Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Pembawa Sial, Tapi Waktu Tunduk Padaku

Aku Pembawa Sial, Tapi Waktu Tunduk Padaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: lizzy Bae

Sepanjang hidupnya, Bayu Rahaja selalu dijuluki si pembawa sial hingga puncaknya kedua orang tuanya meninggal dunia dalam sebuah tragedi yang memaksanya pulang ke rumah tua keluarganya. Di tengah keputusasaan saat ditagih hutang dan membereskan barang-barang usang peninggalan kakeknya, darahnya tanpa sengaja menetes ke sebuah batu hitam kehijauan yang diam-diam mengaktifkan sebuah pusaka kuno. Waktu di sekitarnya mendadak berhenti, dan Bayu menyadari bahwa kesialannya selama ini adalah harga yang harus dibayar untuk membangkitkan Batu Waktu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizzy Bae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Bzzzzt.

Cahaya biru kebiruan itu bergetar sangat kuat di hadapan mereka bertiga.

Bayu langsung menghentikan langkah kakinya seketika melihat udara di depannya melengkung aneh.

"Ada apa ini? Kenapa udaranya seperti bergelombang begitu?" tanya Anya dengan suara panik.

"Jangan mendekat! Itu distorsi spasial buatan relik ruang!" teriak Clara memperingatkan keras.

Sring.

Cahaya itu tiba tiba membesar dan menciptakan dinding transparan yang memisahkan posisi mereka.

Tubuh Anya dan Clara terpental mundur beberapa langkah ke belakang akibat gelombang kejut energi tersebut.

"Bayu!" jerit Anya histeris mencoba meraih tangan pemuda di depannya.

Namun jari jemari Anya hanya menembus udara kosong yang dipenuhi oleh percikan api kecil.

"Kalian tetaplah di situ, jangan coba coba mendekati dinding aneh ini!" perintah Bayu dari balik penghalang.

"Sial, sistem pemindaiku mendadak error total karena gangguan frekuensi dimensi di sini," umpat Clara memukul mukul layar laptopnya.

Bayu menoleh ke depan dan melihat pagar kawat berduri di hadapannya sudah terbuka lebar.

Di balik pagar itu, empat orang pria bertopeng hitam dengan jubah abu abu tampak berdiri menanti.

"Selamat datang di ujung jalanmu, bocah penguasa waktu," ucap salah satu pria berambut perak dingin.

Bayu mengepalkan kedua tangannya erat erat sambil memelototkan mata tajam ke arah para musuh.

"Di mana Sang Penghapus Jejak berada sekarang?" tuntut Bayu tanpa gentar sedikit pun.

"Masuklah ke dalam gedung pos pengawas kalau kamu memang bernyawa rangkap," jawab pria berambut perak itu menyeringai.

Wusss.

Keempat pria itu mendadak menghilang dari pandangan dalam sekejap mata.

"Mereka menggunakan teleportasi jarak pendek, awas di sebelah kirimu Bayu!" teriak Clara dari seberang dimensi pembatas.

Brak.

Bayu merunduk cepat saat sebuah bilah pisau bayangan melayang deras di atas kepalanya.

Bugh.

Bayu langsung melayangkan tendangan balik ke arah bayangan hitam yang muncul di sampingnya.

Kakinya menghantam perut seseorang hingga pria bertubuh jangkung itu terpental menabrak tiang lampu.

"Satu tertangkap," batin Bayu bersiap menghadapi serangan berikutnya.

Tiga petarung ruang lainnya muncul serentak dari sudut gelap halaman landasan helikopter.

Mereka mengacungkan pisau pendek bercahaya ungu yang memancarkan energi distorsi tajam.

"Bayu, gunakan jeda waktu sekarang sebelum mereka mengepungmu!" seru Anya memberikan instruksi darurat.

[Energi Waktu: 25/25]

"Batu Waktu, aktifkan jeda waktu!" batin Bayu dalam hati.

Wusss.

Dunia di sekitar Bayu berubah menjadi abu abu monokrom dalam hitungan detik.

Semua gerakan musuh yang tadinya sangat cepat kini membeku kaku di udara terbuka.

Bayu tidak menyia nyiakan kesempatan emas itu dan langsung berlari melintasi kerumunan musuh.

Ia menghantam rahang petarung pertama dan menendang lutut petarung kedua sekuat tenaga.

[Sisa Energi Waktu: 20/25]

Bayu terus berlari kencang menerobos masuk melewati pintu kayu gedung pos pengawas yang terbuka.

Wusss.

Waktu kembali berjalan normal saat Bayu sudah berada di dalam lobi gedung berdebu tersebut.

Arghhh.

Dua petarung di luar mendadak jatuh tersungkur kesakitan secara bersamaan akibat serangan yang baru saja diterima.

Bayu menutup pintu kayu itu rapat rapat dan menguncinya dari dalam.

Suasana di dalam gedung pos pengawas terasa sangat gelap dan berbau debu tua yang menyesakkan.

