Xan Yiran adalah polisi bagian kriminal, suatu ketika dia berhadapan dengan kelompok gengster. Apesnya Yiran tertembak oleh ketua gangster itu, kemudian dia terbangun di dunia yang berbeda, dunia zaman kerajaan. Yiran reinkarnasi ke tubuh ratu bodoh yang selalu di permainkan oleh orang orang yang ada di kerajaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan harap.
Malam makin larut, kaisar Xen-dong saat ini sedang minum teh bersama Chang-yu. Kedua matanya terus menatap Chang-yu dengan tatapan mata yang begitu bergairah. Bibir merah merona, paras cantik dan tubuh yang begitu montok.
"Isterikuuu...," ucap kaisar.
Tubuh Kaisar Xen-dong mulai menggeliat, wajahnya sudah memerah dengan pikiran yang mulai berkhayal.
Melihat apa yang terjadi kepada suaminya itu Chang-yu malah tersenyum, Dia kemudian duduk di ranjang sembari terus memperhatikan sang Kaisar yang saat ini sibuk sendiri.
"Hemmm.., Aku tidak akan pernah sudi untuk berbagi hidup denganmu, Kaisar. Kamu sudah mengkhianatiku, melukai hatiku dan mengkhianati kepercayaan ayahandaku. Sekarang perlahan namun pasti, aku akan membuatmu hancur." ujar Chang-yu yang kemudian keluar dari paviliun Ratu. Ia berjalan menuju paviliun tak terpakai di sebelahnya.
Dayang Lin dan Yura yang melihat itu mereka malah tersenyum, mereka mendatangi Chang-yu kemudian memberikan secangkir teh. "Aku kira Yang mulia Ratu sudah tergoda dengan pria itu." ucap Yura.
"Iya, hamba kira yang mulia Ratu memaafkan apa yang dilakukan oleh kaisar." lanjut dayang Lin.
Chang-yu memakan kue yang dibawa oleh dayang Lin dan Yura, dia kemudian menatap bulan yang terlihat bersinar begitu terang. "Rasa sakit ini tidak akan terlupakan sampai kapanpun, mereka sudah menyiksaku selama bertahun-tahun, pengkhianatan ini tidak akan bisa aku lupakan sampai aku mati. Tapi.. hukuman ini akan mereka dapatkan sampai mereka menghembuskan nafas yang terakhir kalinya." jawab Chang-yu.
Malam itu ketiga wanita itu sedang berbincang-bincang sembari tersenyum, di tempat lain Jenderal Fu ternyata terus memperhatikan apa yang dilakukan oleh Chang-yu. "Aku kira kamu akan terlena oleh rayuan Kaisar, ternyata aku salah." ucap Jenderal Fu yang kemudian melesat secepat kilat meninggalkan paviliun Ratu. dia nampak lega setelah tahu obat yang dia berikan sudah diminum oleh kaisar Xen-dong.
Teh yang diminum oleh kaisar Xen-dong sudah dicampur dengan obat halusinasi, siapapun yang meminum obat itu akan merasakan kalau dirinya sedang bercinta. Dia akan menggeliat sendiri dan merasakan kenikmatan sendiri.
Malam itu sang Kaisar terus meraung kenikmatan di alam basahnya, sedangkan Chang-yu dia nampak tertidur di paviliun sebelahnya, tertidur dengan begitu pulas seolah tidak mempunyai beban apapun.
Keesokan pagi Chang-yu sudah kembali ke paviliunnya, duduk di samping ranjangnya sembari menatap Kaisar Xen-dong yang baru terbangun. Sang Kaisar membuka matanya, menatap wanita yang ada di sampingnya sudah duduk di samping ranjang.
"Istriku..," ucap sang kaisar yang kemudian memeluk Chang-yu dengan begitu erat.
"Ada apa yang mulia?" tanya Chang-yu dengan nada yang begitu menggoda.
Kaisar Xen-dong nampak begitu puas, wajahnya terlihat begitu sumringah dengan bibir yang tertarik begitu melengkung. "Kamu benar-benar luar biasa, malam tadi aku seperti melayang begitu tinggi." jawab sang Kaisar.
Chang-yu merasa geli sendiri, dia ingin tertawa namun dia tidak boleh melakukannya. "Apa yang mulia Kaisar puas dengan apa yang aku lakukan? apakah yang mulia puas dengan adegan ranjang kita?" tanya Chang-yu.
Wajah Kaisar Xen-dong langsung memerah, pria itu seolah kehilangan kata namun kepalanya mengangguk seperti anak kecil. "Luar biasa." jawabnya.
Chang-yu nampak tersenyum, dia menyentuh bibir sang Kaisar dengan jari telunjuknya. "Tadi malam kamu benar-benar begitu luar biasa, kamu seperti kuda yang begitu jantan." ucap Chang-yu.
jantung Kaisar Xen-dong berdebar semakin kencang, hasratnya seolah memuncak dengan kalimat-kalimat yang begitu membuatnya semakin terpesona. "Aku akan memberikan kenikmatan padamu malam ini malam besok dan malam seterusnya." bisik sang Kaisar di telinga Chang-yu.
