Indonesia
NovelToon NovelToon
Affair With Hot Secretary

Affair With Hot Secretary

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Kehidupan di Kantor
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Hampa, itulah yang dirasakan Tristan dengan rumah tangganya. Sampai suatu hari, dia kedatangan sekretaris baru yang cantik jelita. Saat itulah tiang kesetiaan Tristan goyah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2 - Nayla Putri

Di sisi lain kota, jauh dari gedung megah Nebula yang menjulang tinggi, seorang gadis sedang menghitung lembaran uang di atas meja kecil sebuah kedai kopi.

Namanya Nayla Putri Lestari. Usianya dua puluh lima tahun. Jika hanya melihat wajahnya, orang mungkin akan mengira hidup Nayla jauh lebih mudah daripada kenyataannya. Gadis itu memiliki paras yang sangat cantik, dengan wajah lembut, mata jernih, dan senyum yang mampu membuat orang menoleh ketika dia berjalan melewati suatu tempat. Namun kecantikan tersebut tidak pernah membuat hidupnya menjadi lebih mudah.

Sejak ayahnya pergi beberapa tahun lalu, Nayla menjadi tulang punggung keluarganya. Ibunya sering sakit-sakitan dan membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Sementara dua adiknya masih bersekolah dan membutuhkan biaya untuk kebutuhan pendidikan sehari-hari. Tidak ada warisan besar yang ditinggalkan ayahnya, tidak ada rumah mewah, apalagi tabungan yang cukup untuk menopang mereka.

Yang Nayla miliki hanyalah ijazah SMA, tubuh yang masih kuat untuk bekerja, dan tekad yang tidak pernah habis. Selama bertahun-tahun, dia melakukan berbagai pekerjaan untuk bertahan hidup. Pernah menjadi karyawan minimarket, kasir toko pakaian, pelayan kedai, hingga berjualan berbagai macam barang secara daring. Apa pun yang bisa menghasilkan uang akan Nayla kerjakan selama pekerjaan tersebut halal dan tidak melanggar prinsipnya.

Namun pendapatannya selalu pas-pasan. Kadang cukup untuk kebutuhan rumah. Kadang bahkan kurang. Setiap kali menerima uang, Nayla sudah tahu ke mana sebagian besar uang itu akan pergi. Biaya sekolah kedua adiknya, obat ibunya, kebutuhan rumah, listrik, air, dan berbagai pengeluaran kecil yang jika dikumpulkan ternyata menjadi begitu besar.

Karena itu, Nayla tidak pernah berhenti mencari pekerjaan yang lebih baik. Hari itu, dia sedang duduk bersama sahabatnya, Yeni, di sebuah kedai kopi sederhana. Mereka baru saja menyelesaikan pekerjaan paruh waktu dan memilih beristirahat sebelum pulang.

Nayla membuka ponselnya sambil menyeruput minuman.

"Eh, Nay."

"Hm?"

"Lihat ini."

Yeni memiringkan layar ponselnya ke arah Nayla. Sebuah iklan lowongan pekerjaan terpampang jelas.

NEBULA FASHION GROUP

Dibutuhkan: Sekretaris Direktur

Pendidikan minimal SMA/Sederajat

Pengalaman kerja lebih diutamakan.

Mata Nayla langsung membesar. "Ini beneran?"

Yeni mengangguk. "Yup!"

Nayla mengambil ponsel sahabatnya dan membaca iklan tersebut dengan saksama. Perusahaan itu bukan perusahaan kecil. Nama Nebula sudah cukup terkenal bahkan bagi orang-orang yang tidak terlalu mengikuti dunia fashion.

Nayla pernah melihat produk Nebula di pusat perbelanjaan. Harganya cukup mahal, tetapi merek tersebut memiliki banyak pelanggan.

"Gajinya pasti besar," gumam Nayla.

Yeni langsung tertawa. "Yang kamu lihat cuma gajinya?"

"Memangnya salah?"

Nayla tersenyum lebar. "Kalau aku diterima, aku bisa mendapatkan pekerjaan tetap dengan penghasilan yang lebih baik."

Dia langsung membuka situs resmi perusahaan tersebut melalui ponselnya.

"Pengalaman diutamakan, pendidikan maksimal SMA." Nayla membaca bagian persyaratan sekali lagi. Kemudian senyumnya semakin lebar.

"Aku mau daftar!"

Yeni hampir tersedak minumannya. "Ha?"

"Aku mau daftar!"

"Nayla..."

"Apa?"

