Indonesia
NovelToon NovelToon
The Mafia’S Possession

The Mafia’S Possession

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Roman-Angst Mafia / Cinta setelah menikah
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Jauhi suami saya!"

Teriakan melengking di sebuah kafe elit Manhattan itu meremukkan dunia Pearl Glow Hurt dalam sekejap.

Pria bertutur kata lembut yang dicintainya ternyata seorang penipu beristri. Demi menyelamatkan harga diri dari skandal yang memalu, Glow nekat membual bahwa kekasih aslinya bernama "Lean"—dan bersumpah akan mengelilingi New York untuk menemukan serta menikahi pria bernama Lean demi memvalidasi kebohongannya.

Pencarian impulsif itu membawa Glow ke sebuah bengkel kusam di Queens, memutuskannya berhadapan dengan Lean—seorang mekanik bersikap dingin yang mengintimidasi dan mengaku sebagai kanibal. Glow menganggap sosoknya hanyalah rakyat jelata bersikap sok misterius.
Namun, Glow tidak menyadari bahwa pria itu adalah Orion Leander Ashford, putra penguasa takhta kegelapan New York yang menjalankan bisnis senjata rahasia.
Ketika takdir bertabrakan di antara intrik dan bahaya, permainan nama Lean mendadak berubah menjadi pusaran cinta dan bahaya yang mengancam nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#7

Sepuluh menit adalah waktu yang sangat singkat untuk mengubah seluruh alur takdir seorang wanita, namun bagi Pearl Glow Hurt, tiap detik yang berdetak di dalam kamar riasnya terasa bergulir bagaikan lelehan lahar panas.

Glow berdiri mematung di depan cermin tinggi berukir emas. Gaun pengantin yang kini melekat di tubuhnya bukanlah gaun megah berhias ribuan kristal buatan perancang busana ternama Milan yang dipersiapkan untuk pesta malam ini.

Sebaliknya, itu adalah sebuah gaun satin berwarna putih gading dengan potongan yang luar biasa sederhana—tanpa payet berlebihan, tanpa renda meliuk yang rumit.

Garis lehernya berpotongan sabrina murni, memamerkan tulang selangka Glow yang tegas, sementara kain satin itu jatuh memeluk lekuk tubuhnya dengan keanggunan yang tidak dibuat-buat. Sederhana, namun di bawah pendar lampu kamar, keindahannya memancar luar biasa tajam.

Di belakangnya, Angelina—sahabat terbaik yang selalu hadir di setiap babak kegilaan hidupnya—sedang berlutut, dengan telaten dan hati-hati mengangkat bagian belakang gaun panjang itu agar tidak menyapu lantai marmer.

"Glow... aku masih merasa seluruh bumi ini sedang berputar terbalik," bisik Angelina dengan suara bergetar menahan cemas. Tangan Angelina yang memegang pinggiran kain satin gading itu terasa dingin. "Daddy mu... Mungkinkah dia benar-benar mengabulkan permintaan gila sepuluh menitmu. Siapa yang bisa diseret ke altar dalam waktu sesingkat ini?!"

Glow tidak menjawab. Ia mengoleskan lipstik merah tipis di bibirnya, menarik napas dalam-dalam, lalu membetulkan letak veil tipis yang menutupi separuh wajah cantiknya.

Sorot matanya di balik kain transparan itu berkilat dingin—sebuah perisai rapat yang dipasang demi menutupi rasa hancur, amarah, dan gengsi yang masih membakar dadanya.

"Siapa pun dia, Angelina," sahut Glow dengan artikulasi tajam dan mantap. "Selama namanya Lean dan dia bernapas, dia akan menjadi tamengku malam ini. Aku tidak akan membiarkan nama keluarga Hurt menjadi bahan lelucon di seluruh New York."

"Ayo," pangkas Glow, memutar tubuhnya dan melangkah anggun menuju pintu kamar yang terbuka lebar.

Angelina cepat-cepat berdiri, memegang bagian belakang gaun Glow dengan kedua tangannya, mengekor ketat saat mereka melintasi koridor luas di lantai satu.

Langkah sepatu tumit tinggi Glow berdenting ritmis di atas lantai kayu mahal, bergema di sepanjang lorong yang sunyi.

