Indonesia
NovelToon NovelToon
When The Extra Writes The Rules

When The Extra Writes The Rules

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Skyline Scribe

When the Extra Writes the Rules/ Ketika karakter tambahan menulis aturan.

Kisah seorang pekerja kantoran modern Kirana yang masuk ke tubuh Evelyn Rosenberg, karakter figuran kaya raya namun berpenyakit kronis dalam novel fantasi favoritnya.

Karena tahu takdir karakter pendukung dan dunia novel tersebut akan berujung bad ending, Evelyn bertekad mengubah alur dengan memanfaatkan pengetahuan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyline Scribe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 : Cangkir Teh yang Pecah

Suasana di aula conservatory Kediaman Rosenberg siang itu tampak begitu riuh.

Ruang kaca yang dipenuhi tanaman eksotis dan bunga anggrek langka itu menjadi tuan rumah bagi jamuan makan siang khusus.

Beberapa istri bangsawan senior dan putri-putri mereka hadir atas undangan Duchess Eleanor untuk merayakan kemajuan kesehatan Evelyn yang kian membaik.

Evelyn duduk di kursi utama. Ia mengenakan gaun berwarna biru pastel dengan kalung berlian melingkari lehernya yang jenjang.

Di seberang meja, beberapa lady muda sibuk berbisik-bisik kagum melihat kecantikan Evelyn.

Namun, di sudut ruangan dekat pintu layanan medis, sosok Rosalia berdiri dengan mata menyipit tipis.

Setelah dua kali rencananya digagalkan oleh Evelyn, Rosalia tidak tinggal diam.

Hari ini, di depan puluhan saksi bangsawan terpandang, ia sudah menyiapkan jebakan sosial yang dirancang rapi untuk merusak citra Evelyn.

Rosalia melangkah maju membawa nampan berisi sebuah cangkir. Di dalamnya tergenang cairan herbal berwarna cokelat keemasan yang memancarkan aroma terapi menenangkan.

"Lady Evelyn..." panggil Rosalia dengan suara yang sengaja dibuat agak keras dan jernih, menarik perhatian seluruh tamu di ruangan tersebut.

Denting sendok teh seketika terhenti. Para lady muda dan ibu-ibu bangsawan menoleh ke arah meja utama.

Rosalia membungkuk sangat dalam, lalu menaruh cangkir itu di meja tepat di depan Evelyn dengan gerakan yang terkesan amat hati-hati.

"Ini adalah racikan obat herbal khusus dari daun Aethel yang saya buatkan dengan sepenuh hati sejak subuh tadi," ucap Rosalia, matanya berbinar-binar. "Obat ini sangat langka dan berharga untuk memperkuat ketahanan tubuh Lady Evelyn. Saya mohon... Lady berkenan meminumnya di depan para tamu sebagai bukti bahwa kondisi Lady memang sudah benar-benar pulih."

Evelyn menatap cangkir di depannya, lalu mengalihkan pandangannya ke wajah Rosalia.

Jebakan sosial apalagi ini, batin Evelyn memproses situasi dengan cepat.

Daun Aethel dikenal dalam literatur obat sebagai herbal hangat yang punya aroma menyengat.

Obat itu tidak beracun, tapi jika diminum oleh seseorang yang punya riwayat paru-paru sensitif, efek hangatnya akan memicu rasa tidak nyaman seketika.

Jika Evelyn tidak meminumnya, Rosalia bisa berakting sebagai korban teraniaya yang niat baiknya ditolak oleh putri bangsawan yang sombong.

"Aduh, Rosalia... kamu perhatian sekali," puji salah satu lady senior di meja sebelah.

"Manis sekali asisten obat ini, mau repot-repot meracik herbal khusus sejak subuh."

"Benar," timpal lady yang lain seraya mengipasi dirinya.

"Lady Evelyn sungguh beruntung punya asisten yang begitu tulus."

Rosalia menyunggingkan senyum tipis yang hampir tak terlihat, memiringkan kepalanya dengan tatapan menuntut yang halus.

"Silakan diminum, Lady Evelyn... atau... apakah Anda merasa racikan buatan saya yang sederhana ini kurang pantas untuk Anda?"

Narasi jebakan itu mulai terbentuk di udara.

Jika Evelyn salah melangkah satu senti saja, reputasinya sebagai putri yang santun akan ternoda.

Evelyn mengumbar senyum paling lembut dan pasrah yang pernah ia miliki. Tangannya terulur meraih gagang cangkir tersebut.

"Terima kasih banyak ya, Rosalia..." bisik Evelyn dengan suara yang dibuat agak parau. "Kamu selalu memikirkan kesehatanku... Aku sangat menghargai kerja kerasmu..."

