Indonesia
NovelToon NovelToon
RNG Absolut: Dari Pecundang Jadi Legenda

RNG Absolut: Dari Pecundang Jadi Legenda

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Anime / Game / Slice of Life
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: webnakama

Kurosawa Kaito adalah pria paling sial di seluruh Jepang bukan kiasan, itu fakta yang bisa dibuktikan lewat statistik. Payung selalu ketinggalan pas hujan deras, promosi kerja direbut orang lain di detik terakhir, bahkan mesin ATM pernah menelan kartunya di hari gajian.

Semua berubah saat sahabatnya memaksanya mencoba Aeon Requiem, VRMMORPG full-dive terbaru yang sedang jadi fenomena dunia. Saat membuat karakter, Kaito yang selama ini terlalu sial untuk berharap apa pun asal memasukkan seluruh poin stat awal ke satu parameter yang paling sering diabaikan pemain lain: Luck (Keberuntungan).

Yang tidak ia sangka: sistem game ini menghitung keberuntungan bukan sebagai angka kosmetik, tapi sebagai variabel nyata yang memengaruhi drop rate, critical hit, event tersembunyi, bahkan takdir NPC. Seorang pemain yang di dunia nyata tidak pernah menang undian apa pun, kini menjadi satu-satunya orang yang ditakdirkan untuk selalu beruntung di dunia yang bukan dunia nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon webnakama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24 — Retakan di Langit

Siang itu di tengah jam kerja, dunia Aeon Requiem diguncang sama sesuatu yang, menurut forum yang langsung Kaito buka begitu istirahat makan siang, belum pernah kejadian sejak game ini rilis.

Notifikasi darurat sistem muncul serentak ke seluruh pemain di server Jepang, bahkan katanya nyampe ke server lain juga.

PERINGATAN SISTEM GLOBAL World Event Terdeteksi: "Retakan Fortuna" Sebuah anomali langka telah terbuka di wilayah Dataran Senja. Seluruh guild dan pemain independen diundang untuk berpartisipasi dalam penyegelan sebelum dampaknya meluas ke seluruh server.

Kaito baca notifikasi itu berkali-kali, ngerasa nama "Retakan Fortuna" itu kayaknya bukan kebetulan. Dia natap layar HP-nya di meja kantor, ngerasa was-was yang aneh ngeliat kata "Fortuna" muncul di notifikasi resmi sistem, terlalu mirip sama nama guild mereka sendiri buat dianggep kebetulan biasa.

Sisa jam kerja itu berjalan lambat banget buat Kaito, pikirannya udah sepenuhnya melayang ke dunia game, nggak sabar buat pulang dan nyari tau lebih lanjut soal apa yang sebenernya lagi kejadian.

Malemnya begitu login, dia langsung disambut Amagi yang udah nunggu di markas dengan wajah lebih serius dari biasanya, layar data di depannya penuh sama grafik dan analisis yang keliatan udah dia susun berjam-jam.

"Ini besar, World Event kayak gini cuma tercatat terjadi dua kali sepanjang sejarah game ini, dan keduanya kejadian bertahun-tahun lalu, di server yang beda. Menurut dokumentasi lama yang gue temuin, event ini cuma bisa terpicu kalo ada akumulasi 'variabel keberuntungan' di server yang ngelewatin ambang batas tertentu." kata Amagi langsung ke inti.

Rin yang berdiri di sampingnya, natap Kaito dengan ekspresi yang udah bisa ditebak. "Kaito."

"Gue tau, ini gara-gara gue lagi, kan?" kata Kaito, ngerasa perutnya mules.

"Nggak sepenuhnya gara-gara lo, tapi kontribusi lo kemungkinan besar jadi salah satu faktor utama yang bikin ambang batas itu kelewatan. Anggep aja lo salah satu 'katalis' yang bikin ini kejadian lebih cepat dari yang seharusnya." kata Amagi.

Souma yang dari tadi diem sambil ngecek peta, nyeletuk. "Jadi kita mau ikutan apa gimana? Soalnya kayaknya bakal rame banget, semua guild bakal turun ke sana."

"Kita harus ikut, kalo ini beneran ada hubungannya sama Kaito, kita perlu tau apa yang bakal kejadian dari deket, bukan cuma denger cerita orang lain." kata Rin tegas.

Mei yang dari tadi diem sambil nyiapin potion dalam jumlah besar, nyeletuk pelan. "Aku bawa persediaan dua kali lipat dari biasanya. Feeling aku bilang kita bakal butuh banget nanti."

