Kerumunan

Di dalam kereta kuda sederhana, Natalia duduk diam sementara Wulan masih menggerutu pelan. Suasana di dalam kereta terasa sunyi, hanya suara roda yang berderak mengisi perjalanan. Namun tiba-tiba, kereta itu berhenti mendadak.

Wulan langsung menegakkan tubuhnya. “Ada apa, Kusir?” tanyanya cepat.

Dari luar, kusir menjawab ragu. “Nyonya, sepertinya ada keributan di depan. Saya dengar ada orang yang tergeletak tak sadarkan diri.”

Natalia langsung menoleh, matanya berubah serius. Ia mengambil cadar tipis dan menutup sebagian wajahnya.

“Aku akan turun sebentar,” ucapnya singkat.

Wulan mengangguk tanpa bertanya lebih jauh. “Hati-hati, Nyonya,” ujarnya seolah telah tahu apa yang akan dilakukan sang junjungan.

Natalia turun dari kereta dan berjalan cepat menuju kerumunan. Ia membelah orang-orang yang berdesakan di depan sebuah kedai teh yang riuh.

“Permisi, beri jalan,” katanya tegas.

Di tengah kerumunan, seorang pria paruh baya tergeletak di tanah. Tubuhnya sempat kejang, lalu kini diam mematung dengan wajah pucat.

Seorang pria muda berlutut di sampingnya dengan panik. “Ayah! Bangun, Ayah!” serunya.

Seorang tabib tua berada di dekat mereka, meraba nadi dengan ragu.

“Ini serangan angin duduk,” katanya. “Cepat ambil dupa gaharu dan air jampi!”

Natalia langsung melangkah mendekat, namun pria muda itu menahan lengannya.

“Jangan sentuh ayahku!” bentaknya. “Kami sudah punya tabib!”

Tabib tua itu ikut menatap tajam. “Nona, jangan ikut campur. Ini bukan hal yang bisa kau tangani, apalagi kau hanya orang awam.”

Natalia tidak bergeming. Tatapannya dingin dan tajam menembus keduanya.

“Kalau kalian terus berdebat,” ucapnya datar, “nyawanya akan pergi.”

Pria muda itu terdiam, wajahnya pucat. “A–apa maksudmu?”

“Dia tidak bernapas dengan baik dan nadinya melemah,” lanjut Natalia cepat. “Jika tidak ditangani sekarang, kau akan kehilangan ayahmu.”

Nada suaranya yang penuh keyakinan membuat pria itu ragu. Dengan tangan gemetar, ia akhirnya mundur perlahan.

Natalia segera berlutut di samping pria itu. Jemarinya tidak menuju pergelangan tangan, melainkan ke leher, menekan arteri karotis dengan presisi.

‘Nadi lemah napas berhenti. Cardiac arrest,’ batinnya.

Ingatan tentang catatan medis ibunya dari masa depan memenuhi pikirannya. Pengetahuan yang tak seharusnya ada di zaman ini kini menjadi satu-satunya harapan.

Natalia segera meletakkan kedua tangannya di tengah dada pria itu. Ia mulai menekan dengan ritme stabil dan kuat.

“Hei! Apa yang kau lakukan?” teriak seseorang dari kerumunan. “Kau akan meremukkan dadanya!”

“Diam,” potong Natalia tajam. “Aku sedang memompa jantungnya.”

Tangannya terus bergerak tanpa henti. Wajahnya tetap fokus, seolah mengabaikan semua suara di sekitarnya.

Sambil terus menekan, ia merogoh tas kecilnya. Ia mengeluarkan tabung berisi cairan herbal hasil olahan khusus. Dengan cepat, ia meneteskan cairan itu ke bawah lidah pria tersebut.

Di mata orang-orang, apa yang ia lakukan tampak aneh dan tak masuk akal. Tanpa mantra, tanpa jarum, tanpa ritual yang biasa mereka kenal. Namun Natalia tidak peduli.

Satu detik berlalu, lalu detik berikutnya terasa seperti selamanya. Kerumunan menahan napas, menunggu dengan cemas.

