*THE HEIR'S MISTAKE*
*Kesalahan Sang Pewaris*
Mereka tidak pernah ditakdirkan untuk saling mencintai.
Dia adalah pewaris keluarga terpandang. Dingin, arogan, dan punya reputasi buruk.
Pertunangan yang diatur kedua orang tuanya adalah mimpi buruknya.
Dia adalah gadis baik-baik, putri dari sahabat orang tuanya.
Sama-sama benci perjodohan ini. Sama-sama ingin bebas.
Sampai satu malam menghancurkan segalanya.
Alkohol. Amarah. Dan satu kesalahan besar.
Dia hamil. Tanpa pernikahan. Tanpa cinta.
Penuh benci dan malu, dia memilih pergi.
Menghilang selama 5 tahun. Membesarkan anak itu sendirian.
Bersumpah tidak akan pernah kembali.
Kini dia kembali. Lebih kuat. Lebih dingin.
Menggandeng tangan putra yang wajahnya mirip sekali dengan sang pewaris.
Dia tidak butuh istri.
Tapi dia akan melakukan apa saja demi anaknya...
Bahkan jika itu berarti berlutut di hadapan wanita yang bersumpah akan membencinya selamanya.
_Beberapa kesalahan tidak bisa dihapus.
Kau harus menikahinya._
---
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
# Dua puluh satu
Bila ada yang mengatakan bahwa cinta itu datang dari mata turun ke hati,mungkin itu ada benarnya. Karena saat ini itu sepertinya yang terjadi pada Leon dan Hanum, tanpa sengaja mata keduanya bertemu. Leon lantas menutup layar laptop yang berjam-jam ia pandang, matanya juga sudah perih dan panas mungkin karena radiasi dari layar tersebut.
Sudah ketahuan mengintip, Hanum pun mendekat dengan masih memegang gelas kosong ditangannya. Padahal ia mau ke dapur mengambil air, tapi karena melihat Leon masih belum tidur. Ia pun menghampiri suaminya itu.
“Mengapa belum tidur?”
“Ah, masih belum mengantuk.”
“Mau aku buatkan teh atau kopi?”
“Tidak usah, aku akan tidur saja. Besok akan ke luar kota, nanti malah kesiangan.”
“Luar kota? Mau kemana?” Hanum sedikit kecewa, mengapa Leon tak cerita?”
“Mau ke pulau Bangka. Ada proyek yang harus aku tinjau, sepertinya ngadat dan harus aku lihat sendiri.”
“Berapa lama?” Dari nada ia bertanya, sepertinya Hanum enggan ditinggalkan lama-lama oleh suami barunya itu.
“Tidak lama, mungkin lima hari.”
“Lima hari?”
“Ya, aku sudah minta Desi untuk menyarikan pengasuh baru di rumah. Untuk menjada Sean, karena aku merasa tidak nyaman meninggalkan dia di penitipan.”
“Mengapa tidak bicara dulu padaku?”
“Kamu sibuk kerja, Hanum. Lagian bila aku memintamu berhenti... sepertinya kamu tidak akan mau.”
“Tapi, setidaknya bicarakan apa-apa padaku. Masalah anak, masalah pekerjaan... mengapa Mas putuskan sendiri?”
Keduanya malah ribut di tengah malam, hanya karena salah paham.
“Kamu marah Hanum? Kenapa jadi ngegas begitu?”
“Aku tak marah, hanya saja mengapa semua tak bicarakan dulu.”
Leon kembali mengusap wajahnya, diambilnya napas dalam-dalam. Mungkin ini akan jadi pertamanya mereka beda pendapat dan selisih paham.
“Maaf Hanum, aku terbiasa sendiri. Semua keputusan aku ambil sendiri.” Leon pun bangkit, meninggalkan meja kerjanya. Tidak igin ribut-ribut dengan Hanum, ia memilih menghindar. Besok pagi harus segera ke lokasi proyek.
Hanum diam, merasa pendapatnya tak dianggap. Ia pun tak yakin akan pernikahan ini, mungkin tak akan bertahan selama setahun bila sikap Leon tersu seperti ini.
Di dalam kamar, Leon merebahkan dirinya di sisi Sean. Memeluk putri kecilnya itu. Sesaat kemudian, Hanum datang dengan minuman ditangannya. Dilihatnya Leon yang sudah tidur sambil memeluk putrinya.
