Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Ibu Tiri
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

Luna berjalan menyusuri jalanan yang sepi di malam yang semakin pekat dan dari jauh dia melihat sosok anak kecil berlari kencang dengan napas tersengal-sengal dan di belakang gadis kecil itu terlihat seorang pria bertubuh tinggi berkulit hitam dengan wajah layaknya seorang penjahat, pria itu berlari mengejar gadis kecil itu sambil mengarahkan pistolnya ke udara memberi peringatan keras pada gadis kecil yang semakin ketakutan itu.
Merasa ada yang tidak beres dengan sigap Luna meraih tubuh mungil gadis kecil itu dan membawanya bersembunyi di dalam sebuah gang sempit sambil menutup mulut gadis kecil itu agar tidak bersuara.

Luna menatap gadis kecil yang ketakutan itu sambil meletakkan jari telunjuknya ke mulutnya memberi isyarat, gadis kecil itu menganggukkan kepalanya menurut.

Luna berhasil menyelamatkan gadis kecil itu dari kejaran para penjahat.

yuk ikuti kelanjutannya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.18 Ancaman masih ada

Pagi ini Luna bangun lebih awal, Luna yang semalam tidur di kamar Emily perlahan bangkit dari ranjang dengan pelan-pelan dia memindahkan tangan kecil Emily yang sejak semalam memeluk tubuhnya.

Luna keluar dari kamar Emily dan pergi ke kamarnya sendiri di sana dia mandi dan berganti pakaian dan setelah itu dia masuk ke dapur membuatkan teh herbal hangat lagi buat Leon kemudian dia meletakkan teh herbal hangat itu di atas meja makan dan setelah itu dia bergegas masuk ke dalam kamar Emily, Luna melihat Emily masih belum bangun. Dengan perlahan Luna duduk di bibir ranjang itu dan membangunkan Emily depan suara pelan " Emily...sayang....ayo bangun kita ke sekolah...," ucap Luna sambil menepuk lembut tubuh Emily yang masih terlelap itu dan setelah beberapa menit akhirnya Emily terbangun "Mami Luna," sapa Emily. Saat sudah membuka matanya. "Ya sayang, ayok mandi nanti mami Luna temani lagi ke sekolah ya," ucap Luna mengusap lembut pipi Emily yang menggemaskan itu.

Kemudian Luna menemani Emily masuk ke dalam kamar mandi dan memandikan Emily, Emily tampak sangat senang dan gembira karena sejak ibunya meninggal dia sudah tidak pernah merasakan di mandikan oleh seorang ibu.

"Sudah selesai mandinya...," ucap Luna sambil mengusap tubuh emily yang masih basah dengan handuk.

Luna duduk di sebuah kursi yang ada di dalam kamar itu sambil memasangkan baju seragam sekolah Emily, dengan sabar dan penuh kasih sayang Luna menyisir rambut Emily yang keriting itu.

Leon yang sudah terbangun dan baru saja keluar dari kamarnya sejenak menghentikan langkahnya saat melintas di depan kamar Emily, Leon melihat Luna yang dengan sabar memasangkan kaos kaki dan sepatu pada Emily dan Leon juga melihat binar bahagia yang terpancar dari mata gadis kecilnya itu saat Luna memperlakukan dirinya dengan penuh perhatian dan kasih sayang.

Leon beranjak dari tempatnya berdiri dan berjalan menuruni tangga dia berjalan menuju ke ruang makan, Leon duduk di kursi meja makan itu dan dia melihat ada segelas teh herbal yang masih mengepul asapnya ada di depan kursi makan tempat biasanya dia duduk, Leon memanggil Bibik dan bertanya padanya "Siapa yang membuat teh herbal ini?" tanya Leon pada Bibik senior.

"Tadi pagi-pagi sekali Nyonya Luna membuat teh herbal itu untuk Tuan," ucap Bibik senior pada Leon. Leon terdiam dia tidak mengira kalau ternyata Luna yang sudah membuatkan teh herbal itu untuknya.

"Ya sudah," ucap Leon pada Bibik yang di panggilnya tadi, kemudian Bibik senior pun meninggalkan Leon dan kembali masuk ke dalam ruang dapur.

"Selamat pagi papa...!" teriak Emily yang tiba-tiba saja sudah berdiri di sampingnya bersama Luna.

Leon menoleh pada Emily yang terlihat sangat bahagia sekali itu " Pagi," ucap Leon pada Emily. Kemudian Luna menarik sebuah kursi untuk tempat duduk Emily dan Luna duduk di kursi di samping Emily sementara Leon ada di ujung meja makan besar itu.

Seperti hari-hari kemaren Luna menyiapkan sarapan Emily, setangkup roti tawar yang sudah di olesi selai strawberry kesukaan Emily dan susu putih satu gelas.

