Draven Aleric adalah seorang pria misterius yang memiliki kekuatan Shadow Absolute,kekuatan bayangan mutlak yang tidak berasal dari Buah Iblis, melainkan lahir dari dalam tubuhnya sendiri.
Di dunia yang berada di bawah kendali Pemerintah Dunia, Draven menolak menerima tatanan yang telah mengatur kehidupan manusia selama berabad-abad.
Bersama 2 sahabatnya Zorana dan Axel mereka memulai perjalanan dilautan untuk menjadi pusat kekuatan dan kekuasaan baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 - Warisan dewa kegelapan
Seminggu setelah itu nama bajak laut Aether semakin dikenal,setiap pergerakan mereka selalu menjadi berita utama di surat kabar.
Di sebuah pulau yang terlihat sepi, bajak laut Aether berlabuh,
"sepi sekali, sepertinya ini adalah pulau tak berpenghuni" ujar Ren
Luna lalu turun melayang dari kapal menuju pantai
"tapi udaranya pulau ini sangat sejuk dan tenang.." kata Luna
Zorana pun turun dari kapal
"kita tetap harus berhati-hati,kita belum tahu siapa yang ada di pulau ini" jelas Zorana
Elara melihat ke arah bukit yang ada di pulau itu
"tumbuhan-tumbuhan yang ada di bukit itu seperti belum pernah kulihat sebelumnya" ucap Elara
Ren lalu menoleh ke Elara
"kau ingin kubawa ke tebing itu?" tanya Ren pada Elara
Elara sedikit senang
"benarkah?" tanya Elara
Ren lalu mengeluarkan sayap api hijaunya kemudian tubuhnya berubah menjadi Garuda
"aku kan bisa terbang.." jawab Ren sambil mengepak kan sayap api nya
Elara lalu naik ke punggung Ren
"kami duluan.." ujar Ren lalu terbang menuju bukit di pulau itu
Luna terlihat terpukau
"wow..buah Iblis milik Ren luar biasa" ujar Luna sambil melihat wujud Garuda Ren yang terbang membawa Elara.
Axel lalu berjalan ke dalam pulau
"jika mereka pergi ,kita juga harus pergi.." ujar Axel ,lalu diikuti oleh para kru lain.
Di dalam pulau yang bernama pulau Oek ini ,cukup banyak bahan makanan di dalamnya tumbuhan dan buah-buahan cukup melimpah.. semakin ke dalam pulau para kru menemukan sebuah bangunan berbatu yang tidak besar namun sangat misterius.
"ini terlihat seperti kuil.." ujar Zorana sambil melihat batu-batu yang ada di bangunan itu
Luna lalu mendekati Zorana
"apa ada sebuah peradaban di pulau ini?" tanya Luna terlihat penasaran
Kemudian Draven dan kru lain memutuskan untuk masuk ke dalam kuil itu.. di dalam kuil itu memiliki tangga yang menuju ke bawah, semakin dalam semakin gelap.. sampai akhirnya mereka tiba di bagian terbawah, saat dibawah mereka melihat sebuah ruangan seperti pintu.. Hiden dan si besar mencoba mendorong pintu tersebut tapi pintu sama sekali tidak bergerak.
"sepertinya tidak bisa dibuka hanya dengan tenaga" jelas Axel memperhatikan pintu tersebut
Zorana melihat sebuah ukiran-ukiran di dekat pintu
"mungkin ini petunjuk untuk membuka pintu itu.." sambung Zorana melihat gambar-gambar yang terukir di dinding dekat pintu
Luna melihat satu persatu setiap gambar
"aku tidak mengerti.." kata Luna kebingungan
Draven lalu mendekati pintu
"apakah ada sesuatu berharga di balik pintu ini?" tanya Draven sambil menyentuh pintu
Zorana merespon
"harta karun mungkin.." sahut Zorana
Si kurus yang melihat-lihat sekeliling pun ikut berbicara
"tapi aneh tempat ini terlihat bersih, seperti belum pernah ada orang datang sebelumnya" jelas si kurus
Axel lalu mengangguk
"benar..pulau apa ini?" tanya Axel ke Luna
Luna menggelengkan kepalanya
"aku tidak tahu,tidak tertulis di peta" ujar Luna
Hiden tiba-tiba melihat sebuah bola hitam melayang dari tangga menuju ke arah mereka
"awas!!" teriakan Hiden membuat semua kru menunduk,
Bola-bola hitam itu melayang diatas mereka lalu menyatu berkumpul dan membentuk sebuah bentuk yang tak bisa di jelaskan.
