Indonesia
NovelToon NovelToon
Lahir Nya Penyihir Terkuat

Lahir Nya Penyihir Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Ammoera(_)

Seorang penyihir terkuat nomor satu Lucien yang tidak tertandingi, memasuki raga seorang pria lemah yang ternyata adalah pelayan setia dari Putri Aurelia. Aurelia adalah anak haram dari pimpinan klan Es yang selalu diremehkan oleh Ayahnya.

Apa lagi Aurel terlahir tanpa memiliki inti roh murni.

Namun segalanya berubah saat Lucien memasuki raga Arthur. Rahasia nya terungkap saat nyawa Aurel dalam bahaya. Aurel memohon padanya. Dan sejak saat itu--- Lucien sang penyihir terkuat menjadi guru dari Aurel.

Tujuan Aurel satu--- membalaskan setiap hinaan yang dia Terima dan merampas kepemimpinan klan Es dari Ayah dan Kakak tiri nya. Tentu saja, itu semua hanya bisa terjadi jika Lucien berdiri di sampingnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan Lucien

Douglas berdiri dengan napas terengah-engah, armor perangnya telah retak, memantulkan sisa-sisa cahaya sihir yang kian meredup.

Ia menatap Lucien dengan tatapan yang dipenuhi kebencian murni dan dendam yang telah membakar jiwanya selama ratusan tahun.

"Jika dunia ini menolak untuk mengakui ku, jika mereka lebih memilih bersujud pada keadilan palsu mu... maka biarkan dunia ini hancur menjadi abu!" teriak Douglas, suaranya parau, bergetar oleh amarah yang menggelegak.

Ia mengangkat senjatanya tinggi-tinggi. "Aku akan membangun dunia yang baru dari reruntuhan ini. Dunia yang lain, di mana semua orang hanya akan menyembah namaku sebagai satu-satunya penguasa!"

Dengan raungan yang memecah kesunyian, Douglas melesat bak meteor kegelapan, menerjang lurus ke arah musuh bebuyutannya.

Namun, Lucien tetap bergeming di udara. Jubah putihnya berkibar pelan ditiup angin, wajahnya setenang telaga sedalam lautan, meski sepasang matanya menatap tajam, mengunci pergerakan Douglas.

Saat ujung tombak Douglas yang dilapisi sihir penghancur tinggal beberapa inci lagi menyayat lehernya, Lucien sama sekali tidak menghindar. Ia hanya menggerakkan ujung jari telunjuknya dengan sangat tenang.

Ting.

Sentuhan seringan kapas itu mendarat di ujung tombak Douglas. Seketika, hukum alam seolah dipaksa berhenti. Gelombang kejut tak kasat mata menjalar dari ujung jari Lucien, merambat cepat ke sepanjang gagang senjata tersebut. Retakan demi retakan bercahaya keunguan muncul seketika di permukaan besi senjata itu.

DUAR!

Tombak itu hancur berkeping-keping menjadi serpihan debu. Kekuatan ledakan penolakan sihir itu begitu kuat, menghempaskan tubuh Douglas ke belakang hingga ia terlempar jauh, menabrak dinding-dinding takdir yang tak terlihat.

"Cukup, Douglas. Kita akhiri ini sekarang juga," kata Lucien. Suaranya tidak megah, tidak pula mengancam, namun memancarkan ketenangan absolut yang justru mengintimidasi siapa saja yang mendengarnya.

Lucien perlahan merentangkan kedua tangannya. Telapak tangannya menghadap ke langit yang memancarkan cahaya sejati. Ia melompat, melayang lebih tinggi menembus batas awan, lalu perlahan memejamkan mata.

Detik itu juga, kegelapan malam terusir paksa. Cahaya murni berona perak keemasan menguar dahsyat dari dalam tubuhnya, membelah langit malam menjadi fajar buatan yang menyilaukan.

Tiba-tiba, dada Lucien terbelah oleh garis cahaya vertikal. Tidak ada darah, tidak ada rasa sakit. Dari dalam inti jiwanya yang suci, sebuah pusaka kuno perlahan keluar—Pedang Kalibur, sang pemusnah kegelapan sejati yang telah tertidur selama ribuan tahun.