Yeni menatap sahabatnya dengan ekspresi antara heran dan khawatir.

"Kamu sadar ini Nebula, kan?"

"Tahu."

"Perusahaan besar."

"Iya..."

"Pelamarnya pasti banyak. Dan kemungkinan besar saingan kamu lulusan sarjana."

Nayla terdiam sebentar. Kemudian dia kembali menatap layar ponselnya.

"Aku juga tahu."

Yeni menghela napas. "Itulah yang membuatku heran sama kamu."

"Kenapa?"

"Kamu enggak pernah kapok."

Nayla mengangkat alis. "Maksudnya?"

"Sudah berapa puluh kali kamu daftar kerja di perusahaan besar?"

Nayla tersenyum malu. "Enggak tahu juga. Aku nggak ngitung."

"Puluhan."

"Ya mungkin."

"Dan berapa kali ditolak gara-gara pendidikan?"

Nayla tidak menjawab.

Yeni sudah tahu jawabannya. "Puluhan kali juga."

Nayla terkekeh kecil. "Berarti aku konsisten."

"Ini bukan sesuatu yang perlu dibanggakan."

Nayla tertawa. Namun setelah itu wajahnya kembali serius.

"Aku memang cuma punya ijazah SMA, Yen. Aku sadar itu kekuranganku."

Tangannya perlahan meletakkan ponsel di atas meja. "Aku juga sadar perusahaan besar pasti lebih memilih orang yang pendidikannya tinggi. Tapi kalau aku berhenti mencoba hanya karena takut kalah sebelum bertanding, aku akan tetap berada di tempat yang sama."

Yeni terdiam.

Nayla menatap layar ponselnya lagi. "Aku enggak butuh pekerjaan yang terlihat keren."

"Lalu?"

"Aku butuh pekerjaan yang bisa membuat keluargaku hidup lebih baik."

Suaranya terdengar pelan, tetapi penuh keyakinan. "Aku ingin gaji yang cukup supaya aku bisa membayar sekolah adik-adikku tanpa harus menghitung uang setiap akhir bulan. Aku juga ingin membawa Ibu operasi."

Yeni langsung terdiam. Kondisi ibu Nayla memang sudah lama diketahui olehnya.

"Dokter bilang kapan Ibumu harus operasi?" tanya Yeni.

Nayla menunduk. "Secepatnya."

"Berapa biayanya?" tanya Yeni?

"Belum tahu pasti. Tapi banyak." Nayla tersenyum tipis. "Itu sebabnya aku harus dapat pekerjaan ini."

Yeni menatap sahabatnya cukup lama sebelum akhirnya mengulurkan tangan dan menggenggam tangan Nayla.

"Aku salut sama kamu."

Nayla menatapnya. "Kenapa?"

"Karena aku enggak tahu bagaimana kamu masih bisa terus semangat setelah berkali-kali ditolak."

Nayla tersenyum. "Karena aku enggak punya pilihan untuk menyerah."

Kalimat sederhana itu membuat Yeni terdiam. Nayla kemudian kembali membuka formulir pendaftaran.bSatu demi satu kolom dia isi.

Nayla memasukkan seluruh pengalaman yang pernah dimilikinya. Dia tahu sebagian besar pekerjaannya bukan pekerjaan kantoran bergengsi, tetapi dia tidak berniat berbohong. Dia pernah menjadi kasir. Pernah menjadi penjaga minimarket. Pernah mengatur stok. Bahkan selama berjualan online, dia mengurus semuanya sendiri, mulai dari promosi, pencatatan pesanan, pelayanan pelanggan, hingga pengiriman.

Mungkin tidak sehebat pengalaman seorang sekretaris profesional. Namun Nayla yakin dirinya bisa belajar. Setelah memastikan semua data benar, dia menekan tombol Kirim Lamaran. Layar menampilkan pemberitahuan bahwa lamaran berhasil dikirim.

Nayla mengembuskan napas panjang.

"Sudah."

Yeni tersenyum. "Semoga berhasil ya!"

"Amin!"

Nayla memasukkan ponselnya ke dalam tas. Namun dalam perjalanan pulang, dia terus memikirkan lamaran tersebut. Kesempatan yang mungkin bisa mengubah hidup keluarganya.

...***...

Hari pertama berlalu. Tidak ada kabar. Hari kedua juga sama. Hari ketiga, Nayla mulai berpikir bahwa mungkin dirinya kembali gagal.

