Indonesia
NovelToon NovelToon
Dimana Papaku, Ma?

Dimana Papaku, Ma?

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Dimana Papaku, Ma?"

Pertanyaan seorang bocah cilik bernama Arka Daru Hutama itu membuat wanita dewasa bagaikan tersambar petir. Raut wajah perempuan bernama Ariska Sandra Hutami seketika pucat karena mendengar pertanyaan sederhana itu. Pada akhirnya pertanyaan itu takkan pernah mendapatkan jawaban pasti sampai takdir kembali mempertemukan Ariska dengan sosok seorang laki-laki yang mirip dengan Arka.

Siapakah sosok laki-laki itu? Apakah pertemuan mereka itu bisa menguak cerita masa lalu yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehilangan Jejak

"Permisi, Bu. Saya mau tanya alamat seseorang," ucap seorang laki-laki yang tak lain adalah Carlo dengan raut wajah datarnya.

Setelah mendapatkan informasi dari Karen mengenai perempuan yang dicarinya, Carlo segera meluncur ke alamat pada CV dari Ariska. Kebetulan Carlo saat ini bertemu dengan Bu Lastri yang sedang menyapu halaman. Mendengar ada yang mengajaknya berbicara, Bu Lastri segera mendekat. Walaupun dia sedikit takut karena melihat perawakan dari Carlo yang seperti debtcollector.

"Alamat siapa ya, Pak?" tanya Bu Lastri dengan pandangan bingungnya. Carlo yang dipanggil "Pak" pun sampai menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Dia sedikit tersinggung karena menurutnya, wajahnya masih terlihat muda.

"Alamat Nona Ariska, Bu. Dia yang bekerja jadi Office Girl di hotel seberang sana," ucap Carlo sambil menunjuk sebuah hotel di dekat kampus.

"Waduh... Ada apa ya, Pak? Apa dia berbuat salah?" tanya Bu Lastri dengan nada khawatirnya.

"Tidak ada masalah apa-apa, Bu. Saya hanya ingin bertanya alasan Nona Ariska sampai resign secara mendadak. Pasalnya hotel sedang kekurangan orang kok malah resign. Kami khawatir kalau penyebabnya gaji yang kurang," ucap Carlo memberikan alasan. Tampaknya Carlo tahu bahwa Bu Lastri berpikir bahwa dia akan macam-macam pada Ariska.

"Bapak terlambat. Ariska sudah tidak tinggal di daerah ini, Pak." jawab Bu Lastri dengan yakin.

Apa?

Carlo menatap Bu Lastri dengan tatapan terkejut. Terlambat? Berarti hanya selang beberapa jam saja dia sampai di sini setelah Ariska pergi. Carlo menghela nafasnya kasar. Setelah ini, atasannya pasti akan mengomelinya. Dia tadi sudah memberikan kabar baik pada atasannya itu mengenai nama dan alamat dari perempuan bernama Ariska. Tentu saja atasannya itu akan memberikan bonus besar apabila bisa membawa Ariska di depannya.

"Ariska sudah pergi sejak pagi tadi, Pak. Dia diusir dari kos karena terlambat bayar," ucap Bu Lastri sambil menghela nafasnya pelan.

"Kok bisa? Bukannya hari ini gajian dari hotel ya?" tanya Carlo dengan tatapan bingungnya.

"Kata Ariska, gajiannya baru masuk siang atau sore gitu. Saya juga kurang paham," ucap Bu Lastri sambil menggelengkan kepalanya.

"Jadi Ibu benar tidak tahu Nona Ariska sekarang ada dimana?" tanya Carlo lagi. Dia harus memastikan bahwa Ariska memang tidak ada di sana.

"Tidak, Pak. Terakhir dia kasih pesan begini ke saya tentang barang-barang yang dia simpan di rumah,"

Bu Lastri mencari pesan yang dikirimkan Ariska tadi. Kemudian menunjukkannya pada Carlo. Dilihat dari isinya, Ariska tidak akan kembali ke daerah ini. Carlo menghela nafasnya kasar. Akhirnya Carlo hanya mendapatkan pesan tersebut dan nomor ponsel Ariska sebagai petunjuk. Setelah memastikan keperluannya selesai, Carlo pun segera pergi. Saat masuk mobil, Carlo segera melacak nomor ponsel Ariska.

"Terakhir lokasinya ada di jalan panglima perang. Ini mah lokasinya masih di dekat sini," gerutu Carlo yang kesal dengan informasi yang didapatkannya. Buntu... Ariska menghilang tanpa jejak.

"Lebih baik aku katakan pada si Bos saja. Paling nanti dapat omelan panjang lebar. Lagi pula aku harus tahu kenapa si Bos mencari seorang perempuan. Bukannya dia itu abnormal?" gumamnya sambil terkekeh pelan.

***

Sudah satu bulan, Ariska pergi dari kota kelahirannya. Dia hidup damai bersama Nenek Yuli dan Nana. Ternyata nasib Ariska dan Nana itu sama. Keduanya yatim piatu. Bedanya, Nana masih ada Nenek Yuli sebagai keluarganya. Sedangkan Ariska, dia terpaksa hidup mandiri karena keluarga dari orangtuanya tidak ada yang mau mengasuh dirinya.

