Indonesia
NovelToon NovelToon
Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Istana/Kuno / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Xu Natalia, wanita yang diam-diam mengangkat keluarga Li dari rakyat biasa menjadi bangsawan, justru dihina saat suaminya, Li Adrian, pulang dari perang membawa istri lain. Tanpa banyak kata, ia memilih bercerai dan pergi hanya dengan harga dirinya.

Tak ada yang tahu wanita yang mereka remehkan adalah putri kaisar dari negeri seberang sekaligus ahli pengobatan yang mampu mengubah takdir.

Bagaimanakah saat keluarga Li tahu identitas Natalia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlalu Percaya Diri

Kereta kuda akhirnya berhenti di depan gerbang kediaman keluarga Li. Natalia turun dengan tenang, diikuti Wulan dari belakang. Dua orang pria tampak membawa peti besar berisi belanjaannya.

Saat Natalia hendak berjalan menuju paviliun mawar, langkahnya terhenti. Nyonya Li Anna, Karina, Lusi, dan Lilith tiba-tiba menghadang di tengah halaman.

Baru saja mereka hendak membuka mulut untuk menegur, mata mereka langsung tertuju pada peti besar itu. Tatapan mereka berubah penasaran sekaligus penuh perhitungan.

“Tunggu!” seru Nyonya Li Anna tajam. “Apa yang kau bawa itu?”

Kedua pria pembawa peti itu langsung berhenti keduanya saling pandang lalu menurunkan peti itu ke tanah. Suara kayu beradu terdengar cukup keras, menarik perhatian para pelayan di sekitar.

Tanpa menunggu izin, keempat wanita itu langsung mendekat. Dengan gerakan cepat, mereka membuka penutup peti tersebut.

Mata mereka langsung terbelalak. Di dalamnya tersusun rapi hanfu-hanfu mewah dengan kain berkualitas tinggi, serta perhiasan berkilauan yang memantulkan cahaya sore.

“Ya ampun, Natalia,” ujar Nyonya Li Anna dengan nada berubah lembut. “Ternyata kau membelikan ini untuk kami.”

Karina tersenyum lebar, matanya berbinar melihat isi peti. “Kau ingin membujuk kami, bukan?” katanya sambil mengambil salah satu hanfu.

Lusi bahkan sudah memegang kalung emas yang berkilau. “Cantik sekali … kau memang pintar mengambil hati kami,” ucapnya tanpa rasa malu.

Lilith juga tak ketinggalan, tangannya meraih sepasang anting mahal. Senyum puas terukir di wajahnya, seolah semua itu memang sudah menjadi miliknya.

Tadinya, mereka ingin memarahi Natalia karena Natalia pergi begitu saja bahkan pulang hingga sore harinya tanpa melakukan pekerjaan dengan mengatur para pelayan yang ada.

Terlihat Wulan mendengus pelan. Ia memutar bola matanya, jelas muak melihat tingkah mereka.

Nyonya Li Anna kemudian berdiri tegak, memasang wajah angkuh. “Walaupun kau memberikan semua ini,” katanya dingin, “kami tidak akan mudah luluh.”

“Benar,” sahut Karina cepat. “Kak Lilith tetap istri sah Andrian dan kau harus menerima hal itu.”

Lusi mengangguk dengan wajah sok berkelas. “Kami hanya … menghargai niatmu saja.”

Lilith tersenyum tipis, lalu berkata dengan nada manis yang dibuat-buat. “Tapi karena kau memberikan ini, kami akan memaafkanmu atas kejadian kemarin dan pagi tadi. Kau benar-benar pengertian.”

Sejak tadi Natalia hanya diam, menatap mereka tanpa ekspresi. Namun perlahan, ia melangkah maju.

Tanpa peringatan, ia menarik perhiasan dari tangan Lusi. Lalu satu per satu hanfu dari Karina, dan anting dari Lilith.

Gerakannya cepat dan tegas. Ia melempar semua itu kembali ke dalam peti dengan sentakan keras. Suara benda-benda itu beradu terdengar jelas di udara.

