Indonesia
NovelToon NovelToon
Garis Dua Dari Sang Profesor (New)

Garis Dua Dari Sang Profesor (New)

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Pernikahan Kilat / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: queen_

"Saya tidak menyuruh kamu periksa kehamilan sekarang, Asya. Tapi kalau sampai 'pasukan' saya di dalam sana demo, jangan harap kamu bisa wisuda tanpa memakai nama belakang saya."

Asya, mahasiswi Arsitektur paling bar-bar. melihat di depan matanya sendiri, dimana Raka mengkhianatinya. Tanpa pikir panjang, Asyara minum terlalu banyak dan berakhir mabuk—sampai tanpa sengaja menarik seorang dan menciumnya hingga mereka menghabiskan malam bersama—Aksa, dosennya sendiri.

Asya berusaha lari, tapi Aksa bukan pria yang mudah melepaskan mangsanya. Dengan kekuasaan dan kecerdasannya, Aksa mengunci Asya dalam ribuan revisi skripsi hanya agar bisa memantau perkembangan "pasukan kecebongnya" di rahim Asya setiap hari.

Di tengah kejaran revisi, teror mantan pacar, dan kelakuan kompor Celine, Asya harus memilih: Lulus sebagai Sarjana atau menyerah menjadi Nyonya Profesor?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon queen_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teror Sang Pelakor

...Selamat Membaca...

...♡♡♡♡♡♡♡♡♡...

  Malam itu angin berhembus pelan. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Di dalam kamarnya, Asyara masih duduk tegak di kursi belajarnya. Di depannya, laptop menyala dengan lembaran skripsi di atas meja. Jari-jemarinya sibuk menari-nari di atas keyboard. Kata demi kata mulai terbentuk di sana.

 Sudah hampir dua jam ia masih berkutat dengan laptopnya sendiri. Mengetik lalu menghapus lagi. Helaan nafas kesal berulang kali ia keluarkan dari mulutnya. Sejujurnya, Asyara tak fokus.

 Asyara masih saja memikirkan mengenai tanda-tanda kehamilan pada dirinya. Apalagi perkara mangga muda dan kedondong di restoran kemarin. Ditambah dengan menstruasinya yang saat ini belum juga muncul.

 “Ck!” decaknya pelan, “Gue cuma stress kan? Makanya telat datang bulan?”

 Bug!

 Spontan Asyara menoleh ke sumber suara, arah balkon. Ia menunggu sebentar, suara itu hilang. Lalu ia kembali fokus menatap laptopnya yang menampilkan kursor yang berkedip. Baru saja akan kembali mengetik, suara itu kembali.

 bug!

 Asyara menghela nafas kesal. Siapa yang mengganggunya malam-malam begini? Dan dengan cara seperti ini? Tidak tahukah dia bahwa Asyara tengah pusing memikirkan dirinya sendiri? Ditambah lagi dengan skripsinya yang tidak selesai-selesai.

 “Siapa sih?!” Dengan perasaan kesal Asyara melangkah menuju balkon kamarnya. Ia menggeser tirai dengan kasar, nihil.

Tidak ada siapapun.

 Tepat saat ingin menutup tirainya, Sesuatu di lantai membuat Asyara mengernyit. Sebuah kotak berwarna merah dengan pita hitam, ukuran sedang—berada tepat di depan pintu kaca balkon kamarnya.

 “Apa itu?” gumam Asyara. Dengan rasa penasaran, Asyara membuka pintu kaca balkonnya. Lalu mengambil kotak itu. Ia melihat ke sekelilingnya, tidak ada siapapun. Lalu siapa yang meletakkannya?

 Asyara kembali memasuki kamarnya sambil membawa kotak itu. Setelah memastikan pintu balkon dan tirai tertutup, ia naik ke atas kasur. Asyara menatap kotak itu dengan mata memicing curiga, namun sayangnya rasa penasarannya lebih besar.

 Perlahan-lahan Asyara membuka kotak itu. Tangannya menarik pita itu pelan-pelan, lalu membuka tutup kotaknya. Matanya membelalak melihat isi di dalamnya. Di dalamnya, terdapat beberapa lembar foto Asyara yang mencium Aksa, Asyara yang memeluk Aksa dan keduanya yang memasuki kamar hotel bersamaan.

