Pemilik Asli

Pagi itu, Paviliun Mawar tampak tenang. Xu Natalia duduk di dekat jendela, merajut sapu tangan dengan gerakan perlahan. Wajahnya sudah kembali tenang, seolah tak ada lagi sisa tangis semalam.

Langkah kaki terdengar mendekat, diiringi suara kain bergesekan. Natalia mengangkat pandangannya saat Gu Lilith masuk bersama beberapa pelayan. Wajah wanita itu tampak angkuh, matanya menilai sekeliling paviliun.

“Aku ingin menempati paviliun ini,” ujar Lilith tanpa basa-basi. “Jadi, silakan kau cari tempat lain.”

Natalia meletakkan rajutannya dan berdiri perlahan. Tatapannya datar, tanpa emosi.

“Kau punya hak apa menyuruhku pergi?”

Lilith tersenyum tipis, penuh kemenangan. “Aku istri sah Andrian sekarang. Sedangkan kau hanya selir.”

Alis Natalia sedikit terangkat, ia tak tersinggung sama sekali. “Kalau aku tidak mau?” suaranya dingin. “Kenapa aku harus menuruti gundik sepertimu?”

Wajah Lilith langsung berubah. Amarah memenuhi matanya saat ia mengangkat tangan, berniat menampar Natalia.

“Kurang ajar!”

Tapi sebelum tangan itu mendarat, Natalia menangkap pergelangannya. Dengan satu gerakan tegas, ia menghempaskan tangan Lilith hingga terlepas.

Lilith mundur selangkah, mengepalkan tangan dengan wajah merah padam.

“Dasar yatim piatu! Kau benar-benar tidak tahu diri,” desisnya. “Pantas saja Andrian tidak pernah berselera menyentuhmu.”

Tatapan Natalia berubah tajam. “Lebih tidak tahu diri mana?” balasnya tenang. “Aku yang mempertahankan hakku atau seorang wanita yang melemparkan dirinya ke ranjang pria yang sudah beristri?”

Lilith semakin murka. Ia langsung melayangkan pukulan, namun kembali Natalia menahannya dengan mudah.

“Jangan pernah berani menyentuhku dengan tangan kotormu,” ucap Natalia dingin.

“Berani sekali kau—”

“Ada apa ini?”

Suara itu memotong pertikaian. Lilith dengan cepat melepaskan diri dan berpura-pura terhuyung. Tubuhnya condong ke belakang seolah terdorong.

“Andrian .…” lirihnya.

Li Andrian segera berlari dan menangkap tubuh Lilith sebelum jatuh. Wajahnya penuh kekhawatiran.

“Lilith! Kau tidak apa-apa?”

Lilith menggeleng lemah, berpura-pura tegar. “Aku baik-baik saja hanya saja, Kak Natalia sepertinya membenciku,” ucapnya lirih. “Aku hanya meminta paviliun ini dengan baik, tapi Natalia langsung mendorongku.”

Tatapan Andrian langsung berubah tajam ke arah Natalia.

“Beraninya kau menyakiti Lilith!” bentaknya. “Dia sedang mengandung anakku. Kau benar-benar jahat.”

Natalia tidak terkejut. Ia hanya tersenyum tipis. “Aku menyakitinya?” ujarnya santai. “Jenderal tingkat tiga bisa tertindas oleh wanita yang bahkan tak punya kemampuan bela diri?”

Ia melangkah mendekat, menatap Lilith lurus. “Aku yang kuat atau kau yang pura-pura lemah?”

Tangan Lilith kembali mengepal, namun Andrian langsung berdiri di depannya.

“Apa salahnya kau memberikan paviliun ini?” katanya dingin. “Lilith sedang hamil. Kau seharusnya mengalah.”

Belum sempat Natalia menjawab, langkah kaki lain terdengar mendekat. Li Anna, Karina, dan Lusi masuk dengan wajah tidak senang.

“Apa yang terjadi?” tanya Li Anna.

“Ibu .…” Lilith langsung mendekat dengan wajah sedih. “Aku hanya ingin paviliun ini, tapi Kak Natalia tak ingin memberikannya. Padahal aku sedang ngidam, dan sangat menyukai suasana paviliun ini,” ujarnya lagii sambil mengelus perutnya.