"Ayo sayang, di makan sarapannya," ucap Luna pada Emily.

"Iya mami Luna," ucap Emily yang kemudian mengambil roti tawar itu dan mulai menyantapnya.

"Pelan-pelan sayang, nanti tersedak loh.." ucap Luna lembut yang melihat makan Emily yang buru-buru.

Emily nyengir menatap Luna dengan mulut yang masih penuh dengan roti tawar itu.

Leon tersenyum samar melihat tingkah lucu Emily yang hampir tidak pernah dia lihat lagi semenjak mamanya Emily meninggal tiga tahun yang lalu.

Suasana kediaman Leon terasa jauh lebih hangat setelah hubungan emosional antara Leon, Luna, dan Emily makin dekat. Namun, ketenangan tersebut rupanya hanya ketenangan sebelum badai. Di balik tembok mansion yang dijaga ketat, ancaman besar diam-diam sedang mengintai.

Saat Leon masih asyik melihat keakraban antara Emily dan Luna tiba-tiba datang asisten Leon yang berjalan dengan terburu-buru menghampirinya di ruang makan.

Asisten itu berjalan mendekat ke arah tempat duduk Leon "Maaf Tuan, sepertinya anak buah Marcus sedang melancarkan pengintaian di mansion ini, Tiga hari yang lalu Marcus sudah kembali dari luar negeri dan ada indikasi dia akan melakukan balas dendam pada keluarga Tuan," ucap asisten itu dengan wajah yang serius.

"Sepertinya Marcus tidak pernah kapok setelah aku penjarakan dia atas kasus kematian Aleysa( ibunya Emily)," ucap Leon sambil mengepalkan tangannya dengan geram.

Luna yang masih duduk di meja makan itu juga ikut mendengarkan pembicaraan Leon dan asistennya dah tiba-tiba saja ada desir ketakutan yang menyusup ke dalam hatinya "Sebahaya inikah kalau menjadi istri seorang mafia? Dan apakah ibunya Emily juga meninggal akibat di buru oleh musuh Leon?" berbagai pertanyaan bergelayut di kepala Luna.

"Perketat penjagaan di sekitar mansion!! jangan sampai ada celah sekecil apapun yang terlewat dari penjagaan!" perintah tegas Leon pada pengawalnya.

"Baik Tuan, kami akan laksanakan segera," dengan setengah berlari pengawal itu memerintahkan seluruh anak buahnya untuk berkeliling menjaga mansion Leon untuk menghindari kemungkinan penyusup yang akan masuk kedalam mansion.

Leon langsung menaikkan status bahaya di seluruh area mansion. Jumlah pengawal bersenjata dilipatgandakan, dan ruang gerak Luna serta Emily dibatasi ketat. Luna yang melihat perubahan drastis ini mulai panik dan sadar bahwa keselamatan Emily kembali terancam.

Sikap Leon kembali menjadi sangat protektif, tegang, dan dingin karena tekanan dari pergerakan musuhnya yang makin berani menargetkan keluarganya.

Mata Leon beralih menatap Luna yang masih duduk di hadapannya itu sambil berkata padanya " Tolong jaga Emily dengan ketat jangan sampai keluar dari mansion sekalipun itu pergi ke taman, kamu dan Emily harus tetap berada di dalam mansion dan tidak boleh keluar kemanapun tanpa seijin dari aku," ucap Leon pada Luna yang kemudian pergi begitu saja meninggalkan Luna dan Emily di ruang makan.

"Iya" ucap Luna sambil memeluk Emily.

"Mami Luna kenapa kita tidak boleh keluar rumah sama papa?" tanya Emily yang tadi ikut mendengar perkataan Leon pada Luna.

"Tidak apa-apa sayang, papa cuma tidak mau kita celaka kalau sering-sering keluar rumah karena di luar sana banyak orang jahat," ucap Luna pada Emily.

"Orang jahatnya mau nangkep kita ya mami Luna?" tanya Emily, Luna menganggukkan kepalanya sambil mengusap lembut kepala Emily "Iya sayang," ucap Luna.

"Emily takut....," Emily turun dari kursinya dan menghambur memeluk pinggang Luna yang masih duduk di kursi meja makan itu.

"Ayo sayang kita masuk ke dalam kamar saja," ucap Luna sembari mengandeng tangan Emily.

Dari kejauhan melalui teropong di dalam mobil hitam yang terparkir jauh dari mansion, seorang pria misterius mengawasi pergerakan Luna dan Emily dari balik jendela. Musuh menyadari bahwa Luna adalah titik lemah baru bagi sang pimpinan mafia

1
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kuy double up kk 🙌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!