Saat jemari Lucien menggenggam gagang Kalibur, sebuah fenomena magis terjadi. Jiwanya seolah terbelah dan keluar ke dunia nyata.

Di belakang tubuh Lucien, bangkit sebuah sosok raksasa astral yang luar biasa megah. Sosok itu mengenakan pakaian zirah kekaisaran kuno yang transparan bak kristal, namun sepasang matanya menyala dengan warna perak keputihan yang dingin.

Sosok raksasa astral itu bergerak selaras, mengikuti setiap jengkal pergerakan tangan Lucien yang kini mengacungkan Pedang Kalibur lurus ke arah lawan.

"Kita akhiri ini," bisik Lucien sekali lagi, sedingin es, setegas takdir.

Mata Douglas melotot sempurna. Pupil matanya bergetar hebat saat merasakan tekanan sihir tingkat dewa yang mengunci seluruh sel di tubuhnya hingga ia tak mampu bergerak barang satu senti pun. Aura kematian yang begitu pekat telah mengepungnya.

"TIDAK! INI BELUM SELESAI!" teriak Douglas dengan keputusasaan yang memilukan.

Namun, segalanya sudah terlambat.

Lucien mengayunkan Pedang Kalibur ke bawah. Bersamaan dengan itu, sang raksasa astral di belakangnya menebaskan pedang spiritualnya.

DUAR!

Sebuah ledakan cahaya yang luar biasa dahsyat menghantam tubuh Douglas tegak lurus. Bumi berguncang hebat hingga daratan terbelah, dan langit malam seolah terkoyak oleh kilatan cahaya tersebut.

Dalam sekejap mata, tidak ada rasa sakit yang tersisa; tubuh Douglas hancur berkeping-keping, lenyap tak berbekas disapu oleh energi pemusnah kegelapan.

Asap tebal perlahan menipis, digantikan oleh berkas sinar matahari yang asli. Fajar baru yang murni benar-benar telah datang menembus sisa-sisa badai sihir.

Dari kejauhan, di dataran bawah, seluruh prajurit, para pemimpin klan, dan Pangeran Edwin yang menyaksikan kekuatan itu dari bawah langsung bersorak-sorai. Isak tangis haru dan teriakan kemenangan pecah membakar udara yang semula mencekam.

"HIDUP PENYIHIR AGUNG LUCIEN!"

"HIDUP PENYIHIR NOMOR SATU!"

"HIDUP SANG PENYELAMAT!"

Mereka berteriak histeris, memuja-muja sosok yang kini berdiri tegak di angkasa sebagai puncak tertinggi kekuatan sihir di dunia.

Lucien menurunkan pandangannya, menatap lautan manusia yang mengelu-elukannya di bawah sana. Wajahnya tidak menunjukkan kebahagiaan. Ia tidak tersenyum.

Lucien hanya mengangguk pelan, menghormati kesetiaan mereka. Namun, sedetik kemudian, sepasang mata perak Lucien kembali menyipit tajam. Pandangannya langsung tertuju pada satu titik spesifik— tempat di mana tubuh Douglas baru saja hancur berantakan. Ada sesuatu yang janggal yang hanya bisa dirasakan oleh indranya.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, tubuh Lucien mendadak pudar dan menghilang dari pandangan semua orang di bawah sana.

Kemenangan hari itu telah membuktikan kepada seluruh penjuru negeri bahwa Lucien adalah yang terkuat dan itu nyata. Namun bagi Lucien sendiri, perang yang sesungguhnya mungkin baru saja dimulai secara rahasia.

Di sebuah tempat yang melayang jauh di atas awan tertinggi—Kuil Arcania, pusat dari Kerajaan Arcania yang agung—berdiri sebuah kastil megah berarsitektur gotik putih murni yang tidak akan pernah bisa dijangkau oleh manusia biasa. Di sanalah sang Penyihir terhebat sepanjang masa itu tinggal dalam kesunyian.

