Indonesia
NovelToon NovelToon
Tenda Biru

Tenda Biru

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:77.5k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Aku usaha, kamu juga usaha. Kita sama-sama berusaha demi mewujudkan wedding dream kita."

Demi janji itu, Rhea rela menjadi TKI dan mengubur mimpinya untuk bekerja di perusahaan yang sangat ia inginkan.

Saat pulang, tenda biru justru berdiri di depan rumah Oza. Pria yang sangat ia cintai itu menikahi Trisna, sahabat yang paling ia percaya.

Rhea berlari dengan air mata berurai, ketika ia memutuskan mengakhiri hidupnya, seseorang menahan tubuhnya dan menariknya.

"Jangan bertindak bodoh. Jangan hanya karena manusia, kamu rela memberikan nyawa."

Sejak hari itu, takdirnya berubah. Akankah pengkhianatan itu menjadi akhir hidupnya, atau awal dari kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tenda Biru 10

Rhea mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Dia mengenakan stelan celana panjang dan blazer berwarna coklat muda. Ia berkali-kali menggeser posisi duduknya.

Saat ini Rhea tengah berada di ruangan HRD. Anita menghubunginya kembali dan memintanya datang.

"Sebentar ya. Ternyata Pak Nayaka sudah on the way ke bandara. Tapi nggak usah khawatir nanti~"

"An, mana yang bakalan jadi penerjemah Bos?"

Pintu dibuka tanpa permisi. Seorang pria muncul dari sana dengan mata yang memicing tajam.

"Ah Ton, kamu udah di sini ya. Nah ini, kenalkan namanya Rhea Liharika. Dia yang akan jadi penerjemah Pak Bos."

Degh!

"Rhea?"

Tono yang merupakan asisten pribadi Nayaka mengerutkan kedua alisnya. Dia merasa tidak asing dengan nama tersebut.

Mulutnya juga seketika menganga saat melihat wajah Rhea. Dia sejenak terpaku, bahkan sampai telat menyambut tangan Rhea yang sudah mengulur siap berjabatan tangan.

"Ah maaf, saya Tono. Saya adalah asisten Pak Nayaka. Mbak Rhea, bisakah langsung ikut saya. meski kita baru akan flight 3 jam lagi, tapi kita harus meeting kecil dulu sama Pak Bos untuk pertemuan dengan klien nanti sore."

Tono menatap wajah Rhea dengan seksama. Dia menghela nafasnya lalu tersenyum lebar. Dia baik-baik saja.

"Baik Pak Tono."

Rhea menganggukkan kepala. Dia hendak menarik kopernya sendiri tapi Tono dengan ramah menawarkan bantuan. Rhea tak menolak, dia tak lagi merasa harus melakukan semuanya sendiri.

"Semangat Rhea!" ucap Anita dengan senyum lebarnya.

Rhea mengangguk kecil. Dia lantas bergegas menyusul Tono yang sudah berjalan jauh di depannya.

Mobil melaju dengan cepat. Di perjalanan menuju bandara, lebih dulu Tono memberikan sebuah map yang berisi banyak informasi mengenai klien yang akan ditemui oleh mereka nanti.

Rhea menelan saliva nya dengan susah payah. Ia juga berkali-kali menahan nafasnya.

"Santai aja, tapi nggak bisa santai juga sih. Kalau salah ngomong maka kerja sama kita bakalan gagal total. Lebih buruknya, hubungan bisnis LT dan perusahaan klien juga akan terancam."

Degh!

Rhea langsung melihat tajam ke arah Tono. Tangannya seketika mengeluarkan dingin.

Tono tersenyum kecil lalu tertawa. "Hahaha, aku bercanda. Pada dasarnya pertemuan ini hanya bincang santai aja kok. Pak Bos sengaja mendatangi klien itu karena klien dan keluarganya sedang berlibur ke Singapura. Ya semacam acara ramah tamah lah. Jadi nggak perlu khawatir."