Natalia menatap tajam dan berkata, “Jangan mencoba membawa anak dalam—”

“Cukup!” potong Li Anna tajam, menatap Natalia penuh kebencian. “Kau ini benar-benar tidak tahu diri!”

Karina mendengus. “Dasar yatim piatu. Sudah dipungut, masih berani melawan.”

Lusi ikut menyahut sinis. “Jangan-jangan dia ingin menguasai semua yang dimiliki Andrian. Benar-benar tidak tahu diri, hanya menumpang bersikap seenaknya.”

Natalia yang semula diam, perlahan mengangkat kepalanya. Tatapannya kini dingin dan tajam.

“Aky ingin menguasai?” ulangnya pelan. Ia lalu menatap Andrian lurus. “Apa kau tidak ingin menjelaskan dari mana kediaman ini berasal?”

Andrian langsung terdiam. Wajahnya menegang.n“Kau ingin mengingkari lagi janjimu?” lanjut Natalia.

Li Anna mengerutkan kening.n“Apa maksudmu? Semua ini hasil kerja keras putraku!”

Natalia tersenyum tipis. “Oh, benarkah?” katanya santai. “Kalau begitu mari kita tanya langsung padanya.”

Semua mata langsung tertuju pada Andrian. Pria itu tampak gelisah, jelas tidak siap.

Selama ini, ia selalu mengaku sebagai pemilik segalanya, bahkan menjadi sarjana karena biaya sendiri. Padahal kenyataannya semua berasal dari Natalia. Bahkan surat kepemilikan kediaman ini atas nama wanita itu.

Dulu saat Andrian meminta pada keluarganya, keluarganya justru tidak memiliki biaya dan tentu lagi-lagi Natalia yang membantunya.

“Andrian?” desak Li Anna.

Andrian menarik napas, lalu berusaha tersenyum.

“Sudahlah, Bu. Tidak perlu dibahas,” katanya cepat. Ia menoleh ke Natalia. “Kau pindah saja ke paviliun lain. Tidak perlu memperbesar masalah.”

Natalia langsung menggeleng. “Aku tidak akan pergi.”

Wajah Li Anna langsung memerah. “Kurang ajar!” bentaknya. “Dasar wanita pembangkang!”

Karina dan Lusi ikut menyerang dengan kata-kata tajam.

“Lebih baik ceraikan saja wanita swperti ini, kak. Perempuan mandul,” ejek Karina.

“Benar! Hanya menjadi beban keluarga.”

Lilith berdiri di belakang Andrian, menatap Natalia dengan senyum tipis penuh kemenangan.

Nyonya Li Anna ikut kembali membuka mulutnya.

Namun tiba-tiba Andrian mengangkat tangan. “Ibu, sudah,” katanya cepat. “Mari kita pergi dulu. Natalia hanya sedang banyak pikiran.”

Li Anna menatapnya tak percaya. “Apa maksudmu? Wanita seperti ini harusnya langsung diceraikan!”

Andrian terdiam. Jantungnya berdegup kencang. Jika ia menceraikan Natalia sekarang. Maka kediaman ini dan semua yang ada di dalamnya akan kembali pada pemilik aslinya, Xu Natalia.

Satu-satunya cara adalah mengambil kediaman ini lebih dulu. Baru setelahnya mendepak Natalia pergi.

Akhirnya mereka berbalik pergi dengan wajah masam begitu melihat wajah Andrian.

*

*

Setelah perdebatan itu, Xu Natalia memilih keluar dari kediaman keluarga Li. Langkahnya tenang, namun pikirannya penuh dengan gejolak yang tak ia tunjukkan. Wulan mengikuti di belakang, wajahnya masih dipenuhi amarah.

“Benar-benar keterlaluan!” gerutu Wulan tak henti-henti. “Mereka tidak tahu malu, Nyonya. Semua itu jelas milik Anda, tapi mereka malah bertingkah seolah-olah itu milik mereka!”

Natalia tidak langsung menjawab. Ia hanya terus berjalan hingga akhirnya berhenti di depan sebuah toko pakaian yang cukup besar. Tanpa banyak bicara, ia masuk ke dalam.

