Indonesia
NovelToon NovelToon
Cintai Aku Mas

Cintai Aku Mas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Marisa putri

"Mas... apakah kamu tidak mencintaiku, walaupun hanya sedikit?" tanya Indah dengan suara bergetar.
Namun jawaban yang ia terima menghancurkan hatinya.
"Lupakan saja, Indah. Aku tidak mencintaimu. Hatiku hanya untuk dia."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Marisa putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11 - bukan cemburu

Indah masuk ke ruang rawat VIP nomor 1 — tempat Tante Maya dirawat. Ia menghampiri pasien itu dengan senyum hangat.

"Hai, Tante. Gimana kondisinya? Apakah sudah membaik?"

"Sudah, Indah. Tante sudah merasa jauh lebih baik," jawab Tante Maya lembut.

"Indah periksa dulu ya, Tante."

Setelah mengecek alat dan melihat catatan medis, Indah tersenyum lega. "Tensi dan gula darah Tante sudah normal. Luka operasinya juga sudah membaik dengan baik. Nanti Tante sudah boleh pulang kok."

"Syukurlah... Tante sudah bosan sekali di rumah sakit terus. Bagus deh kalau sudah boleh pulang," ucap Tante Maya gembira.

"Boleh banget, Tante. Mungkin sore ini Tante sudah bisa pulang, setelah berkas-berkasnya selesai diurus."

"Terima kasih banyak ya, Indah. Kamu sudah merawat Tante dengan sangat baik."

"Sama-sama, Tante. Yang penting Tante sehat selalu ya."

"Oh iya, Indah... Kalau ada waktu, bisa tidak makan malam bersama Tante di rumah nanti?" tanya Tante Maya dengan penuh harap.

Indah tersenyum ramah. "Bisa sih, Tante. Nanti Indah usahakan sempat ya."

"Baiklah, kalau begitu. Nanti kita berkabar ya, Indah."

"Iya, Tante. Indah permisi dulu ya. Masih banyak pasien lain yang harus Indah periksa."

"Baik, terima kasih, Indah."

Di dalam hati, Tante Maya tersenyum penuh arti. Undangan makan malam tadi bukan tanpa alasan — ia sengaja merencanakan hal itu agar Indah dan Rizki bisa lebih dekat, saling mengenal, dan semoga saja tumbuh benih kasih sayang di antara mereka.

"Semoga pilihanku ini tepat," batinnya penuh harap sekaligus teguh. "Aku tidak sudi bila wanita itu — anak pelakor yang ibunya dulu merebut suamiku — yang menjadi menantuku. Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah menerima anak itu sebagai bagian dari keluargaku."

Tante Maya pun segera menelepon putranya.

"Nak, nanti sore kamu jemput Mama di rumah sakit ya?"

"Baik, Ma. Mama sudah membaik?"

"Sudah, Rizki. Kata Indah, Mama sudah membaik dan sudah boleh pulang."

"Syukurlah kalau begitu. Bagus deh. Nanti Rizki jemput Mama di sana."

"Baiklah, Nak. Mama tunggu ya."

"Iya, Ma. Sampai nanti."

Rizki tersenyum lega mendengar kabar baik itu. "Syukurlah... Mama sudah pulih dan membaik, bisa sehat kembali seperti sedia kala."

Namun satu hal lain juga membuat hatinya terasa hangat. "Indah... Ternyata dia begitu dekat dan baik sekali dengan Mama. Sungguh, entah bagaimana caranya, tapi Mama selalu terlihat bahagia dan tenang saat bersamanya. Syukurlah Mama sudah tidak apa-apa, dan terima kasih Indah telah merawatnya dengan tulus."

Indah melangkah masuk ke ruangan itu, namun langkahnya seketika terhenti. Matanya terbelalak melihat pemandangan di hadapannya — Daffa dan Mawar sedang berpelukan di ruang kerja itu.

"Maaf... mengganggu..." ucap Indah pelan, suaranya tercekat di tenggorokan.

Hatinya serasa dihantam sesuatu. Mereka... di ruang kerja? Dan tidak mematuhi aturan serta etika di sini? Tanpa menunggu penjelasan, Indah segera berbalik dan pergi meninggalkan ruangan itu dengan hati yang terasa perih dan kecewa.

Melihat kepergian Indah, Daffa segera melepaskan pelukannya dengan kasar. Wajahnya tampak merah padam menahan amarah.

"Kamu ini kenapa sih? Suka menempel-nempel terus!" tegurnya ketus.

Mawar justru tersenyum manja, berusaha mencari alasan. "Tadi... aku nggak sengaja terjatuh, jadi refleks memeluk Kak Daffa. Gak apa-apa kan?"

Daffa menghela napas kasar, menatap pintu tempat Indah tadi pergi dengan wajah penuh kekesalan sekaligus kecemasan. "Aduh... Indah pasti salah paham. Harus menjelaskan apa sekarang gara-gara wanita ini? Heran deh, kerjanya cuma bikin pusing saja!"

