Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Culunku Ternyata CEO

Suami Culunku Ternyata CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Kehidupan di Kantor / CEO
Popularitas:52.4k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Tolong...bagi yang hanya penasaran jangan buka bab!!!

Sultan Rafsanjani, CEO muda nan tampan, cerdas serta berasal dari keluarga kaya raya, rela menyamar menjadi pria culun dan menyembunyikan identitasnya demi mengejar gadis pujaannya.

Hingga suatu hari dirinya diminta menjadi kekasih pura-pura oleh gadis tersebut hanya untuk memberikan kado istimewa buat ulangtahun eyangnya.

Bersediakah Sultan atau dia malah memanfaatkan keadaan dan meminta menjadi kekasih sungguhan?

Ataukah justru hal lain tak terduga akan terjadi?


Ikuti kisahnya hanya di sini;

"Suami Culunku Ternyata CEO" karya Moms TZ, bukan yang lain!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

Setelah kekacauan yang terjadi di rumah Eyang Bramantyo, kini rumah tersebut tampak sepi. Tuan Bahtiar dan Nyonya Kirana telah pamit pulang beberapa saat lalu bersama kerabat mereka, tak lama setelah Sultan dan Kahiyang pergi. Begitu pula dengan Bu Retno bersama Cantika dan Tedy.

Tinggallah keluarga Pak Andika bersama istri dan anaknya yang masih berada di sana. Di salah satu ruangan, Puspa dan Andini, istri Rendra, tampak sibuk memperhatikan seserahan yang dibawa keluarga Sultan untuk kakak mereka, Kahiyang.

"Sepertinya barang-barang bawaannya ini nggak kaleng-kaleng, deh, Dek. Branded semua, gila!" seru Andini heboh sambil memperhatikan salah satu kotak yang terbungkus rapi.

"Benar, Kak," timpal Puspa. "Aku yakin deh, sepertinya keluarga Kak Rafa itu bukan orang sembarangan."

"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Bu Arimbi yang tiba-tiba masuk ke ruangan tersebut.

"Ini, loh, Ma. Puspa sama Kak Andin lagi lihat-lihat seserahan yang dibawa keluarga Kak Rafa," jawab Puspa sambil menunjuk barang-barang yang dikemas menarik di hadapan mereka.

Bu Arimbi mendekat dan ikut memperhatikan seserahan tersebut. Ia memang tidak terlalu memahami merek-merek barang yang ada di hadapannya, tetapi dari kemasan dan jumlahnya saja sudah terlihat bahwa semua itu bukan pemberian yang sederhana.

"Memangnya sebagus itu, ya?" tanyanya.

"Bagus banget, Ma," jawab Andini. "Aku saja sampai penasaran, siapa sebenarnya keluarga Kak Rafa itu."

Puspa mengangguk setuju. "Benar, Puspa juga merasa ada yang aneh."

Bu Arimbi terdiam. Tatapannya kembali beralih pada seserahan di hadapannya. Tanpa sadar, pikirannya kembali mengingat sikap Tuan Bahtiar dan Nyonya Kirana tadi. Keduanya terlihat begitu tenang, bahkan ketika terjadi keributan besar, mereka sama sekali tidak tampak panik. Ditambah lagi dengan cara mereka memperlakukan Kahiyang dan Sultan.

Ada sesuatu yang berbeda dari keluarga itu. Sesuatu yang belum mampu dipahami olehnya.

"Siapa pun mereka semoga selalu memperlakukan Ayang dengan baik," gumamnya pelan.

.

.

.

Langit masih gelap dan bias cahaya lampu dari luar berpendar menerangi keremangan kamar ketika Sultan terbangun dari tidurnya, merasakan tangannya yang kebas. Perlahan dia membuka mata dan hal pertama yang dilihatnya adalah pemandangan indah di depan mata.

Kahiyang masih terlelap dalam pelukannya. Wajah wanita itu tampak begitu tenang dan damai. Beberapa helai rambut berantakan menutupi sebagian pipinya.

Sultan tersenyum tipis. Lalu tangan kanannya tergerak menelusuri wajah cantik yang telah halal untuknya sentuh. Ujung jarinya menyibakkan rambut yang menutupi pipi sang istri dan menyelipkannya di atas telinga.

