Setelah menyelesaikan masa militernya, Jiang Ming mendapati dirinya terjebak dalam kerasnya realita sebagai pemuda tanpa uang, pekerjaan, maupun koneksi, yang harus memutar otak demi menghidupi adik perempuannya.
Di tengah himpitan utang dan cibiran orang-orang yang meremehkannya, sebuah aplikasi aneh bernama "Toko Dewa Tiga Alam" tiba-tiba terinstal secara paksa di ponsel bututnya.
Aplikasi tersebut menjual berbagai barang supranatural dan keajaiban dari dimensi para dewa, namun ironisnya, semua benda ajaib itu hanya bisa dibeli jika Jiang Ming memiliki uang.
Alih-alih menjadi pahlawan super, Jiang Ming menggunakan kecerdasan dan insting bisnisnya untuk memanfaatkan barang ajaib termurah demi membangun kekayaan dari nol, perlahan memutarbalikkan nasibnya dari seorang pengangguran rendahan menjadi sosok yang mengendalikan kekuatan Tiga Alam di dunia nyata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 Naga Petir
Jiang Ming merebahkan tubuhnya yang lelah ke atas sofa kulit di ruang tamu apartemennya.
Matanya terus menatap layar ponsel bututnya yang menampilkan deretan angka saldo rekening bank.
Sepuluh juta seratus tujuh ribu tiga ratus delapan puluh yuan.
'Uang fana sebanyak ini tidak akan bisa melindungiku dari peluru jika Zhao Tianhua menyadari jebakanku nanti,' batin Jiang Ming dengan pemikiran logis.
Dia tahu betul bahwa bos mafia berkedok pengusaha seperti Zhao Tianhua pasti memiliki pasukan pembunuh bayaran rahasia.
Jiang Ming segera membuka aplikasi Toko Tiga Alam dan masuk ke menu dompet.
Dia mengetikkan angka sembilan juta yuan di kolom penarikan tanpa ragu sedikit pun.
Ting.
Pesan konfirmasi dari bank masuk, menyetujui pemindahan dana dalam jumlah raksasa tersebut.
Wush.
Layar ponsel Jiang Ming tiba-tiba memancarkan cahaya keemasan yang jauh lebih terang dan menyilaukan dari biasanya.
Cahaya itu berputar membentuk pusaran kecil di tengah layar sebelum akhirnya meledak menjadi taburan piksel bercahaya.
[Selamat! Akumulasi top-up Anda telah menembus batas 10.000 Koin Emas.]
[Status Keanggotaan Anda telah ditingkatkan menjadi Pengguna VIP Tingkat 1.]
[Halaman Katalog Rahasia Alam Langit kini terbuka sepenuhnya untuk Anda.]
Jiang Ming tersenyum lebar melihat rentetan pengumuman sistem tersebut.
Dia menyadari ada sebuah tombol baru berwarna ungu menyala yang muncul di bagian paling atas antarmuka aplikasinya.
Namun sebelum dia sempat menekan tombol itu, jendela obrolan layanan pelanggan mendadak terbuka dengan sendirinya.
Ting.
[CS Peri Ling: Tuan Bos! Anda benar-benar orang yang sangat kaya raya!]
[CS Peri Ling: Terima kasih banyak! Karena sudah top-up banyak, saya baru saja mendapatkan bonus promosi jabatan dari sistem!]
Jiang Ming tertawa pelan membaca pesan yang penuh dengan emotikon sujud sukur itu.
"Sama-sama, Peri Ling. Jadi, fasilitas apa saja yang kudapatkan sebagai pengguna VIP sekarang?" ketik Jiang Ming membalas pesan tersebut.
[CS Peri Ling: Anda sekarang memiliki akses ke barang-barang elit yang tidak dijual kepada manusia biasa.]
[CS Peri Ling: Anda juga mendapatkan diskon permanen lima persen untuk semua transaksi dan layanan pengiriman instan tanpa jeda waktu!]
"Terdengar lumayan bagus. Aku butuh sesuatu yang bisa kugunakan untuk melindungi nyawaku dari serangan fisik berskala besar," balas Jiang Ming cepat.