Wajah Rhea yang kaku seketika mengendur. Ia juga menghela nafasnya panjang. Dan tanpa sadar menyandarkan tubuhnya.

"S-saya sudah hampir mundur dan minta diturunkan dari mobil, Pak Tono," ujar Rhea sambil kembali menegakkan tubuhnya.

"Hahaha maap ya. Ini bukan ospek pegawai baru lho ya, aku murni bercanda karena kamu kelihatan tegang banget. Tapi kamu serius bisa bahasa mandarin? Maksudku, tahap lancar?"

Tono memutar tubuhnya, kini dia menghadap lurus ke arah Rhea.

"Saya bisa, Pak. Saya punya sertifikatnya. Selama bekerja menjadi TKI, saya melakukan kursus kebahasaan untuk mengisi waktu luang. Dan saya yang memang suka belajar bahasa, sangat senang bisa mengenal banyak bahasa."

Tono bertepuk tangan kecil. Obrolan mereka pun berlanjut. Tono meminta Rhea untuk berbicara dengan bahasa mandarin. Wajah Tono bersinar cerah.

Setelah itu Tono menjelaskan tentang klien yang akan mereka temui nanti.

Mobil berhenti tepat di gate masuk bandara. Tapi Tono tak langsung turun. Senyumnya yang sejak tadi mengembang seketika hilang. Keningnya berkerut saat membuka ponselnya yang berbunyi.

"Ada apa Pak Tono?" tanya Rhea yang menangkap perubahan ekspresi Tono.

"Mbak Rhea, sepertinya kita hanya akan pergi berdua," jawab Tono sambil menatap lurus ke arah Rhea.

"Pak Nayaka?"

"Beliau cancel keberangkatan. Ada keperluan pribadi."

Tono lalu menunjukkan isi pesan dari Nayaka kepada Rhea.

Ton, aku puter balik. Ada urusan. Kamu tetep flight ke Singapura sama penerjemah baru itu.

Rhea mengedipkan matanya berkali-kali. Apa yang dikatakan Tono bukan lagi candaan seperti tadi.

Turun dari mobil mereka berdua langsung menuju bagian boarding pass. Pesawat yang akan membawa mereka menuju ke Singapura telah siap sehingga Tono bergegas membawa Rhea masuk ke sana.

"Pak Tono, tapi nanti bagaimana?"

"Lakukan saja seperti yang aku arahkan. Nanti aku akan jelaskan apa saja yang kamu harus katakan. Semua yang udah kita bicarakan di mobil, harus diubah karena Pak Bos tidak jadi berangkat."

Rhea menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti. Meski begitu, pikirannya jadi saling bertumpuk. Apa yang akan dilakukan, sudah Rhea pikirkan dalam kepalanya.

Gadis itu mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan.

Tangan yang terus berkeringat dingin itu tak usai meski pesawat yang ditumpanginya sudah mendarat. Sesekali Rhea melirik Tono yang tengah sibuk dengan ponselnya. Ia ingin sekali bertanya sesuatu namun urung dilakukannya.

"Mbak Rhea, kita langsung ketemu klien ternyata. Aku baru saja dapat telepon dari asisten Mr. Yixing, beliau ternyata hanya ada waktu luang siang ini."

"Ya?"

Rhea membulatkan matanya, sungguh semuanya terasa tergesa-gesa. Ia bahkan belum sempat bernafas dan sekarang harus segera bertemu klien penting.

" B-baik, tapi nanti apa yang harus saya katakan, Pak Toni?"

"Ikutin alur aja. Ayok, beliau sudah menuju ke restoran tempat janji temu diadakan."

Rhea menganggukkan kepala cepat. Lantas mengikuti langkah Tono yang lebih lebar darinya.

Barang bawaan mereka lebih dulu dititipkan di bagian resepsionis sehingga tak repot dalam berjalan menuju ke tempat Mr. Yixing berada.

"Good afternoon Mr. Chan and Mr. Yixing."

Tono membungkukkan tubuhnya, menyapa rekan bisnis yang sudah lebih duli duduk di restoran. Ia juga mengenalkan Rhea.

"Kami meminta maaf karena Tuan Nayaka tidak bisa hadir di sini."

Itu adalah kalimat pertama dalam bahasa mandarin yang Rhea katakan sesuai dengan instruksi Tono. Di bawah meja, Rhea menggenggam kedua tangannya. Ia juga mengusap tangannya yang basah. Lehernya kaku dan pupil matanya bergerak tidak tentu.

"Kamu melakukannya dengan baik, Mbak Rhea," bisik Tono.

Rhea mengangguk, dia mengambil nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Ia mengendurkan punggungnya, dan menarik dua sudut bibirnya.

"Jadi Tuan Yixing, apa Anda menikmati liburan Anda kali ini?"

"Ya tentu, di sini cukup menyenangkan."

Rhea dan Mr. Yixing masuk ke dalam perbincangan yang tampak menyenangkan. Sesekali Mr. Yixing tertawa kecil, dan Rhea pun menimpali. Ia menutup mulutnya dan menundukkan kepala setiap tertawa.

Tono tersenyum kecil melihat Rhea bisa menguasai 'panggung' dengan cepat. Rhea yang diawalnya sangat gugup, kini mulai nyaman dan berbicara degan natural.

"Aku nggak perlu khawatir. Dia bisa menanganinya dengan baik untuk pekerjaan pertamanya," ucap Tono lirih sambil menenggak air mineral miliknya di atas meja.

Drtzzz

Ponsel Tono berdering. Dia beranjak dari duduknya dan meminta izin untuk menjawab panggilan tersebut di tempat lain.

"Katanya ada perubahan jadwal? Gimana aman nggak? Penerjemahnya?"

"Aman Pak Bos, alhamdulillah. Aku bahkan nggak perlu ikut campur dalam obrolan mereka. Dia beneran fasih dalam menggunakan bahasa mandarin."

"Good."

Jawaban singkat tapi Tono tahu bahwa sang tuan puas dengan laporannya.

TBC

1
Esther
yah unboxing di kantor ini....awas gak bisa jalan nanti Rhea😄
dewi rofiqoh
Mimik cucu dulu ah dedek🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
tanggung jawab ka pada penasaran nih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
wiiihhh dah ad sinyal lampu ijo
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
heeeyyyy nayaka ingat km LG kerja,NNT ad gangguan loh,
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
emng sengaja kyknya nih biar km g mau kerja lg
D_wiwied
yaaah tanggung amat thor 😆😆
lanjutin napa, kasian loh itu Nayaka dah nunggu lama momen ini 🤭🤭
GiZaNyA
gas pol Nayaka sampe gol yesss... 🤣🤣🤣
GiZaNyA
astagaaaa Othooorrrrr... gimana iniiii masa langsung di skip... 🤣🤣🤣
Icha Arlita
males ngebayangin sendiri, ayo ngebayangin bareng bareng 🤣🤣🤣
Bunda HB
hmmmmm pgi2 udh buat mrinding aja thor....😅😅😅
Lela Angraini
hdeeehhh pagi" dah haredang aja lah othor ini
ind@h
pagi² sudah dibikin panas dingin...🤭
ElHi
maem permen lolipop kaaakkk........kan biar santuyy dulu gitu lohh....Nayaka punya kok..tenang azaah....dah bayangin itu aja dah🤣🤣🤣🤣
falea sezi
kebayang muka nya pas blg yankk🤣🤣 q yg baper loo rea🤣🤭
dewi rofiqoh
Dah mulai bucin dan posesif niiih nayaka 🤭🤭🤭🤭
GiZaNyA
wihhh langsung ada huru-hara di hati Oza pastinya kalau tau Rhea nikah sama bos mereka sendiri.. 🤣🤣
GiZaNyA
intinya selamat yaa Nayaka Rhea... sekarang tinggal bikin geger orang sekantor yesss... 🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
kyknya nikmat bngt lihat penderitaan orang km tono
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
apa hak lu,ngatur dan tanya tanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!