Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Kedatangan yang Menyakitkan

“Yang itu letakkan di tengah. Hati-hati, jangan sampai miring.”

Suara lembut itu terdengar jelas di antara para pelayan. Xu Natalia berdiri di tengah aula, mengenakan hanfu biru sederhana yang justru menonjolkan kecantikannya. Wajahnya tampak antusias, hari ini, suaminya akan pulang setelah enam bulan pergi berperang, dan kini membawa kemenangan.

Sejak semalam, ia hampir tidak beristirahat. Semua ia siapkan sendiri, memastikan tak ada yang kurang.

Di sampingnya, Wulan, pelayan pribadinya, menatap dengan khawatir.

“Nyonya Muda, sebaiknya Anda beristirahat dulu. Anda belum tidur sejak semalam,” ujarnya pelan.

Xu Natalia menoleh dan tersenyum tipis. “Aku baik-baik saja, Wulan. Lagi pula, semuanya hampir selesai.”

Wulan menghela napas, tahu ia tak akan bisa membujuk nyonyanya. Ia pun memilih membantu tanpa berkata lagi.

Tak lama, suasana mendadak berubah saat langkah kaki terdengar dari luar aula. Nyonya Tua Li Anna masuk dengan anggun, diikuti putrinya, Karina, dan menantu pertamanya, Lusi. Tatapan mereka langsung jatuh pada Xu Natalia dengan wajah dingin.

“Natalia,” panggil Li Anna dengan nada dingin dan memerintah. “Pergi ke paviliun belakang. Ambilkan barang-barangku.”

Xu Natalia sedikit terkejut, namun tetap menunduk hormat. “Baik, Ibu. Aku akan menyelesaikan ini dulu, setelah itu—”

“Apa kau membantah?” potong Li Anna tajam. “Berani sekali kau menunda perintah ibu mertuamu!”

Suasana langsung hening. Para pelayan menunduk, tak berani bersuara.

Xu Natalia terdiam. Wajahnya tetap tenang, seolah sudah terbiasa menerima perlakuan seperti itu.

Karina mendengus pelan. “Dasar pemalas. Hal sekecil itu saja masih harus ditunda.”

Lusi ikut tersenyum sinis. “Memang begitu kalau asal-usulnya tak jelas. Tak tahu etika.”

Wulan mengepalkan tangannya, menahan amarah. Namun Xu Natalia hanya mengangguk pelan.

“Baik, Ibu. Aku akan segera ke sana.” Ia berbalik dan berjalan menuju paviliun belakang, diikuti Wulan yang masih menahan kesal.

Begitu Xu Natalia pergi, Li Anna mencibir. “Cih, dasar yatim piatu. Sudah jelas hanya ingin menumpang hidup di keluarga Li.”

Karina tertawa kecil, sementara Lusi menutup mulutnya, menahan senyum.

Namun suasana berubah seketika saat seorang pengawal bergegas masuk dan berlutut.

“Nyonya Tua! Rombongan Tuan Muda Li Adrian sudah tiba di depan gerbang!”

Wajah Li Anna langsung berseri-seri.

“Benarkah?!”

“Iya, Nyonya!”

“Cepat, kita sambut!” serunya penuh antusias.

Tanpa memedulikan yang lain, mereka segera berbalik menuju gerbang utama, meninggalkan aula yang masih dipenuhi sisa persiapan. Mereka bahkan tak berniat memanggil Natalia kembali.

*

*

Di paviliun belakang kediaman, terlihat Natalia dan Wulan sibuk mencari barang milik mertuanya itu.

Tapi gerakan tangan Xu Natalia terhenti sejenak saat seorang pelayan bergegas menghampirinya di paviliun belakang.

“Nyonya Muda, Tuan Muda Li telah datang,” lapor pelayan itu sambil menunduk.

Mata Natalia langsung berbinar. “Benarkah?”

Pelayan itu mengangguk cepat. “Benar, Nyonya. Tapi, Tuan—”

Belum sempat kalimat itu selesai, Natalia sudah berbalik dan bergegas pergi. Senyum manis menghiasi wajahnya, langkahnya ringan penuh harap.