"Aku tidak bisa selamanya mengandalkan kemampuan otot manusia biasa ini jika musuhku membawa senjata api."
[CS Peri Ling: Kalau begitu, Anda harus membuka Katalog Rahasia dan melihat barang di baris pertama.]
[CS Peri Ling: Ada sebuah barang sisa perang para dewa yang sangat cocok untuk Tuan Bos yang menyukai kekerasan.]
Jiang Ming segera menutup jendela obrolan itu sementara dan menekan tombol ungu di halaman utama.
Layar ponselnya berganti menampilkan desain antarmuka yang terlihat jauh lebih kuno dan sakral.
Di barisan paling atas, terdapat sebuah gambar benda kecil yang memancarkan kilatan listrik biru tanpa henti.
[Fragmen Sisik Naga Petir Biru. Harga: 85.000 Koin Emas.]
[Deskripsi: Sisik yang gugur dari tubuh Naga Petir Biru Penjaga Langit Timur. Menyimpan setetes esensi elemen petir murni di dalamnya.]
[Efek VIP: Memberikan pengguna kemampuan pasif untuk mengendalikan elemen petir secara leluasa sebagai senjata ofensif jarak jauh.]
Napas Jiang Ming tertahan melihat deskripsi yang sangat luar biasa itu.
"Mengendalikan petir secara leluasa? Ini bukan lagi kemampuan beladiri biasa, ini adalah sihir penghancur," gumamnya dengan mata berbinar terang.
Dia kembali membuka jendela obrolannya dengan Peri Ling.
"Peri Ling, apakah aman bagi manusia fana sepertiku untuk menyerap esensi naga langit ini?" tanya Jiang Ming memastikan.
[CS Peri Ling: Tenang saja, Tuan Bos! Karena Anda sudah memakan Pil Pembentuk Tulang Besi sebelumnya, tubuh Anda tidak akan meledak.]
[CS Peri Ling: Tapi proses penyerapannya akan terasa sedikit geli, yah... seperti digigit oleh semut raksasa yang sedang marah.]
"Digigit semut raksasa? Kau meremehkan toleransi rasa sakitku sebagai mantan tentara," balas Jiang Ming tersenyum sinis.
Jiang Ming segera menekan tombol beli di bawah gambar sisik naga biru tersebut.
[Transaksi Berhasil! 85.000 Koin Emas telah dipotong dari saldo Anda.]
Zzzt.
Suara percikan listrik yang sangat nyaring tiba-tiba terdengar keluar dari speaker ponsel bututnya.
Berbeda dengan pembelian sebelumnya, kali ini tidak ada barang fisik yang jatuh ke atas meja.
Sebuah kilatan petir biru yang sangat menyilaukan menyambar langsung dari layar ponsel ke arah telapak tangan kanan Jiang Ming.
Brak.
Jiang Ming terpelanting dari sofanya dan jatuh menabrak meja kaca di depannya hingga hancur berantakan.
"Arghhh!" raung Jiang Ming tidak bisa menahan rasa sakit yang luar biasa.
Tubuhnya kejang-kejang di atas lantai marmer, setiap otot dan sarafnya seolah sedang dibakar oleh ribuan jarum panas.
Ini jauh lebih menyakitkan daripada sekadar digigit semut raksasa seperti omong kosong yang dikatakan Peri Ling.
Petir biru itu terus menjalar dari telapak tangannya, merambat naik melalui pembuluh darah di lengannya hingga mencapai jantungnya.
Jiang Ming menggigit bibirnya sampai robek berdarah untuk mencegah dirinya kehilangan kesadaran.
Jika dia pingsan sekarang, dia tahu elemen petir liar ini akan memanggang organ dalamnya menjadi abu.
Proses penyiksaan itu berlangsung selama tiga menit penuh yang terasa seperti tiga abad di neraka.
Perlahan-lahan, kilatan biru di sekujur tubuhnya mulai meredup dan terserap sepenuhnya ke dalam pori-pori kulitnya.
