Ancaman Bercerai

Suasana aula utama kediaman keluarga Li begitu meriah. Para tamu mulai berdatangan, suara tawa dan percakapan memenuhi ruangan. Di tengah kemegahan itu, Nyonya Li Anna berdiri dengan wajah sedikit gelisah, matanya menyapu ke sekeliling.

“Di mana Natalia?” tanyanya, nadanya terdengar tak sabar. “Apa yang dia lakukan?”

Li Andrian yang berdiri di samping Gu Lilith menjawab santai, seolah tak ada yang perlu dipermasalahkan.

“Biarkan saja dia, Ibu.”

Nyonya Li Anna langsung mengerutkan kening, jelas tidak puas.

“Bagaimana bisa dibiarkan?” suaranya meninggi. “Seharusnya dia berdiri di sini menyambut para tamu! Apa kata orang nanti? Istri dari Adipati Li tidak muncul saat penyambutan? Terlebih lagi di hari kau membawa Lilith pulang?”

Ia mendengus pelan. “Sungguh memalukan.”

Gu Lilith yang berdiri anggun di samping Andrian segera menunduk sedikit, suaranya lembut dan penuh kepura-puraan.

“Ibu, sudahlah,” katanya halus. “Biarkan Kak Natalia sendiri dulu. Mungkin dia masih terkejut dan sedih melihat kedatanganku bersama Andrian.”

Ia menatap ke arah pintu seolah penuh empati. “Aku akan pergi mencarinya dan membujuknya kembali.”

Lilith baru saja hendak melangkah ketika sebuah tangan menahan pergelangannya.

“Tak perlu.”

Suara Andrian tegas. Ia menatap Lilith dengan lembut, jauh berbeda dari tatapannya pada Natalia sebelumnya.

“Kau sedang hamil. Jangan memikirkan hal seperti itu,” ujarnya pelan. “Biarkan saja dia. Tidak perlu dijelaskan apa pun. Dia pasti akan mengerti sendiri.”

Li Anna mengangguk setuju. “Benar. Untuk apa kau merendahkan dirimu? Dia hanya perlu tahu posisinya.”

Andrian menarik Lilith sedikit lebih dekat, seolah melindunginya. Dalam pikirannya, semuanya terasa sederhana. Natalia mencintainya, ia tahu itu. Bahkan terlalu yakin.

Selama ini, wanita itu selalu diam, selalu menurut, selalu menerima apa pun yang ia berikan atau bahkan yang ia abaikan. Jadi kali ini pun, Andrian percaya Natalia akan melakukan hal yang sama, menerima, mengalah dan diam.

Di sisi lain kediaman, Paviliun Mawar milik Xu Natalia tampak sunyi. Aroma bunga mawar yang biasanya menenangkan kini terasa hambar.

Natalia duduk diam di kursi kayu, menatap kosong ke taman di depannya. Air matanya sudah berhenti, namun bekasnya masih jelas terlihat di pipinya.

Lima tahun lalu, keluarga Li hanyalah rakyat biasa. Ingatan itu kembali berputar di benaknya.

Saat itu, ia bertemu Li Andrian di hutan, pria itu terluka parah setelah diserang harimau. Tubuhnya penuh luka, nyaris tak bernyawa. Dan Natalia yang kebetulan melintas, menyelamatkannya tanpa ragu.

Andrian saat itu hanyalah pria miskin yang mencari kayu bakar untuk bertahan hidup. Namun dari pertemuan itu tumbuh perasaan. Cinta pada pandangan pertama.

Natalia membantu Andrian bangkit. Ia memberikan harta miliknya agar pria itu bisa mengikuti ujian istana. Ia mendukungnya hingga menjadi sarjana, bahkan mengorbankan banyak hal tanpa pernah meminta balasan.

Bahkan kediaman keluarga Li juga berasal dari mahar yang ia berikan saat pernikahan mereka. Ia menemani Andrian dari nol, dari tidak memiliki apa-apa. Hingga berdiri di puncak. Namun kini semua itu seolah tak berarti. Ia diduakan, dikhianati dan dilupakan.

“Apa yang kau lakukan di sini?”

Suara dingin itu memecah keheningan.

Natalia tidak perlu menoleh untuk tahu siapa yang datang.

“Andrian,” gumamnya pelan, lalu berdiri perlahan.