Namun, langkah Glow terhenti tepat di depan pintu utama mansion—pintu kayu jati raksasa yang menjadi pembatas antara ruang dalam yang privat dan panggung altar pernikahan di halaman luar. Angelina di belakangnya ikut tersentak, menghentikan langkahnya mendadak hingga gaun gading itu terkibas pelan.

Di sana, di hall utama tempat seluruh keluarga inti bersiap untuk keluar bersama mengantar sang pengantin wanita menuju altar, suasana telah berubah total.

Raut wajah Camilo—kakak laki-lakinya—tampak memancarkan kebahagiaan dan kelegaan yang luar biasa.

Di sampingnya, Lucifer Hurt berdiri tegap dengan postur penuh wibawa khas seorang penguasa properti New York, senyum tipis terukir di wajah paruh bayanya yang tegas.

Dan yang paling membuat Glow membeku: sosok Leonardo DiCaprio sudah tidak ada lagi di sana. Tidak ada lagi pria bertutur kata lembut berjas putih. Begitu pula dengan wanita teater yang berpura-pura menjadi istrinya pagi tadi—keduanya telah lenyap tanpa jejak, seolah disapu bersih oleh kekuatan gaib dalam hitungan menit.

Sebagai gantinya, hall utama itu kini diisi oleh deretan wajah baru yang tampak sangat asing namun memancarkan aura glamor yang tidak biasa.

Pria-pria berjas hitam berpotongan militer mahal berdiri berbaris rapi di sepanjang dinding, sementara seorang pria tua dengan tongkat berukir kepala naga—yang memancarkan dominasi jauh melebihi ayahnya—berdiri tenang di sudut ruangan.

Namun, di antara jajaran wajah asing yang asing itu, mata Glow langsung terkunci pada satu sosok tinggi menjulang yang berdiri paling depan, tepat di samping Lucifer.

Sosok itu mengenakan tuksedo hitam pekat dari bahan kasmir paling halus, melekat sempurna pada tubuhnya yang tegap dan berotot. Rambut cokelat gelapnya yang tadi sore berantakan di bengkel kini tersisir rapi ke belakang, memperlihatkan rahang tegas dan fitur wajah yang dipahat luar biasa tampan.

Tidak ada lagi jumpsuit abu-abu kusam, tidak ada lagi noda oli hitam di kulitnya.

Namun, sorot matanya... sorot mata itu tetap sama.

Tajam, sejernih es, dan menatap Glow dengan pandangan yang sangat sinis dan meremehkan.

Pria kanibal?!

Deg, dug, dug.

Jantung Glow berdegup begitu keras hingga dadanya terasa sesak. Pandangannya bergetar hebat di balik kain veil tipisnya. Seluruh persendian tubuhnya mendadak lumpuh seketika.

Bagaimana mungkin?! Bagaimana bisa pria bersikap dingin yang beberapa jam lalu ia cemooh di bengkel kusam Queens, pria yang mengancam akan memakan dagingnya dan mengusirnya dari tempat berbau bensin itu, kini berdiri di dalam mansion rumahnya... mengenakan tuksedo pengantin?!

Apa pria gila ini yang ditemukan ayahnya dalam waktu sepuluh menit?!

Ini tidak mungkin... ini pasti mimpi buruk paling absurd dalam hidupku! batin Glow menjerit histeris.

Melihat putrinya berdiri terpaku di ambang pintu, Lucifer Hurt melangkah maju dengan senyuman hangat yang memancarkan rasa bangga. Lucifer menghampiri Glow, meraih pergelangan tangan putrinya yang terasa sedingin es, lalu membimbingnya perlahan mendekati pria berjas hitam tersebut.

"Lean," panggil Lucifer dengan nada suara yang penuh rasa hormat dan kepuasan mendalam—sebuah nada suara yang belum pernah Glow dengar dari ayahnya saat berbicara pada pria mana pun.

Lucifer menatap Glow, mengusap punggung tangan putrinya penuh kasih sayang, lalu berkata dengan suara yang bergema di seluruh hall utama:

"Sesuai permintaanmu, Putriku... calon suamimu bernama Lean. Orion Leander Ashford... suamimu sudah menunggu, Sayang."