Tatapan matanya begitu lembut. Hatinya terasa membuncah dipenuhi kebahagiaan setelah penyatuan yang mereka lakukan beberapa jam lalu. Sekarang wanita yang berada di dalam pelukannya benar-benar telah menjadi miliknya, menjadi bagian dari hidupnya, secara utuh.

Sultan menghela napas pelan, pergerakan kecil istrinya membuatnya tersenyum. Wanitanya tampak mengerutkan kening sambil mengerjapkan mata hingga akhirnya terbuka sempurna.

"Selamat pagi, Cinta," sapa Sultan, senyum tak luntur dari bibirnya.

Pipi Kahiyang bersemu memerah. Tubuhnya tiba-tiba terasa panas dingin hingga menjalar ke wajah. Ia buru-buru menarik selimut hingga menutupi seluruh wajahnya, merasa malu setelah mengingat apa yang telah mereka lakukan semalam.

Sultan yang melihatnya justru merasa gemas. “Kenapa mukanya ditutupi, hmmm?” tanyanya.

“Aku malu...” jawab Kahiyang pelan dari balik selimut.

Sultan terkekeh kecil. “Aku bahkan sudah melihat semuanya semalam.”

Dia lalu memeluk tubuh istrinya. “Makasih untuk malam pertama kita. Kamu...”

“Stop...! Jangan dibahas. Aku malu.” Kahiyang buru-buru memotong ucapan Sultan seraya membuka selimut yang menutupi wajahnya.

Sultan refleks melepaskan pelukannya, lalu bangkit dari posisi rebahannya.

Kahiyang bergegas mengikutinya. Netra wanita itu menyipit saat menatap wajah suaminya. Perlahan tangannya terulur dan menyentuh pipi mulus itu dengan ragu.

Sultan menangkap tangan Kahiyang, lalu mengecupnya lembut kemudian menempelkan di pipinya. Pandangan mereka kembali menyatu.

“Kamu kelihatan berbeda, Raf,” ucap Kahiyang pelan. “Seperti bukan Rafa yang kukenal. Kamu...lebih tampan, kulitmu juga halus.”

Sultan tersentak kecil, lalu tersenyum seolah hendak menutupi ekspresi wajahnya. “Aku masih Rafa yang kamu kenal, Ay. Lihatlah...” ujarnya.

Pria itu lantas melepaskan pegangan tangan Kahiyang, kemudian menyisir rambutnya yang berantakan dengan tangan, menatanya persis seperti penampilan yang selama ini selalu dilihat istrinya. Setelah itu, dia mengenakan kembali kacamata tebalnya.

“Nah, sama, kan?”

Senyum terbit di bibir Kahiyang. “Nanti kalau di luar, aku lebih suka kamu berpenampilan seperti ini. Supaya nggak ada wanita lain yang melihat ketampananmu. Karena hanya aku yang boleh memandang wajah ini.”

Selesai berkata, Kahiyang langsung memalingkan wajah, seolah baru menyadari apa yang baru saja ia ucapkan.

“Oh, Tuhan...” gumamnya sambil menutup wajah dengan kedua tangan. “Apa yang aku katakan tadi? Kenapa malah jadi aku yang terkesan posesif?”

Namun, hal berbeda justru dirasakan Sultan. Ucapan Kahiyang barusan membuatnya semakin yakin terhadap perasaan wanita itu kepadanya.

“Baiklah. Demi Ayang cintaku, aku akan menuruti apa pun yang kamu inginkan,” ujarnya seraya mengedipkan sebelah mata dengan gaya menggoda.

Kahiyang terhenyak sesaat. Ia bahkan memastikan penglihatannya tak salah. Entah mengapa, melihat Sultan yang biasanya bersikap tenang dan polos tiba-tiba berubah menjadi genit membuat pikirannya dipenuhi pertanyaan.

“Sejak kapan?” gumamnya pelan.

“Apanya?” balas Sultan dengan ekspresi heran.

“Kamu bisa bertingkah genit seperti itu?” Kahiyang kembali bertanya. “Apa jangan-jangan... selama ini kamu menyembunyikan sikapmu itu di balik penampilanmu yang polos?”

