Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Genta, pemuda udik dari gunung dengan kemampuan medis legendaris, turun ke kota metropolitan untuk menikahi Kiara Prameswari, CEO cantik dan dingin dari keluarga konglomerat, sesuai wasiat gurunya. Alih-alih sambutan hangat, Genta justru dihina dan dianggap benalu oleh Kiara dan keluarganya yang tidak tahu bahwa di balik penampilannya yang lusuh, Genta didampingi oleh "Sistem Pewaris Tabib Sakti" yang memungkinkannya menyembuhkan penyakit mustahil. Terjebak dalam pernikahan politik yang dingin, Genta harus menggunakan ilmu medis magis dan bantuan sistemnya untuk menampar balik semua orang yang meremehkannya, menyelamatkan nyawa, dan membangun kekuasaannya sendiri di rimba kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Sinar matahari pagi perlahan menembus celah gorden kamar utama kediaman Prameswari.

Genta membuka matanya perlahan dan merasakan beban berat yang menindih lengan kirinya.

Kiara tertidur pulas dengan posisi memeluk lengan Genta, wajah cantiknya terlihat sangat damai dan kelelahan.

Semalaman suntuk wanita itu bersikeras menjaga Genta dan mengganti perban di lengan kanannya yang terkena goresan peluru.

"Kau tidur yang nyenyak Nona CEO, biarkan aku yang membersihkan sampah di halaman rumah kita hari ini," bisik Genta pelan.

Genta perlahan melepaskan pelukan Kiara tanpa membangunkan istrinya itu.

Dia bangkit dari ranjang, mengenakan kemeja hitam bersih, dan melangkah keluar kamar dengan tatapan mata sedingin es.

Pagi ini, Genta tidak akan pergi ke markas Prameswari Group untuk menemani istrinya bekerja.

Tujuannya hari ini hanya satu, meratakan keluarga Adhitama dengan tanah.

Satu jam kemudian, Genta sudah berdiri di depan lobi gedung pencakar langit milik Adhitama Group.

Gedung ini tidak kalah megah dari milik Kiara, menunjukkan betapa besarnya kekuasaan keluarga musuh ini di kota.

Empat satpam bertubuh besar langsung menghadang langkah Genta saat dia mencoba melewati pintu kaca otomatis.

"Hei berhenti di sana, kau mau cari mati masuk ke sini tanpa kartu identitas?!" bentak salah satu satpam kasar.

Genta tidak membuang waktu untuk berbicara dengan cecunguk rendahan.

Brak!

Genta melayangkan satu tendangan lurus tepat ke dada satpam itu hingga tubuhnya terpental menabrak pintu kaca.

Prang!

Pintu kaca tebal itu hancur berantakan menimpa tubuh satpam yang langsung pingsan seketika.

Tiga satpam lainnya terbelalak kaget dan segera mencabut tongkat listrik dari pinggang mereka.

"Serang penyusup ini!" teriak mereka bersamaan menerjang Genta.

Genta hanya menggeser tubuhnya sedikit ke samping, menghindari ayunan tongkat listrik yang menyambar udaranya.

Dua jarinya dengan cepat menekan titik saraf di bawah ketiak ketiga satpam itu secara bergantian.

Bruk! Bruk! Bruk!

Ketiga pria berotot itu langsung ambruk ke lantai seperti boneka yang talinya diputus, seluruh tubuh mereka lumpuh total.

"Terlalu lambat," gumam Genta melangkah masuk melewati lautan pecahan kaca dengan santai.

Suara alarm darurat langsung melengking nyaring ke seluruh penjuru gedung Adhitama Group.

Di lantai paling atas, di dalam ruangan Patriark yang mewah, Darmawan Adhitama sedang menyesap cerutu mahalnya.

Di seberang mejanya, Kevin Adhitama duduk dengan wajah pucat dan tubuh yang masih gemetar mengingat kejadian semalam.

"Ayah, apa pembunuh bayaran itu sudah memberikan kabar? Aku takut monster itu masih hidup," ucap Kevin menggigit kuku jarinya.