Di belakangnya, pelayan itu hanya bisa terdiam kaku, seolah ingin mengatakan sesuatu namun tak mampu.

Natalia berjalan cepat menuju gerbang utama. Namun, langkahnya tiba-tiba melambat saat suara yang begitu dikenalnya terdengar jelas.

“Andrian, kau tahu? Selama kau pergi, istrimu itu tidak melakukan apa-apa,” ujar Li Anna dengan nada penuh sindiran. “Bahkan semua persiapan ini kami yang susah payah mengurusnya. Dia? Hanya diam di paviliunnya sepanjang hari.”

Langkah Natalia terhenti sepenuhnya. Dadanya terasa sesak. Ia berdiri di balik pilar, tak berani melangkah lebih jauh. Padahal dialah yang mengurus semuanya.

Di sampingnya, Wulan mengepalkan tangan, rahangnya mengeras menahan amarah. Namun Natalia hanya menunduk, berusaha tetap tenang meski hatinya terasa diremas. Meski begitu, Natalia tidak akan marah.

Lalu suara Li Anna kembali terdengar, kali ini penuh rasa penasaran. “Lalu siapa wanita ini, Andrian?”

Suara pria itu, suara yang begitu Natalia rindukan akhirnya terdengar.

“Dia istriku, Ibu. Gu Lilith, putri dari keluarga bangsawan Gu.”

Deg!

Dunia Natalia seakan berhenti. Tubuhnya membeku.

“Istri?” lirih Natalia tak percaya.

Perlahan, dengan langkah berat, ia menampakkan dirinya dari balik pilar.

Semua orang langsung menoleh.

Di sana, ia melihat Li Andrian berdiri tegap dengan pakaian perang yang megah. Namun yang membuat hatinya hancur adalah wanita di sampingnya.

Seorang wanita cantik dalam hanfu merah muda, menggandeng erat lengan suaminya dengan senyum manis.

Napas Natalia tercekat. “Suamiku .…” suaranya lirih, nyaris tak terdengar. “Siapa dia?”

Li Andrian menatapnya datar, tanpa rasa bersalah sedikit pun. “Ini istriku. Lilith.”

Kata-kata itu menghantam seperti petir. Tangan Natalia mengepal kuat, kukunya nyaris melukai telapak tangannya sendiri.

Gu Lilith tersenyum lembut, melangkah sedikit mendekat. “Salam kenal, Kakak,” ujarnya manis. “Mulai sekarang, semoga kita bisa bersama-sama melayani suami kita. Tapi ....”

Ia berhenti sejenak, lalu menatap Andrian dengan lembut sambil mengelus perutnya yang mulai membuncit.

Hati Natalia terasa seperti ditusuk ribuan jarum.

Li Andrian maksud dari istri keduanya itu, akhirnya ia pun melanjutkan dengan nada dingin, seolah membicarakan hal sepele.

“Natalia, Lilith sedang mengandung anakku. Karena itu, mulai sekarang dia akan menjadi istri sah. Sedangkan kau cukup menjadi selir.”

Duar!

Segalanya runtuh dalam sekejap. Air mata jatuh tanpa bisa ia tahan. Dunia di sekitarnya terasa kabur. Namun tak seorang pun peduli.

“Benar! Kak Lilith ini seorang bangsawan, tidak pantas dia menjadi seorang selir,” sela Karina tanpa memikirkan perasaan kakak iparnya.

Bukannya menegur putrinya, Li Anna justru tersenyum lebar, penuh kebanggaan. Ia segera menggandeng tangan Lilith.

“Ayo, kita ke aula. Ibu sudah menyiapkan pesta penyambutan untuk kalian,” ujarnya hangat, perlakuan yang tak pernah diberikan pada Natalia. “Ayo, menantuku.”

Rombongan itu pun berjalan pergi, meninggalkan Natalia berdiri sendirian. Tak ada yang menoleh padanya bahkan bersimpati sedikitpun.

Sampai akhirnya, lutut Natalia tak lagi mampu menopang tubuhnya. Ia jatuh terduduk di tanah.

“Nyonya!” Wulan berlari menghampiri, wajahnya panik.

