Indonesia
NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kubuat Cacat

Wanita Yang Kubuat Cacat

Status: tamat
Genre:Orang Disabilitas / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:526.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

"Salah satu kakinya diamputasi setelah ditabrak sebuah mobil 8 tahun silam. Sayangnya, mobil itu kabur, CCTV rusak." Kenan tersenyum getir, seolah hal itu sudah biasa terjadi jika pelakunya orang-orang berduit. "Ada saksi yang mengatakan jika yang menabrak Ilona adalah mobil sport warna merah, tapi..." Ia kembali terkekeh. "Beberapa hari kemudian, kesaksiannya berubah. Entahlah."

Mendengar itu, tubuh Elang seketika mengalami tremor. Jantungnya berdebar kencang, dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.

Semoga saja ini hanya kebetulan. 8 tahun yang lalu, Elang menabrak seseorang saat dini hari, sepulang dari party kelulusan SMA bersama teman-temannya. Kondisinya setengah mabuk saat itu. Karena takut, di tambah kondisi jalanan yang sepi, ia langsung kabur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Setelah hampir dua minggu sibuk mencari informasi, akhirnya Elang menemukan lokasi yang cocok untuk membuka toko bunganya bersama Ilona.

Minggu pagi, ia menjemput Ilona di rumahnya, mengajak untuk melihat langsung ke lokasi.

Ruko tersebut ada di pinggir jalan besar. Depannya luas, ada teras untuk menggelar bunga. Bagian depannya hampir full kaca. Di samping ada warung kopi, restoran ayam goreng, dan salon.

Pemiliknya Pak Anton, sudah menunggu di warkop sejak satu jam yang lalu. Kemarin, Elang sudah konfirmasi jika hari ini mau datang untuk melihat dan deal dealan soal harga.

"Ayo, silakan masuk." Pak Anton membukakan pintu.

Ilona yang berjalan dengan kaki prostetik yang ditutup rok panjang, masuk lebih dulu dan disusul Elang di belakangnya.

"Dulu di sini bekas toko ATK dan fotocopy. Udah 4 bulan kosong, pemiliknya pindah, udah punya tempat sendiri, gak ngontrak," terang Pak Anton. "Kalau mau dibuat toko bunga, cocok sekali karena lokasinya dekat dengan kampus. Biasanya kan anak muda yang suka beli-beli bunga."

Mereka masuk lebih dalam, melihat fasilitas apa saja yang ada disana.

Lantainya sedikit berdebu. Ada wastafel, ada kamar mandi, juga ada dapur mini. Penerangan disini juga bagus.

"Ada dapurnya, bisa buat masak, tapi kompornya bawa sendiri." Pak Anton terkekeh. "Kalau mau kopi, ke sebelah aja, gak perlu repot masak air dulu." Ia membuka keran kamar mandi, menunjukkan jika airnya lancar dan bersih. Ia juga mencoba flush toilet, semuanya tak ada masalah. Meski tidak luas, tapi kamar mandinya tergolong bersih.

"Gak ada yang resek kan Pak di daerah sini?" Elang malah kepikiran soal itu.

"Resek gimana ya Mas maksudnya?"

"Ya, misalnya pungli, atau mungkin sering kejadian perkelahian atau kemalingan."

"InsyaAllah aman disini. Kalau masih ragu, bisa tanya ke pemilik usaha di sekitar. Gak pernah ada kasus kecurian disini. Warkop di pojokan, buka 24 jam, InsyaAllah aman."

Elang mendekati Ilona yang masih sibuk memperhatikan sekeliling. "Gimana, suka gak?"

"Bagus sih." Maski bilang bagus di wajahnya tersirat keraguan. Ia memberi isyarat pada Elang untuk sedikit membungkuk. "Kira-kira, mahal gak ya biaya sewanya?" bisiknya.

"Gak usah mikir soal itu. Yang penting kamu cocok, nyaman."

"InsyaAllah nanti laris jualan disini," ujar Pak Anton. "Saya itu suka, kalau melihat pasangan muda yang punya semangat berbisnis seperti kalian. Masih pengantin baru atau gimana ini, kok gak bawa anak?"

Elang dan Ilona saling tatap, lalu tersenyum.

"Kami bukan suami istri, Pak," ujar Ilona.

"Oh, bukan ya. Maaf. Kirain tadi suami istri, soalnya mukanya agak mirip. Katanya kan, kalau jodoh itu mirip."

"Kakak adek juga mirip, Pak," timpal Elang sambil tertawa ringan.

"Jadi masih pacaran ya? Ya udah, Bapak do'ain supaya nanti usahanya lancar, bisa buat modal nikah."

"Aamiin."

Ilona mengernyit mendengar Elang mengaminkan doa Pak Anton. Ah, mungkin maksudnya, modal nikah dengan tunangannya kali, soalnya kan udah lamaran.

Karena Ilona merasa cocok, Elang langsung membahas soal biaya sewa.

Ilona sempat kaget mendengar biaya sewa pertahunnya. Tempatnya memang strategis, tapi menurutnya terlalu mahal, takut nanti keuntungan gak bisa nutup biaya sewa dan lain-lain.