Dataran Senja, begitu mereka nyampe udah berubah drastis dari yang Kaito bayangin, langit yang biasanya oranye lembut sekarang retak kayak kaca, nunjukin kilatan cahaya ungu dari celah-celahnya, dan di tengah dataran itu, sebuah retakan raksasa mengambang di udara, ngeluarin monster-monster aneh yang nggak pernah Kaito liat sebelumnya.

Ratusan pemain udah berkumpul di sana, dari berbagai guild, semuanya siap tempur dengan formasi masing-masing. Kaito bahkan bisa liat beberapa banner guild besar yang dia kenal namanya dari forum, termasuk banner putih dengan lambang Absolute Zero yang berkibar nggak jauh dari posisi mereka.

"Rame banget," gumam Mei, matanya melebar ngeliat lautan pemain yang berkumpul.

Sebuah panel besar muncul di atas dataran, nunjukin instruksi event:

FASE 1: Bertahan dari gelombang monster selama 15 menit.

FASE 2: Kumpulkan Fragmen Cahaya dari monster elit untuk melemahkan inti retakan.

FASE 3: Serang inti retakan bersama-sama sebelum waktu habis.

"Kedengerannya kayak raid besar-besaran," kata Souma, ngangkat perisainya.

Nggak lama setelah instruksi itu muncul, monster mulai keluar dari retakan, gerombolan besar makhluk berwarna ungu kehitaman, bentuknya campuran antara serigala dan burung, gerakannya cepat dan agresif.

Pertarungan pun pecah di seluruh dataran. Kaito, Rin, Souma, dan Mei ngambil posisi bareng beberapa pemain independen lain yang kebetulan ada di deket mereka, bertahan sekuat tenaga ngelawan gelombang demi gelombang monster yang terus dateng.

Souma sesuai kebiasaannya langsung ngambil posisi depan, nahan serangan dari beberapa monster sekaligus sementara pemain-pemain lain di sekitarnya mulai ngikutin formasi yang dia bentuk secara nggak sengaja. "Kalo ada yang HP-nya kritis, mundur ke belakang gue!" teriaknya, cukup keras buat kedengeran sama pemain asing di sekitar mereka juga.

Mei langsung ngambil peran itu serius, heal-nya nggak cuma buat tim mereka sendiri, tapi juga buat beberapa pemain lain yang kebetulan ada dalam jangkauannya. "Awas belakang!" serunya sesekali, sambil terus ngatur ritme heal yang nggak berhenti.

Di tengah kekacauan itu, Kaito sempet liat sekilas sosok Todoroki Ren beberapa puluh meter dari posisi mereka, mimpin timnya sendiri dengan gerakan yang tegas dan terkoordinasi, jelas berpengalaman ngadepin situasi chaos kayak gini.

Fase pertama berhasil dilewatin dengan korban minimal, walau semua orang keliatan udah lumayan capek. Fase kedua dimulai, dan kali ini mereka harus mburu monster elit yang muncul acak di seluruh dataran, masing-masing ngasih Fragmen Cahaya kalo berhasil dikalahin.

Fortune's Eye Kaito jadi berguna banget di fase ini, dia bisa nunjuk lokasi monster elit dari jarak jauh, ngasih timnya keunggulan buat gerak lebih cepat dari kebanyakan pemain lain yang masih nyari-nyari secara acak.

"Kanan, sekitar dua ratus meter!" seru Kaito, nunjuk arah yang keliatan lewat sudut pandang khususnya.

Mereka lari ke arah itu, dan berhasil ngalahin monster elit itu bareng-bareng sebelum kelompok lain sempet nyampe duluan. Pola itu berulang beberapa kali, Kaito nunjuk arah, mereka berempat lari secepat mungkin, dan hampir selalu berhasil ngalahin target sebelum pemain lain sadar monster itu bahkan ada di sana.

"Ini curang banget rasanya, tapi gue nggak akan komplain." gumam Souma di sela-sela lari dengan  napas ngos-ngosan.

"Fortune's Eye emang didesain buat gini, manfaatin aja selagi bisa." kata Rin, sambil ngelirik ke Kaito dengan senyum tipis.

Setelah beberapa kali pengulangan, tim mereka udah ngumpulin cukup banyak Fragmen Cahaya, salah satu yang tercepat di antara ratusan pemain yang ikutan event itu.

