Indonesia
NovelToon NovelToon
RENKARNASI SANG PENGUASA ABSOLUT

RENKARNASI SANG PENGUASA ABSOLUT

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Nagato, pemuda miskin dari Jepang, tewas usai menolong seorang gadis. Mendengar permintaan terakhirnya yang hanya ingin hidup tenang, Dewa Kematian melahirkannya kembali sebagai Alan di tengah Hutan Monster dengan Skill Domain Absolut—kemampuan hidup abadi dan menciptakan apa pun di wilayahnya.
Niat hati ingin hidup santai, bayangan imajinasi Alan justru tanpa sengaja mewujudkan sebuah kerajaan megah. Dianggap sebagai ancaman besar oleh Kerajaan Manusia dan Iblis, Alan terpaksa membangkitkan pasukan abadi, penyihir agung, hingga menundukkan dua Naga Kuno. Didampingi Skill berkesadaran mandiri, Alan kini menguasai kerajaan terkuat di dunia—semuanya demi satu alasan sederhana: bertahan hidup dengan tenang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SANG PAHLAWAN DAN BATAS KEKUATAN MUTLAK

Sinar matahari pagi menembus celah-celah jendela kristal di kamar utama Alan. Sang Penguasa Solaria itu menggeliat pelan, merenggangkan kedua tangannya sebelum akhirnya duduk di tepi ranjang empuknya.

Semalam, sebelum tertidur lelap, Alan sempat melamun santai. Ia membayangkan kisah-kisah fantasi klasik tentang sosok "Pahlawan Kerajaan"—seorang ksatria legendaris yang memiliki keberanian tanpa batas, paras tampan, serta kekuatan tiada tandingan untuk melindungi kedamaian.

Namun, Alan lupa satu hukum mendasar di kerajaannya: bahkan lamunan sebelum tidurnya pun adalah perintah mutlak bagi Domain Absolut.

Saat Alan mengusap matanya yang masih agak mengantuk, pandangannya mendadak terhenti pada sosok yang berdiri tepat di ujung ranjangnya.

Seorang pemuda tampan berambut emas berkilau, mengenakan baju zirah putih berhiaskan ukiran naga keemasan dan jubah putih yang menyapu lantai, sedang berlutut rapat dengan satu kaki. Sebuah pedang suci berlapis cahaya keemasan terpancang anggun di hadapannya.

Alan terlonjak kaget hingga hampir terjatuh dari ranjang.

"W-Wah! Siapa kamu?!" teriak Alan panik seraya menarik selimut hingga ke dada. "Kenapa bisa ada orang asing masuk ke kamarku diam-diam?! Mana prajurit penjaga?!"

[Harap tenang, Tuan Alan,] suara Melodina mendadak bergema lembut di samping telinganya. Layar biru transparan muncul di udara.

"Melodina! Ini siapa lagi?!" cicit Alan dengan wajah syok.

[Semalam sebelum tidur, imajinasi Anda memikirkan sosok 'Pahlawan Kerajaan' yang ideal,] jelas Melodina tanpa dosa. [Kekuasaan Domain Absolut secara otomatis memanifestasikan imajinasi tersebut menjadi entitas nyata saat Anda tertidur. Pemuda ini adalah Pahlawan Legendaris yang terlahir dari kehendak Anda.]

Alan menepuk jidatnya kuat-kuat, menghela napas panjang yang sangat berat. "Ya ampun... gara-gara melamun sebelum tidur doang bisa lahir orang baru?! Kebiasaan banget..."

Pemuda berambut emas itu menundukkan kepalanya lebih dalam, berkata penuh penghormatan. "Hamba menyembah Penguasa Agung. Hamba lahir hanya untuk menjadi pedang dan perisai terbaik Anda."

Alan mendesah pasrah. "Ya sudah... berdiri dulu. Ikut aku ke ruang singgasana."

Setelah membasuh muka dan mengenakan jubah kebesarannya, Alan berjalan menuju ruang singgasana utama Kerajaan Solaria. Pemuda Pahlawan itu melangkah setia di belakangnya sebagai pengawal pribadi sementara.

Begitu duduk di atas takhta emasnya, Alan menyuruh Melodina memanggil seluruh entitas penting di Solaria. Tak butuh waktu lama, pintu ganda raksasa ruang singgasana terbuka.

Yumi (Kepala Pelayan), Zero (Kepala Ksatria), Akami (Kepala Penyihir), serta belasan menteri kerajaan yang sebelumnya sudah diciptakan Alan untuk mengurus administrasi dan logistik, melangkah masuk lalu berlutut serentak di hadapan Alan.

Alan menatap para pengikutnya, lalu terbatuk kecil untuk mengusir rasa canggung.

"Ehem... Semuanya, aku kumpulkan kalian di sini karena ada hal penting," ujar Alan sambil menunjuk pemuda berzirah putih di sampingnya. "Aku... tak sengaja menciptakan seorang pahlawan baru tadi malam."

Mendengar pengakuan jujur itu, Yumi, Zero, Akami, maupun para menteri sama sekali tidak menunjukkan reaksi kaget atau bingung. Bagi mereka, menciptakan kehidupan atau hal-hal ajaib dalam sekejap adalah hal yang sangat biasa bagi Penguasa Agung mereka.

"Merupakan kehormatan besar bagi kami bisa menyaksikan keajaiban Tuan Alan sekali lagi," sahut Yumi anggun sambil tersenyum hangat.