Pria itu masuk ke dalam paviliun dengan wajah tidak senang.

“Semua tamu bertanya-tanya,” lanjut Andrian tajam. “Apa kau tidak tahu? Mereka mencibir Lilith karena kau tidak muncul di aula.”

Natalia menoleh. Wajahnya kini dingin, tanpa emosi. Jadi bukannya untuk meminta maaf dan menjelaskan apa yang Andrian lakukan. Ia justru membela wanita lain.

“Apa hubungannya denganku?” tanya Natalia datar. “Jika selir kesayanganmu itu dicibir?”

Tatapannya tajam. “Bukankah itu memang pantas ia dapatkan? Sebagai orang ketiga dalam pernikahan kita.”

“Natalia!” bentak Andrian.

Ia mengerutkan kening, jelas tidak suka dengan sikap itu.

“Seorang bangsawan wajar memiliki lebih dari satu wanita,” lanjutnya dingin. “Kau seharusnya mengerti.”

Natalia tersenyum tipis, senyum yang penuh ejekan.

“Kau lupa janjimu, Andrian?” suaranya pelan, dan menusuk. “Sebelum kita menikah, kau berjanji tidak akan pernah mengambil selir ataupun wanita lain.”

Ia menatap langsung ke mata pria itu. “Dan sekarang kau sendiri yang mengingkarinya.”

Andrian terdiam. Ia memalingkan wajah, tak ingin menatap Natalia. Ada banyak alasan di balik keputusannya.

Gu Lilith adalah putri bangsawan, seorang jenderal tingkat tiga, sesuatu yang langka di Kekaisaran Pedang Langit. Dengan Lilith, posisinya akan semakin kuat. Jalan menuju kekuasaan lebih terbuka. Sebentar lagi ia akan diangkat menjadi Adipati.

Sementara Natalia, hanya yatim piatu, tanpa latar belakang yang jelas. Tanpa kekuatan, meski Natalia jauh lebih cantik, tapi percuma jika tidak bisa membawa dirinya menuju puncak kejayaan.

“Berhenti bersikap kekanak-kanakan,” kata Andrian akhirnya. “Pergi ke aula. Katakan pada semua orang bahwa kau menerima Lilith. Jika tidak .…”

Natalia mengangkat dagu sedikit. “Jika tidak apa?”

Sejenak, Andrian ragu, namun egonya lebih besar. “Kita bercerai saja.”

Suasana berubah hening. Namun tak seperti yang ia bayangkan Natalia tidak menangis apalagi memohon.

Ia hanya menatapnya dengan dingin. “Baik,” jawabnya singkat. “Kita bercerai.”

Deg!

Mata Andrian langsung melebar, ia terkejut dan tidak percaya. Ini bukan reaksi yang ia harapkan.

Ia pikir Natalia akan panik, memohon, atau setidaknya mencoba mempertahankan pernikahan mereka, seperti biasanya.

Namun wanita di hadapannya kini berbeda.

“Natalia, kau—” Andrian terdiam sejenak, lalu menghela napas. “Sepertinya kau perlu berpikir dengan tenang.”

Ia mengerutkan kening. “Besok, aku tidak ingin kau bersikap seperti ini lagi.”

Tanpa menunggu jawaban, Andrian berbalik dan pergi.

Tangan Xu Natalia mengepal kuat di sisi tubuhnya. Selama ini ia sudah terlalu sabar menghadapi sikap dingin Li Andrian, menahan segala luka tanpa pernah mengeluh. Padahal dulu, sebelum menikah, pria itu begitu hangat dan penuh cinta padanya.

Namun semua berubah setelah pernikahan itu terjadi. Di malam pertama mereka, Natalia bahkan ditinggalkan sendirian tanpa penjelasan. Sejak saat itu, sikap Andrian perlahan menjadi dingin dan jauh.

Napas Natalia bergetar pelan, namun matanya perlahan mengeras. Ia menatap ke arah pintu tempat Andrian pergi tadi, seolah menegaskan sesuatu dalam hatinya.

“Kalau kau mengancamku dengan perceraian maka aku akan mengabulkannya, Andrian,” gumamnya lirih.

Pintu paviliun terbuka perlahan, dan Wulan masuk dengan wajah cemas. Ia segera menghampiri Natalia yang masih berdiri kaku.

