Beel adalah seorang siswa yang tenang dan santai.
Namun di balik sifat tenang dan santai nya ,Beel adalah seorang yang misterius dan tak terbaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 - Awal dari kesalahan
Beel dan kawan-kawannya pergi ke pantai dan menikmati air laut disana, Beel duduk di sebuah bangku yang ada dibawah pohon kelapa..dia melihat ponselnya, sebuah pesan dari salah satu anggota Spider miliknya mengatakan bahwa Audas si pemimpin geng akan berada di pantai malam ini.
Jason datang mendekati Beel yang sedang bersandar di bawah pohon kelapa sambil meminum kelapa yang dibelinya,
"lu ga ikut berenang?" tanya Jason ke Beel
Beel menggelengkan kepalanya
"ga ah..mau santai aja" jawab Beel
Jason melihat teman-teman lain yang sedang menikmati ombak pantai
"kapan lagi liat cewek-cewek itu basah-basahan, masa lu malah disini" tawa Jason lalu meminum kelapa miliknya
Beel hanya bersandar di kursinya lalu menatap Jason
"gua kesini bukan mau liatin hal begitu.." jelas Beel
Mendengar itu Jason lalu melirik Beel
"emang lu ga suka liatnya?" tanya Jason lagi
"suka sih.." jawab Beel datar.
Jason memutarkan matanya
"tuh kan sama aja.." balas Jason.
Setelah itu tak lama Christi dan Felicia datang ke tempat Beel dan Jason,
"kalian kenapa malah disini.." ujar Felicia
"istirahat" jawab Jason
Christi melihat ke Beel lalu duduk di samping Beel
"kamu kenapa ga ikut kami?" tanya Christi
Beel menoleh ke Christi
"lagi ga mau main air" jawab Beel santai
Christi tertawa kecil
"kaya kucing takut air.." ledek Christi membuat Jason dan Felicia ikut tertawa.
"kucing ya.. ya ga salah sih soalnya gua juga suka nyakar sama gigit" jawab Beel.
Mendengar itu Jason tersedak oleh air kelapanya, begitu pun Felicia yang tiba-tiba terbatuk, sementara Christi hanya diam mematung.
Di tempat lain masih di sekitar pantai Metrolis.
Rob dan pacarnya sedang berjalan santai di sekitar pantai.. saat kedua orang itu berjalan, Jason melihatnya
"eh..itu bukannya anak kelas 12 yang waktu itu ribut antar 'pemimpin'?" tanya Jason sambil menunjuk ke arah Rob.
Beel, Christi dan Felicia melihat ke arah Rob,
"iya juga ya..sama cewek dia" ujar Felicia
"pacarnya mungkin" tambah Christi
Beel sendiri melihatnya dan mengingat pesan dari tim Spider nya bahwa nanti malam Audas akan datang ke pantai, Beel menyipitkan matanya
"apa.. kedatangan Audas ada hubungannya dengan Rob?" tanya Beel dalam hatinya.
Setelah beberapa saat berada di pantai hari sudah menjelang malam, Beel dan teman-temannya memutuskan untuk kembali ke vila mereka.
Di dalam vila Beel dan yang lain pun makan.
"nanti malam kita ke pantai lagi, kudengar ada acara yang akan di adakan oleh sebuah cafe di pinggir pantai" ujar Lena sambil makan
"sebuah party?" tanya Bayu
"mungkin.." jawab Lena
Fajar melihat yang lain
"emangnya kalian udah pernah rasain minum-minum?" tanya Fajar kepada yang lain
Jason yang sedang mengunyah pun menjawab
"gua pernah minum bir.." jawab Jason
"kalo gua belum sih" sambung Irma
Felicia yang sedang makan buah pun ikut berbicara
"gua sih udah pernah minum beberapa minuman" jelas Felicia
Christi menoleh ke Felicia
"eh beneran dirimu udah pernah minum minuman kaya gitu?" tanya Christi ke Felicia
"iya pas lulus-lulusan tahun lalu" jawab Felicia
Christi lalu menoleh ke Beel
"kalau Beel?" tanya Christi
Beel tidak menoleh
"belum pernah.." jawab Beel tenang
Mendengar itu Fajar menyipitkan matanya melihat Beel
"pembohong.. benar-benar seorang pembohong" ujar Fajar
Beel hanya tersenyum.
Malam harinya di pantai.
