Indonesia
NovelToon NovelToon
Anak Dewa Penghancur Terlalu Kuat

Anak Dewa Penghancur Terlalu Kuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Masa Depan / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:341
Nilai: 5
Nama Author: catsickle

Di sebuah lembah tersembunyi yang jarang dikunjungi siapa pun, hiduplah sebuah keluarga kecil yang tampak biasa saja — seorang ibu lemah yang bekerja keras sebagai pembantu, seorang paman nelayan yang ramah, dan seorang putri kecil bernama Angel. Tidak ada yang tahu siapa mereka sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon catsickle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Sang Pewaris Kekuatan

Di dalam ruangan pemulihan, Angel terbaring tak sadarkan diri. Namun di alam kesadarannya, ia sedang berada di tempat yang gelap gulita. Di hadapannya, perlahan muncul sesosok monster raksasa yang wujudnya penuh bayangan pekat, memancarkan aura yang mengerikan namun sekaligus terasa begitu akrab. Makhluk itu berjalan mendekat langkah demi langkah, hingga akhirnya berdiri tepat di hadapan Angel.

"Selamat datang, Tuanku..." suara makhluk itu bergema di seluruh ruang kesadaran, berat dan dalam. "Selamat datang, Sang Pewaris Kekuatan Dewa Penghancur."

Angel terpaku, namun sebelum sempat bertanya, makhluk itu kembali berbicara dengan nada yang penuh amarah.

"Aku tidak akan membiarkan siapa pun yang selama ini telah menindas Tuanku... mereka semua akan membayar harganya."

Tanpa menunggu jawaban, makhluk itu melangkah masuk ke dalam tubuh Angel, menyatu sepenuhnya dengan jiwa dan raganya.

Seketika itu juga, ruangan pemulihan bergetar dengan dahsyat. Cahaya di dalam ruangan meredup, lalu seluruh area tertutup oleh kegelapan yang pekat. Para pengawas yang sedang bertugas mengawasi Angel merasakan ketakutan yang luar biasa — perasaan yang belum pernah mereka alami seumur hidup, seakan nyawa mereka hendak melayang begitu saja. Dengan wajah pucat dan gemetar, mereka bergegas menuju ruangan tempat Angel berada.

Sesampainya di sana, pemandangan di hadapan mereka membuat napas mereka tercekat. Tubuh Angel melayang di udara, matanya terpejam namun bibirnya bergerak-gerak mengucapkan kata-kata yang tidak jelas maknanya. Salah satu pengawas memberanikan diri melangkah mendekat. Namun saat ia berada tak jauh dari Angel, mata gadis itu tiba-tiba terbuka lebar — memancarkan cahaya hitam yang mengerikan.

Dengan satu hembusan, aura kekuatan yang begitu besar menyebar ke segala arah, memenuhi seluruh gedung akademik. Para murid yang berada di asrama maupun ruang latihan seketika merasakan ketakutan yang mendalam, jantung mereka berdebar kencang seakan akan berhenti berdetak.

Di tengah kekacauan itu, Rey berlari secepat kilat menuju ruangan Angel. Sesampainya di sana, ia tertegun. Para pengawas yang tadi berada di sana kini tergeletak terluka di lantai, hanya tersisa Angel yang melayang di udara dengan kekuatan yang tak dapat disangkal lagi — kekuatan yang jauh melampaui batas kemampuan siapa pun di akademik ini.

Tiba-tiba Angel menoleh ke arah Rey. Bibirnya bergerak, mengucapkan sesuatu dengan suara berat dan serak, kata-kata yang tidak dimengerti Rey namun maknanya jelas: "Siapa yang berani menindas Tuanku selama ini...?"

Tanpa peringatan, Angel bergerak dengan kecepatan luar biasa dan menyerang Rey. Rey sudah bersiap, mengangkat belatinya untuk menangkis. Namun kekuatan di balik serangan itu bukanlah kekuatan yang seharusnya ada di sini. Tubuh Rey terpental ke belakang, ia merasakan betapa tak seimbangnya kekuatan di antara mereka. Rasa putus asa menyelimuti hatinya — namun ia tidak mau menyerah. Karena sejak awal, impiannya bukan sekadar menjadi kuat. Ia ingin menjadi pedang dan belati yang setia, yang akan selalu menebas dan melindungi Angel dari siapa pun yang berani mengancamnya. Saat Rey berpikir bahwa mungkin ini akhirnya... sosok Kepala Akademik, Ellion, tiba-tiba muncul di hadapan mereka.

