Indonesia
NovelToon NovelToon
Terikat Takdir

Terikat Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Menikahi tentara / Perjodohan
Popularitas:320.8k
Nilai: 5
Nama Author: Safira

Jodoh itu rahasia Allah. Takdir juga Allah yang menentukan. Tidak ada siapapun makhluk di dunia ini yang tau selain Dia.

Alea Widya Laksono (35 tahun) dinyatakan telah sembuh usai tiga tahun menjadi pasien di rumah sakit jiwa. Di usianya yang semakin bertambah, kedua orang tuanya cemas karena jodoh tak kunjung datang untuk putri mereka.

Suatu hari Alea akhirnya pasrah untuk menerima perjodohan yang disodorkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria yang berasal dari kalangan militer. Lelaki itu bernama Mayor Prabu Rasyid Wicaksono (38 tahun) yang berstatus duda tanpa anak.

Konon kabarnya, pernikahan Mayor Prabu sebelumnya harus kandas karena masalah ranjang. Desas-desus beredar bahwa sang suami yang menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) tersebut menderita impo_ten.

Apakah benar faktanya seperti itu? Benang merah seperti apa yang pada akhirnya mengikat takdir antara Mayor Prabu dengan Alea.

Simak kisah mereka.💋
Bagian dari Novel : Permata Hatiku🍁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 - Menemui Bunda Citra

Sepanjang malam Prabu tak bisa memejamkan kedua matanya. Selain karena perkara megalodonnya yang kembali bereaksi di dekat Alea, pikirannya juga teringat jeritan Alea tentang masalah pemerko_saan.

"Apa Alea dulu kehilangan kesuciannya karena diperko_sa?" batin Prabu menduga-duga.

Sebab, ia memang tak tau persis tentang masa lalu Alea.

Prabu hanya pernah berbincang singkat dengan Bunda Citra tentang sifat Alea dan latar belakang keluarga Laksono. Bunda Citra memang tak menjelaskan secara detail tentang hilangnya kesucian Alea padanya.

Prabu tak menyalahkan Bunda Citra atau keluarga Alea, karena ia sendiri memang tak bertanya sedalam itu. Prinsip dalam hidup Prabu pun tak pernah mempermasalahkan tentang kegadisan seorang wanita. Sebagai laki-laki, Prabu juga merasa dirinya bukanlah manusia suci yang hidup tanpa dosa.

Kala itu Prabu hanya menduga Alea terkena pergaulan bebas saat masih muda dengan mantan kekasihnya sehingga kehilangan kesuciannya sebagai wanita.

Pagi harinya, Alea terlambat bangun. Jam saat ini menunjukkan pukul tujuh pagi.

Ceklek...

Derit pintu kamar utama dibuka cukup keras dan terdengar buru-buru. Terlihat Baik Sari sedang sibuk memasak di dapur.

Wanita paruh baya itu pun menoleh dan melihat penampilan Alea yang masih sama seperti tadi malam. Rambut kusut khas orang bangun tidur, baju tidur yang sama dan muka bantal.

"Bik, Mas Prabu apa sudah berangkat?" tanya Alea seraya berjalan menghampiri Bik Sari di dapur.

"Sudah, Neng. Komandan berangkat setengah jam yang lalu," jawab Bik Sari.

Alea menghela nafas beratnya. Ia begitu merasa bersalah pada Prabu.

Suami berangkat kerja tapi ia sebagai istri malah asyik tidur. Hari ini tak ada acara menyiapkan seragam suami, memasak, sarapan bersama hingga membuat bekal untuk Prabu.

Alea merasa tak enak hati dengan Prabu. Walaupun kenyataannya semua itu hanya perasaan Alea saja. Bik Sari mampu membaca isi pikiran serta perasaan dari raut wajah Alea saat ini.

Bik Sari mematikan kompor sejenak dan membersihkan tangannya. Lalu, ia datang mendekat ke Alea dan merangkulnya dari samping.

"Neng Alea gak perlu merasa bersalah. Komandan sendiri yang tadi bilang ke bibik kalau beliau sengaja gak mau bangunin Neng Alea. Komandan tadi udah sarapan roti dan su_su. Katanya ada urusan penting jadi buru-buru berangkat lebih pagi," ungkap Bik Sari.

"Urusan penting?"

"Iya, Neng."

"Urusan penting apa?"

"Kalau soal itu bibik kurang tau. Mungkin ada rapat atau kunjungan mendadak dari salah seorang pejabat jadi perlu pengawalan," jawab Bik Sari.

"Neng Alea lebih baik bersih-bersih dulu terus kita sarapan. Masakan bibik sudah mau matang,"

"Makasih banyak, Bik."

"Sama-sama, Neng."

Alea akhirnya memutuskan untuk kembali masuk ke dalam kamarnya mengikuti saran dari Bik Sari.

Prabu memang sengaja tak membangunkan Alea. Dikarenakan pagi tadi Prabu melihat wajah istrinya itu penuh lelah setelah semalaman menangis ketakutan. Alhasil ia membiarkan Alea lebih lama untuk beristirahat.

☘️☘️

Pagi ini Prabu sengaja berangkat lebih awal, bukan karena urusan pekerjaan. Akan tetapi, ia ada urusan ke rumah orang tuanya. Sebenarnya hari ini Prabu dinas agak siangan.