Sultan terdiam sesaat. Kemudian sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis. “Kalau aku bilang iya, apa kamu akan kecewa?”

Kahiyang mengernyit. “Jadi benar?”

Pria itu menggeser posisinya sedikit mendekat pada sang istri. “Aku hanya menunjukkan sisi yang berbeda dari diriku kepada orang-orang yang aku sayangi saja. Termasuk istriku ini.”

Kembali Sultan mengedipkan matanya sebelah membuat Kahiyang spontan mundur beberapa senti. “Tapi istrimu ini juga baru tahu sekarang.”

“Karena kita baru menikah kemarin, otomatis baru kemarin pula kamu menjadi istriku.” Sultan menjawab sambil terkekeh, begitu santai.

Kahiyang menatapnya beberapa detik, kemudian menghela napas panjang. “Apakah selama ini aku tertipu?”

“Bukan tertipu,” sanggah Sultan cepat. “Tapi itulah caraku supaya aku bisa mengenali mana orang yang benar-benar tulus, mana yang pura-pura."

Kahiyang terdiam. Entah mengapa jawaban itu membuat hatinya berdebar-debar. Ia menundukkan wajah, berusaha menyembunyikan senyum kecil yang terbit di bibirnya.

Sultan memperhatikannya dengan tatapan lembut. “Lagipula, kalau aku menunjukkan semuanya sejak awal, mungkin kamu malah takut mendekatiku.”

Kahiyang mengangkat wajah. “Memangnya kenapa aku harus takut?”

“Karena aku bukan pria polos seperti yang selama ini kamu kira,” lanjut pria itu.

Kahiyang menelan ludah pelan, lalu menyipitkan mata. “Kalau begitu...” Ia menunjuk Sultan dengan telunjuknya. “Mulai sekarang aku harus berhati-hati sama kamu.”

Sultan terkekeh. “Terlambat, Ayang.”

Kahiyang langsung terdiam, matanya mengerjap lucu.

Sementara Sultan hanya tersenyum puas melihat wajah istrinya yang kembali memerah.

"Sudah, sekarang waktunya membersihkan diri. Nanti waktu subuh keburu habis," kata Sultan lalu tanpa aba-aba mengangkat tubuh Kahiyang, menggendongnya menuju kamar mandi.

Wanita itu memekik pelan, kemudian melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami sambil membenamkan wajahnya menahan malu.

1
Aditya hp/ bunda Lia
waaah, ... bulan madunya di tanah kelahirannya moms yah ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭 sekalian promosi
total 1 replies
Nar Sih
tempat wisata pacitan emang bnyk momz ,sayang nya aku yg org jawa timur blm pernah kesama😂😂
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
Patrick Khan
seneng nya liat mereka😍😍😍👏👏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sori✌️✌️✌️
total 4 replies
Nar Sih
ahir nya acara resepsi sdh selesai dan berjln lancar ,semoga stlh ini ayang dan sultan sgra di beri keturunan
Nar Sih
jdi gk sbr momz nunggu resepsi pernikahan ayang dan sultan nih☺️
Aditya hp/ bunda Lia
syak syik syok .... 😂
〈⎳ FT. Zira
dia syok..🤣🤣🤣
vania larasati
lanjut
Nadja 🎀
selbi semoga jodoh asistennya rafa🤭 kasihan asisten rafa jomblo 🤣 malah jadi nyamuk 😂
Nar Sih: setujuu
total 5 replies
Patrick Khan
lanjut
Patrick Khan
lea masih labil🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Patrick Khan
tunjukan km bisa bangkit retno..wes ojo nangis ae..tunjukan pada danang km bisa..hemmmz q apik lo tak dukung saiki😁😁😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Patrick Khan
yaa begitulah lakik..mbok nom di beloh. mbok wek di salahno..🤣🤣🤣
Patrick Khan
wahhh pak danang hebat jg🤣🤣🤣malah ajor iki retno..wes iso e nangis ngeroeg..terus minta maaf kilaf
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Patrick Khan
ngeyelan lampir iki..tp q suka dia ngereog puasssss😁😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: astaga... 🤭
total 1 replies
Nar Sih
seneng ya ayang jdi menantu kesayangan mertua☺️
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!