Terlalu Percaya Diri

Kereta kuda akhirnya berhenti di depan gerbang kediaman keluarga Li. Natalia turun dengan tenang, diikuti Wulan dari belakang. Dua orang pria tampak membawa peti besar berisi belanjaannya.

Saat Natalia hendak berjalan menuju paviliun mawar, langkahnya terhenti. Nyonya Li Anna, Karina, Lusi, dan Lilith tiba-tiba menghadang di tengah halaman.

Baru saja mereka hendak membuka mulut untuk menegur, mata mereka langsung tertuju pada peti besar itu. Tatapan mereka berubah penasaran sekaligus penuh perhitungan.

“Tunggu!” seru Nyonya Li Anna tajam. “Apa yang kau bawa itu?”

Kedua pria pembawa peti itu langsung berhenti keduanya saling pandang lalu menurunkan peti itu ke tanah. Suara kayu beradu terdengar cukup keras, menarik perhatian para pelayan di sekitar.

Tanpa menunggu izin, keempat wanita itu langsung mendekat. Dengan gerakan cepat, mereka membuka penutup peti tersebut.

Mata mereka langsung terbelalak. Di dalamnya tersusun rapi hanfu-hanfu mewah dengan kain berkualitas tinggi, serta perhiasan berkilauan yang memantulkan cahaya sore.

“Ya ampun, Natalia,” ujar Nyonya Li Anna dengan nada berubah lembut. “Ternyata kau membelikan ini untuk kami.”

Karina tersenyum lebar, matanya berbinar melihat isi peti. “Kau ingin membujuk kami, bukan?” katanya sambil mengambil salah satu hanfu.

Lusi bahkan sudah memegang kalung emas yang berkilau. “Cantik sekali … kau memang pintar mengambil hati kami,” ucapnya tanpa rasa malu.

Lilith juga tak ketinggalan, tangannya meraih sepasang anting mahal. Senyum puas terukir di wajahnya, seolah semua itu memang sudah menjadi miliknya.

Tadinya, mereka ingin memarahi Natalia karena Natalia pergi begitu saja bahkan pulang hingga sore harinya tanpa melakukan pekerjaan dengan mengatur para pelayan yang ada.

Terlihat Wulan mendengus pelan. Ia memutar bola matanya, jelas muak melihat tingkah mereka.

Nyonya Li Anna kemudian berdiri tegak, memasang wajah angkuh. “Walaupun kau memberikan semua ini,” katanya dingin, “kami tidak akan mudah luluh.”

“Benar,” sahut Karina cepat. “Kak Lilith tetap istri sah Andrian dan kau harus menerima hal itu.”

Lusi mengangguk dengan wajah sok berkelas. “Kami hanya … menghargai niatmu saja.”

Lilith tersenyum tipis, lalu berkata dengan nada manis yang dibuat-buat. “Tapi karena kau memberikan ini, kami akan memaafkanmu atas kejadian kemarin dan pagi tadi. Kau benar-benar pengertian.”

Sejak tadi Natalia hanya diam, menatap mereka tanpa ekspresi. Namun perlahan, ia melangkah maju.

Tanpa peringatan, ia menarik perhiasan dari tangan Lusi. Lalu satu per satu hanfu dari Karina, dan anting dari Lilith.

Gerakannya cepat dan tegas. Ia melempar semua itu kembali ke dalam peti dengan sentakan keras. Suara benda-benda itu beradu terdengar jelas di udara.

“Sayangnya,” ucap Natalia dingin, “aku membeli semua ini bukan untuk kalian.”

Seketika, suasana berubah sunyi. Senyum di wajah keempat wanita itu membeku.

“Apa maksudmu, Natalia!” seru Nyonya Li Anna dengan suara keras, membuat para pelayan yang semula menjaga jarak kini mulai mendekat.

Suasana halaman menjadi tegang, dipenuhi tatapan penasaran. Keempat wanita itu menatap Natalia dengan amarah yang langsung membuncah.

Natalia menatap mereka satu per satu tanpa gentar.

“Aku sudah bilang,” ucapnya tenang, “aku membeli semua ini bukan untuk kalian.”

