Lu Chen adalah seorang pemuda berusia dua puluhan yang hidup terasing di pinggiran Desa Qingfu. Di balik penampilannya yang sederhana sebagai peracik obat herbal yang pendiam, ia menyimpan sebuah rahasia besar dan mengerikan: garis keturunan gila yang menggabungkan tiga unsur sekaligus, yaitu darah manusia yang fana, cahaya dewa yang suci, dan kutukan siluman kegelapan.
Secara fisik, Lu Chen memiliki daya tarik yang kuat dengan garis wajah tegas, namun tubuhnya menyimpan ketidakseimbangan yang berbahaya. Matanya memiliki dua warna yang berbeda; mata sebelah kanan memancarkan cahaya keemasan yang hangat dan tenang, melambangkan sisa-sisa kekuatan dewanya, sementara mata sebelah kiri sering kali berubah menjadi ungu legam yang dingin saat emosinya tak terkendali. Di leher hingga sebagian wajahnya juga tersembunyi rajah alami berupa sulur-sulur hitam yang menandakan segel kutukan siluman purba.
Dari segi sifat dan kepribadian, Lu Chen adalah sosok yang sabar, lembut, dan sangat peduli
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 — RAJA IBLIS BANGKIT
Lembah Tulang diliputi suasana mencekam tepat satu jam setelah Cermin Nirwana pecah berkeping-keping.
Tanah di kawasan itu bergetar hebat. Dari dalam retakan segel kuno yang membentang di dasar lembah, gumpalan kabut hitam meluap keluar dengan ganas. Di tengah-tengah kepulan kabut tersebut, sesosok pria bersila tampak duduk dengan angkuh; sepasang bola matanya menyala merah darah, dan sepasang tanduk hitam legam mencuat dari pelipisnya.
[Panel Darurat] NAMA: MO TIAN GELAR: RAJA IBLIS KE-9 LEVEL: TAHAP IBLIS SEJATI STATUS: SEGEL 70% TERLEPAS
"Akhirnya..." suara Mo Tian bergema berat, menggetarkan seluruh dinding batu di penjuru lembah. "Dua ribu tahun lamanya aku tertidur di tempat terkutuk ini."
Lu Chen berdiri kaku di hadapan sang ibu. Seluruh tubuhnya mendadak bergetar hebat; aliran Darah Iblis di dalam nadinya melonjak naik hingga empat puluh persen seketika, bereaksi secara liar tatkala ia berada di dekat sosok yang dipanggil sebagai "ayah" tersebut.
"Jangan melihatnya," bisik Shen Yue tajam. Ia segera menarik Lu Chen ke belakang punggungnya. "Tutup matamu, Chen."
"Tidak, Bu," jawab Lu Chen dengan napas tersengal. "Dia... dia memanggilku."
Mo Tian perlahan membuka kelopak matanya secara sempurna. Tatapannya langsung jatuh menatap lurus ke arah Lu Chen. Senyuman lebar tersungging di bibirnya, memperlihatkan barisan gigi yang menghitam.
"Anakku," ucap Mo Tian lembut namun mengerikan. "Kau memiliki wajah ibumu, dan aroma darah yang sama persis seperti milikku."
DUAR!
Tepat di saat itu, pendaran cahaya petir menyambar turun dari langit. Lima orang Penegak Hukum Langit berzirah emas melesat turun, dipimpin langsung oleh sang Dewa Eksekusi.
"Tangkap Raja Iblis sekarang juga!" perintah Dewa Eksekusi dengan suara menggelegar. "Dan musnahkan anomali anak haram itu sekalian!"
Pertempuran tiga kubu pecah seketika dalam skala yang brutal.
Kubu Pertama: Pasukan Penegak Langit menggunakan Jurus: Petir Hukuman Langit dengan target memusnahkan Mo Tian dan Lu Chen sekaligus. Kubu Kedua: Mo Tian dan gerombolan iblisnya mengerahkan Jurus: Kabut Pemakan Jiwa untuk merebut Lu Chen serta menghancurkan sisa-sisa pasukan kahyangan. Kubu Ketiga: Shen Yue dan Lu Chen yang hanya berusaha bertahan hidup mati-matian.