 “Sialan, kurang kerjaan banget yang ngirimin gue beginian!” kesal Asyara. Panik memang, namun ia lebih kesal karena ternyata ada yang melihatnya. Jelas saja ia merasa malu.

Tiba-tiba,

ting!

Asyara mengambil ponselnya. Sebuah notifikasi dari nomor tak dikenal mengirimkan pesan. Ia langsung membuka room chatnya.

Gimana hadiah dari gue?

Lo suka, kan?

Nyatanya lo sama Raka sama aja kan?

Gue tau lo ada di hotel itu, Asyara!

Gimana kalau itu kesebar?

Asyara mengerutkan keningnya. Satu nama langsung muncul di kepalanya–Sena. Pasti perempuan itu yang mengirimkan ini. Terlebih saat acar itu, Hanya Sena dan Raka-lah yang merupakan mahasiswa karena Raka sendiri hadir untuk mewakilkan papanya.

“Sena! Lo bener-bener bangunin jiwa setan gue!” geram Asyara.

Sambil emosi, Asyara merobek-robek semua lembar foto itu menjadi kepingan-kepingan kecil. Ia kembali memasukkan foto itu ke dalam kotak lalu membuangnya ke tong sampah di kamarnya.

...♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡...

“Maksud lo apa? Lo ngancem gue?!” tanya Asyara dengan nada tinggi tertahan.

Siang itu Asyara dan Sena berada di taman belakang kampus. Asyara langsung mendatangi Sena dan menarik gadis itu ke taman belakang. Untuk apa? Tentu melabrak gadis itu. Oh ayolah, Asyara bukan perempuan yang akan diam jika sudah di ganggu.

 “Kenapa? Lo takut kak?” tanya Sena tersenyum miring. Ia melipat tangannya di dada, menatap Asyara dengan angkuh. “Nyatanya lo sama Raka itu sama aja kak.”

 “Beda,” balas Asyara cepat dan tegas. “Jangan samain gue sama Raka! Gue sama dia jelas beda! Dia dan lo,” tunjuk Asyara pada Sena, “Selingkuh, waktu Raka ada hubungan sama gue. Dan jelas, kalian ngelakuin itu di belakang gue. Sedangkan gue, posisinya gue mabuk dan minuman yang gue minum ada obatnya…oh.. atau jangan-jangan… obat di minuman itu…?”

 Sena tertawa pelan. “Iya, memang gue. Kenapa?”

 Giliran Asyara yang tertawa, “Nggak kaget sih gue. Lo kan memang di luar nalar, alias gila,” ucap Asyara menyeringai.

 “Anjing lo! Sialan lo Asyara!” pekik Sena.

Asyara menghela nafas kesal. Jujur saja ia muak berlama-lama dengan Sena. Apalagi gadis itu seolah tak merasa bersalah-salah. Tapi tanpa Sena tahu, Asyara diam-diam menyalakan rekaman suara pada ponselnya.

 “Mau lo sebenarnya apa sih Sen? Raka? Lo udah dapetin dia. Gue udah putus hubungan sama laki-laki bajingan itu? terus kenapa lo masih gangguin gue? Sampe ngirim foto-foto nggak jelas buat neror gue?” tanya Asyara beruntun.

Mendengar pertanyaan Asyara, tangan Sena mengepal. Ia menatap tajam dan penuh kebencian ke arah Asyara. “Diem lo! Lo nggak ngerti! Gue… gue mau lo hancur! Gue mau lo kehilangan segala yang lo miliki Asyara! Gue bakal rebut semuanya.”

Hal itu tentu membuat Asyara semakin bingung. Kerutan tipis tercetak jelas di keningnya. Dari ucapan Sena, ia bisa menebak jika gadis di depannya ini begitu membencinya sampai menerornya.

“Gue nggak ngerti sama lo. Gue nggak tau salah gue apa sama lo, sampe lo ngusik gue segitunya. Seharusnya lo nggak perlu segitunya kalau memang cuma karena lo suka sama Raka, Sen. Gue udah putus sama dia, jadi stop! Stop, ganggu gue!” tegas Asyara menatap Sena.