Di dalam toko, suasana jauh lebih tenang. Natalia mulai melihat-lihat deretan hanfu dengan berbagai warna dan corak. Sudah lama ia tidak memanjakan dirinya sendiri.

“Yang ini bagus,” gumamnya pelan sambil menyentuh kain lembut berwarna biru tua. “Dan yang itu bungkus juga.”

Wulan masih menggerutu pelan di sampingnya.

“Nyonya, kenapa kita yang harus pergi nanti?” katanya kesal. “Itu kediaman milik Nyonya. Seharusnya mereka yang keluar, bukan kita.”

Tangan Natalia yang sedang memilih kain tiba-tiba terhenti. Ia terdiam sejenak, mencerna kata-kata itu.

Benar. Kenapa harus dirinya yang pergi?

Perlahan, Natalia mengangkat wajahnya dan menatap Wulan. Ada sesuatu yang berubah dalam tatapannya semakim dingin.

“Kau benar, Wulan,” ucapnya pelan namun pasti.

Wulan tertegun, menatap nyonyanya dengan heran.

Natalia tersenyum tipis. Namun kali ini, senyumnya bukan lagi kelembutan seperti dulu.

“Yang seharusnya pergi bukan kita. Tapi mereka.”

Terpopuler

Comments

RiriChiew🌺

RiriChiew🌺

jgn mau ditindas Natalia berikan mereka balasan atas apa yg telah kau terima, terutama suami durjanaaa mu itu 😐

2026-04-03

1

🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥

🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥

dasar gak tau malu. kalau saja Adrian gak ketemu Natali, dia sekarang bukanlah apa-apa /Panic//Panic/

2026-04-02

1

Erna Masliana

Erna Masliana

langsung sat set ke pengadilan.. jangan buang waktu.. jangan nunggu diracun atau di bunuh dulu

