Lu Chen adalah seorang pemuda berusia dua puluhan yang hidup terasing di pinggiran Desa Qingfu. Di balik penampilannya yang sederhana sebagai peracik obat herbal yang pendiam, ia menyimpan sebuah rahasia besar dan mengerikan: garis keturunan gila yang menggabungkan tiga unsur sekaligus, yaitu darah manusia yang fana, cahaya dewa yang suci, dan kutukan siluman kegelapan.
Secara fisik, Lu Chen memiliki daya tarik yang kuat dengan garis wajah tegas, namun tubuhnya menyimpan ketidakseimbangan yang berbahaya. Matanya memiliki dua warna yang berbeda; mata sebelah kanan memancarkan cahaya keemasan yang hangat dan tenang, melambangkan sisa-sisa kekuatan dewanya, sementara mata sebelah kiri sering kali berubah menjadi ungu legam yang dingin saat emosinya tak terkendali. Di leher hingga sebagian wajahnya juga tersembunyi rajah alami berupa sulur-sulur hitam yang menandakan segel kutukan siluman purba.
Dari segi sifat dan kepribadian, Lu Chen adalah sosok yang sabar, lembut, dan sangat peduli
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19 — TARING IBLIS
Jurang Neraka Lapisan Kelima mendadak berubah menjadi lautan api yang menyala-nyala terang di bawah kubah langit berwarna darah. Tulang-tulang iblis berukuran raksasa berserakan di atas tanah vulkanik yang mengepulkan asap belerang pekat. Tepat di hadapan mereka, singgasana yang terbuat dari tumpukan tulang belulang berdiri megah, menjadi takhta bagi penguasa tertinggi tempat itu.
Lu Chen melangkah maju dengan hati-hati bersama Xue Ling dan Lin Yue yang masih menanggung luka.
[Panel: Status] TARGET: ARTEFAK KETIGA - TARING IBLIS EFEK: MENETRALKAN SISA 40% RACUN LANGIT BOSS: MO TIAN - RAJA IBLIS KE-9 PENJAGA: 1000 IBLIS ELIT
"Kita hanya memiliki satu kesempatan," bisik Xue Ling tegang sambil memegang pedangnya. "Ambil benda itu, lalu kita harus langsung kabur dari tempat ini."
Lu Chen menggenggam erat segel di dadanya. Dua artefak sebelumnya—Tulang Dewa dan Hati Manusia—telah berhasil menyatu di dalam tubuhnya. Kini, ia hanya membutuhkan kepingan terakhir: Taring Iblis.
Tiba-tiba, sepasang kelopak mata merah menyala terbuka lebar dari atas singgasana tulang.
"Anakku," suara Mo Tian menggema dahsyat, menggetarkan isi bumi. "Kau akhirnya datang juga."
Boss Fight: Mo Tian
Mo Tian melompat turun dari singgasananya. Aura iblis tingkat tinggi yang ditebarkannya seketika menekan napas setiap orang di tempat itu.
"Serahkan kedua artefak itu kemari," ucap Mo Tian dingin. "Lalu ikutlah bersama Ayah. Akan kuajari kau cara mendominasi dunia."
Lu Chen menggeleng mantap, melangkah maju menyongsong sang Raja Iblis. "Aku tidak ingin menjadi raja. Aku hanya ingin menyelamatkan ibuku."
Mo Tian mendengus sinis. "Pemikiran yang lemah."
DUAR!
Gerakan Mo Tian melampaui kecepatan kilat dewa. Ia melayangkan hantaman telak ke dada Lu Chen.
Lu Chen mencoba menahannya menggunakan teknik Tinju Tiga Alam: 40%. BOOM! Benturan itu membuat tubuhnya terpental mundur sejauh seratus meter hingga menabrak dinding batu, membuat tulang-tulangnya terasa remuk redam.
"LU CHEN!" teriak Xue Ling dan Lin Yue histeris.
Mo Tian tertawa meremehkan. "Kau lihat itu? Tanpa darah aslimu yang sepenuhnya bangkit, kau bukan apa-apa."
Ia kemudian meraih dadanya sendiri, lalu dengan gerakan tanpa ampun mencabut sebuah taring hitam sebesar tombak yang tertanam di tulangnya—Taring Iblis.
"Ambil ini. Jika kau memang mampu."
Pertarungan brutal pecah dalam tiga ronde yang menentukan:
Ronde Pertama (Kekalahan Telak): Mo Tian terlampau kuat. Cakar Iblis milik sang raja menyayat bahu Lu Chen dengan kejam. DARAH IBLIS: 65% -> 72% (Hampir kehilangan kendali total).
Ronde Kedua (Kebangkitan Tekad): Xue Ling dan Lin Yue maju memberikan bantuan pengalihan menggunakan 99 Tebasan dan Tongkat Cahaya, memberikan waktu bagi Lu Chen untuk mengatur napas. Lu Chen teringat pesan ibunya: Rangkul, jangan lawan. Ia menutup mata, menyelaraskan tiga esensi darah di dalam tubuhnya secara bersamaan. Tinju Tiga Alam: 50%. Hantaman tinju itu mendarat telak di pipi Mo Tian, membuatnya terdorong mundur beberapa langkah.