DUAR!

Dunia Glow seolah meledak untuk ketiga kalinya dalam sehari. Kata-kata ayahnya menghantam kesadarannya bagaikan pukulan godam yang meruntuhkan seluruh logika di dalam kepalanya.

Orion... Leander... Ashford?!

Glow membelalakkan matanya sempurna di balik veil. Ia menatap ayahnya, lalu beralih menatap pria tegap di hadapannya yang kini menatapnya balik dengan satu sudut bibir terangkat tipis—sebuah senyuman rahasia yang teramat dingin, berbahaya, dan penuh dengan ironi.

Pria ini... mekanik berbau bensin yang tadi sore ia tuduh sebagai rakyat jelata penipu yang menjual nama besar demi pelanggan bengkel... ternyata benar-benar seorang Ashford?!

Penguasa takhta kegelapan New York yang paling ditakuti oleh seluruh pengusaha di kota ini?! Dan ayahnya... berhasil membawanya ke sini dalam waktu sepuluh menit?!

Di balik punggung Glow, Angelina melotot kaku, matanya hampir melompat keluar dari rongganya sementara napasnya tercekat di tenggorokan. Tuhan... dia benar-benar Orion Leander Ashford! batin Angelina ketakutan setengah mati.

Glow merasakan tenggorokannya mendadak sangat kering. Rasa gengsi yang tadi sore ia pamerkan di depan Lean kini membalasnya dengan rasa malu yang menghancurkan. Ia baru saja menghina penguasa New York sebagai penipu, dan sekarang... pria itu berdiri di depannya untuk menjadi suaminya.

Lelucon sampah apa ini? jerit Glow dalam hati, kepalanya berdenyut hebat menahan kepanikan yang luar biasa. Tuhan... tolong, aku ingin terbangun dari tidur panjang ini sekarang juga!

Di hadapannya, Lean tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun dari sosok wanita bergaun satin gading itu.

Sebenarnya, ketika Lucifer Hurt—Pengawal Setia Kakeknya–Dariush Chase Ashford —Memohon Atas aliansi darurat demi menyelamatkan nama Besar keluarganya, Lean hendak menolaknya mentah-mentah. Lean tidak peduli pada drama keluarga Pengawal Setia kakeknya.

Namun, ketika Lucifer menyebutkan nama Putrinya Pearl Glow Hurt Dan Menyodorkan Fotonya dengan syarat gila tentang "pria bernama Lean", sebuah ketertarikan yang sangat langka dan berbahaya mendadak menyala di benak Orion Leander Ashford.

Gadis cerewet yang tadi sore mengumpat di bengkelnya, gadis yang menangis sesenggukan di balik riasan tebalnya, dan gadis yang dengan sombongnya menuduhnya sebagai rakyat jelata penipu... ternyata adalah calon pengantin yang ditinggalkan di altar malam ini–Dan Dia Putri Lucifer?

Dan Lean memutuskan untuk datang Dimana Seluruh Keluarga Nya memang sudah Berada di Acara itu sejak Satu jam Lalu. Lean Datang Bukan untuk menjadi penyelamat, melainkan untuk menyaksikan sejauh mana gadis nekat ini sanggup memainkan perannya.

•••

Lean melangkah maju satu pukulan. Sepatu kulit mengilapnya mengetuk lantai marmer dengan bunyi tegas. Ia menunduk sedikit, mengikis jarak di antara mereka hingga aroma parfum kayu cedar dan aroma maskulin yang mahal menyapu penciuman Glow—menghapuskan seluruh ingatan tentang bau bensin tadi sore.

Lean mengulurkan tangan kanannya yang kekar, terbalas sarung tangan kain putih tipis, menanti jemari Glow.

"Senang bertemu lagi denganmu, Nona Pearl Glow Hurt," bisik Lean dengan suara berat, rendah, dan sangat tenang yang hanya bisa didengar oleh Glow dan ayahnya. "Atau harus kupanggil...Istriku?"

Glow menatap tangan yang terulur di hadapannya dengan dada yang naik-turun menahan emosi. Rasa malu, terkejut, dan kepasrahan bercampur menjadi satu gelombang nekat yang tak terbendung.

