuan Muda baik, tapi dalam pikiran Nona Seruni, itu adalah kebencian"

"Biarkan saja dia terus berpikir seperti itu, karena otak kecilnya memang tidak akan sanggup banyak berpikir"

Bersambung

Jangan pada nabung bab plis.. entar gue sleding ya klean😭

1
Fera Susanti
ah raifan mh misterius ga jelas..pantes seruni prasangka buruk terus
nayla tsaqif
Kabur aja lahhh,, kaburrrrr,, 😌
Mia Camelia
ywdh sih raifan jujur aja klo cinta sama seruni🤭
dyah EkaPratiwi
pergi runi
dyah EkaPratiwi
raifan bener2 ya
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣 menyesal kan sekarang
Oma Gavin
tolong segera dibongkar rahasia seruni menurut raifan itu hrs di jaga bener" penasaran
edelweis🌻
bikin seruni pergi biar gk berbelit2
Rarik Srihastuty
lanjut thor, makin penasaran nih.
dyah EkaPratiwi
tapi sekali kali gpp run bikin suamimu tantrum
dyah EkaPratiwi
jahat banget kamu raifan😭
dyah EkaPratiwi
bener2 gak waras ini raifan
dyah EkaPratiwi
gila raifa
dyah EkaPratiwi
semangat runi💪
Mia Camelia
seruni bertahan lah💪💪🤭
Hani
bagus
Rarik Srihastuty
ceritanya seru
Yani Suryani
aku yakin Raifan itu sebenarnya sudah suka sama seruni tapi masih belum sadar
Yani Suryani
jangan lupa like nya 👍
MamDeyh
Aku malah selalu menunggu update an mu lohhh kak Nitaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!