“Sayangnya,” ucap Natalia dingin, “aku membeli semua ini bukan untuk kalian.”

Seketika, suasana berubah sunyi. Senyum di wajah keempat wanita itu membeku.

“Apa maksudmu, Natalia!” seru Nyonya Li Anna dengan suara keras, membuat para pelayan yang semula menjaga jarak kini mulai mendekat.

Suasana halaman menjadi tegang, dipenuhi tatapan penasaran. Keempat wanita itu menatap Natalia dengan amarah yang langsung membuncah.

Natalia menatap mereka satu per satu tanpa gentar.

“Aku sudah bilang,” ucapnya tenang, “aku membeli semua ini bukan untuk kalian.”

Ucapan itu seperti menyiram minyak ke api. Wajah Li Anna langsung memerah, sementara Karina dan Lusi mendengus kesal.

“Kalau kalian mau,” lanjut Natalia dingin, “silakan beli sendiri.”

“Kau benar-benar tidak tahu diri!” bentak Li Anna. “Berani sekali bicara seperti itu di rumah anakku!”

Lilith menyilangkan tangan di dada, tatapannya penuh ejekan. “Dan berani-beraninya kau menghamburkan uang suamiky untuk hal yang tidak jelas.”

“Benar,” sahut Karina cepat. “Itu semua milik Kak Andrian. Gajinya sebagai jenderal kekaisaran, kau pasti mengambil uang dari kediaman kami.”

Lusi tertawa kecil dengan nada meremehkan. “Jadi otomatis itu milik kami juga. Aku bahkan lebih berhak, aku kakak ipar dari Andrian. Kau hanya orang lain yang beruntung ditampumg oleh Andrian.”

Natalia tetap berdiri tegak, wajahnya tak berubah sedikit pun. “Kalian terlalu percaya diri,” ucapnya datar. “Semua yang aku beli,” lanjutnya, “menggunakan uangku sendiri. Tak ada se-sen pun uang dari kediaman.”

Sejenak hening.

Lalu tawa mengejek pecah dari keempat wanita itu.

“Uangmu?” ulang Karina sambil tertawa sinis. “Dari mana kau mendapatkan uang?” tanyanya dengan nada meremehkan.

Lusi ikut menimpali dengan nada merendahkan. “Kau hanya wanita yang tidak punya kemampuan apa-apa.”

Lilith tersenyum miring, sorot matanya penuh kesombongan. “Berbeda denganku,” katanya. “Aku seorang jenderal, jelas memiliki penghasilan dari kekaisaran.”

Li Anna mengangguk tegas. “Benar. Semua yang ada di rumah ini berasal dari kerja keras Andrian. Jangan bermimpi kau punya hak lebih.”

Natalia tetap diam, hanya menatap mereka dengan tenang. Tatapan itu justru membuat mereka semakin kesal.

“Kau serakah,” tuduh Karina. “Mau menguasai semuanya sendiri.”

Natalia akhirnya tersenyum tipis, namun senyum itu dingin. “Kalau aku serakah,” ucapnya pelan, “maka kalian apa sebutannya?”

Ucapan itu membuat mereka terdiam sejenak. Namun kemarahan kembali memuncak.

“Kau benar-benar lancang!” bentak Li Anna lagi.

“Aku akan melaporkanmu pada Andrian!” seru Nyonya Li Anna dengan wajah merah padam. Suaranya menggema di halaman, membuat para pelayan semakin tegang. Amarahnya kini benar-benar tak terbendung.

“Ambilkan cambuk!” perintahnya tajam. “Dan pegang dia, aku akan mengajarinya sopan santun!”

Dua pelayan pria segera bergerak mendekati Natalia. Tanpa banyak bicara, mereka mencoba menahan kedua lengannya.

“Lepaskan!” ujar Natalia dingin, berusaha menarik tangannya.

Namun kedua pelayan itu tetap menahan, tak berani melawan perintah majikannya.