Melihat apa yang dilakukan wanita di depannya, pemuda itu semakin khawatir dan marah. “Berhenti! Hei kau menyakiti ayahku! Hentikan!” teriaknya.

Natalia tidak peduli dengan teriakan pemuda itu.

Tiba-tiba pria paruh baya itu tersentak keras. Ia menarik napas panjang, seperti seseorang yang baru saja keluar dari dalam air. Wajahnya perlahan kembali berwarna.

Kerumunan langsung gempar.

“Ayah!” seru pria muda itu, air matanya jatuh saat memegang tangan ayahnya.

Tabib tua itu mundur dengan wajah pucat.

“Ini … teknik apa itu?” gumamnya. “Tanpa jarum, tanpa mantra kau mengembalikan nyawa?”

Natalia berdiri perlahan, menyeka keringat di dahinya. Tatapannya kembali tenang dan dingin.

“Hanya pengetahuan yang berbeda,” jawabnya singkat.

Ia segera merapikan tasnya, menyembunyikan benda-benda miliknya. Tanpa menunggu pujian atau pertanyaan, Natalia berbalik pergi. Seolah menyelamatkan nyawa hanyalah hal biasa baginya.

Orang-orag yang masih fokus melihat pria paruh baya di depannya langsung tersadar begitu gadis bercadar yang menolong telah pergi.

“Kemana Nona itu?” tanya tabib tua itu.

*

*

Natalia berjalan cepat kembali ke arah kereta kuda setelah memastikan tidak ada yang memperhatikannya. Ia naik dengan tenang, lalu melepas cadar yang menutupi wajahnya. Wulan yang sejak tadi menunggu langsung mendekat dengan wajah penasaran.

“Bagaimana keadaannya, Nyonya?” tanya Wulan cemas.

“Dia selamat,” jawab Natalia singkat, namun suaranya terdengar lega.

Wulan langsung tersenyum lebar dan mengacungkan jempol.

“Luar biasa,” katanya kagum. “Ilmu yang diturunkan oleh Mendiang Yang Mulia Permaisuri benar-benar ajaib. Sampai sekarang aku masih merasa takjub dengan hal itu, Nyonya.”

Natalia tersenyum kecil mendengar itu. Tatapannya sedikit melembut, berbeda dari biasanya yang dingin.

“Aku juga masih sering merasa seperti mimpi,” ucapnya pelan.

Kereta mulai kembali berjalan, roda kayunya berderak pelan di jalanan kota. Angin sore masuk melalui tirai tipis, membawa suasana yang mendadak terasa sunyi.

Natalia menatap ke luar jendela dengan pandangan kosong. “Semoga Ibu telah tenang di sana,” bisiknya lirih.

Matanya mulai berkaca-kaca, bayangan masa lalu perlahan muncul. Sosok ibunya yang hangat, penyayang dan tegas, seorang dokter jenius dari masa depan yang terlempar ke zaman ini.

Ibunya telah tiada sejak Natalia berusia lima belas tahun. Kini, tujuh tahun telah berlalu sejak kepergian itu.

Namun semua ilmu, semua pengetahuan, telah diwariskan padanya. Menjadi satu-satunya jejak yang tersisa dari sang ibu.

Wulan menatap Natalia dengan lembut, lalu berkata pelan.

“Mendiang Yang Mulia Permaisuri pasti sangat bangga pada Nyonya.”

Natalia tidak langsung menjawab. Ia hanya mengusap air mata yang akhirnya jatuh di pipinya. Senyumnya tipis, namun menyimpan luka yang dalam.

Kereta terus melaju perlahan, membawa mereka kembali menuju kediaman keluarga Li.

Sementara itu di tengah keramaian yang belum juga bubar, bisik-bisik mulai terdengar dari berbagai arah. Orang-orang saling pandang, masih terkejut dengan kejadian yang barusan terjadi. Sosok gadis bercadar itu menjadi bahan pembicaraan yang penuh rasa penasaran.

“Siapa dia tadi?” tanya salah satu warga pelan.

“Aku belum pernah melihat teknik seperti itu seumur hidupku,” sahut yang lain.

Pria paruh baya yang baru saja tersadar perlahan duduk, dibantu oleh putranya. Napasnya masih sedikit berat, namun matanya sudah kembali jernih.

