Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjerat Hati Sang Ceo Dingin

Menjerat Hati Sang Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan / Romansa
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Scrpn

Alexander "Alex" Ar-Rasyid (30 Tahun)

Seorang CEO muda yang dingin, perfeksionis, dan workaholic. Ia memegang kendali penuh atas Ar-Rasyid Group, sebuah konglomerat raksasa di bidang properti dan investasi. Baginya, pernikahan adalah bentuk kerja sama bisnis yang tidak penting, hingga sebuah perjodohan keluarga memaksa hidupnya jungkir balik.

Keisha Azalea Pramesti (25 Tahun)

Seorang fashion designer berbakat, mandiri, dan memiliki idealisme tinggi. Ia pemilik butik haute couture Azalea Label. Di balik senyum lembutnya, Keisha adalah wanita tangguh yang menolak dipandang sebelah mata dan sangat mencintai dunianya—sketsa, kain, dan jarum jahit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Scrpn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

Kamar pengantin utama di kediaman keluarga Ar-Rasyid bukanlah sekadar ruang tidur; ia adalah saksi bisu dari sejarah panjang dinasti tersebut. Langit-langitnya yang tinggi dihiasi lukisan tangan gaya Renaisans, sementara lampu gantung kristal bergaya antik memberikan cahaya temaram yang hangat dan sensual. Di tengah ruangan, sebuah ranjang king-size dengan ukiran kayu jati yang rumit dan seprai sutra berkualitas tinggi tampak seperti singgasana yang siap menyambut penghuninya.

Alexander menurunkan Keisha dengan sangat perlahan di atas ranjang. Namun, ia tidak segera melepaskan dekapannya. Pria itu menopang tubuhnya dengan kedua lengan, mengurung Keisha di antara kedua lengannya, menatap wanita itu dengan intensitas yang mampu membuat siapa pun kehilangan napas. Keisha bisa merasakan detak jantungnya berpacu seirama dengan detak jantung Alex yang kini berada begitu dekat di dadanya.

"Kau tahu, Keisha," bisik Alex, suaranya rendah, serak, dan penuh dengan emosi yang sulit didefinisikan. "Sandiwara yang kita mainkan di meja makan tadi... entah mengapa, itu mulai terasa jauh lebih nyata daripada yang seharusnya."

Keisha menatap manik mata hitam pria itu, mencari keraguan atau kebohongan, namun yang ia temukan hanyalah sebuah kejujuran yang menelanjangi. "Aku juga merasakannya. Seolah-olah, setiap tatapan posesif yang kau berikan dan setiap balasan tajam yang kulontarkan bukan lagi dilakukan karena paksaan kontrak, melainkan... karena keinginan untuk menjaga apa yang ada di antara kita."

Alex tersenyum tipis—sebuah senyuman yang tidak lagi mengandung arogansi, melainkan sebuah penerimaan yang lembut. Ia memiringkan kepalanya, perlahan mendekatkan wajahnya ke arah wajah Keisha. Jarak di antara mereka perlahan menipis, hingga hembusan napas hangat pria itu menerpa kulit wajah Keisha, membuat bulu kuduknya meremang hebat.

"Jika ini memang sandiwara, maka ini adalah pertunjukan terbaik yang pernah kulakukan seumur hidupku," bisik Alex lagi, tepat sebelum ia mempertemukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang lambat, penuh keraguan, namun berubah menjadi tuntutan yang memabukkan dalam hitungan detik.

Ciuman itu bukan sekadar formalitas. Ia sarat akan gairah yang selama ini tertahan oleh dinding-dinding ego dan kontrak yang kaku. Keisha merasakan dunianya seolah jungkir balik. Tangan Alex yang bebas menyusuri lekuk pinggangnya, menarik tubuh wanita itu semakin merapat ke arahnya, hingga tidak ada lagi jarak yang tersisa di antara mereka. Di bawah temaram cahaya kamar, di tengah rumah besar yang dihuni oleh orang-orang yang menunggu kejatuhan mereka, mereka berdua tenggelam dalam momen yang paling intim dan nyata yang pernah mereka rasakan sejak hari pernikahan mereka.