Natalia terisak pelan, air matanya jatuh tanpa henti. “Apa … salahku, Wulan?” suaranya bergetar. “Apa aku kurang baik sebagai istri? Aku telah mengobarkan semuanya.”

Wulan menggigit bibirnya, menahan tangis. Ia memeluk Natalia erat. “Bukan salah Nyonya mereka saja yang tidak tahu diri.”

Namun bagi Natalia, kata-kata itu tak lagi mampu mengobati luka.

Hari yang seharusnya penuh kebahagiaan justru menjadi awal dari kehancuran hatinya.

Selama lima tahun, Xu Natalia mengabdikan dirinya sepenuh hati pada keluarga Li, menahan hinaan, menelan luka, dan tetap berdiri sebagai istri yang setia. Tapi yang ia dapatkan hari ini hanyalah pengkhianatan.

Tubuhnya yang lemah masih terjatuh di gerbang kediaman. Tangisnya pecah tanpa bisa ditahan lagi, bahunya bergetar hebat. Air mata terus mengalir, membasahi pipinya yang pucat.

Semua usaha, semua pengorbanan seakan tak pernah berarti. “Apa … semua itu sia-sia?” lirihnya dengan suara parau.

Terpopuler

Comments

Tiara Bella

Tiara Bella

aku mampir biasa Thor..../Kiss/

2026-04-02

2

Oi Min

Oi Min

tinggal kan saja suami dan keluarga Li yg toxic dan benalu itu.....

2026-06-14

1

Actualle

Actualle

nah lohhh~
tegang amattt, emang pada ngapain dah?!

