Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Donatur Memilih Mundur

Ketika Donatur Memilih Mundur

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Keluarga / Balas Dendam / Janda
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Sebagai seorang wanita karir dengan gaji milyaran pertahun, Raisya tidak keberatan membantu keluarga suami nya.

Termasuk membiayai kebutuhan keluarga kakak ipar nya, serta biaya kuliah adik ipar nya. Bahkan semua kekuarga suami nya minta tinggal bersama di rumah nya, Raisya tidak keberatan.

Tapi saat Neta hamil di luar nikah, mertua nya meminta Raisya untuk mengadakan acara pernikahan mewah untuk putri nya.

Raisya menolak keinginan mertua nya, sehinga semua kebaikan Raisya selama ini langsung lenyap dalam waktu sekejap.

Mertua dan keluarga suami nya Raisya bahkan dengan tega membawa wanita lain sebagai calon madu untuk Raisya, agar dia mau menuruti keinginan mereka.

Raisya menolak dan memilih untuk berpisah, tapi malah Raisya yang di usir dari rumah nya sendiri.

Raisya tidak tinggal diam di tindas oleh suami dan keluarga nya, dia membalas semua nya dengan menghentikan semua bantuan keuangan yang selama ini dia berikan, dan dia mengusir mereka semua dari rumah nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

03

Raisya langsung pulang ke rumah saat jam kantor nya berakhir, tubuh nya yang terasa lelah ingin segera beristirahat. Raisya baru saja tiba di rumah, tapi saat mendorong daun pintu, dia melihat pemandangan yang sangat mengejutkan di depan mata nya.

Semua orang sedang berkumpul di ruang tamu, tapi pandangan mereka tertuju pada Raisya. Pandangan mereka begitu tajam, seolah - olah ingin menelan Raisya hidup - hidup.

"Pulang juga kamu!" Mama Rika berkata dengan ketus.

"Raisya, mana uang yang aku minta?" Cika langsung menolong Raisya dengan menadahkan tangan nya pada Raisya.

"Iya mbak, uang ku juga gak mbak kirim kan!" Neta berkata pada Raisya.

Raisya hanya diam, dia sedang malas untuk berdebat dengan mereka.

"Aku sedang tidak punya uang!" Jawab Raisya dengan suara lirih.

"Apa maksud mu, Raisya? Kau sengaja tidak mau memberikan uang pada kami?" Mama Rika bertanya sambil memelototkan mata nya.

"Benar Ma, gaji aku bulan ini memang sudah habis!" Jawab Raisya dengan suara lirih.

Hoeeekkk.

Tiba - tiba Neta merasa mual, mendadak dia ingin muntah. Neta berlari ke kamar mandi, di sana dia memuntahkan semua isi perut nya. Mama Rika bergegas menyusul anak nya, dia sangat mengkhawatirkan keadaan Neta.

"Neta, kamu kenapa?" Tanya Mama Rika.

"Mungkin Neta masuk angin Ma, kan Neta sering hang out malam - malam sama teman - teman!" Jawab Neta.

Hoeeek,

Kembali Neta memuntah kan isi perut nya, Mama Rika semakin cemas melihat keadaan putri nya.

"Kita ke rumah sakit sekarang juga!" Ajak Mama Rika.

Setelah berkata seperti itu, Mama Rika bergegas keluar menemui Cika dan Raisya yang masih berada di ruang tamu.

"Raisya, Mama mau bawa Neta ke rumah sakit. Cepat berikan uang nya!" Mama Rika berkata pada Raisya.

"Tapi, Ma,,!"

"Tidak ada tapi - tapian, Net sedang sakit dan harus di bawa ke rumah sakit. Kamu sebagai ipar kok gak ada peduli nya sama sekali!" Bentak Mama Rika.

Dengan cepat Mama Rika merebut tas yang ada di tangan Raisya, dia mengambil dompet dan mengambil semua uang tunai yang ada di dalam nya.

"Ma, jangan di ambil Ma!" Raisya berusaha mempertahankan milik nya dari Mama Rika.