Namun, di tengah-tengah keintiman tersebut, sebuah suara ketukan pintu yang sangat keras dan tidak sabar menggema di seluruh ruangan, memecah sihir yang sedang menyelimuti mereka.

Tok! Tok! Tok!

"Alexander! Keisha! Apa kalian sudah tidur?"

Suara Bibi Nirmala terdengar nyaring dari balik pintu, penuh dengan nada penasaran yang menjengkelkan.

"Kakek meminta kalian untuk segera turun ke ruang kerja pribadinya sekarang juga. Ada masalah mendesak terkait dengan pengumuman pergantian struktur kepemimpinan perusahaan besok pagi. Ini sangat krusial!"

Alex menggeram tertahan, frustrasi yang luar biasa tampak jelas di wajahnya. Ia menarik diri dari ciuman itu dengan napas yang memburu, matanya memancarkan amarah yang tertahan karena momen mereka kembali diganggu. Keisha menarik napas panjang, mencoba merapikan pakaiannya yang sedikit kusut dengan jemari yang masih bergetar.

"Sepertinya serigala-serigala itu tidak akan membiarkan kita beristirahat dengan tenang di malam pertama di rumah ini," bisik Keisha dengan nada sarkastik, meskipun ada kilatan amarah di matanya karena gangguan yang tidak sopan tersebut.

Alex berdiri, merapikan kemejanya dengan gerakan kasar, lalu menatap pintu dengan tatapan dingin yang mematikan. "Mereka akan menyesali gangguan ini. Mari kita tunjukkan pada mereka bahwa meskipun mereka bisa mengganggu waktu pribadi kita, mereka tidak akan pernah bisa mengganggu posisi kita di puncak perusahaan."

Dengan langkah lebar dan penuh wibawa, Alex berjalan menuju pintu dan membukanya dengan sentakan yang mengejutkan Bibi Nirmala yang masih berdiri di sana.

"Katakan pada Kakek bahwa kami akan segera turun," ucap Alex dengan suara dingin yang membuat Bibi Nirmala mundur selangkah karena ketakutan. Tanpa memedulikan tatapan ingin tahu dari sang bibi, Alex menggandeng tangan Keisha dan melangkah menuju ruang kerja pribadi sang Kakek di lantai bawah.

Ruang kerja Kakek Raden di lantai bawah adalah sebuah ruangan yang dipenuhi oleh ribuan buku tua, aroma kayu cendana, dan deretan piala serta penghargaan bisnis yang diraih keluarga Ar-Rasyid selama beberapa dekade. Saat mereka masuk, Kakek Raden sedang duduk di balik meja kerja mahoni besarnya, menatap tumpukan dokumen yang tampak sangat berat.

"Duduklah," perintah Kakek Raden tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen tersebut.

Setelah mereka duduk di kursi kulit yang empuk di hadapan sang Kakek, pria tua itu meletakkan kacamata bacanya di atas meja dan menatap Alex serta Keisha dengan sorot mata yang sulit diartikan.

"Ada informasi yang baru saja masuk ke mejaku," ucap Kakek Raden dengan suara berat yang penuh beban. "Salah satu pesaing utama Ar-Rasyid Group di bidang real estat, Wijaya Corp, baru saja membeli aset tanah strategis yang selama ini menjadi target ekspansi utama kita di wilayah Bali. Dan yang lebih mencurigakan... mereka mendapatkan informasi rahasia mengenai harga penawaran kita yang seharusnya bersifat sangat rahasia."

Alex terdiam sejenak. Alisnya berkerut tajam. "Itu berarti ada kebocoran informasi dari lingkaran dalam dewan direksi, Kakek."

"Tepat sekali," jawab Kakek Raden. "Dan bukan hanya itu. Mereka berencana untuk mengajukan tuntutan hukum atas tuduhan praktik monopoli pasar yang dilakukan oleh Ar-Rasyid Group, yang mana itu akan memicu investigasi dari otoritas pengawas persaingan usaha."