Luna memegang lengan Zorana
"a..apa itu??" bisik Luna ke Zorana
"aku tidak tahu.." balas Zorana.
Tiba-tiba bola hitam yang menyatu dan membentuk suatu wujud itu bersuara
"kalian adalah orang-orang terpilih.." wujud itu bersuara
"takdir telah memilih kalian untuk meneruskan dunia ini kata wujud hitam itu.
Lalu Draven berdiri
"apa maksud anda?" tanya Draven kepada wujud itu yang berada di hadapannya.
Wujud hitam itu diam sesaat seperti memperhatikan Draven
"jadi.. kau lah orang nya yang dipilih sebagai pemimpin untuk menjalankan dunia baru ini" ucap wujud itu kepada Draven.
Mendengar itu Draven terlihat semakin bingung, wujud itu lalu berjalan ke arah pintu yang tertutup itu
"kemarilah.." ajak wujud itu kepada Draven, kemudian Draven mengikutinya berdiri di depan pintu itu
"letakkan tanganmu di pintu itu lalu keluarkan kemampuan mu untuk menutupi seluruh pintu itu dengan kekuatan bayanganmu" kata wujud itu.
Draven menoleh sesaat ke wujud itu,kemudian Draven meletakkan tangannya di pintu tersebut dan mengeluarkan bayangannya menyebar ke seluruh pintu..pintu itu berbunyi,bergerak dan perlahan terbuka.
"itu terbuka.." bisik Luna yang melihat dari belakang Draven.
Zorana, Axel,Hiden,si kecil,si kurus dan si besar pun terperana dengan apa yang mereka lihat.
Saat pintu terbuka terdapat 7 kotak di dalamnya, wujud itu kemudian masuk ke dalam lalu mulai menjelaskan
"ini adalah ruangan harta dari penguasa kegelapan dari abad kekosongan, dewa kegelapan meninggalkan semuanya disini..ketika dia hampir mati dia menemukan pulau ini,pulau yang tersembunyi yang bahkan tidak ada satupun manusia di dunia pernah menginjakkan kakinya ke pulau ini" jelas wujud itu kepada semua kru
Axel terlihat sedikit gemetar
"dewa kegelapan?" ujarnya pelan
Zorana lalu memberanikan diri berbicara
"lalu bagaimana kami bisa menuju pulau ini?? apakah sebuah kebetulan?" tanya Zorana.
Wujud itu lalu melihat ke arah Draven dan menunjuknya
"dia.. kehadiran orang ini lah yang membuat pulau ini menampakkan dirinya" jelas wujud itu
Draven melihat wujud itu dengan mata sedikit menyipit
"apa hubungan semua ini denganku?" tanya Draven kepada wujud itu
Wujud itu lalu kembali bercerita
"sebelum dewa kegelapan musnah dari dunia ini..dia mengeluarkan kekuatan nya, membiarkan kekuatan itu keluar mencari pemilik baru, 50% kekuatan itu dilepaskan untuk mencari penerus nya sedangkan 50% lainnya disimpan di salah satu hartanya..puluhan tahun bahkan ratusan tahun tidak ada satu orangpun yang bisa mendapatkan 50% kekuatan sang dewa kegelapan" jelas wujud hitam itu
"namun 19 tahun yang lalu seorang wanita mengandung janin yang memiliki kekuatan kegelapan mutlak yang di dapatkan dari takdir.. kekuatan milik dewa kegelapan itu melihat nya dan masuk ke dalam janin di kandungan itu kemudian janin itu menjadi manusia dan itu adalah kau Draven Aleric" jelas wujud itu.
