Olivia Kania Smith mati dengan tragis ditangan adik angkatnya.
Olivia tidak tahu selama ini, kenapa keluarga kandungnya begitu sangat membencinya, dan bahkan juga teman-temannya sangat membencinya.
Mereka lebih percaya, dan perhatian kepada adik angkat Olivia.
Hingga pada detik terakhir Olivia akan mati, barulah ia tahu kenapa semua orang sangat membencinya.
Suara hati adik angkatnya dapat didengar semua orang, kecuali dia!
Siapa sangka, setelah kematian tragisnya, ia dapat mengulang kembali kehidupannya, dan dapat mendengar suara hati adik angkatnya.
Bagaimana sikap Olivia menghadapi keluarga kandungnya, setelah kehidupan ke duanya untuk membalas sakit hatinya pada kehidupan sebelumnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20.
Dengan suara yang selalu ia buat ketakutan melihat Olivia, Lydia pun membantah apa yang dikatakan Olivia mengenai sikapnya memanfaatkan semua orang.
"Bukan! tidak! aku tidak melakukannya!!" ucapnya panik dengan suara yang terdengar nyaris menangis, "Aku tidak melakukan apa pun!!"
( Kenapa kak Olivia selalu salah paham padaku? aku kan hanya ingin dekat dengannya! ingin jadi satu keluarga yang sebenarnya! )
Keributan dalam kelas itu, membuat seseorang dari antara kerumunan di pintu kelas yang melihat pertengkaran dalam kelas itu, menerobos masuk ke dalam kelas.
Ia langsung melindungi Lydia, dengan merentangkan lengannya mencegah Olivia memukul Lydia.
Olivia memandang siswa itu, dengan tatapan tidak percaya sembari tersenyum melihat siapa siswa itu.
"Olivia! mau keterlaluan! memang Lydia anak angkat keluarga Smith, tapi dia baik dan lembut hati! kenapa kau bisa begitu tega membullynya!!!"
"Danish??" mata Olivia lekat memandang siswa itu.
Olivia melipat lengannya ke dada, lalu melangkah mendekati dan mengamati siswa berkaca mata itu.
"Bukankah ini laki-laki kampung, yang mukanya polos, dan kelihatan jujur? padahal hatinya sangat licik!!"
Olivia mendekatkan wajahnya memandang mata Danish dengan tajam, saat ia mengatakan kalimat terakhirnya.
Olivia kemudian membalikkan tubuhnya sembari berpikir mengingat, kalau Danish sepertinya memiliki sesuatu, yang harus berterimakasih kepadanya.
Olivia duduk bersandar di tepi meja, lalu memandang ke arah Danish.
"Kalau kau tidak muncul barusan, aku sudah hampir lupa denganmu! kalau tidak salah, uang jajan kuliahmu, kau pinjam dari ku, kan?!"
Danish seketika menjadi gugup mendengar apa yang dikatakan Olivia, dengan raut wajah yang tadi garang menjadi menciut.
"Aku... !"
"Aku apa, Hah?!!" sentak Olivia dengan kencang, "Uang jajan saja kau pinjam dari ku, berani sekali kau marah-marah samaku!!" mata Olivia begitu tajam memandang Danish yang tidak dapat berkata-kata.
"Kau pikir aku Olivia Kania, bisa begitu mudah kau bodohi, Hah?!!" sambung Olivia menyembur Danish, dengan mata yang semakin tajam memandang Danish.
Danish memalingkan wajahnya tidak berani membalas tatapan mata tajam Olivia, dan ia menjadi malu membenarkan kaca matanya mendengar bisikan beberapa siswa siswi.
"Astaga! parah! anak kampung itu, sombong sekali tadi bicara!"
"Iya! aku baru tahu, ternyata seperti begitu dia orangnya!"
"Sudah pinjam uang, tapi tidak dikembalikan!"
"Suaramu bisa dipelankan sedikit, kenapa?" dengan suara pelan Danish menegur Olivia, agar tidak membuka rahasianya yang tidak diketahui orang lain.
"Aku memang pinjam uang sama kamu, tapi apa hubungannya dengan membully Lydia?" sambung Danish lagi dengan suara pelan.
Sembari merasa malu Danish melirik Olivia.
"Kalau kamu tidak suka suaraku terdengar kencang, kamu itu jangan sok jadi penjaga Lydia! kau terus melindunginya, kayak anjing penjaga!" Olivia menunjuk ke arah Lydia.
Melanie tampak berdiri di samping Lydia, memegang lengan Lydia dengan penuh perhatian melindungi Lydia.
Lydia menggelengkan kepalanya melihat jari telunjuk Olivia mengacung padanya, membuatnya meraih ujung baju Danish, dan menariknya pelan dengan wajah yang cemas.
Danish menoleh melihat Lydia yang menciut takut, terlihat sangat kasihan membuat ia merasa iba kepada Lydia.
"Kau mau membelanya? baik!" Olivia menganggukkan kepalanya, "Kembali kan dulu uangku!"
"Kenapa kamu bicara soal uang terus? kamu sendiri kan tahu, aku ini seperti apa, Olivia? keluargaku bukanlah orang kaya! kamu pikir baik-baik, bagaimana aku mengembalikan uangmu!!"
Olivia mengangkat tangannya, tidak merasa kasihan dengan penjelasan Danish, "Jangan cari alasan lagi kamu! kamu mau membela Lydia, hanya ingin mengalihkan perhatianku saja, kan?!"
Olivia menoleh memandang Danish, "Bagus! kamu berhasil!!"
Olivia kemudian turun dari duduk pada tepi meja, "Sekarang aku putuskan, untuk mengurus mu terlebih dahulu!!"
Olivia kemudian menoleh ke arah Lydia, "Baru setelah itu mengurus dia!!"
Bersambung.........
..