Indonesia
NovelToon NovelToon
Baskara Lelaki Yang Memilihku

Baskara Lelaki Yang Memilihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Beda Usia
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Di usianya yang menginjak 40 tahun, Alena—seorang wanita yang kerap dijuluki perawan tua—terpaksa menuruti permintaan orang tuanya untuk menghadiri sebuah acara perjodohan di rumah makan. Berdasarkan foto yang ia terima, ia dijadwalkan bertemu dengan seorang pria bernama Ferry yang berusia 45 tahun.
Setelah menunggu begitu lama hingga berniat pulang, Alena akhirnya dihampiri oleh seorang lelaki tampan. Namun, kejutan besar menanti ketika pria tersebut memperkenalkan diri bukan sebagai Ferry, melainkan Baskara, anak kandung mendiang Ferry yang baru saja berpulang.
Demi memenuhi wasiat terakhir sang ayah, Baskara dengan tegas meminta Alena untuk meneruskan pernikahan tersebut. Meski sempat ragu dan berniat menolak akibat perbedaan usia yang terpaut jauh, keteguhan hati Baskara membuat Alena dihadapkan pada pilihan tak terduga dalam hidupnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Mobil hitam yang mereka tumpangi kembali melaju membelah jalanan Jakarta yang lengang, membawa serta aroma harum khas bumbu pecel yang menguar di dalam kabin.

Tak butuh waktu lama, kendaraan tersebut sudah memasuki area drop-off apartemen dan berhenti dengan mulus.

Baskara dan Alena turun dari mobil secara bersamaan.

Sebelum beranjak masuk ke lobi, Baskara menghentikan langkahnya sejenak.

Ia merogoh saku jaketnya, lalu mengeluarkan beberapa lembar uang tunai bernominal tinggi dan menyerahkannya kepada sang supir dengan senyuman ramah.

"Terima kasih banyak sudah mau menemani dan mengantar kami tengah malam begini, Pak. Ini ada sedikit bonus untuk keluarga di rumah," ujar Baskara tulus.

Sang supir tampak terkejut sekaligus bersyukur, menerima amplop atau uang tersebut dengan senyuman lebar.

"Wah, terima kasih banyak, Tuan Baskara. Sekali lagi selamat ya untuk Nyonya Alena," balas sang supir penuh hormat.

Setelah itu, Baskara merangkul pinggang Alena, berjalan berdampingan memasuki lobi dan naik ke unit apartemen mereka.

Setibanya di dapur unit apartemen, Baskara tidak membiarkan istrinya kelelahan.

Dengan cekatan, ia menyiapkan dua piring saji. Ia membuka bungkusan kertas cokelat berisikan nasi pecel hangat yang baru saja dibeli.

Di atas tumpukan nasi dan sayuran segar berlumur bumbu kacang yang kaya rempah itu, ia tata dengan rapi berbagai lauk pilihan: irisan tempe goreng yang renyah, bakwan jagung manis yang gurih, serta suwiran daging empal yang empuk dan kaya rasa.

"Nah, pesanan khusus ibu negara sudah siap," ucap Baskara lembut sambil meletakkan piring tersebut di meja makan, lalu menarikkan kursi agar Alena bisa duduk dengan nyaman.

Alena menatap hidangan di depannya dengan mata berbinar-binar penuh selera.

Rasa lelah dan kantuknya seketika lenyap, digantikan oleh rasa cinta yang kian membuncah kepada suami siaga di hadapannya itu.

Suapan pertama nasi pecel hangat dengan bumbu kacang yang kaya rempah langsung melebur di lidah, memanjakan selera Alena yang sejak tadi memang menginginkannya.

Ia menutup matanya sesaat, menikmati kombinasi gurihnya tempe goreng, manisnya bakwan jagung, dan empuknya daging empal yang berpadu sempurna.

"Hm, enak sekali ini, Bas," puji Alena tulus dengan mata berbinar-binar senang, lalu menyuapkan satu sendok lagi ke dalam mulutnya.