“Siapa gadis itu?” tanyanya lirih.

Putranya menggeleng, wajahnya masih dipenuhi rasa syok.

“Aku juga tidak tahu, Ayah. Dia tiba-tiba datang, lalu menyelamatkan Ayah.”

Tabib tua yang tadi sempat meragukan Natalia kini terlihat termenung. Tangannya gemetar, seolah masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat.

“Teknik itu, bukan ilmu pengobatan biasa,” gumamnya. “Seolah berasal dari dunia lain. Apa jangan-jangan dia adalah tabib legendaris itu?”

Pria paruh baya itu menyipitkan mata, sorotnya berubah serius.

“Cari tahu siapa dia,” perintahnya pelan pada pengawalnya yang baru datang. “Aku ingin mengetahui identitas gadis itu.”

Pengawal itu langsung menunduk hormat. “Baik, Tuan.”

Namun di sisi lain, kerumunan mulai bubar tanpa jejak yang jelas. Tidak ada satu pun yang benar-benar mengetahui ke mana gadis bercadar itu pergi.

Terpopuler

Comments

Fia Ayu

Fia Ayu

Kak yuli ngasih PR ke raeder nya, nyari tau nathali anaknya siapa?
Mana 1 dokter modern yg tersesat itu🤭

2026-04-10

1

𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ

𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ

ohh jd ini sbnrnya natali adalah gadis keturunan raja ya
tp kok adrian berani sekli seorti itu

2026-04-03

0

Osie

Osie

uwwooaaahh b arti ibu natali reinskatnasi dr jaman modern ya..