Mawar tersenyum lebar, penuh kemenangan dan kepuasan. Menatap pintu tempat Indah tadi pergi, ia bergumam penuh kebanggaan jahat.

"Rasain, Indah... Sudah kubilang kan? Aku bisa mendapatkan Kak Daffa dengan segala cara. Kamu itu bukan siapa-siapa di antara kami. Lihat saja, dari sekarang Kak Daffa akan semakin menjauh darimu, dan hanya milikku seorang."

Senyum licik itu tak hilang dari wajahnya. Ia merasa rencananya berhasil sempurna — memisahkan mereka berdua tanpa perlu bersusah payah.

Daffa menatap pintu yang baru saja ditutup Indah, keningnya berkerut kuat. Ia merasa bingung sekaligus cemas.

"Apa yang harus kulakukan sekarang? Bagaimana cara menjelaskan semuanya padanya? Padahal wanita itu yang selalu menempel dan mendekatiku tanpa memberi ruang. Aku sama sekali tidak menginginkannya..."

Ia menghela napas kasar, rasa cemas mulai menyelimuti hatinya. "Ya Tuhan... Apakah Indah marah? Apakah dia salah paham melihat pemandangan tadi? Aku harus menjelaskan, tapi bagaimana caranya?"

Tanpa berpikir dua kali, Daffa langsung berlari keluar ruangan itu, mengejar kepergian Indah.

Mawar yang ditinggalkan sendirian di sana, menatap kepergiannya dengan wajah merah padam menahan amarah.

"Kenapa sih harus ke wanita itu lagi?! Padahal aku ada di sini, di depannya! Bisa-bisa dia pergi begitu saja meninggalkanku? Kesal... benar-benar kesal!" gerutunya gemas, mengepalkan tangan erat di sisi tubuhnya.

Matanya menyala penuh kebencian dan ancaman. "Lihat saja nanti... Aku tidak akan membiarkan kalian berdua bahagia begitu saja."

Tiba-tiba terdengar suara lantang dari belakang.

"Indah, tunggu dulu!"

Indah berhenti melangkah, lalu berbalik perlahan. "Ada apa, Daf?"

Daffa berusaha mengatur napas, wajahnya terlihat cemas. "Lu jangan salah paham ya. Gue sama dia nggak ada apa-apa, beneran."

"Maksudnya?" tanya Indah pelan, berusaha tetap tenang.

"Gue nggak punya perasaan sama dia, Indah. Itu cuma dia yang menempel terus. Makanya tadi lu tiba-tiba pergi, gue takut lu salah paham."

Indah menunduk sejenak, lalu menjawab dengan nada datar. "Oh... tadi itu... gue cuma merasa nggak enak saja, takut mengganggu."

"Oh, jadi begitu..." Daffa sedikit lega, tapi belum sepenuhnya tenang.

Namun Indah kembali menatapnya dengan tatapan yang menjaga jarak. "Lagipula, kalau ada apa-apa di antara kalian, itu bukan urusan gue, Daf. Lu sama siapa saja, bebas itu hak lu. Gue cuma teman biasa. Nggak usah dibawa perasaan begitu."

Daffa terdiam, hatinya terasa seperti ditusuk mendengar kata-kata itu. "Kita cuma teman biasa..."

Pikirannya berkecamuk penuh tanya. "Maksudnya... Indah nggak cemburu sama sekali? Terus kenapa tadi wajahnya terlihat begitu kecewa dan terluka? Atau... sebenarnya dia memang tidak peduli dan tidak menyukai aku?" Hatinya bertanya-tanya, bingung sekaligus sedih mendalam.

"Yaudah ya, gue mau cek pasien lagi," pamit Indah singkat, lalu berbalik pergi.

"Oke deh..." Daffa hanya bisa diam, menatap kepergiannya tanpa mampu berkata apa-apa.

Sambil berjalan menjauh, Indah terus memikirkan perkataan Daffa tadi.

"Kenapa sih dia mulai makin aneh belakangan ini? Kenapa harus menjelaskan sama aku kalau dia nggak ada apa-apa sama cewek itu? Apa mungkin... dia berpikir aku cemburu kali ya?"

Ia menggeleng pelan sendiri, merasa pikirannya itu konyol. "Aneh banget sih. Kita cuma teman biasa, nggak lebih dari itu. Lagian dia sudah kuanggap sahabat sendiri... mana mungkin dia punya perasaan suka sama aku, dan mana mungkin aku juga begitu..."

1
Lisna Wati
kok beres lanjut dong
nurulmarisa: belum aku update ka,abis jagain ade🤣
total 1 replies
aswati seran
💪
nurulmarisa: cemangat💪👍
total 1 replies
Naura Azizah
suka heran sama cowo bingung,gak bisa milih mau dua duanya bukannya terlalu serakah ya kasian indah tertekan🙏
nurulmarisa: emng kdg bikin kesel km😄
total 1 replies
Clara Maiy
begitulah cewe yang di kerja umur di suruh nikah Mulu persis kaya mama ku kasian indah🤣
nurulmarisa: hmm aku nyimak🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!