Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

Status: tamat
Genre:Sistem / Penyelamat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:45.5k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Genta, pemuda udik dari gunung dengan kemampuan medis legendaris, turun ke kota metropolitan untuk menikahi Kiara Prameswari, CEO cantik dan dingin dari keluarga konglomerat, sesuai wasiat gurunya. Alih-alih sambutan hangat, Genta justru dihina dan dianggap benalu oleh Kiara dan keluarganya yang tidak tahu bahwa di balik penampilannya yang lusuh, Genta didampingi oleh "Sistem Pewaris Tabib Sakti" yang memungkinkannya menyembuhkan penyakit mustahil. Terjebak dalam pernikahan politik yang dingin, Genta harus menggunakan ilmu medis magis dan bantuan sistemnya untuk menampar balik semua orang yang meremehkannya, menyelamatkan nyawa, dan membangun kekuasaannya sendiri di rimba kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Angin malam berembus kencang membawa aroma garam dan karat dari arah laut utara kota.

Kawasan pelabuhan peti kemas itu terlihat sangat sepi dan gelap gulita karena jam operasional sudah ditutup sejak sore tadi.

Hanya ada suara deburan ombak dan derit besi tua yang saling bergesekan tertiup angin laut.

Genta berjalan santai menyusuri lorong di antara tumpukan kontainer raksasa dengan kedua tangan di dalam saku celana.

Dia sudah menyuruh Kiara pulang lebih dulu ke rumah bersama para pengawal perusahaan setelah makan siang mereka selesai.

Naluri medis Genta yang tajam langsung menangkap bau busuk yang sangat tipis mengambang di udara malam.

Bau ini persis seperti aroma kerak hitam yang dia bersihkan dari wajah aktris Bella siang tadi.

Sistem, aktifkan Mata Surgawi dan pindai sumber anomali di radius lima ratus meter dari posisiku sekarang.

[Mata Surgawi Level 1 memindai area pelabuhan.]

[Target ditemukan: Gudang Nomor 44 di ujung dermaga timur memancarkan aura racun pekat.]

Genta tersenyum tipis dan mempercepat langkah kakinya menuju arah dermaga timur yang tertutup kabut tipis.

Namun saat dia berbelok di sudut kontainer terakhir, telinganya menangkap suara langkah kaki lain yang mengendap-endap.

Genta langsung menghentikan langkahnya dan menyembunyikan hawa keberadaannya ke titik nol.

Di bawah cahaya lampu jalan yang remang-remang, terlihat siluet seorang wanita sedang berjongkok di balik tong besi karatan.

Wanita itu mengenakan pakaian taktis serba hitam yang ketat, memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sangat proporsional dan terlatih.

Rambut panjangnya diikat ekor kuda, dan kedua tangannya menggenggam erat sebuah pistol polisi standar yang moncongnya diarahkan ke Gudang 44.

"Markas, ini Inspektur Larasati melaporkan dari titik buta pelabuhan utara."

"Aku sudah menemukan lokasi pabrik kosmetik ilegal yang menyebarkan wabah penyakit kulit hari ini."

Wanita bernama Laras itu berbicara pelan melalui alat komunikasi kecil yang terpasang di telinganya.

"Minta tim bantuan taktis segera meluncur ke lokasiku sekarang juga, pelaku di dalam bersenjata tajam."

Namun hanya suara desis statis radio yang terdengar dari alat komunikasinya, menandakan sinyal di area itu sengaja diacak.

Laras mengumpat pelan dan memukul tong besi di depannya dengan perasaan kesal.

"Sialan, komandan pasti sengaja menunda bantuan karena dia sudah disuap oleh sindikat pelabuhan ini."

"Kalau aku menunggu mereka datang, bukti-bukti racun di dalam gudang itu pasti sudah dipindahkan semua."

Laras menghela napas panjang, menatap pintu besi gudang yang tertutup rapat dengan sorot mata penuh tekad.

Dia adalah polisi wanita paling keras kepala di kesatuannya yang pantang pulang sebelum tersangka diborgol.

Tanpa ragu lagi, Laras berdiri dan bersiap melangkah maju untuk melakukan penggerebekan seorang diri.

Namun sebelum kakinya sempat melangkah, sebuah suara santai mengagetkannya dari arah belakang.

"Menyerbu sarang penjahat sendirian dengan satu pistol kecil itu sama saja dengan mengantar nyawa Nona Polisi."