Baskara menganggukkan kepalanya sambil tersenyum puas melihat sang istri menikmati makanan tengah malam itu dengan lahap.

"Pantas saja antriannya tadi sampai mengular panjang. Rasanya memang tidak mengecewakan," sahut Baskara.

Sembari Alena terus mengunyah makanannya dengan lahap, senyuman jahil tiba-tiba terukir di bibirnya.

Ia melirik sekilas ke arah suaminya, lalu berujar dengan nada santai namun penuh godaan.

"Oh ya, omong-omong soal antrean tadi, sepertinya suamiku sempat digoda oleh seorang wanita cantik ya?"

Mendengar kalimat itu, Baskara yang baru saja hendak meneguk segelas air putih seketika tersedak.

Ia terbatuk kecil, buru-buru menutup mulutnya dengan punggung tangan, sementara wajahnya menyiratkan keterkejutan sekaligus rasa salah tingkah.

Setelah meredakan batuknya, tawa kecil kontan lepas dari bibir Baskara.

Ia menggelengkan kepala sambil menatap istrinya dengan sorot mata penuh geli sekaligus takjub.

"Kamu lihat dari dalam mobil, ya?" tanya Baskara membela diri dengan senyuman lebar, merasa tertangkap basah.

"Asli, Sayang, aku bahkan sama sekali tidak menggubrisnya. Langsung aku pamerkan cincin nikah kita supaya dia sadar diri."

Alena terkekeh renyah, merasa puas melihat ekspresi salah tingkah suaminya.

Suasana dapur apartemen yang sunyi di pukul dua pagi itu mendadak hangat dipenuhi oleh canda tawa kecil mereka, merajut kebahagiaan sederhana yang jauh lebih berharga dari segalanya.

Piring bekas makan malam kilat itu telah bersih, tersusun rapi di dekat tempat cuci piring.

Baskara melirik jam dinding di sudut ruangan yang sudah menunjuk pukul setengah lima pagi.

Sebentar lagi adzan subuh akan berkumandang, dan langit malam perlahan-lahan mulai memudar, menyambut bias fajar di ufuk timur.

"Sayang, jam sudah menunjukkan setengah lima," bisik Baskara lembut sambil merangkul pundak istrinya.

"Ayo kita istirahat sebentar di tempat tidur."

Alena mengangguk setuju. Perutnya sudah kenyang, dan rasa kantuk yang tadi sempat hilang kini perlahan-lahan mulai kembali menyerang.

Mereka berdua berjalan berdampingan kembali ke kamar utama, lalu merebahkan diri di atas ranjang empuk yang hangat.

Namun, alih-alih langsung memejamkan mata untuk tidur, rasa kantuk keduanya mendadak buyar setelah perut terisi dan pikiran menjadi rileks.

Alena menarik selimut hingga sebatas dada, sementara Baskara meraih remot televisi yang berada di nakas.

Mereka akhirnya memutuskan untuk tidak tidur. Alena menyandarkan kepalanya dengan nyaman di dada bidang sang suami—berhati-hati agar tidak menekan area punggung Baskara yang masih dalam masa pemulihan—sementara mata mereka fokus terpaku pada layar televisi yang menampilkan film dokumenter ringan ditemani temaram lampu kamar.

Di keheningan subuh menjelang pagi itu, menikmati waktu santai berdua menjadi momen paling berharga sebelum hari baru yang sibuk kembali dimulai.

Cahaya matahari pagi akhirnya perlahan-lahan menembus tirai jendela kamar, mengusir temaram lampu tidur dan menggantikannya dengan bias keemasan yang hangat.

Di layar televisi, film dokumenter malam itu telah berganti dengan siaran berita pagi, namun Baskara dan Alena masih betah berada dalam posisi mereka.

Baskara menunduk, memperhatikan istrinya yang kini tampak mulai memejamkan mata, membiarkan kelelahan merayap perlahan setelah perut kenyang dan terjaga semalaman.

Ia merapikan helaian rambut Alena yang menutupi wajah, lalu mendaratkan satu ciuman lembut di pelipis wanita itu.