Audas bersama anggota geng nya tiba di pantai Metrolis
"dimana anak itu?" tanya Audas ke salah satu anggotanya
"dia sudah menunggu di sebuah cafe dekat pantai.." jelas seorang anggota geng.
Audas lalu berjalan ke arah pantai
"kalau begitu suruh dia kesini.." perintah Audas ke anggota nya itu
Anggota geng itu pun mengangguk
"saya akan menginformasikan agar dia menuju kesini" ujar anggota geng itu.
Setelah beberapa lama Audas menunggu di mobilnya, akhirnya Rob datang ke tempat Audas seorang diri.
Audas melihat Rob
"jadi kau orangnya?" tanya Audas
Rob pun membungkukkan tubuhnya
"saya Rob..salam kenal bos" jelas Rob.
Audas tertawa
"kau terlalu formal untuk pertemuan dengan seorang bos penjahat" tawa Audas.
Rob hanya diam saja, baginya bertemu dengan seorang bos penjahat adalah hal baru yang dia rasakan.
Audas keluar dari mobilnya
"langsung saja..kau ingin menjadi bagian dari anggota geng kan?" tanya Audas
Rob pun mengangguk
"ya saya sudah berbicara dengan Rexy soal ini dan saya tertarik untuk bergabung" jelas Rob.
Audas mengangguk
"kau harus bisa melalui ujian terlebih dahulu" jelas Audas
Rob menatap Audas
"ujian seperti apa?" tanya Rob
Audas membakar rokoknya
"kau harus memberikan penghasilan kepadaku minimal 10 juta setiap bulannya" jawab Audas.
Rob menelan ludahnya tidak menjawab
"apa itu besar?" tanya Audas.
Rob menunduk
"saya belum mengetahui cara kerja dari bisnis yang anda jalani, jadi saya pikir itu cukup besar" jelas Rob.
Audas pun berbalik membuka pintu mobilnya
"untuk info.. Rexy bisa memberikan penghasilan untukku 20 juta bersih setiap bulannya" jelas Audas.
"dan dia bukan seorang anak petinggi pemerintah sepertimu..kurasa 10 juta setiap bulan bukan masalah untukmu" tambah Audas lalu masuk ke dalam mobil.
Sebelum Audas pergi dia membuka kaca mobilnya,
"satu hal lagi.. kau sudah tidak bisa keluar dari geng, keluargamu bahkan pacarmu yang sekarang ada di cafe itu.. sudah dalam jangkauan kami" jelas Audas lalu menutup kaca mobilnya dan mobil pun berjalan meninggalkan pantai.
Mendengar itu Rob diam membeku, dia berpikir apakah keputusannya adalah kesalahan yang telah dia buat sendiri dan akan mengancam kehidupan pribadinya.
Dibelakang Rob yang berdiri membeku ,di dalam sebuah mobil sedan hitam.. Evan salah satu anggota Spider menatap Rob,
Lalu Evan mengambil ponselnya untuk memberikan informasi kepada anggota Spider yang lain termasuk kepada Beel.
Di sebuah cafe yang sedang mengadakan sebuah party, Beel dan teman-temannya berada dalam satu meja yang sudah di pesan oleh Beel untuk mereka.
"lihat tempat ini..begitu ramai" ujar Lena sedikit berteriak karena begitu kencang nya suara musik yang diputar.
Fajar mengambil sebuah minuman
"ini belum dimulai ,Lena.. semakin malam ini akan semakin pecah" ujar Fajar sambil menuangkan minuman nya ke gelas masing-masing temannya.
Kemudian Fajar berdiri dan mengangkat gelasnya
"untuk pertemanan kita.." ujar Fajar
Felicia pun ikut berdiri
"untuk kesenangan kita juga" tambah Felicia
"untuk pesta pertama kita!" teriak Lena,
Lalu yang lain pun berdiri dan melakukan cheers secara bersamaan.
Christi yang berdiri di samping Beel pun merasa senang berada di dekat Beel sambil memperhatikan Beel hingga kedua lengan mereka pun bersentuhan.
Pesta di cafe tersebut berlangsung meriah Beel dan teman-temannya menikmati setiap alunan musik yang terdengar begitu keras di cafe tersebut,
Sementara di meja lain Rob terlihat diam ,dia sedang memikirkan sebuah kesalahan yang telah dia buat.. dia mempertaruhkan kehidupan pribadinya termasuk kehidupan keluarganya kepada sekelompok geng.