Indonesia
NovelToon NovelToon
Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Dikhianati oleh murid kepercayaannya saat mencoba menerobos batas keabadian, Kaisar Dewa Ye Xuan mati dan jiwanya terlempar melewati sungai waktu. Tiga ribu tahun kemudian, ia terbangun di tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama—seorang "sampah" tanpa meridian kultivasi di kota terpencil. Dengan ingatan masa lalunya dan teknik terlarang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, Ye Xuan memulai kembali perjalanannya dari bawah untuk membelah langit, menginjak-injak para jenius sombong, dan menuntut darah dari mereka yang mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Malam perlahan turun menyelimuti Kediaman Keluarga Ye. Kemenangan mutlak Ye Xuan di Turnamen Bela Diri telah memicu badai perbincangan di seluruh penjuru kota, namun Halaman Barat tetap setenang air di dasar telaga.

​Di dalam kamarnya yang redup, Ye Xuan duduk bersila. Napasnya teratur, menyerap sisa-sisa energi spiritual tipis dari udara malam. Pusaran emas di dalam Dantiannya berputar lambat, menuntut lebih banyak makanan untuk memelihara benih Qi Naga Primordial.

​"Terlalu lambat," gumam Ye Xuan sambil membuka matanya.

​Ia menghela napas panjang. Meskipun ia telah mencapai Alam Kondensasi Qi Bintang Empat, Seni Sembilan Reinkarnasi Naga bagaikan jurang maut yang tak berujung. Setiap kali ia naik satu tingkat, jumlah energi yang dibutuhkan berlipat ganda sepuluh kali lipat dari kultivator biasa. Sisa-sisa Ramuan Pengumpul Roh sebelumnya sudah tidak memberikan efek apa-apa pada tubuhnya.

​Terlebih lagi, setelah kejadian hari ini, Tetua Pertama Ye Cang pasti akan menggunakan otoritasnya untuk membekukan semua jatah sumber daya milik Ye Xuan dari paviliun klan.

​"Aku butuh Inti Monster dan herbal tingkat tinggi," pikir Ye Xuan. "Untuk meracik pil, aku membutuhkan api alkimia. Tubuh fana ini belum cukup kuat untuk memanggil Api Surgawi dari kehidupanku sebelumnya. Aku harus menemukan benih api spiritual liar di alam."

​Tatapan Ye Xuan beralih ke arah jendela, menembus kegelapan malam menuju gugusan pegunungan hitam yang berjejer di luar batas Kota Awan Merah—Hutan Binatang Buas. Tempat itu adalah surga bagi para pemburu, sekaligus kuburan masal bagi mereka yang lemah. Ironisnya, di sanalah Lin Zhentian berniat membuang mayatnya setengah bulan yang lalu.

​Tanpa membuang waktu, Ye Xuan bangkit, meraih Pedang Besi Bintang di sudut ruangan, dan melesat keluar menembus bayangan malam. Ia hanya meninggalkan secarik pesan singkat untuk Qing'er agar tidak keluar dari Halaman Barat selama kepergiannya.

​Fajar baru saja menyingsing ketika Ye Xuan tiba di batas luar Hutan Binatang Buas.

​Aroma darah, dedaunan busuk, dan miasma beracun langsung menyergap penciumannya. Pohon-pohon raksasa dengan akar sebesar rumah menghalangi sebagian besar cahaya matahari, membuat suasana di dalam hutan terasa lembap dan mencekam. Raungan binatang buas sesekali terdengar dari kejauhan, menggetarkan gendang telinga.

​Bagi penduduk Kota Awan Merah, area ini adalah zona kematian. Namun bagi mantan Kaisar Dewa, ini hanyalah kebun belakang rumahnya.

​Krak!

​Baru satu jam Ye Xuan menyusuri pinggiran hutan, ranting kering di sisi kanannya patah. Sebuah bayangan abu-abu melesat dari balik semak berduri dengan kecepatan kilat, mengincar lehernya. Itu adalah Serigala Angin Bayangan, monster tingkat satu yang setara dengan kultivator Bintang Tiga. Cakar anginnya sanggup merobek baja ringan.