Evelyn membawa cangkir itu mendekati bibirnya. Ia membiarkan uap hangat herbal itu menerpa hidungnya sekilas.

Lalu, tepat saat ujung cairan obat itu baru menyentuh permukaan bibirnya, Evelyn melancarkan aksinya.

Ia membiarkan matanya membelalak kaget, napasnya ditarik dengan keras, dan dadanya membusung seolah-olah dihantam rasa sakit yang tak tertahankan!

Glek... Uhuk! UHUK!

Evelyn terbatuk hebat! Batuk yang begitu keras dan menyayat hati hingga seluruh tubuh kurusnya bergetar hebat di atas kursi!

"Evelyn?!" jerit Duchess Eleanor histeris, berdiri menghampiri Evelyn.

"UHUK! Aakh..."

Evelyn dengan sengaja melepas pegangan tangannya pada cangkir tersebut!

PRANG!

Cangkir itu jatuh terhempas ke lantai, pecah berkeping-keping! Cairan cokelat hangat menyiprat ke mana-mana, mengenai gaun putih bersih milik Rosalia!

Namun atraksi sesungguhnya baru saja dimulai.

Evelyn buru-buru menyambar sapu tangan putih di pangkuannya, menutup mulutnya seraya terbatuk-batuk makin jadi.

Tubuhnya terkulai ke samping, bersandar pasrah pada lengan ibunya yang melesat memeluknya.

Ketika Evelyn menarik kembali sapu tangan putih itu dari bibirnya…

Sebuah noda merah pekat yang begitu mencolok dan segar terhampar jelas di tengah kain tersebut!

Cairan merah khusus dari sari buah beri dan pewarna herbal yang sudah disiapkan Evelyn di dalam rongga pipinya sejak tadi!

Seluruh conservatory mendadak hening mencekam.

Para lady muda menjerit tertahan, menutupi mulut mereka dengan kipas dengan wajah pucat pasi!

Ibu-ibu bangsawan melompat berdiri dari kursi masing-masing dengan mata membelalak syok!

"DARAH! YA AMPUN, LADY EVELYN BATUK DARAH!" teriak salah satu lady dengan suara melengking panik!

"Evelyn! Sayang! Buka matamu! Dokter! Panggil Dokter Tristan SEKARANG!" tangis Eleanor pecah seketika.

Sang Duchess merengkuh tubuh Evelyn yang sengaja dibuat terkulai lemas di pangkuannya, mengusap air mata yang mengalir deras di pipinya sendiri.

Di tengah kepanikan massal itu, pintu kaca conservatory mendadak terdorong keras!

Julian melangkah masuk, disusul oleh empat pengawal pribadi.

Ksatria muda itu baru saja kembali dari lapangan latihan ketika mendengar jeritan histeris dari arah conservatory.

Mata Julian membelalak saat melihat adiknya terkulai lemas di dalam dekapan ibunya dengan sapu tangan bersimbah "darah".

Aura membunuh meledak dari tubuh Julian! Tangannya secara refleks menarik separuh bilah pedangnya dari sarungnya, menciptakan bunyi berdenting tajam yang membuat merinding seluruh orang di ruangan itu!

"APA YANG TERJADI DI SINI?!" bentak Julian dengan suara bariton yang menggelegar!

Eleanor menunjuk ke arah pecahan cangkir dan racikan obat di lantai dengan tangan gemetar dan wajah penuh amarah.

"Obat itu! Gadis itu memberi Evelyn obat Herbal Aethel dan tepat setelah dipaksa minum... Evelyn langsung batuk darah dan pingsan!" jerit Eleanor penuh histeris.

Pandangan mata Julian seketika tertambat pada sosok Rosalia yang berdiri terpaku di samping meja.

Wajah Rosalia kini benar-benar pucat pasi tanpa rekayasa! Seluruh tubuhnya gemetar hebat, dadanya naik turun penuh kepanikan yang tak sanggup ia sembunyikan lagi.

Ia tidak pernah menduga bahwa herbal sederhana itu akan memicu reaksi se-ekstrem ini pada tubuh Evelyn!

"T-tidak! Lord Julian! Demi Tuhan, ini bukan salah saya!" jerit Rosalia terbata-bata, tangannya terangkat gemetar mencoba membela diri. "Saya... saya cuma mau memberikan racikan herbal biasa! Saya tidak tahu kenapa Lady Evelyn bisa... bisa sampai seperti ini!"

"TIDAK TAHU?!" desis Julian, melangkah mendekati Rosalia dengan tatapan mata yang dipenuhi kebencian.

"Kamu memaksa adikku yang sedang kritis untuk meminum racikan eksperimenmu di depan umum?!" bentak Julian, suaranya begitu menekan hingga dua lady muda di belakangnya hampir pingsan ketakutan.