Esok paginya, ketika hari sudah berganti. Saat malam berganti terang oleh sinar matahari pagi yang terang. Leon sudah siap-siap, di peluknya dengan sayang.
“Nanti Papa bakal kangen sama Sean!” Peluk Papa yang banyak!” Anak dan bapak itu pun berpelukan sangat erat.
Di sisi lain, Hanum hanya bisa menatap dari kejauhan dengan hati yang dingin karena sepertinya Leon mulai acuh. Bila dulu Leon seperti menginginkan hidup bersamanya, ini malah sepertinya Leon hanya mencintai Sean, putri mereka.
“Hanum, aku berangkat ya. Sean jangan nakal ya!” Leon membawa koper ke luar rumah, sambil berbalik memberikan senyuman untuk buah hatinya yang terlihat murung karena ia tinggalkan.
Sekelebat ia melihat wajah dingin Hanum, sepertinya tidak apa-apa bila ia pergi. ‘Hanum!’ gumamnya lirih. Sebenarnya ia juga ingin memeluk wanita itu, namun entahlah. Ia sedang menunggu Hanum membuka tangannya lebar-lebar untuk menerimanya dengan tulus.
Setelah kepergian Leon, Hanum dan Sean nampak murung. Esok harinya seorang wanita muda datang. Seperti apa kata Leon, ia sudah mencarikan pengasuh untuk Sean.
Hari ke dua nampak sama, sepi. Hanya terdengar suara Sean yang lari-larian dengan pengasuhnya. Ketika Hanum pulang kerja, wajahnya juga muram. Leon hanya vidio call dengan Sean. Tak bicara padanya, hanya say hello sekedar basa basi.
Entah mengapa, hati Hanum makin risau. Seperti ada yang salah di dalam sana, begitu juga di hari ke tiga. Ia malah terlihat tak bersemangat, makan tak enak tidur pun tak nyenyak.
Sampai hari ke lima, malam harinya ia sudah sangat senang. Karena rencanya Leon pulang malam ini, tapi ia harus menelan pil kekecewaan. Ketika Leon mengabari bahwa mungkin pulang tiga hari lagi. Ada masalah baru yang timbul mengenai lahan yang malah menjadi sengketa.
Awalnya Hanum hendak protes, beralasan Sean terus mencarinya. Namun tak ingin kentara bahwa ia sudah merindukan pria itu. Akhirnya ia pun tak mempermasalahkan kemunduran pulang Leon.
Sementara itu, di sisi lain Leon juga merasa sedikit kecewa. Ia merasa Hanum tak merindukannya, apalagi istrinya itu tak menelpon atau apa. Dua-duanya entah gengsi atau apa, yang jelas sama-sama merindukan tapi enggan mengatakannya.
Hari ke tujuh, harusnya Leon pulang besok. Tapi karena sengketa lahan sudah beres diatasi oleh semua timnya. Maka proyek pun bisa dilanjutkan lagi. Ia juga tak sabar ketemu dengan keluarga kecilnya.
Hari itu cuaca tidak bersahabat, karena harusnya Leon ada penerbangan pukul tujuh malam. Gara-gara hujan dan angin serta kondisi cuaca yang buruk, pesawatnya pun delay cukup lama. Hal ini membuat Leon baru sampai rumah ketika sudah tengah malam.
Sudah tak sabar ketemu dengan Hanum dan Sean, begitu sampai rumah. Ia pun langsung ke kamar, dilihatnya Hanum sudah tidur sambil memeluk putri mereka. Rindu karena seminggu tak bertemu, setelah melepas jas yang ia kenakan. Leon langsung naik ke atas ranjang.
Dikecupnya pipi gembul di Sean, ‘Pasti banyak makan ini anak Papa!’ gumamnya ketika menyentuh pipi cubby Sean.
Setelah mengecup pipi Sean, ia sempat melirik wajah Hanum yang lelep. Ingin ia kecup juga tapi enggan. Tapi ia ingin!
Saat akan mendekatkan wajahnya, begitu mata Hanum mulai bergerak-gerak. Leon pun langsung menarik tubuhnya agar menjauh. ‘Hampir saja ketahuan!’ ucapnya dalam hati.
Hanum sendiri hanya berbalik, ia mengubah posisi miring ke sebelah. Sehingga membelakangi Leon dan Sean.