Hah hah hah.
Jiang Ming terbaring telentang di lantai sambil menatap langit-langit apartemen dengan napas tersengal-sengal.
Asap tipis berbau ozon mengepul keluar dari sela-sela pakaiannya yang sedikit hangus.
"Peri Ling sialan... suatu hari nanti akan kucabut sayapmu karena berani menipuku soal rasa sakitnya," umpat Jiang Ming dengan suara parau.
Dia memaksakan dirinya untuk bangkit dan duduk bersila di tengah kekacauan pecahan kaca meja.
Jiang Ming mengangkat tangan kanannya perlahan dan menatap telapak tangannya sendiri.
Di sana, tepat di tengah telapak tangannya, terdapat sebuah tato kecil berbentuk sisik naga berwarna biru terang yang berdenyut pelan.
'Mari kita lihat seberapa besar kekuatan elemen yang kubeli dengan harga delapan setengah juta yuan ini,' batin Jiang Ming.
Dia menutup matanya sejenak dan memfokuskan pikirannya pada tato di telapak tangannya.
Ctar.
Sebuah suara lecutan keras terdengar tepat di depan wajahnya.
Jiang Ming membuka matanya dan melihat pemandangan yang sangat indah sekaligus mengerikan.
Sebuah bola petir biru seukuran kepalan tangan sedang mengambang bebas di atas telapak tangannya.
Petir itu menari-nari liar di sela-sela jarinya, memancarkan hawa panas dan daya hancur yang sangat pekat.
"Ini nyata... aku benar-benar bisa menciptakan dan mengendalikan petir sesukaku," bisik Jiang Ming tidak percaya.
Dia tidak merasakan hawa panas dari petir itu menyakiti kulitnya, benda itu seolah telah menjadi bagian dari anggota tubuhnya sendiri.
Jiang Ming menoleh ke arah sebuah vas bunga keramik tebal yang berada di sudut ruangan.
Dia hanya mengarahkan jari telunjuknya ke arah vas tersebut tanpa melakukan gerakan apa pun.
Swosh.
Sebuah kilatan cahaya biru melesat dari ujung jarinya dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata telanjang manusia.
Prang.
Vas keramik itu meledak hancur berkeping-keping menjadi debu halus dalam sekejap mata.
Bahkan dinding beton di belakang vas itu meninggalkan bekas hangus terbakar sedalam beberapa sentimeter.
Jiang Ming menelan ludahnya yang mendadak terasa kering.
Kekuatan destruktif dari elemen petir ini jauh melampaui imajinasinya.
Jika tembakan petir ini diarahkan ke tubuh manusia, hasilnya bukan sekadar luka tembus, melainkan tubuh yang akan hangus menjadi abu di tempat.
"Dengan kekuatan ini, bahkan seratus preman bayaran Grup Tianyu yang memegang pistol pun hanya akan menjadi sekumpulan daging panggang di hadapanku."
Jiang Ming mengepalkan tangan kanannya hingga bola petir itu padam dan menghilang ke dalam tato sisiknya.
Kini, dia benar-benar telah melampaui batas manusia biasa di dunia fana ini.
Dia memiliki otak pengusaha yang licik, uang jutaan yuan di rekeningnya, dan kekuatan ofensif dari alam dewa.
Jiang Ming berjalan mendekati jendela kaca besar dan menatap ke arah pusat kota yang gemerlap.
"Proyek perumahan Grup Tianyu akan hancur dalam hitungan hari setelah lukisan kutukan itu dipasang."
"Zhao Tianhua pasti akan menjadi gila dan mencari siapa pun yang bertanggung jawab atas kehancurannya."
Jiang Ming tersenyum dingin, senyum yang memancarkan aura dominasi seorang predator puncak.
"Aku akan menunggu kedatangan kalian semua dengan tangan terbuka, dan akan kutunjukkan bagaimana rasanya tersambar murka dari Tiga Alam."
Pion-pion di atas papan catur telah diposisikan dengan sempurna, dan Jiang Ming kini siap menjadi sang raja yang mengendalikan seluruh permainan.