"Kamu pikir kamu siapa, huh?! Cuma seorang asisten obat murahan yang berani mempertaruhkan nyawa putri Rosenberg demi pamer keahlian?!"

"Lord Julian... ampuni saya... saya mohon percaya pada saya..." tangis Rosalia pecah beneran kali ini. Air mata mengucur deras di pipinya, tubuhnya ambruk berlutut di lantai.

Namun di mata para bangsawan yang hadir siang itu, Rosalia kini terlihat sebagai seorang asisten obat yang ceroboh, sok tahu, dan haus perhatian yang hampir saja membunuh putri kesayangan keluarga Rosenberg!

"Sungguh tidak tahu diri!" bisik salah satu lady senior dengan pandangan jijik pada Rosalia.

"Beraninya dia memberikan racikan liar pada Lady Evelyn!"

"Iya! Dasar gadis desa yang tidak tahu aturan!" timpal yang lain.

Julian berpaling pada para pengawal pribadinya. "Seret gadis ini keluar dari conservatory! Kurung dia di kamar tahanan sayap bawah sampai Dokter Tristan selesai memeriksa racikan obat sialan ini!"

"Siap, Lord Julian!" dua pengawal maju, menyambar kedua lengan Rosalia kasar dan menyeretnya berdiri dari lantai.

"Lord Julian! Duchess! Saya tidak bersalah! Tolong dengarkan saya!" jerit Rosalia histeris seraya diseret keluar dari ruangan.

Di dalam ruangan, Julian segera berlutut di samping tempat Evelyn, menggendong tubuh adiknya. Wajahnya tampak begitu terpukul dan cemas.

"Lyn... bertahan ya, Sayang..." bisik Julian dengan suara bergetar pelan, mengusap sudut bibir Evelyn dengan ibu jarinya. "Kakak bawa kamu ke kamar sekarang..."

Di dalam dekapan kakaknya, Evelyn secara perlahan membuka matanya, ia mengedipkan satu matanya pada Julian.

Julian tersentak kaget. Langkah kakinya sempat terhenti saat menyadari permainan ajaib yang baru saja dilancarkan adiknya.

Ksatria muda itu terbatuk kecil untuk menutupi rasa takjub dan kebingungan yang hampir meledak di dadanya, lalu buru-buru menyamarkan raut wajahnya kembali menjadi ekspresi cemas.

"Kak... Evelyn pusing..." cicit Evelyn dengan suara yang sangat tipis dan menggemaskan.

"Iya, iya, kita ke kamar sekarang," balas Julian seraya menahan tawa yang tertahan rapat di tenggorokannya.

Satu jam kemudian, di dalam kamar Evelyn. Eleanor sedang berada di dapur bawah untuk mengawasi pembuatan sup, sementara para tamu sudah dipulangkan dengan permintaan maaf yang mendalam dari keluarga

Rosenberg.

Julian berdiri di samping tempat tidur, bertolak pinggang seraya menatap adiknya yang sedang duduk bersandar.

Di tangan Evelyn, segelas air putih hangat sudah tandas diminum untuk membersihkan sisa rasa manis pewarna alami dari mulutnya.

"Kamu..." Julian menggeleng-gelengkan kepalanya dengan decak takjub yang tak habis-habis. "Kamu benar-benar gila ya, Evelyn? Dari mana kamu dapat ide pura-pura batuk darah di depan puluhan bangsawan begitu?!"

Evelyn tertawa halus. "Kan kalau cuma pingsan biasa, efek sosialnya kurang menendang, Kak. Tapi kalau aku akting sekarat. Wah, drama politiknya langsung naik kelas seratus persen!"

Julian tertawa lepas, mendudukkan dirinya di tepi ranjang. Ia meraup wajahnya dengan kedua tangan. "Kakak tadi hampir saja mau memenggal leher gadis pelayan obat itu di tempat! Kakak pikir kamu benar-benar batuk darah lagi!"

"Maaf ya bikin Kakak kaget," kekeh Evelyn manis seraya memegang lengan baju kakaknya.

Julian menghela nafas panjang, “Jangan diulangi lagi ya.”

Evelyn mengangguk dengan cepat.

1
Fazira
Cassian 😍😍
Fazira
padahal Rosalia di dunia novel ini protagonis, kenapa sifatnya jadi kaya antagonis gini yaa/Doubt/
Fazira
udah Rosalia 🤭
Fazira
Evelyn Evelyn pinter akting yaa🤣🤣
Fazira
Wah Duke Utara 😍
Fazira
Evelyn Evelyn udah badan penyakitan kenapa akting sakit 🤭
Fazira
kehidupan novel dalam novel ya😄
Fazira
wow transmigrasi kak👍
semangat nulisnya 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!