“Nyonya, Anda tidak apa-apa?” tanyanya pelan.

Natalia menoleh, tatapannya kini jauh lebih tenang, meski menyisakan dingin yang asing. Ia menggeleng kecil, mencoba menenangkan pelayannya.

“Aku tidak apa-apa, Wulan.”

Wulan masih menatapnya khawatir, jelas tidak sepenuhnya percaya. Ia tahu betapa dalam perasaan Natalia terhadap Andrian selama ini.

“Nyonya .…” panggilnya ragu.

Natalia menarik napas dalam, lalu berkata dengan suara tegas. “Persiapkan dirimu, Wulan. Mungkin beberapa hari ke depan, kita akan pergi dari sini.”

Wulan tertegun, matanya membesar karena terkejut. Ia tak pernah menyangka akan mendengar kata-kata itu dari Natalia.

“Pergi? Maksud Nyonya meninggalkan kediaman Li?” tanyanya tak percaya.

Natalia mengangguk pelan, tanpa ragu sedikit pun. Wajahnya tetap tenang, namun keputusan itu sudah bulat.

“Ya. Kita pergi.”

Wulan terdiam, hatinya campur aduk antara terkejut dan lega. Ia tahu, selama ini nyonyanya terlalu banyak menahan luka.

“Baik, Nyonya, ke mana pun Anda pergi, saya akan ikut,” ucapnya akhirnya dengan mantap.

Terpopuler

Comments

Oi Min

Oi Min

kmu memang pinter sjak awal Nat..... entah knp jdi bodoh krna suamimu yg g tau diri itu

2026-06-14

1

Leni Ani

Leni Ani

mampir thor,laki2 yg lupa sm janjinya utk apa di pertahan kan💪👍

2026-06-26

1

Rhea Kim

Rhea Kim

hempaskan saja manusiaaa benaluu modelan adrian😖...