Keisha yang mendengarkan dengan saksama merasa ada sesuatu yang sangat janggal di dalam pola permainan ini. "Kakek, jika boleh saya bertanya... apakah kebocoran ini terjadi setelah insiden skandal plagiarisme desain Azalea Label beberapa hari lalu?"

Kakek Raden menatap Keisha dengan tajam, seolah menguji kecerdasan wanita di hadapannya. "Ya. Tepat setelah berita skandal itu mereda."

Keisha menoleh ke arah Alex, lalu menatap Kakek Raden kembali dengan sorot mata yang penuh kalkulasi. "Ini bukan sekadar kebetulan. Skandal plagiarisme itu hanyalah sebuah pengalihan isu. Mereka sengaja menciptakan kekacauan di sektor fesyen untuk menutupi pergerakan nyata mereka di sektor real estat. Mereka ingin kita sibuk membersihkan nama perusahaan sementara mereka menguasai aset strategis di bawah hidung kita."

Alex tampak terpaku mendengar deduksi logis istrinya. Ia memutar otaknya, dan seketika itu juga, ia menyadari kebenaran dari apa yang dikatakan Keisha.

"Kakek," ucap Alex dengan nada suara yang kini terdengar sangat tegas, "Keisha benar. Kita terjebak dalam perangkap besar yang dirancang oleh mereka untuk melemahkan posisi Ar-Rasyid Group dari dua arah yang berbeda sekaligus."

Kakek Raden mengangguk perlahan. Sebuah senyuman bangga yang sangat tipis terukir di bibirnya. "Aku tahu aku tidak salah memilihkan istri untukmu, Alexander. Keisha bukan hanya memiliki lidah yang tajam, tapi dia memiliki insting strategis yang sama tajamnya."

Kakek Raden menggeser dokumen di atas meja ke arah Alex. "Kalian punya waktu sampai besok pagi untuk menyusun strategi balasan. Jika kalian berhasil menggagalkan rencana Wijaya Corp ini dan menemukan pengkhianat di dewan direksi kita, maka kursi CEO yang kau pegang akan benar-benar aman dari rongrongan siapa pun, termasuk dari keluarga besar ini."

Alex meraih dokumen tersebut dengan gerakan yang tegas. "Kami akan menyelesaikannya, Kakek."

Saat mereka berjalan keluar dari ruang kerja, suasana di koridor utama kediaman tersebut sudah kembali sunyi senyap. Namun, bagi Alex dan Keisha, malam ini bukan lagi tentang sandiwara pernikahan. Mereka baru saja melangkah ke dalam medan perang yang sesungguhnya di mana taruhannya bukan lagi sekadar nama baik, melainkan kelangsungan seluruh imperium Ar-Rasyid.

"Sepertinya malam ini kita tidak akan tidur," bisik Keisha sambil menatap tumpukan dokumen di tangan Alex.

Alex berhenti melangkah, menatap Keisha dengan senyuman yang kini terasa jauh lebih jujur dan penuh rasa hormat. Ia meraih tangan Keisha dan menggenggamnya dengan erat.

"Kita akan menghancurkan mereka, Keisha," ucap Alex dengan keyakinan yang luar biasa. "Bersama-sama."

Di bawah cahaya rembulan yang masuk melalui jendela koridor, tangan mereka yang bertautan erat menjadi satu-satunya kekuatan yang mereka miliki—sebuah persekutuan baru yang terbentuk di tengah badai intrik, siap untuk menghancurkan siapa pun yang mencoba meruntuhkan apa yang mulai mereka bangun dengan perasaan yang sesungguhnya. Mereka melangkah kembali menuju kamar, bukan untuk sekadar tidur, melainkan untuk merancang strategi yang akan mengguncang seluruh dunia korporat besok pagi.

1
Exo L
kakk tulisannya, fashion gak sih?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!