Ucapan itu seperti menyiram minyak ke api. Wajah Li Anna langsung memerah, sementara Karina dan Lusi mendengus kesal.

“Kalau kalian mau,” lanjut Natalia dingin, “silakan beli sendiri.”

“Kau benar-benar tidak tahu diri!” bentak Li Anna. “Berani sekali bicara seperti itu di rumah anakku!”

Lilith menyilangkan tangan di dada, tatapannya penuh ejekan. “Dan berani-beraninya kau menghamburkan uang suamiky untuk hal yang tidak jelas.”

“Benar,” sahut Karina cepat. “Itu semua milik Kak Andrian. Gajinya sebagai jenderal kekaisaran, kau pasti mengambil uang dari kediaman kami.”

Lusi tertawa kecil dengan nada meremehkan. “Jadi otomatis itu milik kami juga. Aku bahkan lebih berhak, aku kakak ipar dari Andrian. Kau hanya orang lain yang beruntung ditampumg oleh Andrian.”

Natalia tetap berdiri tegak, wajahnya tak berubah sedikit pun. “Kalian terlalu percaya diri,” ucapnya datar. “Semua yang aku beli,” lanjutnya, “menggunakan uangku sendiri. Tak ada se-sen pun uang dari kediaman.”

Sejenak hening.

Lalu tawa mengejek pecah dari keempat wanita itu.

“Uangmu?” ulang Karina sambil tertawa sinis. “Dari mana kau mendapatkan uang?” tanyanya dengan nada meremehkan.

Lusi ikut menimpali dengan nada merendahkan. “Kau hanya wanita yang tidak punya kemampuan apa-apa.”

Lilith tersenyum miring, sorot matanya penuh kesombongan. “Berbeda denganku,” katanya. “Aku seorang jenderal, jelas memiliki penghasilan dari kekaisaran.”

Li Anna mengangguk tegas. “Benar. Semua yang ada di rumah ini berasal dari kerja keras Andrian. Jangan bermimpi kau punya hak lebih.”

Natalia tetap diam, hanya menatap mereka dengan tenang. Tatapan itu justru membuat mereka semakin kesal.

“Kau serakah,” tuduh Karina. “Mau menguasai semuanya sendiri.”

Natalia akhirnya tersenyum tipis, namun senyum itu dingin. “Kalau aku serakah,” ucapnya pelan, “maka kalian apa sebutannya?”

Ucapan itu membuat mereka terdiam sejenak. Namun kemarahan kembali memuncak.

“Kau benar-benar lancang!” bentak Li Anna lagi.

“Aku akan melaporkanmu pada Andrian!” seru Nyonya Li Anna dengan wajah merah padam. Suaranya menggema di halaman, membuat para pelayan semakin tegang. Amarahnya kini benar-benar tak terbendung.

“Ambilkan cambuk!” perintahnya tajam. “Dan pegang dia, aku akan mengajarinya sopan santun!”

Dua pelayan pria segera bergerak mendekati Natalia. Tanpa banyak bicara, mereka mencoba menahan kedua lengannya.

“Lepaskan!” ujar Natalia dingin, berusaha menarik tangannya.

Namun kedua pelayan itu tetap menahan, tak berani melawan perintah majikannya.

Salah satu pelayan memberikan rotan panjang pada Li Anna, berdiap memukul Natalia.

Di sisi lain, Wulan yang melihat itu langsung maju dengan wajah geram. Tanpa ragu, ia menendang salah satu pelayan hingga terhuyung.

Bugh!

“Berani sekali kalian!” bentaknya. “Lepaskan nyonyaku!”

Brugh!

Pelayan satunya lagi mencoba bertahan, namun Wulan kembali mendorongnya hingga keduanya mundur. Natalia pun akhirnya terbebas dari cengkeraman mereka.

Saat itu, Li Anna sudah mengayunkan cambuk rotan ke arah Natalia. Wajahnya dipenuhi amarah dan kebencian.

Namun, Natalia dengan cepat mengangkat tangannya dan menangkap cambuk itu di udara. Pegangannya kuat, menghentikan ayunan tersebut begitu saja.

