Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Hamil Anak Raja Vampir

Aku Hamil Anak Raja Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:324
Nilai: 5
Nama Author: Latief_ayra

hiduplah seorang penyihir cantik yang bernama Elizabeth bertemu dengan raj vampir .dan dia diam" mngandung ada vampir . sampai dia Terusir oleh ayahnya sendiri .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Latief_ayra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 15

Xxxxxx

Ketakutan yang luar biasa seketika menyelimuti seluruh jiwa dan raga Carmilla. Wajahnya yang tadi penuh amarah dan kebencian kini berubah pucat pasi, seakan darah di tubuhnya seketika membeku. Lututnya terasa lemas tak bertulang, seluruh tubuhnya gemetar hebat menyadari kenyataan yang begitu mengerikan.

bahwa anak yang ia sakiti, yang hendak ia musnahkan dengan kejam itu, ternyata adalah darah daging Raja Draven sendiri, keturunan satu-satunya yang memiliki darah emas suci yang telah lama dinanti-nantikan. Ia telah melukai putra kandung Rajanya sendiri!

Keringat dingin bercucuran membasahi keningnya. Matanya menatap tak berdaya ke arah Raja Draven yang perlahan berbalik dan melangkah mendekatinya. Setiap langkah yang diambil Raja itu terasa bagaikan guntur yang menggetarkan bumi, berat, mengancam, dan penuh dengan kemarahan yang sedemikian pekat hingga membuat napas Carmilla seakan terhenti. Ia mundur perlahan, punggungnya menabrak dinding batu yang masih retak akibat serangan Rajanya tadi, tak ada lagi jalan lari baginya.

Draven berhenti tepat di hadapan Carmilla. Wajahnya tampak tenang, namun keheningan itu justru jauh lebih mengerikan daripada amarah yang meledak-ledak. Matanya yang merah menyala menatap tajam lurus ke manik mata Carmilla, menembus hingga ke lubuk hatinya yang terdalam, seakan mampu membaca segala ketakutan dan dosa yang tersembunyi di sana.

Dengan satu lambaian tangan kiri Rajanya, seketika muncul rantai-rantai tebal yang berkilauan gelap, terbuat dari logam terkuat yang ditempa dalam api neraka, berukirkan mantra pengikat sihir yang tak dapat diputuskan oleh kekuatan apa pun. Rantai itu melesat deras bagaikan ular yang meluncur cepat, melilit erat kedua pergelangan tangan Carmilla hingga tak bergerak sedikit pun, lalu melilit pula kedua kakinya dengan ikatan yang kencang hingga menyakitkan.

Dengan satu tarikan tangan Draven, rantai itu menarik tubuh Carmilla naik ke udara, menggantungnya tinggi di hadapan wajah Rajanya. Kakinya menjuntai tak menyentuh tanah, kedua tangannya terentang lebar ke atas tertambat erat, membuatnya tak berdaya sama sekali. Rantai itu mencekik pergelangan tangan dan kakinya hingga melukai kulitnya, darah segar menetes perlahan jatuh membasahi tanah yang masih basah oleh air hujan.

Carmilla meringis kesakitan, tubuhnya tergantung lemas, menahan beban tubuhnya pada kedua pergelangan tangannya yang tertambat erat. Ia mendongak menatap wajah Draven yang tampak begitu dingin dan tak tergoyahkan. Suaranya keluar bergetar penuh ketakutan yang tak dapat disembunyikan:

"Tuanku... Ampuni hamba... Hamba tidak tahu... Hamba sungguh tidak tahu bahwa anak itu adalah keturunan Tuanku..."

Namun Draven hanya menatapnya dengan pandangan yang begitu dingin dan tajam, tak sedikit pun tergerak oleh permohonan maafnya. Suaranya berat, dalam, dan penuh dengan kewibawaan yang tak dapat dibantah:

"Kau tidak tahu... namun tanganmu tetap kau arahkan untuk menyakiti anak yang tak berdosa itu. Kau berani mengangkat senjata terhadap darah dagingku sendiri, Carmilla. Kau telah melanggar batas kesabaran yang tak seharusnya kau sentuh. Menginginkan kematian keturunanku... sama saja dengan menginginkan kematianku sendiri."

Draven melangkah mundur sedikit, menatapnya dari bawah ke atas dengan pandangan yang membuat jiwa Carmilla seakan hancur berkeping-keping.

"Tetaplah menggantung di sini... hingga kau menyadari betapa besar kesalahan yang telah kau perbuat. Biarkan rantai ini mengingatkanmu pada batas kekuasaanmu. Jangan harap kau akan bebas kembali..."

Carmilla tergantung tak berdaya, menahan rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Air mata penyesalan mulai menetes dari matanya, namun kini semuanya sudah terlambat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!