Indonesia
NovelToon NovelToon
Mnemosynes Blood Mate

Mnemosynes Blood Mate

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Misteri
Popularitas:528
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

[SEASON 3]

"Aku sudah menandai lehernya. Dia milikku!" — Jonah (Vampir Dingin)

"Jangan membual! Dia adalah Mate sejatiku!" — Josiah (Vampir Playboy)

"Mustahil kami bertiga memiliki satu Mate yang sama!" — Jonas (Demon Sulung)

"Lepaskan dia, atau klanmu akan kuhancurkan." — Cedric (Bangsawan Elf)

Elisa mengira dia hanya gadis panti miskin dengan kekuatan aneh memanipulasi ingatan. Namun dalam semalam, dunianya runtuh saat ia dikepung oleh tiga pangeran kegelapan Salvatore yang tampan namun mematikan. Mereka semua mengklaim Elisa sebagai belahan jiwa (Blood Mate) yang tertulis di takdir kuno.

Saat berusaha kabur, Elisa justru tak sengaja membuka gerbang menuju Alfheim—dunia Elf Hutan—di rumah Cedric, bos restorannya yang misterius.

Siapa sebenarnya Elisa? Mengapa para makhluk abadi ini begitu terobsesi pada darahnya? Di tengah ingatan masa lalunya yang perlahan terhapus, permainan berburu di antara mereka baru saja d

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Kecelakaan Yang Berujung Salah Paham

"Kau... kau ini berat sekali! Apakah kau setiap hari mengonsumsi darah sapi hidup-hidup atau bagaimana, sih?! Cepat bangun dan enyah dari atas tubuhku!" jerit Elisa menahan sesak.

"Diamlah di tempatmu, Gadis Cerewet! Insiden ini semua terjadi murni gara-gara ulah nekatmu sendiri yang lancang menarik kerah kemejaku!"

Jonas menggeram rendah, memancarkan aura kegelapan yang menekan. Alih-alih langsung bergerak bangkit menyingkirkan tubuhnya, ego Demon Jonas justru sengaja menumpukan berat badannya lebih lama di atas tubuh Elisa, membiarkan gadis manusia itu kesulitan meraup oksigen sebagai bentuk balasan atas untaian ocehan pedasnya.

Kedua anak muda itu sama sekali tidak menyadari bahwa kereta kuda gotik mewah tersebut saat ini telah resmi terhenti tepat di halaman depan kompleks istana kediaman megah milik Raja Elf Hutan, Arthur Elves—titik koordinat tempat di mana sang ayah, Justin Salvatore, sedang bersiap untuk mengadakan rapat diplomasi penting antar-ras Immortal.

"Kenapa kau belum mau bangun juga dari atas tubuhku?! Apakah kau memiliki niat tersembunyi untuk membuat tubuh manusiaku ini remuk seperti selembar kertas, hah?! Bangun sekarang juga, atau aku akan—"

"Jonas, kenapa kau lama sekali di dalam kabin dan tidak segera turun—"

Untaian kalimat yang keluar dari mulut Justin Salvatore seketika terhenti total di udara. Sosok Sang Raja Vampir yang legendaris dan teramat ditakuti di dunia malam itu mendadak mematung sempurna di ambang pintu kereta kuda yang terbuka.

Ia menatap lurus ke arah pemandangan visual di dalam kabin dengan kedua alis yang terangkat tinggi penuh keheranan.

Di dalam sana, putra sulungnya yang selama berabad-abad ini terkenal memiliki tabiat yang teramat kaku, dingin, dan membenci eksistensi ras manusia fana, saat ini justru sedang berada dalam sebuah posisi fisik yang teramat ambigu dan intim—berada tepat di atas tubuh seorang gadis manusia cantik yang penampilannya tampak lusuh dan berantakan.

Justin Salvatore secara visual masih terlihat teramat muda, bugar, dan luar biasa tampan. Di usianya yang secara kronologis supranatural telah menginjak angka yang matang penampilannya justru lebih menyerupai sosok kakak laki-laki tertua Jonas ketimbang sebagai seorang ayah kandung.

Karisma absolut dari seorang predator kasta tertinggi senantiasa memancar masif dari potongan postur tubuhnya yang elegan, namun khusus untuk saat ini, wajah sedingin es milik Sang Raja Vampir itu justru menampilkan seulas ekspresi yang teramat sulit untuk diartikan maknanya.

Tubuh Jonas seketika membeku kaku di posisinya. Ia memutar kepalanya secara perlahan menoleh ke arah ambang pintu kereta menatap wujud sang ayah kandung, sementara di bawah kungkungannya, Elisa masih sibuk meronta-ronta brutal tanpa menyadari sedikit pun siapa sosok agung yang baru saja memunculkan kehadirannya.