"Apa kita nyari tempat lain aja ya," bisik Ilona, tak enak jika terdengar Pak Anton.

"Tapi ini lokasinya strategis loh. Susah nyari yang kayak gini," ujar Elang.

Melihat wajah calon penyewanya ragu, Pak Anton langsung mengeluarkan kemampuan marketing S3 nya. "Gini aja, kalau masih ragu, bisa bayar buat 3 bulan dulu. Jaga-jaga kan ya, kalau nanti usahanya gak jalan. Saya faham kok, dengan apa yang kalian takutkan."

"Gak ada diskon, Pak?" tanya Ilona.

"E...gimana ya?" Pak Anton garuk-garuk kepala sambil senyum. Tapi karena dia lagi butuh duit, akhirnya memberi diskon. "Ya udah, saya diskon 10 persen, tapi sewanya langsung setahun. Gimana?"

"Deal!" sahut Elang cepat.

Ilona langsung menoleh. Sebenarnya masih terlalu mahal menurutnya, tapi Elang sudah main deal saja. Ini baru biaya sewa, belum beli perlengkapan seperti meja, AC, rak, dan lain-lain. Modal buat kulakan bunga juga belum. 50:50, rasanya uangnya ditambah uang ibunya, masih belum bisa nutup.

Pak Anton keluar sebentar untuk membeli materai yang akan ditempel di surat perjanjian kontak.

"Lang, apa gak kemahalan?" Ilona ragu-ragu.

"Lokasi sebagus ini, emang wajar harga segitu. Aku udah nanya ke teman-teman kemarin, emang pasarannya segitu, gak kemahalan."

"Tapi masalahnya..."

"Gampang, kalau kamu belum ada, pakai uangku dulu aja." Elang makin semangat buka usaha setelah sempat diancam Papanya dikeluarkan dari perusahaan. Tabungannya mungkin akan ludes untuk usaha ini, tapi ia tak khawatir. Papanya bisa tega, tapi dia masih punya Mama yang tidak akan membiarkan dia hidup susah. Dia juga masih punya punya Marsha, Kakak perempuan yang selalu bisa diandalkan.

Sambil menunggu Pak Anton kembali, Elang mencatat di ponselnya semua kebutuhan yang harus mereka beli. Semua yang Ilona sebutkan, ia list, dan ternyata panjang banget.

Setelah menandatangi kontak dan mentransfer uangnya, Elang dan Ilona mendapatkan kunci ruko. Mulai sekarang hak guna bagunan itu hingga setahun ke depan, jadi milik mereka sepenuhnya.

Setelah dari ruko, Elang mengajak Ilona jalan-jalan ke sebuah danau di sekitar sana. Hari minggu saperti ini, ramai orang berjualan. Banyak tikar-tikar digelar di bawah pohon untuk makan lesehan.

"Kamu...bisa duduk di bawah?" Elang lupa memikirkan soal itu saat kesini tadi. Sudah sampai, baru ia ingat.

Ilona menggeleng. "Susah. Kakiku diamputasi hingga di atas sendi lutut. Kaki prostetikku juga bukan yang mahal, yang sendinya bisa nekuk dengan mudah."

"Maaf ya." Elang merutuki diri sendiri yang salah memilih tempat. "Aku punya kenalan ortotik prostetik, kapan-kapan kita kesana."

Ilona cuma nyengir. Ia sudah pernah mencari tahu harga kaki prostetik yang bagus, dan itu tidak murah, berkisar 50 jutaan.

"Kita ke tempat lain aja, gimana?" tawar Elang.

"Tapi disini pemandangannya bagus." Ilona memperhatikan hamparan air di danau yang menyegarkan mata. Dulu terakhir ia kesini bersama kekasihnya, sebelum terjadi kecelakaan. Sudah lama sekali, dan tempat ini sudah banyak berubah.

"E... kita jalan-jalan sambil nyari makanan, terus dibawa ke mobil, gimana?"

"Gitu juga boleh."

Mereka menyusuri danau, menikmati keindahan alami ciptaan Tuhan. Beberapa orang tampak asyik naik perahu dayung, dan juga perahu yang dikayuh dengan kaki, mirip naik sepeda.

"Kalau lihat air begini, aku rindu renang." Ilona menatap hamparan air danau. "Dulu aku suka sekali ke laut, ke curug, atau apapun tempat yang bisa dibuat renang." Ia memejamkan mata sesaat, mengingat bagaimana dulu ia begitu bahagia bersama teman-temannya saat berenang.

"Aku pernah melihat seorang tunadaksa menjadi atlet renang. Itu artinya, meski hanya dengan satu kaki, seseorang masih bisa berenang."

"Masalahnya bukan bisa atau tidaknya, tapi..." Ilona menunduk. "Aku tidak bercaya diri. Aku takut tatapan orang-orang padaku."

Elang tiba-tiba kepikiran untuk membawa Ilona berenang di tempat privat, yang tidak akan membuat gadis itu malu nantinya. Di rumahnya ada kolam renang, tapi mustahil membawa Ilona ke rumah.