Setiap pagi, Ariska membantu jualan bubur di dekat alun-alun kota bersama Nana dan Nenek Yuli. Saat siang hari, dia bekerja di sebuah toko bangunan. Lebih tepatnya, dia menjadi penjaga toko. Untuk kuliah, saat ini Ariska tengah menempuh skripsi dan beberapa kali harus bimbingan secara online. Beruntung Dosen pembimbingnya memang tidak ada di kampus dan semuanya secara online.

Huekkk...

Huekkk...

"Mbak Ariska muntah-muntah, Nek." seru Nana saat mendengar suara orang tengah memuntahkan sesuatu di belakang rumah.

"Masuk angin ini anak pasti. Sering begadang sih," omel Nenek Yuli langsung menyusul Ariska yang tengah terduduk di dekat sumur.

"Pusing, Nek." rengek Ariska sambil memegang lengan Nenek Yuli.

"Perutnya juga mual, tapi cuma air yang keluar." lanjutnya mengadukan apa yang dirasakannya.

"Ini minyak angin, Nek."

Nana datang membawa minyak angin untuk dibalurkan pada perut dan punggung Ariska. Terlihat sekali jika Ariska sangat lemas dan menyandarkan kepalanya pada tembok. Kepalanya dipijat pelan oleh Nenek Yuli. Melihat kondisi Ariska selama dua hari ini, membuat Nenek Yuli dan Nana merasa prihatin. Mereka pikir ini karena Ariska sering begadang mengerjakan skripsinya.

"Kita ke puskesmas saja ayo, Nak." ajak Nenek Yuli yang tak tega pada Ariska.

"Nggak usah, Nek. Nanti juga seperti kemarin, siangnya udah enakan." ucap Ariska menolak ajakan dari Nenek Yuli.

"Jangan anggap remeh penyakit, Nak. Kalau menumpuk, nanti jadi tambah parah lho." bujuk Nenek Yuli lagi.

"Benar kata Nenek, Mbak. Lagian kan ke puskesmas bisa gratis," ucap Nana ikut membujuk Ariska yang sudah dianggapnya sebagai Kakaknya.

"Baik lah,"

Akhirnya pagi ini mereka akan ke puskesmas. Namun Nenek Yuli dan Nana akan jualan terlebih dahulu. Ariska dibiarkan istirahat agar tidak semakin parah. Tepat pukul 8 pagi, ketiganya pergi ke puskesmas terdekat. Hanya itu fasilitas kesehatan yang bisa mereka jangkau dari segi biaya. Mereka harus berhemat karena bukan orang yang kaya.

"Pasien atas nama saudari Ariska," panggil seorang perawat agar Ariska masuk ke dalam ruang Dokter.

"Biar Nenek saja yang temani," Nenek ingin memastikan sesuatu yang mengganjal di hatinya. Padahal awalnya Nana saja yang ikut masuk, biar Nenek Yuli tidak kecapekan.

"Keluhannya apa, Mbak?" tanya Dokter itu dengan ramah.

"Mual saat pagi hari, Dok. Tapi kalau siangan begitu, sudah enakan. Kaya nggak pernah terjadi apa-apa," ucap Ariska mengatakan keluhannya.

Dokter itu hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Dokter segera memeriksa Ariska dan merasakan sesuatu yang aneh. Ariska diminta untuk cek urine agar Dokter bisa memastikan sesuatu. Ariska seketika teringat bahwa alat yang dibawanya ini adalah sesuatu untuk mengetahui hamil atau tidak. Jantung Ariska berdetak sangat kencang saat menyerahkan urine dan alat tespack pada perawat.

Deg...

"Mbak Ariska, selamat karena saat ini Mbak tengah hamil. Untuk usia kandungannya, diperkirakan masuk 4 minggu dengan hitungan dari haid terakhirnya. Namun untuk lebih pasti, Mbak bisa melakukan USG nanti di klinik kandungan." ucap Dokter itu membuat Ariska seketika terdiam. Bahkan penjelasan Dokter sama sekali tidak didengarnya karena yang terdengar hanya lah "dia hamil".

Astaga...

Apa yang sebenarnya terjadi padamu sebelum datang ke Kota ini, Nak?

1
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣ajiibbb👍👍👍👍
ririen handayani
wah bagal jd musuh bebuyutan nih🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 hancur suasana harunya
Daplun Kiwil
🤣🤣🤣🤣,,
tia
Tamba lagi thor updatenya
ririen handayani
😄😄😄😄👍👍👍👍👍👍
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 pitnes itu
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 maksud tuh kata2
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 apa pula itu darah kuning
E F
tq thor🙏😍
lg ya thor byk2🤭😄💪
Puspa Sella
Ya Allah bacanya sampai ngakak
Novita Sari
Alhamdulillah tinggal nunggu ariska memaafkan Frans, semoga Azura dibawa arka kemana arka pindah..mm
E F
😄😄
tq thor🙏😍
lanjutttt💪😄
tia
ending nya ngakak 🤣🤣🤣
E F
mana thor lanjutttt?????💪😍
Aniza
sabar frans,jngan nyerah buat minta maaf
kmu tu dulu pas diap kejadian kurang usaha nyari keberadaan ariska
ririen handayani
baru tau🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
😄😄😄😄😄😄😄
ririen handayani
kejamnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!