Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Balas Dendam
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Sebagai anak dari selir rendahan, Xiu Ying Nona Ke-9 dari Kediaman Utama selalu hidup tertindas, pasrah, dan dianggap sebagai "sampah" oleh ayah serta saudara-saudaranya. Namun, sebuah insiden di kolam teratai mengubah segalanya. Xiu Ying yang terperosok ke dalam air dingin bangkit sebagai sosok yang sama sekali baru: dingin, cerdik, dan tak lagi sudi diinjak-injak.

Guna menyingkirkan Xiu Ying yang mulai sulit dikendalikan dan demi menyelamatkan putri-putri kesayangannya dari pernikahan politik yang merugikan, sang ayah dengan tega menikahkan Xiu Ying dengan Zhen Yu—Pangeran Ke-7 yang dituduh "idiot" dan kerap dijadikan bahan tertawaan di seluruh istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 19

***

Fajar musim dingin menyingsing samar di ufuk timur. Sinar matahari tipis menembus celah jendela kayu Istana Zhen, memantulkan kilau salju yang menumpuk tebal di pelataran.

Di dalam kamar utama yang hangat oleh pendar arang, Xiu Ying perlahan membuka kelopak matanya. Sensasi pegal dan remuk seketika menjalar ke seluruh sendi tubuhnya. Saat mencoba menggerakkan bahunya, ia meringis pelan. Di bawah balutan selimut beludru tebal, kulit mulusnya dipenuhi bercak-bercak kemerahan dan memar halus—jejak gairah membara dari penyatuan panas di atas kereta kencana semalam.

Xiu Ying memiringkan kepalanya. Di sampingnya, Pangeran Zhen Yu tertidur lelap dengan posisi meringkuk manja, menempelkan wajah tampannya di lengan Xiu Ying.

Xiu Ying menatap profil samping suaminya dengan tatapan penuh intensitas. Otaknya yang tajam memutar kembali ingatan semalam. Kecepatan gerakan Zhen Yu saat melepas simpul gaunnya, suara berat nan seksi yang berbisik memabukkan di telinganya, hingga ketangkasan dominan yang tidak mungkin dimiliki oleh seorang pria berakal anak kecil... semuanya terasa sangat janggal.

Pria ini... batin Xiu Ying, matanya menyipit curiga. Apakah kebodohannya selama ini hanyalah sebuah topeng?

Tiba-tiba, mata Zhen Yu terbuka perlahan. Begitu mendapati Xiu Ying sedang menatapnya, manik mata yang semalam memancarkan dominasi berbahaya itu seketika berubah menjadi jernih, polos, dan penuh binar kekanak-kanakan.

"Kakak Cantik!" celoteh Zhen Yu riang, langsung menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Xiu Ying, menggesekkan hidungnya dengan manja. "Semalam Yu-er bermimpi indah sekali! Yu-er mimpi makan manisan manis sama Kakak Cantik di dalam kereta!"

Xiu Ying menahan napas saat lehernya tersentuh bibir hangat Zhen Yu. Ia memperhatikan setiap pergerakan dan mimik wajah suaminya. Tidak ada celah. Akting kebodohan pria ini sungguh sempurna dan tanpa noda.

Xiu Ying menghela napas pelan, mengusap rambut panjang Zhen Yu dengan mengulum senyum tipis. Baiklah, jika kau masih ingin bermain rahasia denganku, aku akan mengikuti alur permainanmu, Pangeran.

"Pangeran, bangunlah. Hari sudah siang," ucap Xiu Ying lembut, mencoba duduk meski tubuhnya terasa amat pegal.

"Yu-er tidak mau bangun! Mau peluk Kakak Cantik terus!" rajuk Zhen Yu polos sambil makin erat memeluk pinggang Xiu Ying.

Sementara itu, di pelataran luar Istana Zhen yang diselimuti salju tipis...

Seorang pelayan pria muda bernama Xiao Kou bertugas membersihkan kereta kencana yang digunakan semalam. Udara fajar yang membeku membuat tangannya yang memegang kain lap gemetaran.

Dengan hati-hati, Xiao Kou membuka pintu kabin kereta untuk menyapu sisa-sisa debu. Namun, saat ia melipat jubah mantel bulu rubah putih mewah milik Pangeran Ke-7 yang tergeletak di atas karpet beludru, matanya mendadak terbelalak lebar.

Di bagian dalam lining kain sutra mantel mahal tersebut, terdapat noda bercak merah pekat yang telah mengering.

"A-Apa ini...?" gumam Xiao Kou gemetaran, menyentuh noda merah itu dengan ujung jarinya. "D-Darah?!"

Wajah pelayan muda itu seketika memucat pasi. Pikirannya melayang membayangkan kekacauan skandal racun di perjamuan istana semalam.

Apakah Yang Mulia Pangeran Ke-7 terluka semalam?! Atau... apakah Nyonya yang terluka?! batin Xiao Kou histeris, menelan ludah kasar. Tanpa menyadari bahwa noda darah di atas sutra putih itu adalah bukti kesucian dan penyatuan pertama majikannya, sang pelayan membawa mantel itu dengan tangan gemetar, berniat menyembunyikannya agar tidak memicu keributan.