Fase ketiga dimulai, retakan raksasa di tengah dataran mulai bergetar keras, dan inti cahayanya yang ungu gelap mulai keliatan lebih jelas di tengah-tengahnya. Semua pemain dari berbagai guild mulai bergerak bareng ke arah retakan itu, ngelupain sementara rivalitas masing-masing demi tujuan yang sama.

Kaito ngeliat Todoroki Ren nggak jauh dari posisinya, keduanya sempet saling lirik sebentar.

"Kerja sama dulu buat sekarang?" tanya Ren, suaranya keliatan santai walau matanya tetep tajam.

" Yeah kita kerja sama dulu," jawab Kaito, ngangguk.

Mereka semua nyerang inti retakan itu bareng-bareng, gelombang serangan dari ratusan pemain menghantam permukaannya yang mengkilap gelap. Kaito di tengah kekacauan itu, ngerasain sesuatu yang aneh, insting yang bilang dia harus maju lebih deket, lebih deket dari yang dianggep aman.

"Kaito jangan kelewat deket!" seru Rin, tapi Kaito udah keburu maju, tangannya terulur ke arah inti yang berdenyut itu.

Begitu jarinya nyentuh permukaan inti retakan, cahaya ungu itu berubah jadi biru terang, warna yang sama persis kayak gerbang di lembah timur laut.

Seluruh dataran terdiam sesaat, dan suara familiar itu, suara si entitas bergema, kali ini bukan cuma buat Kaito, tapi kedengeran oleh setiap pemain yang ada di sana.

"Keseimbangan mulai pulih. Terima kasih, kalian yang telah berjuang bersama."

Retakan itu perlahan menutup, cahayanya meredup, dan langit yang tadinya retak kayak kaca perlahan kembali normal.

Sorak-sorai meledak di seluruh dataran, ratusan pemain merayakan keberhasilan event itu bersama-sama, terlepas dari guild mana pun mereka berasal. Souma sampe meluk pemain asing di sampingnya saking euforianya, yang dibales tawa canggung tapi tetep ikut seneng. Mei sibuk ngecek HP semua orang di sekitarnya yang sempet dia heal, mastiin nggak ada yang ketinggalan dalam kondisi kritis.

Tapi Kaito berdiri diem di tengah keramaian itu, ngerasain sesuatu yang berbeda, panel kecil muncul di sudut pandangannya, terpisah dari perayaan semua orang:

Resonansi terdeteksi: 78%

Angka itu naik drastis, jauh lebih besar dari lompatan mana pun sebelumnya. Kaito natap angka itu, ngerasa jantungnya berdetak kenceng bukan karena capek pertarungan tapi karena dia sadar, apa pun yang nunggu di ujung seratus persen itu, sekarang kerasa jauh lebih deket dari sebelumnya.

Di kejauhan, dia sempet liat Todoroki Ren natap ke arahnya sebentar sebelum berbalik pergi bareng timnya, ekspresinya nggak sepenuhnya terbaca bukan lagi permusuhan terang-terangan, tapi juga bukan sepenuhnya damai. Sesuatu yang lebih rumit dari itu, kayak seseorang yang baru aja ngeliat sesuatu yang bikin dia mikir ulang soal banyak hal.

Kaito nggak sempet mikir lebih jauh soal itu malam itu, terlalu banyak yang harus dicerna sekaligus. Tapi dia nyimpen momen itu di kepalanya, firasat samar kalo hubungan mereka berdua, entah bakal jadi rival abadi atau sesuatu yang lain, belum sepenuhnya selesai.

1
Zyren Vale
ikut meramaikan 🔥
Zyren Vale
kena kutukan nih
Zyren Vale
inti bumi kah
Tio Buki
Hadiah untukmu thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Semangat ya thor🙏👍💪
Tio Buki
Lanjut
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Mampir gan👍👍👍👍
Tio Buki
Hadiah untukmu thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Ngak tau saya, yang hanya buang buang waktu saja
Tio Buki
Mungkin nama spesial
Tio Buki
Apa itu
Tio Buki
Tidak mengapa
Tio Buki
Bumi ya
Tio Buki
Siapakah dia
Tio Buki
Wow
Tio Buki
Seberapa jau kah
the virtuso
saling support yah thor👍
Giooooo
Keren ceritanya thorku 💪
Author Melda
salah suport kak mampir yah ke novel ak KKN DESA MATI👍
Author Melda: terimakasih kak👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!