menceritakan perjalanan hubungan rumit antara Nadin, William (kakak iparnya), dan Jason (sahabatnya di Belanda), serta pengungkapan identitas ganda Nadin yang mengejutkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Baby
...****************...
"Uhuk...uhukk.."
Terdengar Nadin tersedak akibat sebutan William tadi
"Ini di minum" ucap William lembut dan Nadin langsung mengambil minuman karena tenggorokan nya saat ini benar-benar sangat sakit
"Kak, jangan panggil Aku gitu, ini banyak maid, nanti kalau lapor sama Kak Stev, gimana?" bisik Nadin
"Gak masalah, Baby" ucap William cuek dan itu membuat Nadin terperangah karena ketidak pedulian Wiliam saat ini sehingga membuat Nadin sangat kesal dan tak melanjutkan makan pagi nya
"Aku duluan Kak" ucap Nadin yang langsung berlari ke kamar mengambil tas nya dan turun kembali, lalu mengambil kunci mobil yang terpajang di Rak tanpa memperhatikan William sama sekali yang sejak tadi memperhatikan nya tanpa melepas kan sedikit pun
Nadin yang mulai memasukkan kunci mobil nya untuk di nyalakan, langsung membeku sebentar saat William masuk ke mobil nya dan duduk di sebelah nya
"Baby, kenapa kamu marah dan gak ngabisin sarapan mu?" tanya William menatap Nadin di sebelah nya
"Itu karena Kakak manggil aku dengan sebutan gitu di depan maid" ucap Nadin marah
"Kenapa Baby? Mereka hanya maid" ucap William
"Kak, Aku tu takut kalau mereka ngadu ke Kak Stev, please jangan nambah banyak rasa bersalah aku sama Kak Stev, Aku gak mau di sebut pe*akor sama dia karena Kakak sering memanggil pada ku dan itu membuat ku semakin hari semakin tak nyaman" Akui Nadin dan itu membuat William tersenyum karena tanpa sadar Nadin mulai merasa kan apa yang dia rasakan selama ini
"Jadi kamu sudah nyaman sama Kakak?" tanya William dan Nadin mengangguk
"Oke, maafin Kakak, Baby, Kakak janji gak sembarangan nyebut kamu dengan gitu kecuali saat kita lagi berdua" ucap nya
"Makasih Kak, sudah mau ngertiin Aku, Aku juga minta maaf sudah marah sama Kakak" ucap Nadin lembut
"Ya sudah kamu kuliah dulu ya, Kakak mau kerja" ucap William yang mencivm kening dan bi b Ir Nadin sekarang, Nadin hanya diam tak membalas saat William melakukan nya saat ini
Sesampai nya di Kantor William William yang selama ini terkenal dingin, cuek dan tak pernah memperdulikan apa pun, mulai masuk ke dalam Perusahaan nya
Aura yang menyelimuti nya di tambah lagi wajah tampan nan dingin membuat semua Anak Buah nya hanya berani menyapa dengan menunduk tanpa berani melakukan yang lain saat William berjalan melewati mereka
Saat William masuk ke dalam ruangan nya, Sekretaris nya yang bernama Mark mulai menghampiri nya
"Tuan William, agenda Anda hari ini ada 3 rapat nanti yang menunggu Anda setelah makan siang" ucap nya dan William hanya mengangguk pelan yang mengartikan jika dia ingat dengan rapat siang ini
Tak lama pintu ruangan kerja nya mulai terbuka, William yang sedang asyik membaca berkas mulai melihat siapa sosok wanita yang sangat berani masuk ke dalam ruangan nya tanpa mengetuk atau pun meminta ijin nya
"Ada apa Stev?" tanya William yang ternyata wanita itu adalah Istri kontrak nya
"Gimana Adik ku di Mansion? Apa kamu nakutin dia, Will?" tanya Stevanie menyelidik
"Mana berani Aku nyakitin dia, kamu kan tau kalau dia wanita yang Aku incar selama ini" ucap William