"Jangan kurang ajar kamu Raisya, adik ipar kamu lebih sakit. Kamu malah mempertahankan uang kamu saja, dasar tidak punya hati!" Semprot Mama Rika.

"Ayo Cika, kamu temenin Mama bawa Neta ke rumah sakit!" Pinta Mama Rika pada menantu tertua nya.

"Iya Ma!" Jawab Cika sambil tersenyum.

Tanpa basa - basi, Cika langsung merebut kunci mobil yang ada di tangan Raisya. Mama Rika berjalan keluar sambil mendampingi Neta yang tampak pucat, mereka berjalan melewati Raisya.

Ketiga nya pergi ke rumah sakit dengan menggunakan mobil nya Raisya, Cika yang mengemudi. Mereka menuju ke rumah sakit terdekat, Mama Rika sangat khawatir dengan keadaan putri bungsu nya.

"Sus, tolong putri saya. Dia muntah- muntah terus sejak tadi!" Mama Rika berkata pada seorang suster ketika mereka tiba di rumah sakit.

"Baik bu, kami akan segera memeriksa nya!" sesorang suster membantu Neta untuk duduk di atas kursi roda.

Suster mendorong kursi roda memasuki ruangan pemeriksaan, Mama Rika dan Cika di minta untuk menunggu di luar. Setelah menunggu tidak berapa lama, pintu ruangan tempat pemeriksaan Neta terbuka. Seorang perempuan dengan mengenakan seragam dokter keluar dari ruangan itu, dengan cepat Mama Rika menghampiri nya.

"Dok, bagai mana dengan anak saya? Apa yang sebenar nya terjadi?" Tanya bu Rika dengan tidak sabar.

"Semua nya baik - baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Hal itu biasa terjadi pada seorang ibu yang tengah hamil muda!" Jelas dokter itu sambil tersenyum.

"Apa? Apa dokter tidak salah?" Tanya Mama Rika.

"Tidak bu, anak ibu memang sedang hamil muda. Usia kandungan nya baru berjalan 3 bulan!" Jelas dokter itu lagi.

Seketika Mama Rika merasa lemas di setiap persendian nya, dia tidak percaya bahwa putri nya kini tengah hamil muda.

"Tidak mungkin!" Mama Rika berkata dengan suara lirih.

Hampir saja dia jatuh ke lantai, jika Cika tidak menahan tubuh nya. Mama Rika merasa lemas, mendengar apa yang baru saja di katakan oleh dokter itu.

"Ma, ayo kita temui Neta!" Ajak Cika.

Cika mengantarkan Mama mertua nya pergi ke ruangan tadi tempat Neta di periksa, tampak Neta sudah duduk di ranjang sambil memijit pelipis nya sendiri.

"Neta, kau sudah membuat Mama malu!" Bentak Mama Rika.

"Ma, aku,,,,!" Jawab Neta dengan gugup.

"Neta, Mama sudah melakukan apa saja untuk mu. Tapi kau malah mempermalukan Mama seperti ini!" Mama Rika berkata sambil menangis.

"Sudah lah Ma, ayo kita pulang saja. Nanti kita bicarakan saja semua nya di rumah, malu di dengar orang lain jika kita bicara di sini!" Cika berbisik pada mertua nya tersebut.

Mama Rika mengangguk kan kepala nya dengan lemah, benar sekali apa yang di katakan olej menantu nya. Lebih baik bicara di rumah saja, dari pada di rumah sakit. Lagi pula saat ini Alvin dan Dimas ada di rumah, mereka harus tahu apa yang menimpa adik mereka satu - satu nya.

Ketiga nya langsung pulang ke rumah, sepanjang perjalanan mereka hanya diam dan asyik dengan fikiran masing - masing. Tidak ada dari mereka yang berniat untuk membuka suara, wajah Neta terlihat sangat kusut dan menyedihkan.

Ketika tiba di rumah, ketiga nya langsung masuk ke dalam rumah dengan wajah murung. Raisya yang baru saja turun dari lantai atas melihat mereka dengan heran.