Alan tersenyum canggung. Ia lalu menoleh menatap sang pahlawan baru. "Karena kamu belum punya nama... mulai hari ini, namamu adalah Kayy. Kamu adalah Pahlawan Kerajaan Solaria."

Mata emas Kayy berbinar terang. Wajahnya dipenuhi rasa haru yang luar biasa. "Kayy... Terima kasih atas nama yang sangat agung ini, Tuan Alan! Hamba, Kayy, bersumpah akan mempertaruhkan seluruh jiwa dan raga demi kejayaan Solaria!"

"Bagus, Kayy. Berdirilah," balas Alan santai. "Coba perlihatkan status dan kekuatanmu pada kami."

Kayy mengangguk patuh. Ia merentangkan tangannya, memicu layar status emas yang langsung mengapung di tengah-tengah ruang singgasana agar bisa dilihat oleh semua orang.

 * Nama: Kayy

 * Gelar: Pahlawan Kerajaan Solaria

 * Level: 3.000

 * Status Kekuatan: 3.000 Poin (Batas Legendaris)

Seketika itu juga, seluruh ruangan singgasana menjadi hening mencekik.

Zero dan Akami membelalakkan mata mereka. Sebagai sosok terkuat sebelumnya yang berada di Level 1.500, melihat angka Level 3.000 milik Kayy benar-benar di luar nalar pertempuran yang pernah mereka ketahui! Para menteri bahkan saling berbisik dengan wajah pucat tak percaya.

"L-Level tiga ribu?!" bisik Zero terpana. "Kekuatan fisiknya dua kali lipat dariku..."

Alan sendiri hanya bisa menghela napas pasrah di atas takhtanya. "Yah, namanya juga Pahlawan... pasti dibuat di luar nalar lagi."

Namun, di tengah rasa takjub semua orang terhadap Kayy, Alan mendadak penasaran dengan satu hal. Ia memegang dadanya sendiri, berbisik pelan. "Kalau Kayy aja Level 3.000... terus statusku sendiri berapa ya?"

Seolah tahu apa yang dipikirkan majikannya, Melodina melayang mendekat.

[Tuan Alan, apakah Anda ingin menampilkan layar status milik Anda sendiri kepada seluruh petinggi kerajaan?] tanya Melodina.

Alan mengangguk polos. "Boleh deh, aku juga penasaran."

[Menampilkan status Penguasa Absolut...]

WUSHHH!

Sebuah layar sihir raksasa berwarna keemasan murni jauh lebih besar dan megah dari milik Kayy meledak di atas takhta Alan. Huruf-huruf sihir bercahaya muncul menyelimuti udara ruangan:

 * Nama: Alan

 * Gelar: Penguasa Absolut Solaria

 * Level: 99.999 (MAX)

 * Status Kekuatan: BERBATASAN TAK HINGGA (MAX)

 * Otoritas: Pencipta & Penguasa Mutlak Realitas

BRUKK!

Melihat angka fantastis yang menembus batas logika tersebut, seluruh orang di ruang singgasana refleks jatuh berlutut rapat ke lantai marmer!

Yumi menangkupkan kedua tangannya di dada dengan mata berkaca-kaca. Zero dan Akami menundukkan kepala mereka hingga menyentuh lantai dengan tubuh gemetar penuh rasa hormat yang mendalam. Bahkan Kayy, Sang Pahlawan Level 3.000, langsung berlutut tegak menatap takhta Alan dengan pandangan penuh keagungan.

"T-Tuan Alan..." bisik Akami dengan suara bergetar. "K-Kekuatan Anda... ini bukan lagi tingkat mortal atau penyihir..."

"Angka itu..." tambah Zero terpana. "Bahkan dewa-dewa pencipta dari mitologi kuno pun tak akan sanggup menyentuh satu persen dari kekuatan Baginda!"

Alan yang duduk di takhta malah panik sendiri melihat reaksi histeris pasukannya. "E-Eh?! Kenapa kalian malah berlutut semua?! Melodina! Kenapa angkaku bisa sebanyak ini?! Ini bercanda kan?!"

[Ini adalah angka nyata, Tuan Alan,] jawab Melodina dengan nada paling tenang. [Di dalam Domain Absolut ini, Anda adalah hukum itu sendiri. Angka 99.999 hanyalah bentuk formalitas dari sistem visual, karena pada kenyataannya, kekuatan Anda melampaui konsep batas, bahkan melampaui tingkat para Dewa di dunia ini.]

Alan menepuk dahinya lagi, menyandarkan tubuhnya di takhta sambil mendesah panjang. "Duh... niat hati cuma mau hidup santai, malah jadi makhluk paling berbahaya di seluruh semesta..."

Meskipun Alan merasa serba salah dengan kekuatannya yang terlalu tidak masuk akal, keheningan di ruang singgasana itu berganti menjadi rasa aman yang mutlak. Dengan hadirnya Kayy Sang Pahlawan Level 3.000, serta Alan yang bertindak sebagai sosok setingkat Dewa Mutlak, Kerajaan Solaria kini berada dalam puncak kejayaan yang tak tergoyahkan oleh ancaman mana pun di dunia.

1
𝓐. 𝓗.𝓸
terima kasih Babnya. saya suka dengan ceritanya dengan membangun kerajaan hingga mencipta pasukan lalu dengan membangun sebuah kota, cukup memuaskan di baca. 😁😊
Prayy: terimakasih atas dukungan nya saya akan menulis semenarik mungkin untuk pembaca agar terhibur mohon selalu di tunggu bab selanjutnya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!