Salah satu pelayan memberikan rotan panjang pada Li Anna, berdiap memukul Natalia.

Di sisi lain, Wulan yang melihat itu langsung maju dengan wajah geram. Tanpa ragu, ia menendang salah satu pelayan hingga terhuyung.

Bugh!

“Berani sekali kalian!” bentaknya. “Lepaskan nyonyaku!”

Brugh!

Pelayan satunya lagi mencoba bertahan, namun Wulan kembali mendorongnya hingga keduanya mundur. Natalia pun akhirnya terbebas dari cengkeraman mereka.

Saat itu, Li Anna sudah mengayunkan cambuk rotan ke arah Natalia. Wajahnya dipenuhi amarah dan kebencian.

Namun, Natalia dengan cepat mengangkat tangannya dan menangkap cambuk itu di udara. Pegangannya kuat, menghentikan ayunan tersebut begitu saja.

Semua orang terkejut.

Dengan gerakan tenang, Natalia menarik cambuk itu dari tangan Li Anna, membuat wanita tua itu sedikit terhuyung ke depan.

Tatapan Natalia dingin, tak lagi menunjukkan sedikit pun rasa hormat. “Cukup,” ucapnya rendah.

Li Anna tertegun, tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Karina, Lusi, dan Lilith juga membelalak, seolah melihat orang yang berbeda.

Biasanya, Natalia akan diam. Biasanya, Natalia akan menunduk dan menurut. Namun kali ini, qanita itu berdiri tegak, tak bisa lagi mereka kendalikan.

1
Nofrizal
apakah natan buka cabang kantor di istina tian. perasaan jarak mereka berhari2. ini kok seakan berada di tempat yang sama...
yeni mahisa
sangat bagus alur cerinta🫰
Anre1201
See Natalie, Andra Yg budak aja masih selingkuh + ingin punya istri lebih, jadi bukan karna status bangsawan tapi karna karakter orang tersebut, setia / selingkuh
Anre1201
Kirain Natalie berpikiran luas, tapi ternyata hanya karna trauma jadi lupa kalau laki-laki selingkuh karna memang karakter nya, bukan karna jabatan / gelar bangsawan.
Mau rakyat jelata kalau memang tukang selingkuh / pingin istri lebih dari 1.. Apa Natalie bisa cegah??
Anre1201
Natalie mungkin lupa, bukan hanya bangsawan yg bisa punya istri lebih dari 2..
Pedagang, orang yg punya jabatan biasa, orang yang punya uang lebih, bahkan masyarakat bawah pun bisa punya istri lebih dari 2 😃😃
arniya
Natalia gk ingat pernah nolong pangeran??!
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
eh merk sandal kita sama 🤣🤣🤣
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
bengeeekk 🤣🤣🤣
rama
bagus ceritanya
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
kok aneh ya. jendral tingkat 2 kok tdk tau siapa klrga Gu
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
tongkol gak tuh 🤣🤣🤣
Na
Ketara Banget Sabotasenya
Na
BIKIN NGAJAK PERANG DUNIA 👏🏻👏🏻👏🏻
LETS GO TO BIG WARS 🤣🤣🤣
evana gusani
baru mampir
Na
STRESS KEKUASAAN 😱😱😱
Na
Hallo
Ely
wih bagus novel nya. alur cerita nya.
Ely
aku akan baca thor 😍
Walfadita Dit
KEREN BANGET PLIS 😭😭😭 langsung pengen ketemu terus cium+ peluk dan bilang " makasih yah udah bikin karya yang SEKEREN INI😚😚😭😭😭😭"
sayang nya kurang panjang kak🙏🏻😭😭
dan semoga amal ibadah bapak kakak diterima dan diampuni segala dosa² nyaa🥺
kak hariyoo: mampir kk hehe ke chat story aku dong hehehe jadi pembacaku
total 1 replies
Na
YAHHHH…. THE END DEH MELODRAMA NYA 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kak hariyoo: mampir kk hehe ke chat story aku dong hehehe jadi pembacaku kk 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!