Karena merasa gerah juga, akhirnya Leon pun memilih mandi dulu. Dan gemericik keran air yang membasahi tubuhnya jatuh ke lantai, mengeluarkan suara yang sampai ke telinga Hanum.
Wanita itu pun langsung membuka mata, ‘Apa dia sudah pulang?’ gumamnya. Hanum pun menyibak selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.
Perlahan ia turun dari ranjang, kakinya menuntun sendiri menuju kamar mandi. Siluet Leon di dibalik kaca transparan membuat jantungnya berdebar. Ia bisa melihat bayang-bayang pria itu meski tak jelas.
Ingin menata detak jantungnya agar normal, ia pun berbalik.
“Hanum!” terdengar suara yang berat memanggil namanya. Rupanya ia ketahuan!
“Eh... iya. Sudah pulang?” tanya Hanum sedikit berteriak karena jarak mereka yang jauh.
“Masuklah!”
Perintah Leon dari dalam, hal itu malah membuat jantung hanum seperti mau meledak. Hanum merasa ada yang salah dengan tubuhnya. Bukannya menolak, kakinya malah masuk ke rumah dengan suka rela.
dan Leon sudah tidak di marahin lagidi usir di dorong dan tidak pakai baju ya hanya koloran saja wong kadung nesu ga ngertio ulah calon Leon Junior 👍👍🌹🌹😂😂
Su TREMOSI. hampir meledak kaya gunung Krakatau ,,, memuntahkan lahar koyo wedus gembel 😆 gregeten sama dua orang itu,,,,sudah di panghil sayang ga terima,,,di galak i mewek,,,di belani hanya pakai kolor ijo. ngopo ga pakai kaca mata riben nya Hanum Leon,,,,,biar kocak. ,
coba acak cerita bagaimana awal ketemu nya ,,,tapi lagi senang ketemu pak Su nya beruntung Lo ga di bikin amnesia. sapa sang jawara penulis 😂 baik Lo Jeng Sept
wong di buat jebur berenang lama,,
mempermain kan wanita Ahir sekarang
sedang di uji,, kasian Hanum dan Shian
sabar ya shean ,,,jadi kantor nya siapa yang pegang,,,apa di jarah
anak dan istrinya berpisah dalam keadaan tidak tau mati opa urip,,,😭😭 penuh air mata
namanya juga pELaKoR dan dia juga mau balas dendam menggunakan anak pria lain dodol kuprettt Leon,,,
Leonardo ko ga cerds si sewa dong mata mata,,,masa percaya begitu saja. dan jujur pah agar ada tempat untuk curhat jangan
malah jadi takut,,, justru malah ketauan
bobrok nya cerdas dong Leon. jangan terlbat,,,,ehhh protes sama penulis nya keles 😄😄 ngapa sama Leonardo di ke
pruk i,,😈😈
berat Leon. menjaga hati sang istri dan buah hati,,,
dengan sendirinya lebih baik jujur dan seperti tadi bilang seandainya terjadi sesuatu di masa lalu jangan tinggalkan Ak ya Hanum gitu dan jangan bawa Sean,,,
ya katakan juga mengapa baru bilang ya
karena baru tau dan yang tau justru mama Yesi ,,,
seandainya tau ternyata kebaikan Leon
saat ini ada Nido besar di masa lalu kini,,
tinggal menunggu Bom nya meledak ,,,,
beruntung Hanum tidak keluar dari kerjanya. jadi apabila kelak terjadi percekcokan karena masa lalu sang Suami sebagai pemain wanita ternyata membuahkan anak laki-laki tak berdosa,,,
berarti lebih cerdas Hanum. memang si di tolong Hendra. tetapi tidak pacaran apa
lagi menikah,,,lebih baik hanya hidup berduaan dengan putrinya,,
yang sudah sudah kalau abis bahagia biasanya di bikin sedih sengsara. mudah mudahan kali ini ga ya kasian sudah sama sama menderita 4 th dah cukuplah tinggal meraih kebahagiaan saja,,,,tapi masih ada Anak nya Zura bikin dah dig dug derrrr,,,,
menyesal karena merusak Anak gadis
wanita yang sangat di kenal,,,duh kayanya akan ada perang dunia ke empat 😂👍
semoga Leon benar' benar insyaf ,,,menjadi suami dan Ayah terbaik dan Mama Yesy. menjadi orang tua yang sangat bangga 👍🤲🤲♥️♥️