Laras tersentak kaget dan langsung memutar tubuhnya dengan sangat cepat.

Pistol di tangannya kini mengarah lurus tepat ke tengah dahi Genta yang berdiri santai hanya berjarak dua meter darinya.

"Berhenti di sana dan angkat kedua tanganmu tinggi-tinggi!" bentak Laras dengan nada mengancam.

"Siapa kau?! Apa kau salah satu penjaga dari sindikat gudang beracun ini?!"

Genta sama sekali tidak mengangkat tangannya, dia justru tersenyum geli melihat kewaspadaan inspektur cantik itu.

"Kalau aku penjaga gudang ini, lehermu pasti sudah patah sejak kau sibuk mengomel pada radiomu tadi."

"Turunkan mainan besimu itu Nona Laras, aku datang ke sini dengan tujuan yang sama denganmu."

Laras memicingkan matanya penuh kecurigaan, tidak percaya begitu saja pada pemuda asing berwajah tenang ini.

"Bagaimana kau tahu namaku?! Tunjukkan kartu identitasmu sekarang juga atau aku akan menembak kakimu!" ancam Laras tidak main-main.

Genta menghela napas malas menghadapi polisi wanita yang terlalu kaku ini.

Dia melangkah maju satu tindak, benar-benar mengabaikan moncong pistol yang siap meletus kapan saja.

"Kau memakai tanda pengenal namamu di dada seragammu itu Nona, mataku masih berfungsi dengan sangat baik."

Laras langsung menunduk melihat seragamnya dan merutuki kebodohannya sendiri di dalam hati.

Namun sebelum Laras sempat bereaksi lagi, pintu besi Gudang 44 tiba-tiba bergeser terbuka dengan suara derit yang sangat nyaring.

Kriettt!

Cahaya lampu pijar yang terang benderang dari dalam gudang langsung menyorot ke arah mereka berdua.

"Wah wah wah, lihat siapa tamu tak diundang yang datang berkunjung ke pestaku malam ini."

Sebuah suara serak dan melengking terdengar dari ambang pintu gudang, disusul oleh tawa tawa mengejek dari belasan pria berwajah preman.

Seorang pria kurus pucat dengan jubah panjang berwarna abu-abu melangkah keluar dari dalam gudang.

Wajah pria itu dipenuhi tato kalajengking hijau, dan matanya cekung seperti orang yang kekurangan darah.

Dia adalah Kobra, kultivator racun bayaran yang menjadi dalang utama penyebaran kosmetik ilegal di kota ini.

Laras langsung membalikkan badannya kembali ke arah gudang, pistolnya kini membidik lurus ke arah dada Kobra.

"Kalian semua sudah dikepung! Jatuhkan senjata kalian dan menyerahlah sekarang juga!" teriak Laras menggertak dengan gagah berani.

Kobra tertawa terbahak-bahak mendengar gertakan kosong dari polisi wanita yang sedang sendirian itu.

"Dikepung katamu? Kau terlalu banyak menonton film laga Nona Polisi yang cantik."

"Alat pengacak sinyalku sudah memutus komunikasi pelabuhan ini sejak satu jam yang lalu."

Kobra melangkah mendekat dengan senyum licik yang memamerkan deretan giginya yang kuning dan busuk.

"Malam ini tidak akan ada pahlawan yang datang menyelamatkanmu, dan kulit mulusmu itu akan menjadi bahan percobaan kosmetikku yang berikutnya."

Mendengar ancaman menjijikkan itu, Laras langsung menarik pelatuk pistolnya tanpa peringatan lebih lanjut.

Dor! Dor!

Dua butir peluru melesat tajam mengincar kedua kaki Kobra untuk melumpuhkannya.

Namun kejadian yang tidak masuk akal terjadi tepat di depan mata Laras.

Kobra hanya mengibaskan lengan jubah abu-abunya ke udara dengan sangat ringan.

Trang! Trang!

Dua peluru timah panas itu terpental jatuh ke aspal seolah baru saja menabrak dinding baja yang tak terlihat.

Laras membelalakkan matanya ngeri, mulutnya menganga tidak percaya melihat manusia yang bisa menangkis peluru dengan kain.

"A-apa yang baru saja terjadi?! Kau ini monster jenis apa?!" jerit Laras tanpa sadar melangkah mundur ketakutan.