Setelah pertempuran melawan Douglas, Lucien berdiri di tepi altar marmer kuil, menatap dunia fana di bawahnya dengan pandangan yang menusuk. Keheningan tempat itu pecah saat langkah kaki yang teratur dan halus terdengar dari arah belakang.

"Penyihir Agung... apa yang Anda lakukan di sini sendirian? Seluruh dunia sedang merayakan kebangkitan fajar baru yang Anda bawa," tanya sebuah suara lembut namun penuh hormat. Grace, sang pengikut setianya, membungkuk dalam-dalam dengan tangan di dada.

Lucien tidak langsung berbalik. Suaranya terdengar berat dan bergema di koridor kuil. "Grace... aku harus pergi meninggalkan Kuil Arcania ini. Untuk waktu yang sangat lama, atau mungkin selamanya."

Sontak, jawaban Lucien membuat tubuh Grace terperanjat hebat. Keheningan kuil mendadak terasa mencekik. "Apa? Kenapa Anda harus pergi, Penyihir Agung? Anda adalah fondasi dari seluruh tempat ini!" tanyanya dengan raut wajah yang dipenuhi keterkejutan.

"Douglas telah melangkah terlalu jauh. Dia telah menjual jiwanya pada Erabus, sang penguasa kegelapan abadi. Meskipun sihirku telah menghancurkan tubuh fananya hingga tak bersisa, jiwanya masih hidup. Jiwa itu berhasil melarikan diri melalui celah saat ledakan terjadi. Aku harus menemukan dan memusnahkan jiwa itu secara total, sebelum dunia di bawah sana kembali kacau dan hancur oleh kegelapan yang jauh lebih mengerikan," kata Lucien dengan suara tegas tanpa keraguan sedikit pun.

Grace menatap pria di hadapannya yang masih tampak sangat tampan, abadi, dan dipenuhi aura surgawi, sambil menggelengkan kepalanya dengan cemas.

"Tolong pikirkan lagi keputusan ini secara matang, Penyihir Agung. Jika Anda pergi dan meninggalkan Kuil Arcania, para musuh akan langsung menyerang. Ada begitu banyak Penyihir Gelap yang mendedikasikan hidup mereka hanya untuk mengambil alih kuil suci ini dan menjarah artefak di dalamnya. Jika Anda pergi, itu adalah kesempatan emas yang sudah mereka tunggu selama ratusan tahun!" Grace mencoba membujuk dengan nada suara yang mulai bergetar panik.

Lucien perlahan membalikkan badannya, jubahnya berkibar pelan saat ia menatap langsung ke dalam manik mata Grace yang dipenuhi kekhawatiran.

"Karena itu... aku akan meninggalkan tubuh fisikku di sini, tertidur di dalam peti es Arcania sebagai segel pelindung kuil. Aku akan melepaskan jiwaku sendiri, membiarkannya berkelana ke dunia bawah, dan mencari tubuh baru yang sesuai untuk menampung seluruh kekuatanku," kata Lucien, mengucapkan rencana gila itu dengan nada yang sangat tenang.

Kata-kata itu bagaikan petir di siang bolong, membuat mata Grace melotot tak percaya. Memisahkan jiwa secara sengaja adalah ritual terlarang yang bisa menghancurkan keberadaan seorang penyihir selamanya.

"Penyihir Agung, itu terlalu berbahaya! Jika jiwa Anda gagal menemukan inang yang cocok, Anda akan—"

Sebelum Grace sempat menyelesaikan kalimat protesnya, Lucien mengangkat satu tangannya ke udara secara perlahan namun penuh ketegasan yang tak terbantahkan.

Udara di sekitar mereka seketika membeku. Melihat isyarat itu, Grace langsung terbungkam.

Ia hanya bisa menundukkan kepalanya dalam-dalam, menelan seluruh kekhawatirannya, dan patuh pada kehendak sang penguasa sihir tertinggi.

1
utina lee
Jatuhnya aurelia sama emaknya sama² beban ga sih, saling membebani dan memberatkan.... semangat othor 💪
BAITI SYAIRUROH
ceritanya menarik thor..semangat💪
utina lee
semangat thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!