Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Dengan Bos Mafia

Cinta Terlarang Dengan Bos Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Tolong... tolong saya... ada yang mengejar saya..." bisik Elara dengan suara parau dan napas yang membakar kulit dada pria itu.

​Detik berikutnya, dua pria yang mengejar Elara mendobrak keluar dari semak-semak. Mereka menghentikan langkah seketika saat melihat pemandangan di depan mereka. Namun, sebelum salah satu dari mereka sempat membuka mulut untuk meminta maaf atau melarikan diri, Haidar—sang bos mafia yang memimpin wilayah tersebut—beralih pandang. Mata tajamnya yang sedingin es menatap kedua pria pengganggu itu. Tanpa rasa ragu atau sepatah kata pun, Haidar mengarahkan moncong pistolnya ke bawah dan menembak pergelangan kaki pria terdepan.

​DOR!

​Suara dentuman senjata api memecah keheningan hutan. Pria yang tertembak itu menjerit histeris, terhuyung jatuh ke tanah sambil memegang kakinya yang hancur, sebelum akhirnya merangkak mundur bersama temannya dengan wajah pucat pasi sambil terus membungkuk dan berteriak meminta maaf hysterical kepada Haidar. Mereka tahu betul siapa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AMARAH SANG BOS MAFIA

​Suara teriakan dan gertakan nyaring dari kamar mandi menggelegar menembus lorong, memecah ketenangan pagi di mansion mewah tersebut. Dari lantai atas, langkah kaki berat Pak Surya terdengar terburu-buru menuduni tangga marmer. Wajah pria paruh baya itu terlipat masam, terganggu oleh kegaduhan yang merusak suasana paginya.

​"Ada apa ini?! Kenapa pagi-pagi sudah ribut seperti di pasar?!" bentak Pak Surya dengan nada tinggi saat melangkah mendekati area kamar mandi, menatap ketiga wanitanya dengan pandangan tajam penuh kejengkelan.

​Istri pertama langsung berbalik, melangkah lebar mendekati suaminya dengan wajah yang merah padam akibat amarah yang tak tertahankan. Jemarinya yang dihiasi cincin permata menunjuk lurus ke arah Elara yang masih berlutut lemas di dekat wastafel.

​"Mas! Lihat wanita yang kau bawa ke rumah ini!" seru istri pertama dengan suara melengking. "Dia mual-mual dan muntah dari tadi! Wajahnya pucat dan memegangi perutnya!"

​Pak Surya mengerutkan keningnya, menatap Elara dengan pandangan tidak mengerti. "Lalu kenapa? Dia hanya sakit atau masuk angin karena kelelahan kerja, bukan?"

​"Bukan sekadar sakit, Mas!" sela istri kedua dengan nada provokatif dan senyum culas. "Reaksinya ini persis seperti wanita yang sedang hamil muda! Dan kita semua tahu pasti... kau sama sekali belum pernah menyentuhnya sejak hari pertama dia menginjakkan kaki di rumah ini!"

​Kata-kata itu menghantam ruangan bagai bom yang meledak. Raut wajah Pak Surya berubah drastis dalam hitungan detik. Senyum santai yang biasanya menghiasi wajahnya lenyap, berganti menjadi ekspresi tegang, kaget, dan murka yang membakar matanya. Pria tua itu melangkah maju, berdiri tepat di depan Elara yang tubuhnya kini gemetar hebat.

​"Apa yang mereka katakan itu benar, Elara?!" gertak Pak Surya dengan suara berat yang menyemburkan amarah mendalam, meremas cengkeraman tangannya sendiri. "Jawab aku! Anak siapa yang ada di dalam perutmu?!"

​Elara menengadah, menatap pria tua yang kini menjadi suaminya secara hukum itu dengan bibir yang meliuk gemetar dan mata yang digenangi air mata ketakutan. Di balik kepanikannya, bayangan sosok pria asing berparas tampan dengan tatapan dingin di malam kelam itu makin jelas membayangi benaknya.

​"Seret dia keluar!" teriakan melengking dari istri pertama menggelegar, memecah ketenangan pelataran mansion Pak Surya.

​Dua wanita paruh baya itu tanpa rasa iba merenggut kedua lengan Elara, menarik tubuhnya yang lemas dan gemetar secara paksa melintasi lantai marmer hingga menuju halaman depan. Elara bersimpuh di atas paving blok yang kasar, menyisakan rasa perih di kulit kakinya. Air mata membasahi wajahnya yang pucat pasi, menahan pusing dan mual yang masih menggerogoti tubuhnya.

​Pak Surya melangkah lebar keluar dari pintu utama dengan wajah yang dipenuhi amarah liar. Kebanggaan dan harga dirinya sebagai seorang pria hancur berkeping-keping saat menyadari wanita yang dibelinya ternyata sedang mengandung anak pria lain.

​SLAP!

​Tanpa sedikit pun keraguan, Pak Surya melayangkan tamparan keras ke pipi Elara hingga kepala gadis itu terlempar ke samping. Belum puas, jemari pria tua itu merangsek maju, menjambak rambut panjang Elara dan memaksa wajah gadis itu mendongak menatapnya.

​"Dasar jalang sialan!" bentak Pak Surya dengan nada bersimbah murka. "Aku sudah menolong keluargamu yang bangkrut itu, tapi kau malah membawa anak haram ke rumahku?! Kau mempermainkanku, Elara!"

​Semua tindakan keji itu tersaji dengan jelas di balik kaca gelap mobil SUV hitam yang terparkir seratus meter di bawah bayangan pohon besar. Di dalam mobil, Haidar menyaksikan setiap detil penderitaan Elara. Manik matanya yang sedingin es seketika menyipit, memancarkan kilatan aura membunuh yang begitu pekat hingga membuat atmosfer di dalam mobil terasa membeku.

​Gadis yang pernah pasrah di dalam dekapannya, gadis yang mengandung benih kehidupannya, kini disiksa di depan matanya sendiri.

​"Bos..." bisik salah satu anak buahnya di kursi depan, menunggu perintah.

​Haidar tidak menjawab dengan kata-kata. Tanpa hembusan napas ragu, ia mendorong pintu mobil hingga terbuka lebar. Dengan langkah tenang namun menebar ancaman kematian, Haidar melangkah keluar disusul oleh dua orang anak buah kepercayaannya yang menggenggam senjata di balik jas hitam mereka.

​"Cukup," suara Haidar bergema rendah namun begitu menggelegar di pelataran mansion, menghentikan tangan Pak Surya yang hendak melayangkan pukulan berikutnya.

1
Ira safitri
sangat bagus 🥰🥰
Waaaaaa_: Terimakasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!