Semua orang terkejut.

Dengan gerakan tenang, Natalia menarik cambuk itu dari tangan Li Anna, membuat wanita tua itu sedikit terhuyung ke depan.

Tatapan Natalia dingin, tak lagi menunjukkan sedikit pun rasa hormat. “Cukup,” ucapnya rendah.

Li Anna tertegun, tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Karina, Lusi, dan Lilith juga membelalak, seolah melihat orang yang berbeda.

Biasanya, Natalia akan diam. Biasanya, Natalia akan menunduk dan menurut. Namun kali ini, qanita itu berdiri tegak, tak bisa lagi mereka kendalikan.

Terpopuler

Comments

Tiara Bella

Tiara Bella

Natalia Thor bukan qanita......

2026-04-03

1

dome🌬️🌀🌀🌀

dome🌬️🌀🌀🌀

idiiihhh.... ga maksud amat yaa. muka tolong muka dikondisikan masih ada apa sudah rata kayak tembok. 🤣🤣🤣
pede gilaa semuanya mau ngehakin barang orng. biasa miskin tapi tiba2 kaya yaaa begitu jadi nya. laju JD songong, congkak,belagu. gibeg aja nat libasssssss

2026-05-09

0

Yue Li MZy

Yue Li MZy

nah kan ini ciri suami ga tau malu,mertua serakah. udah punya istri berlian SE cantik apalagi anak seorang kaisar malah milih yg se ongkok sampah.