Ronde Ketiga (Perebutan Puncak): Lu Chen melesat secepat kilat menembus badai energi. Target utamanya adalah taring di tangan Mo Tian. SRET! Ia merampas taring tersebut secara paksa. AAARGH! Mo Tian meraung kesakitan saat darah hitam muncrat dari genggamannya.
Lu Chen jatuh berlutut, memegang Taring Iblis yang memancarkan suhu panas luar biasa.
[Panel: Artefak] TARING IBLIS PEMILIK ASLI: RAJA IBLIS KE-9 EFEK: KEKUATAN MUTLAK + PEMURNIAN RACUN 40%
BOOM!
Mo Tian mengamuk sejadi-jadinya. "KEMBALIKAN ITU!" Ia bersiap menghantamkan serangan pemusnah massal.
Namun tepat di saat itu, langit Jurang Neraka robek terbuka. Sambaran petir menyambar garang.
Sepuluh Penegak Langit bersama Dewa Eksekusi turun melesat ke bumi. "Semua hentikan pergerakan! Artefak itu adalah milik mutlak Istana Langit!"
Pertempuran tiga kubu kembali pecah di sarang iblis.
Di tengah kekacauan itu, Lu Chen menyatukan Taring Iblis ke dalam inti segel di dadanya.
CAHAYA HITAM-EMAS-PUTIH-MERAH MELEDAK DAHSYAT.
SEGEL TIGA ALAM: EVOLUSI 100%
[Panel: Status Final Arc 2] ARTEFAK: 3/3 LENGKAP RACUN LANGIT PADA LU CHEN: 0% - TERNETRALKAN KOMPOSISI DARAH: IBLIS 65% | MANUSIA 32% | DEWA 3% - SEIMBANG SEMPURNA JURUS BARU: TINJU TIGA ALAM: 60%
Lu Chen perlahan bangkit berdiri. Seluruh luka di tubuhnya sembuh seketika dalam sekejap mata. Manik matanya jernih memancarkan cahaya tiga warna.
"Kalian sangat berisik," kata Lu Chen tenang.
DUAR!
Ia menghantamkan tinjunya ke tanah. Gelombang kejut tiga warna melesat ke segala arah, menolak dan mementalakn seluruh pasukan di radius lima ratus meter. Mo Tian dan Dewa Eksekusi terpental secara bersamaan.
"Ini adalah peringatan terakhirku," ucap Lu Chen dingin. "Jangan pernah berani mengganggu ibuku lagi."
Pelarian dan Penutup Arc
Lu Chen membopong Xue Ling dan Lin Yue yang kehabisan tenaga, lalu berlari menuju portal dimensi pelarian yang telah ia buka menuju Alam Fana - Lokasi Rahasaan.
Mo Tian bangkit hendak mengejar: "Tahan dia!" Dewa Eksekusi berteriak: "Tangkap pengkhianat itu!" Namun kedua kubu musuh itu justru saling berbenturan dan menyerang satu sama lain di tengah jalan.
Portal dimensi terbuka lebar. Sebelum melangkah masuk, Lu Chen menoleh ke arah Mo Tian. "Aku bukan alatmu." Lalu ia menatap Dewa Eksekusi. "Aku juga bukan noda."
SHUUU! Mereka melompat masuk, dan portal tertutup rapat.
Satu Minggu Kemudian - Alam Fana
Di dalam sebuah gua rahasia di pegunungan yang tenang, Lu Chen meletakkan ketiga artefak yang kini telah menyatu menjadi satu wujud: Segel Penyelamat.
Ia menempelkan segel itu ke dadanya, menghasilkan kilatan cahaya terang. Racun langit di tubuhnya telah hilang total. Namun alih-alih menyerapnya untuk diri sendiri, ia menyalurkan energi pemurnian itu menembus dimensi, dikirimkan langsung ke Penjara Langit.
Di dalam sel penjara es yang gelap, tubuh Shen Yue yang terikat tiba-tiba diselimuti kehangatan. Racun langit di tubuh sang dewi pudar sebanyak lima puluh persen.
Shen Yue tersenyum lemah di balik jeruji. "Anakku..."
Kembali ke dalam gua rahasia.
Xue Ling menatap takjub. "Apakah berhasil?" Lin Yue mendengus. "Kau benar-benar gila, bertarung menghadapi dua raja sekaligus."
Lu Chen melihat telapak tangannya sendiri. Segel suci itu kini telah berubah menjadi tato bercorak naga tiga warna di dadanya.
"Aku sudah siap," kata Lu Chen mantap. Ia berdiri tegak. "Arc berikutnya resmi dimulai."
"Target kita: Memanfaatkan Tiga Artefak Penyelamat untuk menyembunyikan kekuatan dan menyembuhkan Ibu seratus persen... lalu kita akan menyerbu Penjara Langit."
Dari luar gua, suara guntur menggelegar, dan bumi bergemetar. Perang Tiga Alam resmi dimulai.