Mendengar itu Draven terkejut, terlebih ketika wujud itu menyebut namanya
"maksudmu.. kekuatan bayanganku berasal dari dewa kegelapan?" tanya Draven
"kekuatan bayanganmu hanyalah 20% dari kekuatan dewa kematian.. masih banyak kekuatan yang ada di dalam tubuhmu.." jelas wujud itu
Hiden lalu melihat ke arah Draven
"maksudmu selama ini, Draven hanya menggunakan 20% kekuatan aslinya?" tanya Hiden kepada wujud itu
Wujud itu lalu sedikit mengangguk
"benar.. namun kekuatan lainnya terbagi dalam beberapa keadaan..30% akan muncul tergantung dari diri Draven sendiri sedangkan 50% lagi bisa hadir dari salah satu harta karun yang ada disini" jelas wujud itu sambil menunjuk ke arah 7 kotak itu.
Luna menatap kotak-kotak itu
"ini semakin rumit.." kata Luna lebih kepada berbicara untuk dirinya sendiri.
Lalu wujud itu membuka 1 kotak yang ada disana dan mengambil sebuah rune berwarna gelap
"ini adalah 50% kekuatan dewa kegelapan" jelas wujud hitam itu sambil memegang rune hitam tersebut,
"di dalam rune ini merupakan sumber elemen kegelapan mutlak..api hitam,petir hitam, bahkan monster kegelapan yang bisa kau ciptakan" tambah wujud hitam itu menjelaskan kekuatan di dalam rune tersebut
Zorana melebarkan matanya kemudian melihat Draven
"itu gila..bahkan dengan kekuatan bayangan saja kau sudah sulit di kalahkan..dan sekarang kau bahkan bisa memiliki elemen dan monster" jelas Zorana tak percaya antara takut dan kagum
Wujud itu lalu memberikan rune nya kepada Draven,
"sebenarnya semua yang diruangan ini adalah milik anda, anda berhak untuk menyentuh seluruh harta ini..karena anda adalah keturunan langsung dewa kegelapan" jelas wujud hitam itu,
"sekarang anda bisa memasukkan kekuatan dewa kegelapan itu ke dalam tubuh anda..hanya cobalah untuk dikendalikan..50% kekuatan seorang dewa sangat banyak" tambah wujud itu
Luna lalu menoleh ke wujud itu
"bagaimana jika Draven tidak bisa mengendalikan nya?" tanya Luna kepada wujud itu
Wujud hitam itu terdiam sesaat
"jika kegelapan menguasai tubuhnya dan dia tidak bisa mengendalikan nya.. kegelapan akan memakanmu dan memusnahkan nya, artinya dirinya juga gagal menerima kekuatan dewa kegelapan sepenuhnya" jelas wujud hitam itu.
Mendengar itu Draven sempat ragu, namun pandangan nya kembali ke rune hitam itu yang menyala bersinar semakin terang.. setelah beberapa lama Draven memasukkan nya melalui tubuhnya, perlahan rune itu masuk ke dalam tubuh Draven.
Diluar Ren dan Elara yang sedang mencari tanaman obat dan juga bahan-bahan makanan melihat ke arah langit yang tiba-tiba gelap
"perasaanku tadi cerah.." ujar Ren melihat langit yang sangat gelap
Elara juga merasakan sesuatu yang tidak enak
"ini bukan badai.. apakah sesuatu terjadi kepada yang lain?" tanya Elara.
Ren dan Elara panik melihat langit tiba-tiba gelap,angin begitu kencang,pulau bergetar, bahkan tebing tempat mereka seperti akan hancur.
"ada apa ini!!??" ujar Elara panik
Ren lalu berubah menjadi wujud Garuda nya,
"naik Elara..kita harus ke tempat mereka" ajak Ren kemudian Elara naik ke punggung Ren.
Sementara dari dalam kuil teriakan keras Draven terdengar hingga ke seluruh pulau, mendengar itu Ren mempercepat laju nya
"Draven.." gumam Ren khawatir.
semangat!