 Setelah mengucapkan hal itu, Asyara pun pergi dari hadapan Sena. Meninggalkan gadis itu dengan tangan yang masih mengepal, dan menatap punggung Asyara dengan tatapan semakin benci.

 “Sialan! Dengan gampangnya lo ngomong gitu?! Memang bukan lo Asyara, tapi lo… harus menanggung dosa dari mereka yang ngehancurin gue dan orang tersayang gue!” desis Sena.

 “Tunggu pembalasan gue selanjutnya Asyara!”

...♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡...

Di koridor menuju parkiran Asyara bertemu dengan Celine dan Rayna. Wajah keduanya terlihat begitu khawatir dan menghampiri Asyara dengan tergesa-gesa.

 Celine langsung memutari tubuh Asyara, memastikan bahwa Asyara aman. Sementara Rayna? Gadis itu langsung merebut tas di bahu Asyara, dan memegangnya. Ditambah pula Rayna menunjukkan cengirannya yang membuat Asyara semakin kesal.

 “Ngapain lagi berdua? Ngapain tas gue dibawain sih?” kesal Asyara.

 “Ya biar lo nggak kecapekan Sya. Biar lo tetap bugar dan sehat,” jawab Celine tersenyum bangga.

 “Kalau gue, ya karena di suruh Celine,” jawab Rayna santai.

 Celine melotot mendengar jawaban polos Rayna. Ia langsung memelototi gadis itu, mengkode agar Rayna jangan membocorkan semuanya. “Diem! Jangan bilang ke Asya!” ucap Celine berbisik.

 Rayna mengangguk, “Oke,” balasnya tanpa suara juga.

 Asyara? Jangan ditanyakan lagi bagaimana ekspresinya. Ia berdiri di antara keduanya. Bagaimana bisa kedua gadis itu dengan bodohnya berbisik. Tidak pun mendengar misalnya, Asyara tentu tahu maksud keduanya,

 “Udah bisik-bisiknya? Kok nggak sekalian di telinga gue aja, hah?” semprot Asyara galak.

 Celine pun nyengir diikuti Rayna dengan ekspresi polosnya. Ia memeluk lengan Asyara manja, “Jangan marah-marah dong mama Asya…”

 “Iya mama Asya, kita kan cuma mau bantu,” tambah Rayna.

 Celine dan Asyara saling tatap, lalu menatap Rayna serius. “Lo tau?!” tanya keduanya.

 “Apa?”

 Asyara menghela nafas, antara lega dan kesal setengah mati. “terus kenapa lo nyebut gue mama, Rayna?” tanya Asyara geram.

 “Ya… kan ngikutin Celine,” jawab Rayna dengan wajah polosnya.

 “RAYNA!”

...♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡...

1
Enz99
bagus
Muft Smoker
Lanjuuut kak ,,
beybi T.Halim
very..very...romantis laa
beybi T.Halim
dah habis aja...seru seru romantis..,yaa gini klo punya suami spek daddy dimanjain terua yaa asyaraa😁👍
Hosniyah Niyah
mantap Thor lanjut ❤❤❤😘😘😘👍👍👌👌👌💞💞💞
vj'z tri
idihh papa genit suka godain mama akuuu jadi iri mau di goda juga /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
dimakan dan dimana jauh atuh KK author /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Puutrh_: udah aku benerin ya beb, lagi review sistem😭
total 2 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
hai guys siap siap kondangan ini kita /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tapi btw di undang ga ni 😅😅
vj'z tri
selamat pemikiran anda salah besar /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
serangan balasan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
kalau semua kartu ke buka w mau tau reaksi lu dengan laki lu /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/kalian ber2 mendukung ternyata
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ pacar ku juga pacar papa ku
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/entah harus menangis atau tertawa punya bodyguard model rayna
vj'z tri
lagi seru seru nya iklan lewat /Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ buaya di kadalin ternyata cucok meong sena kawan dengan melani
vj'z tri
paraaaa pembacaaaaaaa ibu ibu kk KK semuaaaanyaaa jangan heran kalau asyara ada bodyguard 1 galak polos yang 1 ceriwis maafkanlahhhh asekkkk💃💃💃💃
vj'z tri
ya pasti gak DA yang mau ...kan udah di komando komandan taksi gak boleh lewat /Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!