Kau sudah terlanjur melangkah, Glow, bisik suara di dalam kepalanya. Kau tidak boleh mundur sekarang. Kau yang meminta pria bernama Lean... dan inilah Lean-mu.

Dengan jemari yang gemetar tipis namun dahi yang tetap terangkat tegak, Glow mengulurkan tangannya, meletakkan jemarinya di atas telapak tangan rapat milik Orion Leander Ashford.

Sentuhan itu dingin, kuat, dan mengunci.

"Jangan tersenyum seperti itu, Tukang Bengkel," bisik Glow tajam di balik veil-nya, mencoba merebut kembali sisa-sisa keangkuhannya. "Kau cuma tameng sepuluh menitku."

Senyum sinis Lean justru makin mekar. Ia menggenggam jemari Glow lebih erat, lalu memutar tubuhnya menghadap ke arah pintu utama yang mulai terbuka lebar, menyingkapkan pemandangan ribuan lampu kristal dan ratusan tamu yang bersorak di luar.

"Mari kita lihat..." pangkas Lean dingin di samping telinga Glow, "...berapa lama kau sanggup bertahan menjadi istri dari seorang 'kanibal'."

Pintu kayu jati raksasa terdorong penuh. Cahaya hangat dari altar pernikahan menyiram tubuh mereka berdua, sementara alunan musik piano pernikahan mulai berkumandang megah membelah malam New York.

Pearl Glow Hurt dan Orion Leander Ashford melangkah bersama menyeberangi ambang pintu, memulai sebuah permainan takdir gila yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.

...----------------...

Happy reading 🦋 Sudah ditebak Ya Kak Readers, Glow ini anak siapa, Dan Lucifer Itu siapa! Boleh Baca Cerita "My Ashford side" untuk cerita Kakek dan Nenek LEAN 🙏🏻

1
Astrid Kucrit
gek sat set pria kanibal 🤣🤣
Astrid Kucrit: wkwkwkwowk 😂😂
total 2 replies
Astrid Kucrit
geli nggak glow 🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahah 🤣
total 1 replies
Astrid Kucrit
jangan khawatir glow,suamimu sangat mencintaimu
Astrid Kucrit
seru nihh
Astrid Kucrit
hajar le 😂😂
Astrid Kucrit
siap2 pisah kamar 😂
Rosdianah 🌷: wkwkkw🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
makin dag dig dug bacanya...keren Thor /Good/
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
hu... semangat 2 kk Thor 💪💪💪🤗
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii ma'aciww 🥳
total 1 replies
Astrid Kucrit
di hajar kamu glow 🤣🤣
Astrid Kucrit
selamat berbuka puasa 🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
gpp up dikit kk..yg penting tetap semangat 💪 berkarya 🤗🤗
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Bu Dewi
hari ini gak update tah kak..? bolak balik liat tapi belum ada update an/Smile//Smile//Smile/
pdhl penasaran ama kelanjutannya😍😍😍
Rosdianah 🌷: huhu author minta maaf ya kak 🙏🏻 author sedikit sibuk dunia nyata hari ini. besok up banyak 🫠
total 1 replies
Nita Nita
pada hal gampang buat glow tau siapa lean 😎
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤭
total 1 replies
Hotmayanti Yanti
kayak Mr and Mrs Smith Thor😜😜😜
Rosdianah 🌷: ow iya kak, wkwk🤭
total 3 replies
Bu Dewi
update lagi dunkz kak😍😍😍😍😍
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Nita Nita
Glow bkn bisa nembak ya
safaana
cerita othor emang gak pernah gagal meskipun ada sedikit typo tapi ke tutup sama jln ceritanya semangat Thor semoga sehat selalu
Rosdianah 🌷: Ma'aciww banget kak🫶
total 1 replies
safaana
aku penasaran itu Leon Ama kakaknya di banting kemana Thor,,gak ada jejak
Rosdianah 🌷: nanti di bab selanjutnya kak 🙏🏻
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat 2 up Thor 💪💪
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
keren bgt🤗🤗orion...
Rosdianah 🌷: anak siapa itu🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!