"Ada apa Ma? Apa yang terjadi pada Neta?" Tanya Raisya heran.

Mama Rika tidak menjawab, tapi dia malah menjatuhkan pantat nya di sofa ruang tamu.

"Alvin, Dimas, cepat kalian kemari!" Teriak Mama Rika dengan suara lantang.

Kedua bersaudara itu datang ke ruang tamu, Dimas turun dari lantai atas sedangkan Alvin muncul dari dalam kamar nya. Di tangan Alvin ada sebuah ponsel, permainan game yang baru saja dia main kan tampak masih berjalan di sana.

"Ada apa Ma?" Tanya Dimas heran.

Dimas lalu menjatuhkan pantat nya di samping sang Mama, dia sendiri heran kenapa seperti nya wajah mereka sangat menegangkan.

"Kenapa sih Ma? Datang - datang malah marah?" Tanya Alvin tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponsel nya.

"Adik mu hamil!" Mama Rika berkata dengan suara lantang.

"Apa?" Tanya keduanya dengan nada terkejut.

Ponsel yang ada di tangan Alvin hampir saja jatuh, saking terkejut nya dia mendengar ucapan Mama nya. Mata nya menatap sang ibu dengan perasan tidak percaya, kedua nya masih belum percaya dengan ucapan wanita yang melahirkan mereka ke dunia ini.

1
Lee Mba Young
bner bner kluarga benalu mereka itu.
stela aza
1 keluarga benalu semua
Ramadhani Putra
loh dah selesai to..kirain masih panjang
Ramadhani Putra
numpang...tp pada ga tau diri
Ma Em
Dimas dan keluarganya tdk tau diri hdp cuma jadi benalu tapi merasa dia yg berkuasa dan mengakui punya orang , ada lagi si Alvin hdp nya cuma mengandalkan orang lain padahal sdh punya istri tapi tdk mau usaha heran ini orang orang otaknya apa ditaro didengkul .
Bunga Seruni
😄😄😄
di dunia nyata ada gk ya modelan org2 bgni .. 😄
Ayunda
keluarga benalu
Ma Em
Ayo Raisya cepat usir para benalu itu buat si Dimas , Bu Rika Beta juga Cika dan Alvin serta gundiknya Dimas usir mereka semua biar mereka menjadi gembel , hdp cuma numpang saja sombong nya kebangetan , ditunggu Thor eksekusinya .
Lilik Lailiyah
lanjut kak penasaran
Oma Gavin
wah ngga sabar lihat drama pengusiran dan dita yg ngereog habis duit banyak hasil utangan ngga dapat rumah idaman
Melinda Cen
makin seru aja , biar tau rasa tuh keluarga toxic lanjutkan💪
Lee Mba Young
lanjuttt
Lilik Lailiyah
keluarga toxsis
Melinda Cen
penasaran mau liat semua keluarga dimas di usir, dan semua org tau kebusukan dita biar tau rasa. Raisya ceriakan dimas , dan dimas menyesal. lanjut💪
Ma Em
Silahkan Dimas kamu menikah dgn Dita dan Dita katanya mau menguasai rumahnya Raisya tdk taunya setelah Dimas menikah lagi dgn Dita nanti diusir sama Raisya jadi gembel mereka nanti .
Oma Gavin
biarkan dimas bahagia menikahi dita hbs itu langsung gugat cerai dan usir semua keluarganya bila perlu jual rumah tsb dan belikan rumah baru yg tidak meninggalkan kenangan pahit keluarga toxic suami mu
Ma Em
Raisya kamu wanita yg. sukses jgn mau diinjak injak harga dirimu oleh Dimas dan keluarganya , lbh baik cepat usir para benalu yg tdk tau malu itu
Noor hidayati
itu maksudnya apa ya"kalian tamu"terus"lada"
Rapika Ramie
udah sampai bab 15 ayatnya itu" aja
Noor hidayati
apa maksud kalimat itu thor di aman alamatnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!