Dan di saat yang sama, sesosok lain datang dengan kecepatan yang tak kalah mengejutkan — Paman Kael. Ia bahkan belum sempat berganti pakaian, masih membawa jaring ikan di bahunya seolah baru saja berhenti bekerja. Kael menatap sekeliling dengan wajah takjub melihat betapa rusaknya bangunan akademik itu. Untungnya, Ellion sudah memasang pembatas kekuatan agar bangunan itu tidak langsung runtuh seketika.

Namun Kael segera menahan Ellion. "Tidak perlu kau yang menanganinya, Ellion. Biarkan aku sendiri. Kau hanya perlu menjaga Rey dan melindungi bangunan ini."

Lalu Kael berbalik ke arah Rey, tersenyum dengan senyuman yang penuh makna namun meminta kerahasiaan. "Tolong jangan beritahu Nona Angel maupun yang lain ya... cukup kamu yang tahu. Dan lihatlah baik-baik teknikku ini."

Kael pun berdiri tegak, lalu perlahan mulai melakukan gerakan aneh — seakan membuka pintu yang telah tertutup rapat selama bertahun-tahun. Tubuhnya perlahan memancarkan energi yang mengerikan, semakin besar dan dahsyat, bahkan melebihi kekuatan yang sedang dipancarkan oleh Angel. Rey melongo tak percaya. Ternyata Kael bukan orang biasa. Ia adalah seorang ahli pengguna belati dengan energi gelap, dan lebih dari itu — Rey menyadari siapa dirinya sebenarnya. Kael adalah salah satu pahlawan perang yang pernah bertarung bersama Sang Dewa Penghancur melawan dewa yang hendak menghancurkan dunia. Namanya adalah Shadow.

Pertarungan pun tak terelakkan. Dua kekuatan dahsyat bertabrakan satu sama lain, energi hitam pekat menyambar ke segala arah hingga pembatas yang dibuat Ellion mulai retak dan bergetar. Tubuh Ellion gemetar menahan tekanan yang begitu besar, hingga akhirnya ia tak kuasa menahan lagi dan tersedot darah dari mulutnya.

Melihat hal itu, Rey segera melangkah maju. "Tuan Ellion, izinkan aku membantu!"

Ellion mengangguk dengan napas terengah-engah. "Pergilah ke ruanganku... carilah batu berwarna putih di sana. Itu adalah batu penetralkan kekuatan hitam. Cepatlah, Rey!"

Rey berlari secepat kilat, mencari batu itu di ruangan Ellion, menemukannya, dan segera membawanya kembali. Ellion menyambut batu itu, lalu dengan sisa kekuatannya melangkah maju ke tengah pertarungan antara Kael dan Angel. Dengan sekuat tenaga, ia menghancurkan batu putih itu tepat di antara mereka.

Seketika itu juga, cahaya putih memancar, berubah menjadi ribuan tali cahaya yang melilit dan menahan kedua kekuatan itu. Batu itu bereaksi — ia akan mengikat segala kekuatan gelap yang ada di sekitarnya. Namun ada satu hal yang diketahui Ellion: batu itu tidak akan pernah bereaksi terhadap Sang Dewa Penghancur, karena Beliau adalah pencipta segala kekuatan itu.

Kael segera menahan dan menidurkan kembali kekuatannya sendiri agar tidak ikut terserap oleh efek batu itu. Perlahan, aura hitam yang menyelimuti tubuh Angel melemah, lalu mereda sepenuhnya. Tubuh Angel yang tadi melayang jatuh ke bawah, namun Kael dengan sigap menangkapnya di pelukannya.

Pertarungan pun berakhir. Tidak ada korban jiwa, namun separuh bangunan akademik tampak rusak parah.

Tidak lama kemudian, para orang tua murid berdatangan ke tempat itu karena merasakan guncangan dahsyat tadi. Di antara mereka datanglah Rebeca — ibu kandung Angel. Wajahnya tampak penuh amarah namun juga kekhawatiran yang mendalam. Seolah-olah ia sudah memprediksi hal ini akan terjadi. Sebenarnya, Rebeca telah merencanakan agar Angel tumbuh dan hidup layaknya manusia biasa, jauh dari kekuatan dewa. Namun rencana itu tampaknya tidak berjalan semestinya.

Dan di tempat lain, di sebuah rumah sederhana yang terletak di dekat lorong menuju wilayah para monster, tinggal seseorang yang identitasnya belum diketahui siapa pun. Sosok itu tiba-tiba tersenyum menyeringai saat merasakan gelombang kekuatan yang baru saja terjadi.

"Akhirnya..." gumamnya pelan dengan nada penuh kepuasan. "Setelah bertahun-tahun, Sang Nona Pewaris akhirnya menunjukkan kekuatannya untuk pertama kalinya."

1
holong manti Sirait
kembangkan lagi broo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!