​Tanpa menoleh, tangan kanan Ye Xuan mencabut Pedang Besi Bintang dari punggungnya dan mengayunkannya ke samping.

​BAM!

​Tidak ada teknik yang rumit. Lempengan besi tumpul seberat seribu kati itu menghantam kepala serigala tersebut di pertengahan udara. Terdengar suara tulang tengkorak yang hancur berkeping-keping. Monster buas itu terlempar belasan meter dan mati seketika, kepalanya rata dengan tanah sebelum sempat mengeluarkan satu lolongan pun.

​Ye Xuan berjalan santai menghampiri bangkai itu. Dengan ujung jarinya yang dilapisi Qi emas, ia membelah dada serigala itu dan mengambil sebuah kristal kecil seukuran ibu jari yang memancarkan energi angin kotor.

​"Kualitasnya terlalu rendah," gumam Ye Xuan acuh tak acuh, melempar Inti Monster tingkat satu itu ke dalam kantong kainnya seolah itu sekadar kerikil jalanan.

​Selama lima hari berikutnya, area pinggiran Hutan Binatang Buas berubah menjadi ladang pembantaian. Ye Xuan bergerak semakin dalam, meninggalkan jejak puluhan bangkai monster tingkat satu dan dua. Ia menggunakan pertarungan ini untuk membiasakan otot-otot fananya dengan berat Pedang Besi Bintang dan mengasah insting tempurnya kembali.

​Pada hari keenam, langkah Ye Xuan tiba-tiba terhenti di dekat sebuah lembah berbatu.

​Indranya yang tajam menangkap fluktuasi elemen api yang sangat pekat menguar dari celah tebing di bawahnya. Hawa panas menyapu udara, membuat dedaunan di sekitar lembah itu menjadi kering dan kemerahan.

​"Elemen api murni... fluktuasi ini berasal dari herbal tingkat fana kelas atas," mata Ye Xuan sedikit menyipit. "Mungkinkah Teratai Darah Api? Sempurna. Itu adalah material utama untuk memicu api alkimia di Dantianku."

​Ye Xuan menyembunyikan auranya sepenuhnya, bergerak seringan bulu mendekati tepi tebing. Saat ia mengintip ke dasar lembah, tebakannya terbukti benar. Di tengah genangan magma kecil yang mendidih, sekuntum bunga teratai berwarna merah darah sedang mekar sempurna, memancarkan gelombang panas yang memabukkan.

​Namun, perhatian Ye Xuan tidak terfokus pada bunga itu, melainkan pada pemandangan berdarah di sekitarnya.

​Di dasar lembah, lima mayat pria berpakaian tentara bayaran berserakan dengan kondisi mengenaskan; beberapa tubuh mereka terpotong menjadi dua. Tiga orang yang tersisa sedang bertarung mati-matian melawan seekor monster raksasa.

​Monster itu adalah Beruang Punggung Besi Bertanduk Api, monster tingkat dua puncak yang setara dengan kultivator Bintang Delapan. Sisik tebal menutupi punggungnya, dan tanduk di kepalanya menyala-nyala, terus-menerus menembakkan bola api yang membakar batu di sekitarnya menjadi lahar.

​Dari tiga orang yang tersisa, satu pria paruh baya yang merupakan kapten tentara bayaran telah kehilangan satu lengannya, sementara dua pemuda di belakangnya tampak gemetar ketakutan.

​"Kapten Lin! K-kita tidak bisa menahannya lagi! Pertahanan monster ini terlalu keras!" jerit salah satu pemuda yang mengenakan seragam biru berlogo teratai es.

​Mendengar nama "Lin" dan melihat logo di seragam itu, sudut bibir Ye Xuan yang bersembunyi di atas tebing melengkung dingin.