2026-05-11

0

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan yang Menyakitkan
2 Ancaman Bercerai
3 Pemilik Asli
4 Kerumunan
5 Terlalu Percaya Diri
6 Mengadu
7 Berdebat
8 Memberikan Cap Kediaman
9 Selama Ini
10 Pria Buta
11 Siapa Dia?
12 Putri Sang Kaisar
13 Kenyataan
14 Jangan Pernah Menyesal
15 Zhang Tian
16 Transaksi Selesai
17 Zhao Nathan
18 Mengurus Perceraian
19 Berkemas
20 Penyusup Itu
21 Pergi
22 Mulai Kacau
23 Syok Pagi-pagi
24 Diusir
25 Kemalangan Keluarga Li
26 Sayembara
27 Menemui Natalia
28 Diusir Lagi
29 Rencana Natalia
30 Berangkat
31 Desa Lino
32 Mulai Bekerja
33 Berhasil
34 Mulai Tertarik
35 Frustasi
36 Menyelinap
37 Berguru dengan Kakak Ipar
38 Kasus Selesai
39 Kabar Gembira
40 Berangan-angan
41 Tiba di Kekaisaran
42 Pesta Istana
43 Dijemput
44 Natalia Tiba
45 Meminta Hadiah Lain
46 Permintaan Dikabulkan
47 Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
48 Pamit
49 Penyambutan Sang Putri
50 Pertemuan Ayah dan Anak
51 Berkumpul Lagi
52 Rencana Sang Kaisar
53 Pengumuman Besar
54 Khayalan Keluarga Li
55 Membujuk Lilith
56 Senang Sebelum Syok
57 Ketahuan
58 Ungkapan Jujur
59 Rencana Kakak Beradik
60 Sebelum Pesta
61 Penipu ditipu
62 Pesta
63 Syok
64 Bukan Keluarga Gu?
65 Kenyataan Menyakitkan
66 Merayu di Depan Umum
67 Kehancuran Keluarga Li
68 Persaingan Dua Bersaudara
69 Mencuri Surat
70 Mengusir
71 Belum Kapok
72 Hadiah Perpisahan
73 Penurunan Status
74 Keluarga Li Jatuh
75 Lepaskan Gelar Itu!
76 Baik, Aku Lepaskan!
77 Sumpah Setia
78 Pernikahan
79 Belajar Mandiri
80 Malam Panas Terkejut
81 Rencana Lian
82 Panik Menjadi Kaisar
83 Hukuman Lian
84 Rencana Penyerangan
85 Tingkah Aneh
86 Diserang
87 Panggil Tian
88 Pergilah! Selamatkan Rumahmu!
89 Aku Hamil
90 Berakhir?
91 Tian Datang
92 Perang Selesai
93 Akan Jadi Paman
94 Kabar Gembira
95 Menggantikan
96 Kaisar Zhao Bahagia
97 Menerima Takdir
98 Menjadi Kaisar Baru
99 Sang Kaisar
100 Perkenalkan Permaisuriku
101 Menyesal
102 Terlambat Menyesal
103 Hama Datang
104 Dihukum
105 Karma untuk Mereka
106 Calon Kakek
107 Melarikan Diri
108 Akan Melahirkan
109 Menuju Ending
110 Ending
111 Karya Baru
112 Promosi karya Teman
113 Promosi karya Teman
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Kedatangan yang Menyakitkan
2
Ancaman Bercerai
3
Pemilik Asli
4
Kerumunan
5
Terlalu Percaya Diri
6
Mengadu
7
Berdebat
8
Memberikan Cap Kediaman
9
Selama Ini
10
Pria Buta
11
Siapa Dia?
12
Putri Sang Kaisar
13
Kenyataan
14
Jangan Pernah Menyesal
15
Zhang Tian
16
Transaksi Selesai
17
Zhao Nathan
18
Mengurus Perceraian
19
Berkemas
20
Penyusup Itu
21
Pergi
22
Mulai Kacau
23
Syok Pagi-pagi
24
Diusir
25
Kemalangan Keluarga Li
26
Sayembara
27
Menemui Natalia
28
Diusir Lagi
29
Rencana Natalia
30
Berangkat
31
Desa Lino
32
Mulai Bekerja
33
Berhasil
34
Mulai Tertarik
35
Frustasi
36
Menyelinap
37
Berguru dengan Kakak Ipar
38
Kasus Selesai
39
Kabar Gembira
40
Berangan-angan
41
Tiba di Kekaisaran
42
Pesta Istana
43
Dijemput
44
Natalia Tiba
45
Meminta Hadiah Lain
46
Permintaan Dikabulkan
47
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
48
Pamit
49
Penyambutan Sang Putri
50
Pertemuan Ayah dan Anak
51
Berkumpul Lagi
52
Rencana Sang Kaisar
53
Pengumuman Besar
54
Khayalan Keluarga Li
55
Membujuk Lilith
56
Senang Sebelum Syok
57
Ketahuan
58
Ungkapan Jujur
59
Rencana Kakak Beradik
60
Sebelum Pesta
61
Penipu ditipu
62
Pesta
63
Syok
64
Bukan Keluarga Gu?
65
Kenyataan Menyakitkan
66
Merayu di Depan Umum
67
Kehancuran Keluarga Li
68
Persaingan Dua Bersaudara
69
Mencuri Surat
70
Mengusir
71
Belum Kapok
72
Hadiah Perpisahan
73
Penurunan Status
74
Keluarga Li Jatuh
75
Lepaskan Gelar Itu!
76
Baik, Aku Lepaskan!
77
Sumpah Setia
78
Pernikahan
79
Belajar Mandiri
80
Malam Panas Terkejut
81
Rencana Lian
82
Panik Menjadi Kaisar
83
Hukuman Lian
84
Rencana Penyerangan
85
Tingkah Aneh
86
Diserang
87
Panggil Tian
88
Pergilah! Selamatkan Rumahmu!
89
Aku Hamil
90
Berakhir?
91
Tian Datang
92
Perang Selesai
93
Akan Jadi Paman
94
Kabar Gembira
95
Menggantikan
96
Kaisar Zhao Bahagia
97
Menerima Takdir
98
Menjadi Kaisar Baru
99
Sang Kaisar
100
Perkenalkan Permaisuriku
101
Menyesal
102
Terlambat Menyesal
103
Hama Datang
104
Dihukum
105
Karma untuk Mereka
106
Calon Kakek
107
Melarikan Diri
108
Akan Melahirkan
109
Menuju Ending
110
Ending
111
Karya Baru
112
Promosi karya Teman
113
Promosi karya Teman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!