"Jadi selama ku tinggal, apa kamu sudah mendekati nya dan menyatakan cinta pada nya?" tanya Stevanie yang tau jika Suami kontrak nya ini atau Sahabat dekat nya sangat menggilai Nadin, Adik nya sejak lama
"Belum, Aku belum berani ngomong dan yakin kan dia, jika Aku mencintai nya, Stev, kamu tau kan dia sangat menghargai kamu sebagai Kakak nya, mana mau dia menjadi pelakor di antara kita berdua"" ucap William
"Iya ya, dia kan tau nya kita Suami Istri, pada hal sejak awal nikah kita gak pernah tidur sekamar, hanya sebagian barang-barang ku berada di kamar mu" ucap Stevanie dan William mengangguk pelan
"Jadi Aku harus gimana? Apa Aku pulang aja ke Mansion? Dan jelasin semua nya sama dia?" tanya Stevanie
"Jangan, sebaik nya kamu pulang ke Apartemen mu aja, biar Aku pelan-pelan mendekati nya dan meyakinkan dia kalau dia bukan lah pelakor di dalam hubungan kita" ucap William
"Oke, sesuai perintah mu, oh ya teman mu si Daniel ngajak ketemuan di Bar tuh malam ini" ucap Stevanie
"Kamu datang gak?" tanya William
"Aku datang bareng Bryan, pacar ku" ucap Stevanie tersenyum
"Kamu belum putus sama Bryan, Stev?" tanya William terkejut karena beberapa kali Stevanie kemaren bilang jika Bryan menyakiti nya dan ingin memutuskan nya
"Belum, dia kemaren memohon pada ku dan menangis di hadapan ku untuk tak mengulangi perbuatan nya kembali" sahut Stevanie dan William mengangguk pelan karena dia tak ingin mencampuri urusan sahabat nya itu bersama kekasih nya, cukup hanya memantau dari jarak jauh saja
"Oh begitu, jika dia lebih menyakiti mu, hubungi Aku, maka Aku akan memakai cara ku untuk memutus hubungan kalian berdua" ucap William
"Ya Will, makasih atas perhatian mu dan cepat nyatakan cinta pada Adik ku" ucap Stevanie yang sangat senang memiliki sahabat yang perduli pada nya ketika dia memiliki masalah yang tak dapat di selesai kan
"Aku pergi dulu Will" pamit Stevanie dan William hanya mengangguk pelan, Kemudian William melanjutkan membaca berkas yang tadi sempat tertunda akibat kedatangan Stevani, sahabat nya
Siang Hari nya
Nadin yang baru sampai di Mansion William dan Stevanie, langsung masuk ke dalam Mansion tersebut, tadi saat Nadin memasukkan mobil ke garasi, Nadin tidak sama sekali ada mobil Stevanie di sana
Lebih baik Aku telpon Kak Stev aja, takut Aku lama-lama kenyamanan dengan Kak Will, biar gimana juga dia Kakak Ipar Ku
"Halo Kak Stev" ucap Nadin
"Iya Din, ada apa?" tanya Stevanie
"Kak, kapan Kakak pulang? Aku kangen nih, sepi di Mansion gak ada Kakak" ucap Nadin mana
"Din, Kakak masih ada kerjaan di luar kota selama seminggu ini, maaf ya belum bisa nemenin kamu di Mansion" ucap Stevanie yang terkikik sendiri mendengar alasan nya sendiri
"Kok lama banget Kak, kalau gini Aku jadi pengen ngekos lagi ni, gak enak tinggal di Mansion Kakak" ucap Nadin yang mulai merasa bersalah
"Apa William menganggu mu? Apa dia membuat mu gak nyaman?" tanya Stevanie
"Kak Will gak gangguin sih Kak, tapi dia sering ngajak Aku tidur bareng" gumam Nadin dalam hati melanjutkan bicara nya tanpa berani berkata sebenarnya pada Stevanie
"Kenapa diam Din?" tanya Stevanie
"Kak Will baik kok, ga ada ganggu Nadin" ucap Nadin
"Oh begitu, ya udah Kakak tutup dulu, lagi di panggil Bos ni" ucap Stevanie memutus telpon Nadin
pertama novel "SENTUHAN KAKA IPAR" Novel ini akan diperbarui secara berkala di aplikasi ini. Aku Post bab baru setiap malem jam 12 malem ya. Selamat datang di halaman
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas