Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjerat Hati Sang Ceo Dingin

Menjerat Hati Sang Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan / Romansa
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Scrpn

Alexander "Alex" Ar-Rasyid (30 Tahun)

Seorang CEO muda yang dingin, perfeksionis, dan workaholic. Ia memegang kendali penuh atas Ar-Rasyid Group, sebuah konglomerat raksasa di bidang properti dan investasi. Baginya, pernikahan adalah bentuk kerja sama bisnis yang tidak penting, hingga sebuah perjodohan keluarga memaksa hidupnya jungkir balik.

Keisha Azalea Pramesti (25 Tahun)

Seorang fashion designer berbakat, mandiri, dan memiliki idealisme tinggi. Ia pemilik butik haute couture Azalea Label. Di balik senyum lembutnya, Keisha adalah wanita tangguh yang menolak dipandang sebelah mata dan sangat mencintai dunianya—sketsa, kain, dan jarum jahit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Scrpn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

"Tiga puluh menit? Pria arogan itu benar-benar menguji batas kesabaranku!" seru Keisha dengan suara tertahan di dalam kamar mandinya. Ia baru saja melempar handuk kecil ke atas meja rias setelah mencuci muka, mencoba meredakan kepanikan yang mendadak melanda.

Meskipun ia terbiasa bekerja di bawah tekanan tenggat waktu yang ketat di butiknya, bersiap untuk menghadiri jamuan makan malam amal kaum elit bersama seorang CEO dingin sekalas Alexander Ar-Rasyid adalah cerita yang sepenuhnya berbeda. Ini bukan sekadar datang ke pameran busana kasual; ini adalah panggung sandiwara tingkat tinggi di mana ratusan pasang mata dari kalangan konglomerat, sosialita haus gosip, dan dewan direksi yang sinis akan menilai setiap gerak-geriknya.

Keisha bergegas membuka lemari pakaian besar di walk-in closet. Di antara deretan pakaian kasual dan blazer kerjanya, terselip sebuah gaun malam eksklusif rancangannya sendiri—sebuah gaun midi berpotongan mermaid berwarna midnight blue dengan taburan kristal halus di bagian dada yang memantulkan cahaya bagaikan gugusan bintang di langit malam. Gaun itu tadinya ia siapkan untuk pameran butiknya sendiri, namun situasi malam ini menuntutnya untuk mengeluarkan senjata fesyen terbaiknya. Ia tidak akan membiarkan dirinya diinjak-injak atau diremehkan sebagai istri kontrak yang tidak punya selera busana di hadapan rekan-rekan bisnis suaminya.

Dengan gerakan cepat namun teliti, Keisha mengenakan gaun tersebut. Ia memoles wajahnya dengan riasan natural namun elegan—menonjolkan garis rahangnya yang tegas, memoles bibirnya dengan warna rose pink yang lembut, dan menata rambut cokelat panjangnya menjadi ikatan sanggul modern bertekstur messy chic yang membiarkan beberapa helai rambut jatuh membingkai wajahnya dengan sempurna. Sepasang sepatu stiletto perak berhak tinggi melengkapi penampilannya malam itu.

Tepat saat ia menyemprotkan parfum beraroma vanilla orchid ke pergelangan tangannya, suara ketukan tegas terdengar dari luar pintu kamarnya.

"Waktu habis, Nyonya Ar-Rasyid," suara bariton Alexander Ar-Rasyid meluncur dingin dari balik pintu, terdengar sangat tidak sabar.

Keisha menarik napas dalam-dalam untuk mengisi paru-parunya dengan keberanian, lalu memutar gagang pintu dan membukanya lebar-lebar.

Di ambang pintu, Alexander berdiri tegak dengan balutan setelan tuksedo hitam klasik buatan desainer Italia yang dipadukan dengan dasi kupu-kupu rapi. Penampilan pria itu begitu memukau, memancarkan aura kekuasaan dan ketampanan maskulin yang sanggup meruntuhkan pertahanan wanita mana pun dalam sekali tatap. Namun, ketika mata kelam Alexander jatuh pada sosok Keisha yang berdiri di hadapannya, napas pria itu seketika tertahan di tenggorokan.

Selama beberapa detik, dunia di sekitar mereka seolah berhenti berputar. Alex terbiasa dikelilingi oleh wanita-wanita kalangan atas yang mengenakan gaun desainer ternama dunia. Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang mampu memancarkan pesona, keanggunan, dan kilat ketegasan yang begitu kuat seperti apa yang kini dilihatnya pada diri Keisha. Gaun midnight blue itu memeluk tubuh ramping Keisha dengan sempurna, membuat wanita itu tampak seperti ratu malam yang mematikan sekaligus memikat.

Kilatan kekaguman yang sempat melintas di mata Alex dengan cepat ia sembunyikan kembali di balik topeng dinginnya. Pria itu berdeham pelan, mencoba menetralkan degup jantungnya yang sempat berkhianat.

"Cukup lumayan," ucap Alex dengan nada sinis yang dibuat-buat, menyembunyikan rasa terpesonanya. "Setidaknya kau tidak membuatku malu di hadapan para pemegang saham dengan mengenakan pakaian compang-camping."

Keisha memutar bola matanya malas, mendengus geli mendengar komentar sok jual mahal dari suami kontraknya itu. "Simpan pujian palsu andalanmu itu, Tuan Ar-Rasyid. Aku berdandan seperti ini demi menjaga martabat butikku, bukan demi kepuasan ego pribadimu."

Alex mendengus pelan, lalu mengulurkan lengan kanannya dengan kaku. "Waktu kita terbatas. Jangan membuat para wartawan dan direksi menunggu lebih lama dari yang seharusnya. Pegang lenganku, dan ingat peranmu malam ini: tampilkan senyuman paling manis dan yakinkan mereka bahwa kita adalah pasangan yang paling berbahagia di muka bumi."

Dengan enggan, Keisha menyelipkan jemarinya yang lentik ke lengan bidang Alex. Sentuhan itu langsung mengirimkan sengatan listrik kecil yang membuat kulit mereka terasa hangat, meskipun ekspresi wajah keduanya sama-sama dingin tanpa cela. Bersamaan, mereka melangkah meninggalkan penthouse menuju lift pribadi yang akan membawa mereka turun ke lantai dansa perjamuan amal.

Lima belas menit kemudian, mobil limusin hitam milik Alexander Ar-Rasyid telah tiba di pelataran Grand Ballroom Hotel Mulia Senayan. Kilatan lampu kamera dari para wartawan hiburan dan bisnis langsung menyambut begitu pintu mobil dibuka. Suasana riuh rendah suara blitz kamera dan bisikan para undangan menciptakan gelombang energi yang luar biasa intens.

Alex melangkah keluar terlebih dahulu, lalu berbalik dan mengulurkan tangannya untuk membantu Keisha keluar dari mobil. Di bawah sorotan lampu kilat yang bertubi-tubi, Keisha menyambut uluran tangan itu dengan senyuman paling manis dan anggun yang bisa ia simpan di wajahnya—senyuman profesional seorang pengusaha wanita yang tahu cara menghadapi sorotan publik.

Begitu kaki mereka menapak di atas karpet merah, kilatan kamera semakin menjadi-jadi. Bisikan-bisikan penasaran langsung menyeruak di antara kerumunan tamu undangan dan wartawan.

“Ya ampun, bukankah itu Alexander Ar-Rasyid? Pria paling dingin di dunia bisnis yang kabarnya menolak semua perjodohan keluarga?”

“Dan siapa wanita di sampingnya itu? Dia tampak sangat memukau... bukan dari kalangan selebriti, tapi auranya luar biasa elegan!”

Alex merangkul pinggang ramping Keisha dengan erat, menarik tubuh wanita itu sedikit lebih dekat ke sisi tubuhnya. Gerakan itu tampak begitu mesra dan protektif di mata publik, namun di telinga Keisha, pria itu membisikkan ancaman kecil yang dingin.

"Tersenyumlah, Nyonya Ar-Rasyid. Jangan buat mereka curiga bahwa kita sedang merencanakan pembunuhan satu sama lain di balik senyum ini," bisik Alex tepat di dekat telinga Keisha, membuat bulu kuduk wanita itu meremang.

Keisha tidak kalah licik. Sambil mempertahankan senyuman lebarnya ke arah kamera, ia membalas bisikan itu dengan gigi yang terkatup rapat. "Diamlah, Tuan Ar-Rasyid, atau aku akan menginjak sepatu mahalmu dengan hak stiletto ini sekarang juga."

Alex terkekeh kecil—sebuah tawa tertahan yang hanya bisa didengar oleh Keisha. Di balik tatapan tajam dan pose mesra mereka di hadapan publik, perang urat saraf di antara pasangan suami istri kontrak ini justru semakin membara.

Mereka berdua berjalan memasuki ballroom yang didekorasi dengan megah, dikelilingi oleh lampu kristal raksasa dan alunan musik klasik yang menenangkan. Para petinggi perusahaan, kolega bisnis, dan sosialita papan atas langsung menoleh, menyambut kehadiran sang pewaris takhta Ar-Rasyid Group dengan tatapan penuh rasa ingin tahu dan kekaguman.

Namun, di sudut ruangan yang agak remang-remang, sepasang mata tajam penuh kebencian tengah mengamati setiap gerak-gerik mereka dari balik gelas champagne. Seorang wanita bergaun merah menyala dengan senyuman penuh racun mengepalkan tangannya erat-erat.

Alexander... kau pikir kau bisa menikah semudah itu dan mengabaikanku? Dan wanita asing itu... dia akan segera menyesal telah merebut tempat yang seharusnya menjadi milikku, batin wanita misterius tersebut, merencanakan badai besar yang siap menghantam rumah tangga kontrak mereka.

Di tengah kerumunan megah itu, Alex dan Keisha melangkah mantap ke lantai dansa, tidak menyadari bahwa malam amal yang berkilau ini adalah awal dari intrik berbahaya yang akan menguji batas kesetiaan dan ketahanan hati mereka berdua.

1
Exo L
kakk tulisannya, fashion gak sih?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!