2026-04-03

0

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan yang Menyakitkan
2 Ancaman Bercerai
3 Pemilik Asli
4 Kerumunan
5 Terlalu Percaya Diri
6 Mengadu
7 Berdebat
8 Memberikan Cap Kediaman
9 Selama Ini
10 Pria Buta
11 Siapa Dia?
12 Putri Sang Kaisar
13 Kenyataan
14 Jangan Pernah Menyesal
15 Zhang Tian
16 Transaksi Selesai
17 Zhao Nathan
18 Mengurus Perceraian
19 Berkemas
20 Penyusup Itu
21 Pergi
22 Mulai Kacau
23 Syok Pagi-pagi
24 Diusir
25 Kemalangan Keluarga Li
26 Sayembara
27 Menemui Natalia
28 Diusir Lagi
29 Rencana Natalia
30 Berangkat
31 Desa Lino
32 Mulai Bekerja
33 Berhasil
34 Mulai Tertarik
35 Frustasi
36 Menyelinap
37 Berguru dengan Kakak Ipar
38 Kasus Selesai
39 Kabar Gembira
40 Berangan-angan
41 Tiba di Kekaisaran
42 Pesta Istana
43 Dijemput
44 Natalia Tiba
45 Meminta Hadiah Lain
46 Permintaan Dikabulkan
47 Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
48 Pamit
49 Penyambutan Sang Putri
50 Pertemuan Ayah dan Anak
51 Berkumpul Lagi
52 Rencana Sang Kaisar
53 Pengumuman Besar
54 Khayalan Keluarga Li
55 Membujuk Lilith
56 Senang Sebelum Syok
57 Ketahuan
58 Ungkapan Jujur
59 Rencana Kakak Beradik
60 Sebelum Pesta
61 Penipu ditipu
62 Pesta
63 Syok
64 Bukan Keluarga Gu?
65 Kenyataan Menyakitkan
66 Merayu di Depan Umum
67 Kehancuran Keluarga Li
68 Persaingan Dua Bersaudara
69 Mencuri Surat
70 Mengusir
71 Belum Kapok
72 Hadiah Perpisahan
73 Penurunan Status
74 Keluarga Li Jatuh
75 Lepaskan Gelar Itu!
76 Baik, Aku Lepaskan!
77 Sumpah Setia
78 Pernikahan
79 Belajar Mandiri
80 Malam Panas Terkejut
81 Rencana Lian
82 Panik Menjadi Kaisar
83 Hukuman Lian
84 Rencana Penyerangan
85 Tingkah Aneh
86 Diserang
87 Panggil Tian
88 Pergilah! Selamatkan Rumahmu!
89 Aku Hamil
90 Berakhir?
91 Tian Datang
92 Perang Selesai
93 Akan Jadi Paman
94 Kabar Gembira
95 Menggantikan
96 Kaisar Zhao Bahagia
97 Menerima Takdir
98 Menjadi Kaisar Baru
99 Sang Kaisar
100 Perkenalkan Permaisuriku
101 Menyesal
102 Terlambat Menyesal
103 Hama Datang
104 Dihukum
105 Karma untuk Mereka
106 Calon Kakek
107 Melarikan Diri
108 Akan Melahirkan
109 Menuju Ending
110 Ending
111 Karya Baru
112 Promosi karya Teman
113 Promosi karya Teman
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Kedatangan yang Menyakitkan
2
Ancaman Bercerai
3
Pemilik Asli
4
Kerumunan
5
Terlalu Percaya Diri
6
Mengadu
7
Berdebat
8
Memberikan Cap Kediaman
9
Selama Ini
10
Pria Buta
11
Siapa Dia?
12
Putri Sang Kaisar
13
Kenyataan
14
Jangan Pernah Menyesal
15
Zhang Tian
16
Transaksi Selesai
17
Zhao Nathan
18
Mengurus Perceraian
19
Berkemas
20
Penyusup Itu
21
Pergi
22
Mulai Kacau
23
Syok Pagi-pagi
24
Diusir
25
Kemalangan Keluarga Li
26
Sayembara
27
Menemui Natalia
28
Diusir Lagi
29
Rencana Natalia
30
Berangkat
31
Desa Lino
32
Mulai Bekerja
33
Berhasil
34
Mulai Tertarik
35
Frustasi
36
Menyelinap
37
Berguru dengan Kakak Ipar
38
Kasus Selesai
39
Kabar Gembira
40
Berangan-angan
41
Tiba di Kekaisaran
42
Pesta Istana
43
Dijemput
44
Natalia Tiba
45
Meminta Hadiah Lain
46
Permintaan Dikabulkan
47
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
48
Pamit
49
Penyambutan Sang Putri
50
Pertemuan Ayah dan Anak
51
Berkumpul Lagi
52
Rencana Sang Kaisar
53
Pengumuman Besar
54
Khayalan Keluarga Li
55
Membujuk Lilith
56
Senang Sebelum Syok
57
Ketahuan
58
Ungkapan Jujur
59
Rencana Kakak Beradik
60
Sebelum Pesta
61
Penipu ditipu
62
Pesta
63
Syok
64
Bukan Keluarga Gu?
65
Kenyataan Menyakitkan
66
Merayu di Depan Umum
67
Kehancuran Keluarga Li
68
Persaingan Dua Bersaudara
69
Mencuri Surat
70
Mengusir
71
Belum Kapok
72
Hadiah Perpisahan
73
Penurunan Status
74
Keluarga Li Jatuh
75
Lepaskan Gelar Itu!
76
Baik, Aku Lepaskan!
77
Sumpah Setia
78
Pernikahan
79
Belajar Mandiri
80
Malam Panas Terkejut
81
Rencana Lian
82
Panik Menjadi Kaisar
83
Hukuman Lian
84
Rencana Penyerangan
85
Tingkah Aneh
86
Diserang
87
Panggil Tian
88
Pergilah! Selamatkan Rumahmu!
89
Aku Hamil
90
Berakhir?
91
Tian Datang
92
Perang Selesai
93
Akan Jadi Paman
94
Kabar Gembira
95
Menggantikan
96
Kaisar Zhao Bahagia
97
Menerima Takdir
98
Menjadi Kaisar Baru
99
Sang Kaisar
100
Perkenalkan Permaisuriku
101
Menyesal
102
Terlambat Menyesal
103
Hama Datang
104
Dihukum
105
Karma untuk Mereka
106
Calon Kakek
107
Melarikan Diri
108
Akan Melahirkan
109
Menuju Ending
110
Ending
111
Karya Baru
112
Promosi karya Teman
113
Promosi karya Teman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!