2026-07-28

0

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan yang Menyakitkan
2 Ancaman Bercerai
3 Pemilik Asli
4 Kerumunan
5 Terlalu Percaya Diri
6 Mengadu
7 Berdebat
8 Memberikan Cap Kediaman
9 Selama Ini
10 Pria Buta
11 Siapa Dia?
12 Putri Sang Kaisar
13 Kenyataan
14 Jangan Pernah Menyesal
15 Zhang Tian
16 Transaksi Selesai
17 Zhao Nathan
18 Mengurus Perceraian
19 Berkemas
20 Penyusup Itu
21 Pergi
22 Mulai Kacau
23 Syok Pagi-pagi
24 Diusir
25 Kemalangan Keluarga Li
26 Sayembara
27 Menemui Natalia
28 Diusir Lagi
29 Rencana Natalia
30 Berangkat
31 Desa Lino
32 Mulai Bekerja
33 Berhasil
34 Mulai Tertarik
35 Frustasi
36 Menyelinap
37 Berguru dengan Kakak Ipar
38 Kasus Selesai
39 Kabar Gembira
40 Berangan-angan
41 Tiba di Kekaisaran
42 Pesta Istana
43 Dijemput
44 Natalia Tiba
45 Meminta Hadiah Lain
46 Permintaan Dikabulkan
47 Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
48 Pamit
49 Penyambutan Sang Putri
50 Pertemuan Ayah dan Anak
51 Berkumpul Lagi
52 Rencana Sang Kaisar
53 Pengumuman Besar
54 Khayalan Keluarga Li
55 Membujuk Lilith
56 Senang Sebelum Syok
57 Ketahuan
58 Ungkapan Jujur
59 Rencana Kakak Beradik
60 Sebelum Pesta
61 Penipu ditipu
62 Pesta
63 Syok
64 Bukan Keluarga Gu?
65 Kenyataan Menyakitkan
66 Merayu di Depan Umum
67 Kehancuran Keluarga Li
68 Persaingan Dua Bersaudara
69 Mencuri Surat
70 Mengusir
71 Belum Kapok
72 Hadiah Perpisahan
73 Penurunan Status
74 Keluarga Li Jatuh
75 Lepaskan Gelar Itu!
76 Baik, Aku Lepaskan!
77 Sumpah Setia
78 Pernikahan
79 Belajar Mandiri
80 Malam Panas Terkejut
81 Rencana Lian
82 Panik Menjadi Kaisar
83 Hukuman Lian
84 Rencana Penyerangan
85 Tingkah Aneh
86 Diserang
87 Panggil Tian
88 Pergilah! Selamatkan Rumahmu!
89 Aku Hamil
90 Berakhir?
91 Tian Datang
92 Perang Selesai
93 Akan Jadi Paman
94 Kabar Gembira
95 Menggantikan
96 Kaisar Zhao Bahagia
97 Menerima Takdir
98 Menjadi Kaisar Baru
99 Sang Kaisar
100 Perkenalkan Permaisuriku
101 Menyesal
102 Terlambat Menyesal
103 Hama Datang
104 Dihukum
105 Karma untuk Mereka
106 Calon Kakek
107 Melarikan Diri
108 Akan Melahirkan
109 Menuju Ending
110 Ending
111 Karya Baru
112 Promosi karya Teman
113 Promosi karya Teman
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Kedatangan yang Menyakitkan
2
Ancaman Bercerai
3
Pemilik Asli
4
Kerumunan
5
Terlalu Percaya Diri
6
Mengadu
7
Berdebat
8
Memberikan Cap Kediaman
9
Selama Ini
10
Pria Buta
11
Siapa Dia?
12
Putri Sang Kaisar
13
Kenyataan
14
Jangan Pernah Menyesal
15
Zhang Tian
16
Transaksi Selesai
17
Zhao Nathan
18
Mengurus Perceraian
19
Berkemas
20
Penyusup Itu
21
Pergi
22
Mulai Kacau
23
Syok Pagi-pagi
24
Diusir
25
Kemalangan Keluarga Li
26
Sayembara
27
Menemui Natalia
28
Diusir Lagi
29
Rencana Natalia
30
Berangkat
31
Desa Lino
32
Mulai Bekerja
33
Berhasil
34
Mulai Tertarik
35
Frustasi
36
Menyelinap
37
Berguru dengan Kakak Ipar
38
Kasus Selesai
39
Kabar Gembira
40
Berangan-angan
41
Tiba di Kekaisaran
42
Pesta Istana
43
Dijemput
44
Natalia Tiba
45
Meminta Hadiah Lain
46
Permintaan Dikabulkan
47
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
48
Pamit
49
Penyambutan Sang Putri
50
Pertemuan Ayah dan Anak
51
Berkumpul Lagi
52
Rencana Sang Kaisar
53
Pengumuman Besar
54
Khayalan Keluarga Li
55
Membujuk Lilith
56
Senang Sebelum Syok
57
Ketahuan
58
Ungkapan Jujur
59
Rencana Kakak Beradik
60
Sebelum Pesta
61
Penipu ditipu
62
Pesta
63
Syok
64
Bukan Keluarga Gu?
65
Kenyataan Menyakitkan
66
Merayu di Depan Umum
67
Kehancuran Keluarga Li
68
Persaingan Dua Bersaudara
69
Mencuri Surat
70
Mengusir
71
Belum Kapok
72
Hadiah Perpisahan
73
Penurunan Status
74
Keluarga Li Jatuh
75
Lepaskan Gelar Itu!
76
Baik, Aku Lepaskan!
77
Sumpah Setia
78
Pernikahan
79
Belajar Mandiri
80
Malam Panas Terkejut
81
Rencana Lian
82
Panik Menjadi Kaisar
83
Hukuman Lian
84
Rencana Penyerangan
85
Tingkah Aneh
86
Diserang
87
Panggil Tian
88
Pergilah! Selamatkan Rumahmu!
89
Aku Hamil
90
Berakhir?
91
Tian Datang
92
Perang Selesai
93
Akan Jadi Paman
94
Kabar Gembira
95
Menggantikan
96
Kaisar Zhao Bahagia
97
Menerima Takdir
98
Menjadi Kaisar Baru
99
Sang Kaisar
100
Perkenalkan Permaisuriku
101
Menyesal
102
Terlambat Menyesal
103
Hama Datang
104
Dihukum
105
Karma untuk Mereka
106
Calon Kakek
107
Melarikan Diri
108
Akan Melahirkan
109
Menuju Ending
110
Ending
111
Karya Baru
112
Promosi karya Teman
113
Promosi karya Teman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!