BOOM! BOOM! BOOM!
Shen Yue menghunus pedangnya dengan cepat. Pedang Hukum: Pemenggal Dosa ditebaskan secara melingkar, berhasil membelah dua prajurit Istana Langit sekaligus. Namun, di saat bersamaan, sambaran petir balasan langsung menyambar telapak tangannya.
"Ibu!" Lu Chen berseru panik hendak menghampiri.
"Jangan kemari!" bentak Shen Yue tertahan. Darah segar menetes deras dari punggungnya tatkala luka cambuk petir lama kembali robek akibat hentakan tenaga dalam.
Di udara, Mo Tian tertawa terbahak-bahak melihat kekacauan itu. Ia mengangkat sebelah tangannya, membuat ratusan iblis kecil merayap keluar dari dalam tanah.
"Habisi mereka semua," perintah Mo Tian dingin. "Tapi pastikan anak itu tetap hidup."
Lu Chen mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga kukunya menancap ke dalam telapak tangan. Di dalam dadanya, suhu panas membakar sekujur tubuhnya.
[Panel: Status] DARAH IBLIS: 40% -> 50% DARAH DEWA: 1% DARAH MANUSIA: 49%
"AKU BUKAN MILIK SIAPA PUN!" teriak Lu Chen histeris.
Ia melompat maju, melayangkan tinju pertamanya dengan penuh tenaga. DUAR! Seekor iblis hancur berkeping-keping menjadi abu, namun dampak hantaman itu membuat tulang lengan Lu Chen sendiri ikut retak.
Kekuatannya masih terlalu jauh tertinggal. Tiga ekor iblis lainnya langsung menerkam secara bersamaan.
SRET!
Cakar tajam hampir merobek leher Lu Chen.
CLANG!
Shen Yue muncul secepat kilat, menebas ketiga iblis itu hingga tewas, lalu membopong tubuh putranya untuk menghindar dari sambaran petir susulan dari pihak penegak hukum.
"Kau bodoh," bisik Shen Yue di telinganya. "Kau bisa mati jika bertindak ceroboh."
"Jika Ibu mati, aku juga tidak ingin hidup," jawab Lu Chen penuh air mata.
Shen Yue terdiam seribu bahasa mendengar kejujuran itu. Ia menurunkan Lu Chen perlahan di tanah yang aman. "Bertahanlah."
Di atas langit, Mo Tian melayang tenang menghadapi Dewa Eksekusi.
"Anjing-anjing peliharaan Istana Langit," cibir Mo Tian keji. "Dua ribu tahun kalian mengurungku. Sekarang, rasakan pembalasanku."
Jurus Iblis: Telan Langit.
Dalam sekejap, langit siang berubah menjadi gulita total. Mulut raksasa yang terbentuk dari kabut hitam pekat menganga lebar, bersiap menelan kelima Penegak Hukum tersebut.
Dewa Eksekusi mengibaskan cambuk emasnya. Hukuman Ilahi: Sembilan Petir Neraka.
DUARRR!
Tabrakan dua energi tingkat tinggi itu menciptakan ledakan mahadahsyat yang meruntuhkan tebing gunung di sekitar mereka dan membuat air sungai menguap seketika. Lu Chen dan Shen Yue ikut tersapu gelombang kejut, terpental jauh ke belakang.
Shen Yue menggunakan tubuhnya sendiri sebagai perisai untuk melindungi Lu Chen dari hantaman pecahan batu raksasa.
"Bu!" Lu Chen menangis histeris. "Jangan terus-menerus melindungiku!"
Shen Yue memuntahkan seteguk darah segar. "Karena... kau adalah anakku."
Pertempuran di atas udara akhirnya mencapai titik akhir babak pertama; tiga Penegak Langit tewas seketika, sementara dua lainnya berhasil kabur menyelamatkan diri dengan luka parah.
Mo Tian melayang turun mendarat tepat di hadapan Shen Yue dan Lu Chen.
"Lama tidak berjumpa, Penjaga Hukum yang suci," sapa Mo Tian sinis. "Kau mengandung anakku, lalu menyegelkanku. Sungguh tindakan seorang ibu yang kejam."