Chang-yu tertawa, namun melihat wajah sang kaisar yang begitu berambisi Chang-yu malah berfikir kalau pria itu adalah pria bodoh. "Kamu kira aku bisa kamu manfaatkan? teruslah berada di alam khayalmu, teruslah merasakan kenikmatan yang semu belaka." gumam Chang-yu dalam hati. dia kemudian meminta sang Kaisar untuk membersihkan wajahnya karena dari tadi Kasim sudah menunggunya di luar.
Di tempat lain selir Xima nampak begitu kesal, tadi malam dia terus menunggu kedatangan Kaisar, wanita itu berharap sang Kaisar akan datang ke paviliunnya, memberikan kehangatan padanya dan memberikan cinta yang begitu dia inginkan.
"Dasar yang mulia brengsek, beraninya pria itu menginap di paviliun Ratu, seharusnya dia bersamaku, seharusnya dia melewati malam denganku." kesal selir Xima. jari jemarinya terus mencakar meja hingga membuat beberapa kukunya patah.
"Tenanglah selir, tenang." kata Yi-tan.
Kabar mengenai sang kaisar yang bermalam di paviliun Ratu kabar itu sudah didengar oleh para selir.
"Apa kamu yakin kalau kabar itu benar tanya selir Ye-xui.
"Benar sekali selir, yang aku dengar yang mulia Kaisar menginap di paviliun Ratu. Kelihatannya yang mulia Kaisar sudah mulai tinggal di sana." jawab An-an.
"jadi yang mulia Kaisar sudah mulai mendekati Ratu kembali, padahal dulu dia selalu mengatakan kalau wanita bodoh itu tidak akan pernah menjadi istrinya secara utuh. Tapi sekarang pria itu sudah terlena oleh Ratu, kesembuhan Ratu membuat segalanya berubah total, kekuasaan dan tahta pasti akan kembali kepadanya." ucap selir Ye-xui yang kemudian meminta pelayannya untuk selalu memantau.
"Yang hamba dengar selir Xima kemarin ke tempat Ratu, dan yang hamba dengar yang mulia Kaisar memberikan Ratu begitu banyak perhiasan." jawab An-an. dia memberitahu semua yang terjadi di paviliun Ratu, An-an juga menceritakan mengenai bagaimana sang Kaisar terus merayu Chang-yu agar dia bisa tinggal di paviliun Ratu.
"Ternyata yang mulia Kaisar sudah mulai berpikir untuk mengamankan posisinya, jika dia tidak bisa mengambil hati Ratu maka posisinya sebagai kaisar bisa saja lengser sewaktu-waktu." ucap selir Ye-xui yang kemudian menghela nafas cukup dalam.
Kali ini bukan Ratu bodoh yang menjadi halangannya, melainkan Ratu sesungguhnya yang memiliki kerajaan Xangui.
"Apa yang akan selir lakukan?" tanya An-an.
selir Ye-xui terdiam, kemudian dia memijat kepalanya yang mulai merasa pusing, dia tidak mengatakan apapun namun dia yakin kalau saat ini mencari masalah dengan Chang-yu akibatnya tidak akan menguntungkannya.
"Lebih baik aku mengamankan diriku dahulu, Aku tidak ingin kehilangan semua yang aku miliki. Apalagi kabar mengenai Ratu yang sudah menghukum begitu banyak pejabat yang ada di wilayah Selatan, Aku tidak mau posisiku terancam karena kebodohanku." jawab selir Ye-xui.
"Benar sekali selir, untuk saat ini yang mulia Ratu benar-benar sangat menakutkan, dia tidak pandang bulu, dia bahkan lebih menakutkan dari yang mulia Kaisar ataupun orang-orang menteri Wang Ji-bai." jawab An-an.
Selir Ye-xui sedikit tersenyum, kedua matanya menutup sembari membayangkan bagaimana selir Xima begitu marah saat mengetahui Kaisar Xen-dong menginap di paviliun Ratu. bercinta bahkan sang Kaisar dengan terang-terangan memuji Chang-yu di depannya.
"Pasti saat ini selir Xima sudah menghancurkan semua yang ada di paviliunnya, mungkin barang-barang yang ada di tempatnya sudah hancur berantakan." ucap selir Ye-xui yang kemudian menyuruh pelayannya untuk memijat kepalanya.
*Bersambung*
Terima kasih sudah membaca novelku, baca juga novelku yang lainnya.
*pesona Selir yang di sia siakan
*Reinkarnasi ke tubuh permaisuri terbuang
*Warisan rumah tua yang ajaib
Dan masih banyak lagi, semoga suka dengan karyaku, mohon dukungannya juga ya. Terima kasih.