"Ayah..." gumam Jonas parau, suara bariton angkuhnya seketika tercekat di dalam tenggorokan dilingkupi rasa canggung yang luar biasa hebat.

Justin Salvatore berdeham kecil, mencoba sekuat tenaga menekan seulas senyuman tipis penuh arti yang hampir saja terukir di sudut bibirnya.

Sepasang manik mata merah darahnya berkilat jenaka menatap sang putra sulung

"Sepertinya... kedatanganku ke tempat ini benar-benar berada di waktu yang sangat tidak tepat, Jonas," ucap Justin dengan nada suara yang teramat tenang namun memancarkan wibawa raja yang absolut.

"Aku sama sekali tidak mengetahui jika kau diam-diam membawa seonggok... 'hiburan manis' yang sangat harum ke dalam agenda pertemuan ras Immortal yang membosankan ini."

Jonas Salvatore buru-buru bangkit berdiri dari atas sofa beludru kabin kereta. Ia merapikan pakaiannya yang sedikit kusut akibat cengkeraman tangan Elisa dengan gerakan yang terkesan sangat canggung dan kikuk.

"Ayah... ini... aku bisa menjelaskannya. Ini hanya kecelakaan, murni salah paham!" ucap Jonas gelagapan dengan nada suara yang bergetar.

Wajah rupawannya yang biasanya sedingin es kini tampak memerah padam hingga ke telinga; ia merasa seperti seorang perampok amatir yang baru saja tertangkap basah di depan brankas bank utama. Ego Demon-nya yang tinggi runtuh seketika di hadapan sang kepala keluarga.

Elisa sendiri hanya bisa meringis kesakitan, kedua tangan manusianya memegangi punggung dan pinggang yang terasa seolah-olah mau patah.

Belum lagi luka lecet di kakinya yang kembali berdenyut perih luar biasa setelah sempat tertimpa total beban tubuh Jonas yang teramat tegap dan berat.

"Tidak usah bersikap gugup begitu di hadapanku, Jonas. Ayah tahu betul bahwa kau adalah putraku yang paling dingin dan kaku jika sudah berurusan dengan wanita,"

Justin Salvatore menatap langsung ke arah putra sulungnya dengan seulas senyuman tipis yang penuh arti.

"Ayah tidak masalah jika kau mau bersikap jujur, asalkan kau tahu batasan. Jangan sampai gadis manusia cantik di bawahmu itu ketakutan setengah mati saat melihat wujudmu."

Sepasang manik mata merah darah milik Justin kemudian beralih, terkunci lekat pada sosok Elisa. Sang Raja Vampir yang legendaris itu mendadak terdiam selama beberapa detik. Indra supranaturalnya yang pekat seolah-olah bisa merasakan adanya sebaris getaran aura purba yang aneh memancar samar dari dalam sel darah gadis manusia itu.

Elisa yang mendadak dipandangi secara intens oleh sang penguasa tertinggi dunia malam hanya bisa memberikan seulas senyuman tipis yang kaku, lalu bergegas menundukkan kepalanya sedalam mungkin demi menyembunyikan rasa takut.

Jonas yang sudah merasa teramat tidak nyaman dilingkupi atmosfer canggung ini pun segera melangkah keluar dari dalam kereta. Ia mencengkeram lengan kekar ayahnya, menariknya dengan paksa agar berjalan menjauh dari pintu kabin.

"Ayah, sebaiknya cepat masuk ke dalam aula istana sekarang juga. Gadis manusia di dalam sana sama sekali bukan siapa-siapa," bisik Jonas tajam dengan nada suara rendah.

"Aku tidak akan pernah mungkin sudi menyukai makhluk manusia fana yang lemah sepertinya. Aku membenci kaum mereka yang hanya bisa berumur pendek."

"Ya sudah, terserah apa katamu saja, Jonas. Pastikan gadis manusia itu tetap menutup rapat mulut fananya dan segera antarkan dia pergi menjauh dari tempat ini. Fisik manusianya sama sekali tidak seharusnya berada di dalam wilayah suci Elf," tutur Justin Salvatore dengan nada pasrah.

Ia melepas jubah hitam sutra mewahnya yang menjuntai, menyerahkannya pada Jonas, lalu melangkahkan kakinya memasuki aula agung istana Elf dengan gerakan yang teramat anggun dan penuh wibawa raja.

Jonas mengeraskan rahang tegasnya. Dengan langkah kaki yang tergesa-gesa, ia kembali menghampiri pintu kereta kuda gotik.

"Heh, Gadis Bodoh! Cepat keluar dari dalam sana sekarang juga!"

Jonas melemparkan jubah hitam mewah milik ayahnya tepat ke arah permukaan wajah Elisa.

"Pakai jubah kain itu sekarang! Jangan sampai keberadaan fisik manusiamu terlihat oleh siapa pun di area istana ini."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!