Darmawan menghembuskan asap cerutunya sambil tertawa meremehkan kepanikan anak tunggalnya.

"Tenanglah Kevin, ayah menyewa sepuluh pembunuh elit internasional dengan senjata api militer lengkap."

"Pemuda udik bernama Genta itu pasti sudah menjadi daging cincang di jalan tol sekarang."

Darmawan menepuk meja kayunya dengan penuh percaya diri.

"Setelah berita kematian suami barunya tersebar, mental Kiara pasti hancur lebur."

"Saat itulah keluarga Adhitama akan mencaplok seluruh aset Prameswari Group tanpa sisa!"

Tepat saat Darmawan sedang tertawa membayangkan kemenangannya, pintu ruangan kayunya yang tebal hancur berkeping-keping.

Brakkk!

Daun pintu seberat seratus kilogram itu terbang melayang dan menghantam meja kerja Darmawan hingga terbelah dua.

"Sayang sekali Patriark Adhitama, tapi sepertinya mimpimu itu harus kubawa ke neraka pagi ini," ucap sebuah suara yang sangat tenang dari ambang pintu.

Kevin menoleh dan matanya langsung melotot seakan melihat hantu yang bangkit dari kubur.

"Genta! Bagaimana mungkin kau masih hidup?!" jerit Kevin histeris hingga jatuh dari kursinya.

Genta melangkah masuk ke dalam ruangan itu, membersihkan sedikit debu dari lengan kemejanya.

"Sepuluh anjing suruhanmu itu sedang menangis di rumah sakit sekarang dengan tulang yang hancur berantakan."

"Aku datang ke sini untuk mengantarkan tagihan biaya pengobatan mereka langsung padamu, Darmawan."

Wajah Darmawan memerah padam, dia membuang cerutunya dan menekan tombol darurat di bawah mejanya yang hancur.

"Kau benar-benar punya nyali sebesar gunung berani datang ke markas utamaku sendirian pemuda sombong!" bentak Darmawan murka.

"Pengawal elit! Masuk dan bunuh bajingan ini sekarang juga!"

Hanya dalam hitungan detik, puluhan pria berseragam hitam berhamburan masuk dari pintu darurat dan lorong luar.

Mereka semua membawa pedang panjang dan tongkat pemukul baja, mengepung Genta dari segala arah.

"Cincang dia sampai hancur! Aku akan memberi hadiah sepuluh miliar bagi yang bisa membawa kepalanya padaku!" teriak Darmawan memberi perintah pembantaian.

Puluhan pengawal itu langsung berteriak beringas dan menerjang maju ke arah Genta secara bersamaan.

Kevin tertawa gila dari sudut ruangan, merasa nyawanya kembali aman.

"Mati kau Genta! Kau tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari kepungan lima puluh pengawal elit keluargaku!"

Namun Genta sama sekali tidak panik, dia justru tersenyum miring melihat segerombolan semut yang mencoba menggigit naga.

[Teknik Pukulan Penghancur Tulang Level 1 diaktifkan penuh.]

[Mata Surgawi memindai titik kelemahan struktur tulang musuh.]

1
yani
💕💞💕
pricilia
🥰🥰
Anton barly
🥰🥰🥳🥳
fitri
/Gift//Gift//Gift//Gift//Gift/
Antoni gergio
💞💞💞💞💞
Angel
🌹🌹🌹🥰🥰🥰
Shinta geol
❤❤❤❤
clara
andai di dunia nyata ada🥹
Jamrud Khatulistiwa
sistem sangat pelit, setiap misi tdk sda hadiah
Jamrud Khatulistiwa
sistim tdk pernah memberi tahu hadiah yg diberikan
Jamrud Khatulistiwa
murid orang sakti mendapat sistem
Gege
katanya diawal sudah belajar banyak di gunung Rinjani.. nyatanya masih bergantung sama sistem...tapi gpp biar lebih op laah MC nyaaaah .pesen 10 hareem yaa Thor...jangan lembek..🤭
Cherlly: iya kaka,judul nya aja sistem kaka,next crita ya kaka saya lagi mikir lgi biar menarik 😊😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!