"Tidur ya, Sayang," bisik Baskara serak namun penuh kelembutan.

"Kamu sudah kurang tidur tadi, demi memenuhi ngidam si kecil. Biar aku yang jaga di sini."

Alena bergumam pelan, balas mengeratkan pelukannya pada pinggang sang suami seolah tidak ingin lepas.

Merasa aman dan sangat dicintai, napas Alena perlahan menjadi teratur, membawanya ke dalam alam mimpi yang tenang di sisi pria yang paling ia damba.

Baskara tersenyum tipis. Meski matanya sendiri mulai terasa berat, ia membiarkan sebelah tangannya tetap merangkul sang istri dengan hati-hati.

Di ruangan yang damai itu, menatap wajah tenang Alena adalah pemandangan paling indah yang menyambut fajar pagi hari ini.

Baskara menarik kembali ponselnya, meletakkannya dengan hati-hati di atas nakas tanpa menimbulkan suara sedikit pun.

Ia menunduk menatap wajah Alena yang masih terlelap lelap di dalam dekapan dada bidangnya.

Napas istrinya terdengar teratur, begitu tenang setelah malam yang melelahkan sekaligus manis.

Sudut bibir Baskara terangkat membentuk senyuman penuh arti.

Ia sengaja tidak langsung menceritakan kabar baik dari Pak Andi tadi.

Ia ingin rencana pemulihan toko roti itu tetap menjadi rahasia kecil di antara dirinya dan sang rekan kepercayaan, hingga nanti semuanya benar-benar rampung, berdiri megah, dan siap diserahkan sebagai kejutan istimewa untuk sang istri tercinta.

Melihat Alena yang mulai menggeliat kecil mencari posisi paling nyaman, Baskara semakin mengeratkan dekapannya dengan penuh kehati-hatian.

Ia kembali merebahkan kepalanya di atas bantal, membiarkan keheningan pagi merangkul mereka berdua.

Di tengah lembaran baru hidup mereka yang damai, Baskara bertekad untuk terus melukis senyuman di wajah Alena—satu demi satu impian wanita itu akan ia wujudkan dengan kedua tangannya sendiri.

1
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Alena and baskara, semoga Alena bisa melewati masa kritisnya dan bangun dari koma
Aghitsna Agis
semoga selamat alena dan debaynya
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,,
Muft Smoker
aaa sweet banget kn ,, jrang2 punya suami yg lebih muda bisa sesayang Dan sesetia ini ,,
kalo pun ad di real life yx perbandingan ny 1 : 10000
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Alena dan baskara untuk toko roti yang baru, tetap jadi berkat
Aghitsna Agis
udah bilang aja baskara dan iztrinya meninggal.jad ngungsi dulu sambil selidiki siapa yg telah membakar toko rotinya
sri hastuti
habis kan keluargamu baskara yg spt iblis itu, keterlaluan membahayakan nyawa orang, sikat semua ,bila perlu masukkan ke penjara semua 😡😡😡😡
sri hastuti
kok double???
Manis
kok di ulang?
Bunga Andthea
up lgi kak
lilik indah
ttp semangat walau sdikit yg komen kak
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Ghiffari Zaka
ih kok kejam banget ya baskara??? apa setelah menikah nnt Alena akan seperti di kisah novel2 yg lain,tersiksa,di acuhkan ,di sia-siakan bahkan di anggap tidak ada,kok AQ jadi ke sn ya mikirnya Thor....
kayaknya sih gt,apa lagi usia mereka yg beda jauh dan pernikahan yg hanya di kalangan keluarga aja,duh Alena kasihan km,bagus kamu mati aja lah😭😭😭😭😭,tp lok iya gt ceritanya AQ ud baca yg mirip2 sih Thor...jadi bsk2 lagi AQ gak mau lah bacanya,soalnya buat asam lambung q bs naik Thor...gak rela lok perempuan tu di buat seperti itu😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
semoga ceritanya asyik ya Thor...dan semoga sukses di karya barunya🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!