Shen Yue memaksakan diri bangkit berdiri meskipun sebelah kakinya pincang. "Aku tidak pernah menyesali keputusanku."
Mo Tian beralih menatap Lu Chen. "Anakku. Ikutlah bersama ayah. Akan kuajari kau cara menguasai seluruh potensi darah iblis di dalam tubuhmu, dan kita bisa meruntuhkan kahyangan bersama-sama."
Lu Chen menggeleng, mundur perlahan sambil memegang tangan ibunya erat-erat. "Aku hanya memiliki seorang Ibu."
Ekspresi Mo Tian mendadak berubah dingin. "Jika kau menolak... maka matilah kalian berdua bersama-sama."
Ia mengangkat tangannya, memanggil bola energi hitam raksasa seukuran rumah yang siap menghancurkan mereka.
Melihat ancaman itu, Shen Yue mendorong tubuh Lu Chen sekuat tenaga ke samping. "Lari!"
BOOM!
Ledakan telak menghantam tubuh Shen Yue secara langsung, melemparkannya sejauh seratus meter hingga jatuh pingsan tak berdaya.
"IBU!"
Lu Chen meraung kencang bagai binatang buas yang kehilangan induknya. Rambut hitamnya mendadak memutih di beberapa bagian, dan kedua matanya berubah menyala merah penuh kemarahan mutlak.
[Panel: Peringatan] DARAH IBLIS: 50% -> 55% KEMARAHAN: LEVEL MAKSIMAL
Mo Tian terbelalak kaget. "Ini... resonansi darah murni..."
Lu Chen melesat seperti kesurupan. Ia memukul, menendang, dan menyerang tanpa mempedulikan keselamatan fisiknya sendiri. Meskipun ia berhasil menghabisi selusin iblis di sekitarnya, tubuhnya sendiri mulai hancur dari dalam.
"Hentikan!" bentak Mo Tian. "Kau akan membunuh dirimu sendiri!"
"Tidak... sebelum... aku... membunuhmu!" teriak Lu Chen di sela isak tangisnya.
Tepat saat Mo Tian mengangkat bola iblis kedua untuk menghabisi Lu Chen yang sudah kehabisan tenaga—
SHING!
Pendaran cahaya biru menyambar cepat.
Shen Yue ternyata telah siuman. Dengan sisa-sisa tenaga terakhirnya, ia menebas bola energi itu hingga hancur berkeping-keping, lalu segera membopong Lu Chen dalam pelukannya.
"Kita pergi dari sini," bisiknya lemah.
Ia merobek ruang hampa di hadapannya, melompat masuk ke dalam portal es sebelum Mo Tian sempat mengejar.
Dari kejauhan, Mo Tian mendecak kesal. Namun langkahnya terhenti tatkala dua orang Penegak Langit yang tersisa kembali muncul dari balik awan.
"Raja Iblis! Urusi dulu urusanmu dengan kami!" seru mereka lantang.
Mo Tian menyeringai keji. "Sialan kalian."
Di dalam dimensi portal es yang dingin.
Shen Yue memuntahkan darah hitam pekat, lalu ambruk tak berdaya di atas lantai es.
Lu Chen menangis sejadi-jadinya. "Bu, bangunlah! Jangan tinggalkan aku sendirian..."
Shen Yue perlahan membuka kelopak matanya yang sayu, menyunggingkan senyuman terlemah di bibirnya. "Kau... hebat sekali, Nak. Kau memilih untuk melindungiku."
Ia menyentuh pipi Lu Chen dengan lembut. "Ingatlah... kau bukan sekadar iblis, dan kau bukan dewa. Kau adalah... anakku."
Setelah kalimat itu, tangannya terkulai lemas, dan ia jatuh pingsan.
Di luar dinding gua es tempat mereka bersembunyi, suara tawa Mo Tian menggema samar: "AKU AKAN TERUS MENCARI KALIAN..." Disusul oleh suara Dewa Eksekusi: "TEMUKAN JUGA ANAK HARAM ITU HIDUP ATAU MATI!"