Pagi itu, dia sedang membantu ibunya menyiapkan sarapan ketika ponselnya yang diletakkan di atas meja tiba-tiba bergetar.

Nayla tidak langsung memeriksanya. Dia masih sibuk membantu ibunya.

"Nayla, lihat ponselmu!"

"Nanti, Bu."

"Sepertinya ada pesan masuk."

Nayla menghentikan gerakannya. "Pesan?"

Dia segera mengambil ponselnya. Ada satu pesan baru. Pengirimnya membuat jantung Nayla berdegup lebih cepat. Nebula Fashion Group. Tangannya mendadak dingin. Dia membuka email tersebut dengan jari yang sedikit gemetar. Matanya bergerak membaca setiap kalimat. Kemudian seketika membesar.

"Ya Tuhan..."

Ibunya menatapnya bingung. "Kenapa?"

Nayla tidak menjawab.bDia membaca email tersebut sekali lagi untuk memastikan dirinya tidak salah melihat.

Selamat, Nayla Putri Lestari. Berdasarkan hasil seleksi administrasi, Anda dinyatakan lolos ke tahap berikutnya dalam proses rekrutmen Sekretaris Direktur Nebula Fashion Group.

Nayla membekap mulutnya. Dia lolos. Dari puluhan, bahkan mungkin ratusan pelamar, namanya berhasil melewati tahap pertama. Namun email itu belum selesai.

Tahap selanjutnya adalah wawancara yang akan dilaksanakan di kantor pusat Nebula Fashion Group.

Nayla menatap tanggal dan waktu yang tercantum di bawahnya. Dia benar-benar mendapat kesempatan untuk bertemu langsung dengan pihak Nebula.

"Nayla?"

Suara ibunya membuat Nayla tersadar. Dia langsung berbalik dengan wajah penuh kebahagiaan.

"Bu!"

"Ada apa?"

"Aku lolos!"

"Lolos apa?"

"Lamaran kerja!"

Nayla berlari kecil menghampiri ibunya lalu memeluk wanita itu. "Aku lolos tahap dokumen di Nebula!"

Ibunya tersenyum haru. "Syukurlah..."

Nayla tertawa bahagia. Setelah berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun mencoba, akhirnya ada satu perusahaan besar yang memberinya kesempatan. Dia tahu perjuangannya belum selesai.

Tahap wawancara masih menunggunya. Bisa saja dia kembali gagal. Namun kali ini berbeda.

1
Dinda Putri
Kenapa ga nikah siri aja sih biar greget gitu
Rommy Wasini Khumaidi
gimana rasanya mas Tris?
Ass Yfa
yg katanya tdk akan terulang lagi mlh berkelanjutankan...
tattoo
lagi 🌚🌚🌚
Rommy Wasini Khumaidi
lanjutkan Nay,aku mendukungmu
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
itu beda ya nay karena itu cuma reflek aja 😂
Mita Paramita
SituationShip 🫡🫡🫡
Mita Paramita
zay cocok banget jadi selingkuhan Olivia sama sama manusia redflag 🤣🤣🤣 semoga perselingkuhan mereka cepet terbongkar nih
Mita Paramita
Nayla udah terang terangan mau jadi gundik Tristan 🤣🤣🤣
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
astaga kasihan kau Tristan lagi tanggung-tanggung nya eh di stop😂😂😂
tattoo
belum pernah dengar😭
Ass Yfa
😄😄😄Tristan dibuat kentang sama Nayla rasain...🤭
Ass Yfa
benerkan...Zay selingkuhannya Olivia..liat Nayla aja laper mata,,,pibgin cepet kebongkar mereka...hus didepak dari hidup Tristan😁😁
Rommy Wasini Khumaidi
yah kasihan sekali mas Tris,apa kabar yang lagi liburan sama yayang diluar negri,yang disini merasa bersalah karena berkhianat yang disana enak² tanpa mikirin yang ngasi duit buat liburan siapa
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
sudah ku duga Olivia pasti selingkuh sama zay. Olivia belum tau aja kalau zay juga tertarik sama Nayla
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ kenapa berubah jadi komedi
vj'z tri
w bilang apa Dateng kan /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
ohhh tidak bisa seperti itu Ferguson.... bentar lagi pawang nya Dateng /Slight/
vj'z tri
ehm gerah euy lahar gunung merapi ya kalah panas nya
Rommy Wasini Khumaidi
Tristan sibuk dengan masalah kantor dan masalah hati,siap² lah ditendang dari kehidupanya olivia,selamat menikmati kehancuran kalian zay & olivia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!