"Eh, ini kan Minggu, kamu gak ngedate sama tunangan kamu?" Ilona tiba-tiba kepikiran soal itu saat tak sengaja melihat muda-mudi pacaran.

"E..." Elang mengusap tengkuk. "Kami sudah putus."

1
Ila Lee
alhamdulillah akhirnya selesai juga baca kisah elang dan ilona😍😍😍 akan aku baca karya mu thor/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mamah Dini11
kok udh tamat padahal blm beranak pinak tuh pengantin nya. lggi seru2nya ,ya udh terimakasih thor cerita nya bagus keren ,sehat slalu thor semangat dn terus berkarya🙏🙏💪💪👍👍
Mamah Dini11
mau buka seggel si elang pakai perasaanmu dn hatimu , tpiii lgsung bekerja kalian gk mau mandi dulu gitu seharian kalian di pelaminan lengket tau, 😄😄😄 oooohhh mungkin lgsung mandi keringat aja , lanjuuuuuuttttt 🤭😄😄😄
Mamah Dini11
selamat berbahagia buat kamu illona dn elang srmoga samawa ,🙏 maaf gk bisa datang karna gk di undang 🤭🤭🤭🤭🤭😄😄😄😄😄😄, cepet bikin kecebong2 nya biar rame suasana rumah kalian 👍👍
Mamah Dini11
tenangkan dirimu lang ayo tdk akan terjadi apa2 semangat lang 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Mamah Dini11
alhmdulilah akhirnya yg di tunggu2 tiba juga , makasih illona sudah menerima niat baik elang dn kluarganya , jgn lama cepetin hari H nya , undangan nya jgn lupa lang kan kita2 udh doain. kmu bareng2😄😄 udh gk sabar nunggu elang meratukan illona,, semoga ke bahagian bersama kalian,👍👍
Mamah Dini11
ayo lang cepet. jgn sampai ke duluan si duda tuh punya anak lgi, nanti ngerepotin illona anaknya , kmu siihh banyak mikir , baru lihat illona sm si damar lgsung ngacir , takut di pelihara , kapan kmu matang nya , mentah terus ,aku dukung ya lang semoga lamaranny di terima tdk ada hambatan apapun di lancarkan semuanya , sampai bersanding di pelaminan ,tpiii. jgn lupa. undang kita2 ya🤭💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍
Humaira
terima kasih juga buat kak othor 🩷🩷
Mamah Dini11
yg itu gengsi yg ini gengsi , mau nya apa si kalian , ngalah doong yg. satunya , biar cepet clar cerita kalian, ayo illona temui. elang gk. apa2 kmu duluan , elang kan lgi jadi banci 🤭 dia takut kmu ada kbr lgi. deket sm duda , blm tentu benar kan ill dia udh payah. ah gk seru kalau sm2 berpikirnya kejauhan, pliiisss ill temui elang yah pancing duluan sm kmu 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Gia Nasgia
Happy forever Elang Ilona 😍🥰🥰 terimakasih kakak Tia untuk semua karya mu🤗🫶👍💪lanjut dgn Aa Budi dan neng Jena 😍
Mamah Dini11
elang kenapa kmu jadi cemen sekarang ,dulu ngejar2 ilona sampai segitunya, kmu udh bebas lang ayo tunjukan dirimu dan mana janji2mu ,gentlmen jgn dulu percaya kbr yg blm nyata , kmu harus dengerin omongan illona baru percaya , kita udh gk sabar lihat kmu membina rumah tangga sm illona dn kmu akan jaga illona seumur hidupmu , ayo lang semangat💪💪💪💪💪💪💪
Ila Lee
mula dari harini Jun ada rasa malu lagi Olona kerana elang akan melihat semua yg ada di diri mu jdi sanrai2 ayer jalani peranan sebagai seorang isteri elang🤭🤭🤣😍😍😍
Cinta Rodriques
kok tamat thour...blm punya anak???
Ila Lee
akhirnya mereka bersatu menjadi suami isteri bait masa lalu terus berlaku masa ini hanya fikirkan masa depan yg mungkin lebih sempurna dalam rumah tangga/Heart//Heart//Heart//Heart/
Diana Fitri.N
terimakasih sudah menemani hari-hari ku dengan karya mu kak, semangat selalu🥰
Hani Ekawati
Iya siap Thor, kisah Jena dan Budi juga tak kalah mendebarkan 🤭 kesel sama si Juwita dan Naura 😂 kalau dulu di kisah Nisa dan Ojan, si Naina sama si Sandi yang nyebelinnya minta ampun 😂 Tapi jujur Thor, aku lebih greget ke kisah Nisa dan Ojan, penasaran anak kembar mereka.☺️
Septi
terimakasih juga untuk cerita nya. semangat terus berkarya 💪🏻
Mamah Dini11
semoga 4 thn itu di percepat sm author nya, dn elang Bener2 membuktikan ke tulusan hatinya , dan illona sabar menantinya 🤭
Ummah Intan
kasih bonchap dong Thor..ga kebayang wanita seperti Ilona hamil dan melahirkan
Akhila Davina
terimakasih untuk ceritnya ❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!