2026-06-11

1

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan yang Menyakitkan
2 Ancaman Bercerai
3 Pemilik Asli
4 Kerumunan
5 Terlalu Percaya Diri
6 Mengadu
7 Berdebat
8 Memberikan Cap Kediaman
9 Selama Ini
10 Pria Buta
11 Siapa Dia?
12 Putri Sang Kaisar
13 Kenyataan
14 Jangan Pernah Menyesal
15 Zhang Tian
16 Transaksi Selesai
17 Zhao Nathan
18 Mengurus Perceraian
19 Berkemas
20 Penyusup Itu
21 Pergi
22 Mulai Kacau
23 Syok Pagi-pagi
24 Diusir
25 Kemalangan Keluarga Li
26 Sayembara
27 Menemui Natalia
28 Diusir Lagi
29 Rencana Natalia
30 Berangkat
31 Desa Lino
32 Mulai Bekerja
33 Berhasil
34 Mulai Tertarik
35 Frustasi
36 Menyelinap
37 Berguru dengan Kakak Ipar
38 Kasus Selesai
39 Kabar Gembira
40 Berangan-angan
41 Tiba di Kekaisaran
42 Pesta Istana
43 Dijemput
44 Natalia Tiba
45 Meminta Hadiah Lain
46 Permintaan Dikabulkan
47 Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
48 Pamit
49 Penyambutan Sang Putri
50 Pertemuan Ayah dan Anak
51 Berkumpul Lagi
52 Rencana Sang Kaisar
53 Pengumuman Besar
54 Khayalan Keluarga Li
55 Membujuk Lilith
56 Senang Sebelum Syok
57 Ketahuan
58 Ungkapan Jujur
59 Rencana Kakak Beradik
60 Sebelum Pesta
61 Penipu ditipu
62 Pesta
63 Syok
64 Bukan Keluarga Gu?
65 Kenyataan Menyakitkan
66 Merayu di Depan Umum
67 Kehancuran Keluarga Li
68 Persaingan Dua Bersaudara
69 Mencuri Surat
70 Mengusir
71 Belum Kapok
72 Hadiah Perpisahan
73 Penurunan Status
74 Keluarga Li Jatuh
75 Lepaskan Gelar Itu!
76 Baik, Aku Lepaskan!
77 Sumpah Setia
78 Pernikahan
79 Belajar Mandiri
80 Malam Panas Terkejut
81 Rencana Lian
82 Panik Menjadi Kaisar
83 Hukuman Lian
84 Rencana Penyerangan
85 Tingkah Aneh
86 Diserang
87 Panggil Tian
88 Pergilah! Selamatkan Rumahmu!
89 Aku Hamil
90 Berakhir?
91 Tian Datang
92 Perang Selesai
93 Akan Jadi Paman
94 Kabar Gembira
95 Menggantikan
96 Kaisar Zhao Bahagia
97 Menerima Takdir
98 Menjadi Kaisar Baru
99 Sang Kaisar
100 Perkenalkan Permaisuriku
101 Menyesal
102 Terlambat Menyesal
103 Hama Datang
104 Dihukum
105 Karma untuk Mereka
106 Calon Kakek
107 Melarikan Diri
108 Akan Melahirkan
109 Menuju Ending
110 Ending
111 Karya Baru
112 Promosi karya Teman
113 Promosi karya Teman
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Kedatangan yang Menyakitkan
2
Ancaman Bercerai
3
Pemilik Asli
4
Kerumunan
5
Terlalu Percaya Diri
6
Mengadu
7
Berdebat
8
Memberikan Cap Kediaman
9
Selama Ini
10
Pria Buta
11
Siapa Dia?
12
Putri Sang Kaisar
13
Kenyataan
14
Jangan Pernah Menyesal
15
Zhang Tian
16
Transaksi Selesai
17
Zhao Nathan
18
Mengurus Perceraian
19
Berkemas
20
Penyusup Itu
21
Pergi
22
Mulai Kacau
23
Syok Pagi-pagi
24
Diusir
25
Kemalangan Keluarga Li
26
Sayembara
27
Menemui Natalia
28
Diusir Lagi
29
Rencana Natalia
30
Berangkat
31
Desa Lino
32
Mulai Bekerja
33
Berhasil
34
Mulai Tertarik
35
Frustasi
36
Menyelinap
37
Berguru dengan Kakak Ipar
38
Kasus Selesai
39
Kabar Gembira
40
Berangan-angan
41
Tiba di Kekaisaran
42
Pesta Istana
43
Dijemput
44
Natalia Tiba
45
Meminta Hadiah Lain
46
Permintaan Dikabulkan
47
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
48
Pamit
49
Penyambutan Sang Putri
50
Pertemuan Ayah dan Anak
51
Berkumpul Lagi
52
Rencana Sang Kaisar
53
Pengumuman Besar
54
Khayalan Keluarga Li
55
Membujuk Lilith
56
Senang Sebelum Syok
57
Ketahuan
58
Ungkapan Jujur
59
Rencana Kakak Beradik
60
Sebelum Pesta
61
Penipu ditipu
62
Pesta
63
Syok
64
Bukan Keluarga Gu?
65
Kenyataan Menyakitkan
66
Merayu di Depan Umum
67
Kehancuran Keluarga Li
68
Persaingan Dua Bersaudara
69
Mencuri Surat
70
Mengusir
71
Belum Kapok
72
Hadiah Perpisahan
73
Penurunan Status
74
Keluarga Li Jatuh
75
Lepaskan Gelar Itu!
76
Baik, Aku Lepaskan!
77
Sumpah Setia
78
Pernikahan
79
Belajar Mandiri
80
Malam Panas Terkejut
81
Rencana Lian
82
Panik Menjadi Kaisar
83
Hukuman Lian
84
Rencana Penyerangan
85
Tingkah Aneh
86
Diserang
87
Panggil Tian
88
Pergilah! Selamatkan Rumahmu!
89
Aku Hamil
90
Berakhir?
91
Tian Datang
92
Perang Selesai
93
Akan Jadi Paman
94
Kabar Gembira
95
Menggantikan
96
Kaisar Zhao Bahagia
97
Menerima Takdir
98
Menjadi Kaisar Baru
99
Sang Kaisar
100
Perkenalkan Permaisuriku
101
Menyesal
102
Terlambat Menyesal
103
Hama Datang
104
Dihukum
105
Karma untuk Mereka
106
Calon Kakek
107
Melarikan Diri
108
Akan Melahirkan
109
Menuju Ending
110
Ending
111
Karya Baru
112
Promosi karya Teman
113
Promosi karya Teman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!