Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM GACHA RAJA KULINER

SISTEM GACHA RAJA KULINER

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Galang Kurniawan, seorang pedagang makanan kecil bernasib sial yang hidupnya selalu jalan di tempat. Di malam terburuk dalam hidupnya ketika gerobaknya dihancurkan dan ia hampir menyerah, Galang tiba-tiba membangkitkan Sistem Kuliner Acak yang memaksanya berjualan di lokasi-lokasi aneh dengan hadiah gacha yang fantastis. Dimulai dari berjualan di rumah sakit, Galang harus menghadapi berbagai macam pelanggan baru, persaingan bisnis yang kotor, koki arogan yang meremehkannya, hingga tantangan memasak bahan-bahan langka dari sistem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Pak Hendra bertepuk tangan pelan menarik perhatian semua orang di ruangan tersebut.

Prok prok prok.

"Baiklah bapak dan ibu sekalian, karena pikiran kita semua sudah kembali jernih, mari kita lanjutkan rapat evaluasi ini," kata Pak Hendra dengan senyum optimis.

"Saya tiba-tiba mendapatkan solusi yang sangat bagus untuk menutupi kerugian target kita bulan ini."

Semua direktur langsung duduk tegak dan bersiap mencatat dengan semangat yang kembali menyala.

Sebelum memulai pemaparannya, Pak Hendra menatap Nadia dengan pandangan bangga.

"Nadia, inisiatifmu membawa makanan ajaib ini telah menyelamatkan perusahaan kita dari kehancuran mental hari ini," puji Pak Hendra.

"Mulai bulan depan, kamu saya promosikan menjadi Kepala Divisi Umum dengan kenaikan gaji dua kali lipat."

Mata Nadia membulat sempurna mendengar keputusan sepihak dari bos besarnya itu.

"Bapak serius? Terima kasih banyak Pak Hendra!" seru Nadia membungkuk berkali-kali saking senangnya.

Pak Hendra kemudian beralih menatap Galang yang masih berdiri tenang.

"Dan untukmu anak muda, mulai sekarang perusahaan kami akan menjadikanmu vendor katering resmi untuk setiap rapat besar," tawar Pak Hendra.

"Silakan urus sisa pembayarannya dengan bagian keuangan di lantai bawah, dan saya tambahkan tip dua juta rupiah atas keberanianmu."

Galang tersenyum lebar mendengar tawaran kontrak yang luar biasa menguntungkan itu.

"Terima kasih banyak atas kepercayaannya Pak Direktur, saya tidak akan mengecewakan perusahaan Bapak," jawab Galang tegas.

Setelah urusan di ruang rapat selesai, Galang dan Nadia berjalan keluar menuju lift dengan langkah yang sangat ringan.

"Aku tidak tahu harus berterima kasih dengan cara apa lagi padamu Mas Galang," ucap Nadia saat mereka sudah berada di dalam lift.

"Gara-gara kamu, aku bukan cuma lolos dari pemecatan, tapi malah naik jabatan."

Galang tertawa kecil melihat ekspresi wajah Nadia yang masih terlihat seperti orang bermimpi.

"Kita impas Mbak, tanpa uang muka dari Mbak Nadia, saya juga tidak mungkin bisa belanja bahan baku semahal ini," balas Galang.

Nadia mengeluarkan sebuah amplop tebal dari dalam tas kerjanya dan menyerahkannya pada Galang.

"Ini sisa pembayaran kateringmu ditambah bonus dari Pak Hendra tadi, totalnya jadi tiga juta tujuh ratus lima puluh ribu," jelas Nadia.

Galang menerima amplop itu dan langsung memasukkannya ke dalam tas selempangnya.

Uang tunai di tangannya kini semakin menumpuk, membuka jalan menuju impiannya membangun kedai permanen.

Sesampainya di lobi, kedua petugas keamanan yang tadi sempat mengusir Galang kini menunduk hormat dengan wajah pucat.

Mereka sudah mendengar kabar dari resepsionis bahwa pemuda gerobakan ini baru saja dipuji habis-habisan oleh Direktur Utama.

Galang hanya mengangguk pelan melewati mereka tanpa berniat membalas dendam sama sekali.

Brum.

Galang memacu motor gerobaknya menembus jalanan kota untuk kembali ke kamar kosnya.

Begitu sampai di kosan, rasa lelah yang sejak tadi ditahannya langsung menyerang tubuhnya secara brutal.

Efek buff stamina dari nasi gorengnya semalam akhirnya benar-benar habis total.

Galang menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur lipat tanpa sempat melepas kemeja hitamnya.

"Hari yang sangat gila, tapi semuanya sepadan," gumam Galang dengan mata setengah terpejam.

Tepat saat kesadarannya hampir menghilang ditelan rasa kantuk, suara mekanis sistem kembali berdentang di dalam kepalanya.

DING.

Layar biru transparan muncul paksa di depan wajah Galang yang sudah memejamkan mata.

[Misi Mingguan Keempat Tersedia.]

Galang mengerang malas namun terpaksa membuka satu matanya untuk membaca tulisan di layar tersebut.

[Tugas: Berjualan Sup Ayam Penghangat Jiwa sebanyak 200 porsi berturut-turut.]

[Lokasi: Area Gerbang Belakang Universitas Nusantara.]

[Batas Waktu: Besok mulai pukul 08.00 pagi hingga 16.00 sore.]

[Syarat Tambahan: Host dilarang mematok harga jual. Biarkan pelanggan membayar seikhlasnya setelah memakan sup ayam buatan Host.]

Galang langsung terbangun dari posisi berbaringnya dan menatap layar itu dengan raut wajah sangat tidak terima.

"Sistem, kamu bercanda ya?" protes Galang dengan suara serak.

"Area kampus itu isinya mahasiswa yang hidupnya pas-pasan, kalau kusuruh bayar seikhlasnya, aku bisa rugi bandar!"

Sistem sama sekali tidak merespon protes Galang dan terus menampilkan sisa tulisan di layarnya.

[Hadiah: Uang Tunai Rp 15.000.000 dan Satu Set Pisau Masak Legendaris.]

[Hukuman jika gagal: Host akan kehilangan kemampuan merasakan rasa asin dan manis seumur hidup.]

Galang menelan ludahnya membaca hukuman kejam yang kembali mengancam karir kulinernya.

Kehilangan indera pengecap adalah akhir dari segalanya bagi seorang koki.

"Baiklah sistem, kau menang lagi kali ini," gumam Galang pasrah sambil mengusap wajahnya yang kuyu.

Ia harus memutar otak bagaimana caranya menjual sup ayam berbahan mahal kepada mahasiswa namun tetap bisa mendapatkan keuntungan.

Atau setidaknya, bagaimana caranya agar ia tidak terlalu rugi jika banyak mahasiswa yang membayar dengan koin recehan.

Galang menarik selimutnya dan langsung terlelap karena tidak kuat lagi menahan kantuk.

Besok adalah hari baru dengan tantangan yang sama sekali berbeda di lingkungan kampus yang penuh dengan drama anak muda.

1
Dhewa Shaied
lanjut thor
Khalita Aazahra
lanjut
Wega Luna
perlu dicoba tuh ,,,aku suka daging bekicot yg disalah itu waktu hamil dulu bisa habis 10 tusuk langsung makan , berarti nasi goreng ala seafood yh
Nissa Safira: Bener juga sih... ayam lebih mahal dari bekicot 🤣 Oke deal, nanti kalau Galang bagi resep Nasi Goreng Bekicot aku share di sini. Mbak yang pertama cobain di rumah ya, kabarin kalau bocil-bocil pada ketagihan🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!