2026-05-27

0

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan yang Menyakitkan
2 Ancaman Bercerai
3 Pemilik Asli
4 Kerumunan
5 Terlalu Percaya Diri
6 Mengadu
7 Berdebat
8 Memberikan Cap Kediaman
9 Selama Ini
10 Pria Buta
11 Siapa Dia?
12 Putri Sang Kaisar
13 Kenyataan
14 Jangan Pernah Menyesal
15 Zhang Tian
16 Transaksi Selesai
17 Zhao Nathan
18 Mengurus Perceraian
19 Berkemas
20 Penyusup Itu
21 Pergi
22 Mulai Kacau
23 Syok Pagi-pagi
24 Diusir
25 Kemalangan Keluarga Li
26 Sayembara
27 Menemui Natalia
28 Diusir Lagi
29 Rencana Natalia
30 Berangkat
31 Desa Lino
32 Mulai Bekerja
33 Berhasil
34 Mulai Tertarik
35 Frustasi
36 Menyelinap
37 Berguru dengan Kakak Ipar
38 Kasus Selesai
39 Kabar Gembira
40 Berangan-angan
41 Tiba di Kekaisaran
42 Pesta Istana
43 Dijemput
44 Natalia Tiba
45 Meminta Hadiah Lain
46 Permintaan Dikabulkan
47 Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
48 Pamit
49 Penyambutan Sang Putri
50 Pertemuan Ayah dan Anak
51 Berkumpul Lagi
52 Rencana Sang Kaisar
53 Pengumuman Besar
54 Khayalan Keluarga Li
55 Membujuk Lilith
56 Senang Sebelum Syok
57 Ketahuan
58 Ungkapan Jujur
59 Rencana Kakak Beradik
60 Sebelum Pesta
61 Penipu ditipu
62 Pesta
63 Syok
64 Bukan Keluarga Gu?
65 Kenyataan Menyakitkan
66 Merayu di Depan Umum
67 Kehancuran Keluarga Li
68 Persaingan Dua Bersaudara
69 Mencuri Surat
70 Mengusir
71 Belum Kapok
72 Hadiah Perpisahan
73 Penurunan Status
74 Keluarga Li Jatuh
75 Lepaskan Gelar Itu!
76 Baik, Aku Lepaskan!
77 Sumpah Setia
78 Pernikahan
79 Belajar Mandiri
80 Malam Panas Terkejut
81 Rencana Lian
82 Panik Menjadi Kaisar
83 Hukuman Lian
84 Rencana Penyerangan
85 Tingkah Aneh
86 Diserang
87 Panggil Tian
88 Pergilah! Selamatkan Rumahmu!
89 Aku Hamil
90 Berakhir?
91 Tian Datang
92 Perang Selesai
93 Akan Jadi Paman
94 Kabar Gembira
95 Menggantikan
96 Kaisar Zhao Bahagia
97 Menerima Takdir
98 Menjadi Kaisar Baru
99 Sang Kaisar
100 Perkenalkan Permaisuriku
101 Menyesal
102 Terlambat Menyesal
103 Hama Datang
104 Dihukum
105 Karma untuk Mereka
106 Calon Kakek
107 Melarikan Diri
108 Akan Melahirkan
109 Menuju Ending
110 Ending
111 Karya Baru
112 Promosi karya Teman
113 Promosi karya Teman
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Kedatangan yang Menyakitkan
2
Ancaman Bercerai
3
Pemilik Asli
4
Kerumunan
5
Terlalu Percaya Diri
6
Mengadu
7
Berdebat
8
Memberikan Cap Kediaman
9
Selama Ini
10
Pria Buta
11
Siapa Dia?
12
Putri Sang Kaisar
13
Kenyataan
14
Jangan Pernah Menyesal
15
Zhang Tian
16
Transaksi Selesai
17
Zhao Nathan
18
Mengurus Perceraian
19
Berkemas
20
Penyusup Itu
21
Pergi
22
Mulai Kacau
23
Syok Pagi-pagi
24
Diusir
25
Kemalangan Keluarga Li
26
Sayembara
27
Menemui Natalia
28
Diusir Lagi
29
Rencana Natalia
30
Berangkat
31
Desa Lino
32
Mulai Bekerja
33
Berhasil
34
Mulai Tertarik
35
Frustasi
36
Menyelinap
37
Berguru dengan Kakak Ipar
38
Kasus Selesai
39
Kabar Gembira
40
Berangan-angan
41
Tiba di Kekaisaran
42
Pesta Istana
43
Dijemput
44
Natalia Tiba
45
Meminta Hadiah Lain
46
Permintaan Dikabulkan
47
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
48
Pamit
49
Penyambutan Sang Putri
50
Pertemuan Ayah dan Anak
51
Berkumpul Lagi
52
Rencana Sang Kaisar
53
Pengumuman Besar
54
Khayalan Keluarga Li
55
Membujuk Lilith
56
Senang Sebelum Syok
57
Ketahuan
58
Ungkapan Jujur
59
Rencana Kakak Beradik
60
Sebelum Pesta
61
Penipu ditipu
62
Pesta
63
Syok
64
Bukan Keluarga Gu?
65
Kenyataan Menyakitkan
66
Merayu di Depan Umum
67
Kehancuran Keluarga Li
68
Persaingan Dua Bersaudara
69
Mencuri Surat
70
Mengusir
71
Belum Kapok
72
Hadiah Perpisahan
73
Penurunan Status
74
Keluarga Li Jatuh
75
Lepaskan Gelar Itu!
76
Baik, Aku Lepaskan!
77
Sumpah Setia
78
Pernikahan
79
Belajar Mandiri
80
Malam Panas Terkejut
81
Rencana Lian
82
Panik Menjadi Kaisar
83
Hukuman Lian
84
Rencana Penyerangan
85
Tingkah Aneh
86
Diserang
87
Panggil Tian
88
Pergilah! Selamatkan Rumahmu!
89
Aku Hamil
90
Berakhir?
91
Tian Datang
92
Perang Selesai
93
Akan Jadi Paman
94
Kabar Gembira
95
Menggantikan
96
Kaisar Zhao Bahagia
97
Menerima Takdir
98
Menjadi Kaisar Baru
99
Sang Kaisar
100
Perkenalkan Permaisuriku
101
Menyesal
102
Terlambat Menyesal
103
Hama Datang
104
Dihukum
105
Karma untuk Mereka
106
Calon Kakek
107
Melarikan Diri
108
Akan Melahirkan
109
Menuju Ending
110
Ending
111
Karya Baru
112
Promosi karya Teman
113
Promosi karya Teman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!