Bayu menyalakan senter kecil dari ponsel miliknya untuk menerangi tangga lantai dua di hadapannya.

Tap tap tap.

Suara langkah kaki Bayu menggema nyaring menaiki anak tangga kayu yang sudah reot.

Di lantai dua, sebuah pintu besi besar terbuka lebar memperlihatkan ruangan luas dengan jendela kaca raksasa.

Seorang pria bertopeng besi hitam berdiri tegak di dekat meja kerja menatap ke arah luar jendela.

"Aku sudah menunggumu cukup lama, Bayu Rahaja," ucap pria bertopeng itu dengan suara berat berkarakter.

Bayu mengarahkan tatapan tajamnya pada pria yang memegang dokumen penting orang tuanya itu.

"Serahkan dokumen asli itu sekarang atau aku ratakan tempat ini dengan tanah," ancam Bayu dingin.

Sang Penghapus Jejak tertawa pelan mendengar ancaman remeh yang keluar dari mulut pemuda di depannya.

"Kamu pikir dokumen itu cuma sekadar kertas biasa tentang kematian orang tuamu?" tanya pria bertopeng itu berbalik badan.

Ia melemparkan sebuah amplop coklat tebal di atas meja kayu di dekatnya.

"Dokumen itu adalah kunci untuk membuka gerbang dimensi tempat relik utama disimpan."

Bayu mengerutkan keningnya tidak paham dengan maksud perkataan musuh utamanya tersebut.

"Aku tidak peduli soal gerbang dimensi atau urusan organisasi kalian yang gila," balas Bayu melangkah maju perlahan.

"Aku cuma mau tahu siapa dalang di balik pembunuhan keluargaku delapan tahun lalu."

Sang Penghapus Jejak merentangkan kedua tangannya lebar lebar seolah menantang Bayu untuk mendekat.

"Kalau kamu mau tahu kebenarannya, kalahkan aku dalam pertarungan satu lawan satu tanpa bantuan sistem," tantang pria bertopeng itu.

Sring.

Pria itu mencabut sebilah pedang panjang berwarna hitam legam dari balik jubahnya.

Pedang itu memancarkan aura distorsi ruang yang membuat udara di sekitar ujung bilahnya bergetar hebat.

[Peringatan Sistem: Energi distorsi spasial tingkat tinggi terdeteksi di sekitar musuh.]

Bayu mengabaikan peringatan layar biru itu dan memasang kuda kuda bertarung terbaiknya.

"Aku tidak butuh bantuan sistem untuk menghabisimu," desis Bayu sambil mengepalkan tinjunya.

Wusss.

Pria bertopeng itu melesat sangat cepat meninggalkan bayangan abu abu di belakang tubuhnya.

Brak.

Tebasan pedang hitam itu menghantam lantai kayu tempat Bayu berdiri hingga terbelah dua.

Bayu melompat mundur menghindari serpihan kayu yang beterbangan ke udara.

"Kecepatannya jauh melampaui prempat pengawal di Kobra Tower," batin Bayu mengatur napasnya.

Sang Penghapus Jejak tidak memberikan waktu jeda dan langsung melayangkan tusukan lurus ke dada Bayu.

Bayu menepis bilah pedang itu menggunakan lengan jaket tebalnya dengan presisi tinggi.

Corrr.

Goresan pedang itu merobek kain jaket Bayu dan meninggalkan luka sayatan tipis di kulitnya.

"Argh," gerutu Bayu merasakan perih yang membakar di dadanya.

"Hanya itu kemampuan dari sang pewaris Batu Waktu?" ejek pria bertopeng itu tertawa meremehkan.

Bayu menyeringai tipis mendengar ejekan musuhnya sambil melirik sisa energi di layar sistem.

[Energi Waktu: 20/25]

"Kamu terlalu percaya diri dengan kemampuan ruangmu," ucap Bayu melangkah maju mendadak.

Wusss.

"Jeda Waktu!" teriak Bayu mengaktifkan skill utamanya dalam jarak sangat dekat.

Dunia kembali membeku total dan Sang Penghapus Jejak terpaku di tempat dengan pedang teracung.

Bayu tidak membuang waktu dan langsung melayangkan tinju telak ke arah topeng besi musuhnya.

Bugh.

Topeng besi itu penyok ke dalam dan tubuh pria tersebut terdorong mundur beberapa langkah.

Wusss.

Waktu kembali berjalan normal seketika.

Pria bertopeng itu terhuyung jatuh terduduk di lantai sambil memegangi wajahnya yang kesakitan.

"Bagaimana bisa... kamu bergerak menembus distorsi ruangku?" tanya pria itu dengan suara terkejut.

Bayu berdiri di hadapannya sambil menatap dingin dari atas kepala musuhnya.

"Karena waktumu sudah habis di hadapanku," jawab Bayu menginjak tangan musuhnya kuat kuat.

1
lizzy Bae
Bagus banget ceritanya lanjutkan!!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!