Namun, sebelum Xiao Kou sempat melangkah jauh, gerbang depan Istana Zhen mendadak didobrak kasar dari luar!

BANG!

Dua puluh pengawal kerajaan berbaju besi berat melangkah masuk dengan pedang terhunus di pinggang. Di barisan paling depan, Komandan Pengawal Istana Utama—Komandan Fang—berjalan dengan langkah tegap dan wajah keras tak bersahabat.

"Tahan seluruh pelayan! Jangan ada yang bergerak!" teriak Komandan Fang dengan suara menggelegar.

Berita mengenai kejang-kejangnya Pangeran Ke-8 semalam telah mengguncang seluruh kekaisaran. Pangeran Ke-4 yang panik dan terdesak secara cerdik membalikkan narasi, menghasut Kaisar bahwa cawan beracun itu berasal dari meja Istana Ke-7 yang "ditumpahkan" secara mencurigakan oleh Zhen Yu sebelum berpindah tangan.

Susu bergegas berlari ke kamar utama dengan wajah pucat. "Nyonya! Pengawal Istana Utama menerobos masuk! Mereka membawa Perintah Pemeriksaan dari Putra Mahkota!"

Xiu Ying yang baru selesai mengenakan gaun sutra mewahnya menyunggingkan senyum dingin. "Begitu cepat mereka mengirim serigala? Susu, rapikan pakaian Pangeran. Biarkan aku yang menyambut mereka."

Di pelataran tengah Istana Zhen, Komandan Fang berdiri dengan angkuh. Saat melihat Xiu Ying melangkah keluar dari paviliun dengan keanggunan yang tiada tara, komandan itu hanya membungkuk singkat tanpa rasa hormat yang pantas.

"Istri Pangeran Ke-7," buka Komandan Fang dingin. "Hamba menjalankan perintah Putra Mahkota untuk menyelidiki skandal racun yang menimpa Yang Mulia Pangeran Ke-8 semalam. Berdasarkan saksi mata, cawan beracun itu disentuh pertama kali oleh Istana ini. Hamba harus menggeledah seluruh kediaman dan membawa Pangeran Ke-7 untuk diinterogasi!"

Xiu Ying berhenti di anak tangga batu, menatap sang komandan dengan pandangan meremehkan dari atas ke bawah.

"Menggeledah kediaman Pangeran Kekaisaran hanya berdasarkan asumsi dangkal Putra Mahkota?" pangkas Xiu Ying, suaranya jernih dan tajam bagai sembilat es. "Komandan Fang, apakah kau membawa Titah Tertulis yang ditandatangani langsung oleh Kaisar Yang Mulia? Atau kau hanya menjadi anjing suruhan Pangeran Ke-4 yang mencoba menutupi kegagalannya sendiri?"

Wajah Komandan Fang seketika merah padam. "Nyonya Xiu Ying! Jjaga mulut Anda! Pangeran Ke-8 saat ini kritis! Saksi melihat Pangeran Ke-7 dengan sengaja menyenggol nampan anggur!"

"Sengaja?"

Tiba-tiba, pintu paviliun terbuka lebar. Pangeran Zhen Yu berlari keluar dengan jubah yang sengaja dipasang miring, memegang sebuah mainan gajah kayu di tangannya. Wajah tampannya dipenuhi raut ketakutan yang luar biasa saat melihat pedang-pedang terhunus.

"Aplikasi! Kakak Cantik! Ada paman-paman galak bawa pisau besar!" jerit Zhen Yu histeris, langsung berlari dan bersembunyi di balik tubuh ramping Xiu Ying.

Zhen Yu gemetaran hebat, meremas gaun Xiu Ying sambil menunjuk Komandan Fang dengan jari gemetar dan air mata yang dipaksakan menetes. "Paman galak mau potong gajah kayu Yu-er?! Yu-er tidak mau! Yu-er takut!"

Melihat tingkah "idiot" Pangeran Ke-7 yang begitu ketakutan setengah mati hanya karena melihat senjata, para pengawal di belakang Komandan Fang mulai berbisik-bisik ragu. Bagaimana mungkin seorang pangeran yang bahkan takut pada bayangannya sendiri sanggup merancang pembunuhan racun yang rumit di tengah perjamuan?

Xiu Ying membelai kepala suaminya dengan penuh kasih sayang, lalu menatap Komandan Fang dengan aura intimidasi yang luar biasa.

"Komandan Fang, lihatlah suamiku," ujar Xiu Ying sinis. "Apakah pria yang bahkan menangis melihat pedang ini yang kau tuduh sebagai dalang racun? Jangan membuat seluruh rakyat ibu kota tertawa karena kebodohan tim penyelidikmu!"

"T-Tapi cawan itu berpindah dari tangan Anda ke tangan Pangeran Ke-8!" sergah Komandan Fang, mencoba bertahan.

"Berpindah?" Xiu Ying tertawa dingin. "Semalam, suamiku secara tidak sengaja merusak suasana karena panik. Sebagai bentuk sopan santun, saya menyerahkan cawan utuh yang dituangkan langsung oleh Kasim Wu—kasim kepercayaan Putra Mahkota sendiri! Jika cawan itu beracun, bukankah seharusnya kau memeriksa teko rahasia milik Kasim Wu dan Pangeran Ke-4 yang memerintahkannya?!"