Rumah Ayah Hendra dan Bunda Citra berada di Jakarta. Satu jam berkendara, Prabu tiba di kediaman orang tuanya tersebut.

Hal yang pertama dilakukan, Prabu langsung masuk ke dalam kamar orang tuanya. Tampak Ayah Hendra terbaring di atas brankar rumah sakit dengan selang infus dan kedua matanya masih memejam rapat.

Ya, Ayah Hendra masih dalam kondisi koma.

Awalnya Ayah Hendra yang koma dirawat di rumah sakit. Namun, baru sebulan terakhir Bunda Citra sepakat bersama Prabu memindahkan Ayah Hendra ke rumah dengan perawatan sama persis seperti di rumah sakit. Bahkan mereka sampai membayar dokter spesialis untuk memantau kondisi Ayah Hendra dan dua perawat dari rumah sakit untuk menginap di sana.

"Kondisi ayah gimana, Bun?" tanya Prabu seraya menatap dengan seksama wajah sang ayah yang berbaring di atas brankar.

"Seperti yang kamu lihat. Belum ada perubahan yang signifikan. Kita harus lebih bersabar lagi," jawab Bunda Citra seraya menghela nafas beratnya. "Tetap berdoa dan jangan putus asa," imbuhnya.

"Yah, apa kamu gak mau segera bangun? Aku udah menikah lagi. Apa ayah tak mau kenal sama menantu barumu?" pancing Prabu siapa tau sang ayah mendengar untaian kalimat dari dirinya tersebut tentang kabar pernikahan barunya bersama Alea.

"Dia cantik dan pintar. Istriku-orangnya begitu perhatian dan cocok jadi ibu rumah tangga walaupun usianya lebih muda dari aku. Mirip banget sama bunda yang jago di dapur. Hehe..." lanjut Prabu yang terus bercerita tentang Alea seraya menggenggam erat telapak tangan sang ayah yang tidak terkena saluran infus.

Setelah dirasa cukup banyak berbicara dengan sang ayah yang masih koma, Prabu memutuskan keluar kamar. Lalu, ia duduk bergabung dengan Bunda Citra di ruang keluarga.

"Katanya tadi kamu ke sini pengin ngobrol penting sama bunda. Ada apa?"

"Apa benar Bun, kalau Alea itu korban pemerko_saan?"

Bersambung...

🍁🍁🍁

1
Nena Anwar
cuacanya lagi hot ditambah baca adegan hot duh makin hot hot meledak 🔥🥵
Teh Euis Tea
waduh waduh tengari bolong baca yg lagi huhah huhah ini 🤭🤭🤭🤭🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
lanjut kak Thor 💪💪
Ariany Sudjana
di dunia nyata, ga boleh istri menyusul suami yang sedang bertugas, entah di daerah bencana atau daerah konflik. itulah konsekuensinya jadi istri anggota TNI
Ayuk Witanto
astaga panasnya 😱
Ayuk Witanto
Alea dah mulai berani nih
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵𝘬𝘦𝘶𝘯 𝘮𝘢𝘬💪
Tuti Tyastuti
𝘰𝘩𝘩𝘩 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘦𝘪𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘨𝘪" 𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘺𝘨 𝘱𝘢𝘯𝘢𝘴" 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘲 𝘴𝘶𝘬𝘢 𝘮𝘢𝘬 𝘧𝘪𝘳𝘢🤭😍
Ais
panasssssss teh fira😄😄😍😍😍🤣
Sulastri Oke86
lanjut dong kak
Maharani Rani
😍😍 lanjuttttt 🤣🤣🤣
Sugiharti Rusli
apalagi setelah beberapa bulan menahan karena kesalahpahaman yang berlarut yah, jadi deh temu kangen makin membara🔥
Sugiharti Rusli
biarpun di tempat yang terbatas dan ala kadarnya, kalo urusan begini mah sikat aja gasih mereka🤪🤪🤪
Sugiharti Rusli
hadeh isinya laki-bini yang lagi kangen" an ini sih yah🙉🙉🙉
Patrick Khan
gawat pagi2 q baca nya🤣🤣🤣🤣
mariammarife
hareudang hareudang hareudang panas panas panas,Alea nakal banget iiiiih 🤭
Ariany Sudjana
selalu senang membaca novel kehidupan anggota TNI, karena almarhum papi juga anggota TNI.
di dunia nyata, ga mungkin istri lagi hamil, menyusul suami ke daerah bencana, yang ada bukan menolong korban bencana, tapi istri yang buat susah semua orang, dan merusak fokus suami yang sedang bertugas
Nena Anwar
kasian dedek bayi mulu yg jadi alesannya 🤣
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘮𝘢𝘬💪
Tuti Tyastuti
𝘪𝘪𝘪𝘩 𝘵𝘢𝘶 𝘢𝘫𝘫 𝘮𝘢𝘬 𝘧𝘪𝘳𝘢 𝘳𝘢𝘦𝘥𝘦𝘳𝘴 𝘱𝘦𝘯 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘫𝘨 𝘢𝘭𝘦𝘢 𝘥𝘪 𝘯𝘪𝘯𝘢𝘣𝘰𝘣𝘰𝘪𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘰𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯🤭😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!