"Ilmu bela diri modern memang sangat menyedihkan," cibir Kobra dengan nada sombong yang luar biasa.

"Sekarang giliranku yang menyerang Nona, nikmatilah hadiah sambutan dariku ini."

Kobra merogoh saku jubahnya dan melemparkan dua buah bola hitam seukuran kelereng ke arah kaki Laras.

Bop! Bop!

Bola hitam itu meledak seketika saat menyentuh aspal, mengeluarkan gumpalan asap tebal berwarna hijau pekat yang berbau sangat manis.

Asap hijau itu menyebar dengan sangat cepat menelan tubuh Laras yang tidak sempat berlari menghindar.

Uhuk! Uhuk!

Laras langsung terbatuk-batuk hebat, paru-parunya terasa seperti dibakar hidup-hidup dari dalam.

Pistol di tangannya terlepas jatuh ke tanah, tubuhnya melemas dan dia langsung berlutut di aspal sambil memegangi lehernya yang tercekik.

"Hahaha! Itu adalah Asap Pelumpuh Otot yang dicampur dengan sari Bunga Bangkai!" tawa Kobra penuh kemenangan.

"Dalam hitungan sepuluh detik, seluruh sistem sarafmu akan lumpuh dan kau hanya bisa pasrah menjadi boneka mainanku."

1
VirgoRaurus 31Smile
sayang sekali Sekar dan Larasati gak di beri keturunan... istri MC 3 tapi yg di beri keturunan cuma istri pertama thok...kalau mereka di beri keturunan pasti makin hebat... sayang sekali.
VirgoRaurus 31Smile
keluarga LEBAY...
Cherlly: trimakasih kaka🙏
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
Sekar sebagai istri ke 3 masih juga dianggap pelayan... luar biasa hebat kau Thor...
Cherlly: makasih kaka😘😘😘
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
kapan istri ke 2 dan ke 3 MC hamil Thor...? sudah 5th lebih pernikahan kok belum hamil
Cherlly: belum hamil,soal nya mc masih sibuk kak😊
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
manggil Sekar dulu bibi sekarang mama...
VirgoRaurus 31Smile
gimana caranya bertepuk tangan dg membawa cangkir kopi Thor...
Cherlly: kan itu genta sedang bersandar di pilar sebelah nya ada meja sebelum tepuk tangan dia letakan dulu,cuman saya singkat cerita nya kaka😊
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
sudah 3th lebih menikah Sekar dan Larasati kok belum hamil...
VirgoRaurus 31Smile
pelayan.... katanya istri ke 3 MC.
VirgoRaurus 31Smile
Hmmm... terbuat dari apa boneka beruang itu, sampai harganya menyamai mobil sport... LEBAY...
Cherlly: itu boneka untuk colector maka nya mahal kaka
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
kok bawa marga Prameswari, kok gak bawa marga Genta...
VirgoRaurus 31Smile
orang tua dan kakek Tiara sudah meninggal semua ya Thor... kok gak pernah diceritakan... kalau sudah meninggal, kapan...
Cherlly: bukan meninggal tpi belum ada percakapan lagi kaka
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
keluarga inti... emangnya orang tua dan kakek bukan keluarga inti.... orang luar malah di undang.
VirgoRaurus 31Smile
ratusan batang jarum emas... katanya 99 batang jarum emas, ini kok ratusan... weleh.
Cherlly: itu tersembunyi kaka
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
apakah MC sudah bisa terbang...?
Cherlly: belum kaka😁
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
kakek, orang tua pengantin, sang jendral dan orang orang penting di sekitar para penganting gak di beritakan sama sekali....
VirgoRaurus 31Smile
apa gak terbalik kalimat ini Thor... hutang budimu padaku, begitu harusnya....
Cherlly: bukan kaka😊
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
emangnya Ratih punya berapa pedang, Thor... kan pedangnya sudah patah...
Cherlly: ada simpanan pedang yang ga pernah dia pakai😊
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
di dalam istana ada cahaya rembulan... apakah istananya tak beratap, Thor...?
Cherlly: itu kata istilah kaka😊
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
istana yg hancur... istana mana yg hancur, kan cuma gerbangnya yg hancur...
Cherlly: istana hancur bukan berarti hancur rata kaka
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
bangkai monster bukan mayat monster
Cherlly: kalo mayat baca nya kurang nyaman kak😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!