Xiu Ying melangkah satu garis mendekati sang komandan, menatapnya dengan mata berkilat mematikan. "Aku adalah pengusaha Kedai Obat. Aku paham betul struktur racun Bubuk Jiwa Lumpuh. Racun itu memerlukan pelarut khusus yang hanya dimiliki oleh faksi militer Putra Mahkota! Jika kau berani menyentuh sehelai rambut suamiku hari ini tanpa bukti otentik dari Tabib Kekaisaran, aku sendiri yang akan menghadap Ibu Suri dan membongkar seluruh jaringan bisnis milik faksi Pangeran Ke-4 di ibu kota!"

Ancaman itu begitu presisi, cerdik, dan mematikan. Xiu Ying tidak menggunakan pasukan rahasia atau bantuan luar. Murni dengan kecerdasan analisis, ketegangan hukum, dan gertakan politiknya sendiri, ia berhasil melumpuhkan argumen sang komandan di hadapan seluruh pengawal.

Di belakang bahunya, Zhen Yu yang berpura-pura menangis sesenggukan, diam-diam menyunggingkan senyuman tipis yang sangat bangga. Istriku... kau benar-benar tidak membutuhkan bantuan pasukanku untuk meratakan musuhmu.

Komandan Fang menelan ludah kasar, dahinya dibasahi keringat dingin. Ia menyadari bahwa memojokkan Istri Pangeran Ke-7 yang kini menjadi kesayangan Ibu Suri adalah tindakan bunuh diri.

"H-Hamba... hamba hanya menjalankan tugas," cicit Komandan Fang mundur dua langkah. "Jika demikian, hamba akan melaporkan penjelasan Nyonya kepada Kaisar!"

"Pergilah!" bentak Xiu Ying tegas. "Dan beri tahu Pangeran Ke-4... jika ia ingin bermain perangkap denganku lagi, pastikan ia menyiapkan dalih yang lebih cerdas!"

Komandan Fang dan dua puluh pengawalnya bergegas balik kanan dan melarikan diri dari gerbang Istana Zhen dengan rasa malu yang amat besar.

Setelah rombongan itu menghilang, keheningan kembali melingkupi pelataran.

Xiu Ying membalikkan badannya, menatap Zhen Yu yang masih memegang gajah kayunya dengan raut polos. Xiu Ying tersenyum hangat, mengusap air mata buatan di pipi suaminya.

"Pangeran jahatnya sudah pergi, Mas Yu. Kau aman bersamaku," puji Xiu Ying lembut.

Zhen Yu melompat gembira, memeluk leher Xiu Ying dengan manja. "Hore! Kakak Cantik paling hebat! Paman galak lari ketakutan!"

Namun, di dalam dekapannya yang erat, Pangeran Zhen Yu berjanji dalam hatinya: Pangeran Ke-4 telah menyeberangi garis batas. Karena ia berani mengusik ketenangan istriku, maka saatnya Jaringan Bayangan meruntuhkan satu per satu pilar kekuasaannya.

(Bersambung)

1
warina latip
👍
Quinza Azalea
terimakasih banyak banyaaak othor💕💕
Arix Zhufa
kasihannn 😅
Nurhasanah
seru 👍👍👍👍🥰🥰🥰
Arix Zhufa
keren banget
Arix Zhufa
aku suka model pangeran tancap gas begini
Arix Zhufa
visual nya thor
Quinza Azalea
next
merry
romantis bagi yg melihat nya
Pa Muhsid
pangeran edan gak tau tempat kan kasian tim jomblo 🙊
Nurhasanah
makin seru tapi sayang cuma 1 bab 😁😁😁 .. boleh tambah lagi nggak thor nanggung nih 👍👍👍👍
Nurhasanah: eh maaf cuma 2 bab 🤣🤣🤣 ... saking serunya sampe salah tulis 😁😁😁😁
total 1 replies
merry
belah duren kah mrkk 🤭🤭
Nurhasanah
masih kurang kak 🤣🤣🤣 ... tambah lagi kalau bisa 😁😁😁😁 seru bangett soalnya 👍👍👍👍
Apis
aku salfok sana kata " kain kafan di cerita tema kerajaan Tiongkok kuno thor
Anggye syahab
Sangat bagus..semoga sukses trus karya nya kak
Anggye syahab
wach kak..ceritamu sangat kerennn..jangan lupa jaga kesehatan yaaa..tetap semangat dengan karya nya🤗
Heresnanaa_: wahhh terimakasih banyak Kaka, Kaka juga jaga kesehatan selalu yaa🫶😚
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Nurhasanah
karya bagus yg wajib di baca 👍👍👍
Nurhasanah
lanjut thor makin seru ceritanya ... jangan hiatus ya thor semangatt 👍👍🥰🥰🥰🥰
Pelangi Jingga
perbanyak up tor 💪😂🤭🤣
Heresnanaa_: stay tune yaa 😚🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!