​Pria paruh baya yang buntung lengannya itu adalah Lin Wu, saudara dari Lin Zhentian, yang memimpin tim patroli kecil Keluarga Lin dan mengawal beberapa murid pinggiran Sekte Teratai Es. Sepertinya mereka kebetulan menemukan Teratai Darah Api ini dan serakah ingin merebutnya, namun meremehkan kekuatan beruang penjaganya.

​"Bertahanlah! Jika kita bisa membawa Teratai Darah Api ini ke Nona Xue'er di sekte, posisinya di sekte dalam akan mutlak! Keluarga Lin kita akan berjaya!" raung Lin Wu dengan mata merah, mengayunkan golok besarnya untuk menahan terkaman cakar beruang raksasa itu.

​Klang! KRAK!

​Golok baja Lin Wu patah menjadi dua saat berbenturan dengan sisik beruang tersebut. Binatang buas itu meraung marah, mengangkat cakarnya yang sebesar batu kilangan, siap meremukkan kepala Lin Wu menjadi pasta daging. Lin Wu memejamkan mata, menunggu kematian menjemputnya.

​Namun, di saat krisis tersebut, sebuah suara datar yang sedingin angin musim dingin turun dari atas tebing, bergema di seluruh lembah.

​"Keluarga Lin benar-benar penuh dengan orang-orang bodoh yang gemar membuang nyawa demi hal-hal yang tak bisa mereka genggam."

​Sebelum Lin Wu dan kedua pemuda itu bisa mencerna arah suara tersebut, sesosok bayangan melesat dari langit seperti meteor jatuh. Sebuah lempengan besi hitam raksasa turun dari udara, menebas tepat di atas cakar beruang yang hendak menghantam Lin Wu.

​DUAARRR!

​Bumi berguncang hebat. Debu dan batu-batu sebesar kepalan tangan terpental ke segala arah akibat gelombang kejut yang mengerikan. Beruang Punggung Besi yang memiliki pertahanan fisik luar biasa itu menjerit melengking. Cakarnya hancur berkeping-keping, dan tekanan besar dari tebasan itu memaksanya berlutut menghantam tanah berbatu.

​Ketika debu perlahan menipis, Lin Wu yang terduduk di tanah dengan wajah pucat pasi melihat sosok yang menyelamatkan nyawanya. Pemuda berpakaian sederhana itu berdiri dengan satu tangan bertumpu pada gagang pedang hitam raksasa yang menancap di tanah.

​Mata Lin Wu melebar hingga nyaris robek, seolah baru saja melihat hantu yang merangkak dari dasar neraka.

​"K-kau... Ye Xuan?!"

1
Marthen
menyerah akan selamat
meLawan maka akan ada patriark yang baru
Marthen
kebanggaan fana artinya kebanggaan dunia bawah bila baik ke dunia atas hanya dijadikan pengawal penjaga pintu gerbang
preeeeeetttttttt
Fajar Fathur rizky
bikin yexuan hancurkan kultivasi jianwuji bikin jianwuji jadi sampah
Marthen
up thor
sibaweh abduh
bagus sekali ceritanya thor
Marthen
up thor
Visitor8053
Ye Xuan mantap mendapatkan ilmu hebat
Marthen
sudah tgl 4....uo lagi thor 👍
Marthen
asyiiiik panggung dominasi.....
Marthen
hutan binatang buas bagi masyarakat awan ini adalah hutan kematian tetapi bagi mantan kaisar dewa ini adalah kebun binatang yg berisi hewan2 jinak preeeetttt
Marthen
jozzzzz
Marthen
kelinci percobaan beryjung tumbaL
Marthen
assl yg betul ye xuan...kata2mu ini kami tunggu di alam semesta atas sebagai inti cerita pembalasan dendam kepada mo yuan
ARay
nekat boleh, oon jangan coy... ngotak dikit dah
Fajar Fathur rizky
cepat bantai zhao ying beserta keluarganya dan klan zhao pajang mayat mereka di sekte itu
Fajar Fathur rizky
cepat bantai klan zhao sampai ke akar akarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!