Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikah Dulu Lalu Jatuh Cinta

Menikah Dulu Lalu Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Suara gemericik air hujan yang menabrak kaca jendela kamar menjadi satu-satunya dentang yang memecah keheningan di dalam ruangan bernuansa minimalis itu. Riana duduk di tepi tempat tidur berukuran king size, jemarinya meremas pinggiran sprei satin yang dingin. Di sudut ruangan lain, berdiri seorang pemuda berpostur jangkung yang sedang merapikan kerah kemeja hitamnya di depan cermin besar. Dialah Reza, sosok pria yang sejak dua bulan lalu secara sah menyandang status sebagai suaminya.

​Dua bulan bukan waktu yang singkat untuk hidup di bawah satu atap tanpa suara. Dua bulan berjalan seperti rentetan hari tanpa warna, di mana keberadaan satu sama lain dianggap layaknya bayangan yang tak memiliki wujud. Pernikahan ini bukanlah impian yang dianyam oleh cinta, melainkan sebuah simpul paksaan yang dijahit oleh warisan janji masa lalu.

​Nenek moyang dari kedua keluarga besar mereka pernah membuat kesepakatan tertulis puluhan tahun lalu, sebuah amanah keluarga yang tak boleh dilanggar oleh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan Di Tangan Riana

​Suasana di ruang tamu makin mencekam. Kalimat gertakan dari Papa Reza menggantung berat di udara, memutus seluruh akses bantahan yang ingin Reza keluarkan. Pria paruh baya itu berdiri tegap dengan tatapan mata yang dingin dan tak terbantahkan.

​"Sekarang semua keputusan ada di tangan kamu, Reza!" tekan Papanya lagi dengan intonasi rendah namun amat mematikan. "Kamu mau putus dengan wanita itu dan belajar menghargai istri sah kamu, atau semua hak warisan atas nama kamu akan Papa coret dari silsilah keluarga detik ini juga!"

​Reza mendongak seketika, matanya membelalak kaget. Dicoret dari hak warisan keluarga besar bukan sekadar kehilangan aset bernilai miliaran, melainkan kehancuran total bagi reputasi dan masa depannya. Seluruh fasilitas, kendaraan mewah, hingga posisi strategis di perusahaan keluarga yang selama ini menopang gengsinya di kampus akan menguap begitu saja.

​Reza mengalihkan pandangannya pada Mama Reza yang hanya bisa menunduk sembari mengusap air mata, lalu matanya beralih menatap Riana. Wanita itu duduk di sisinya dengan ketenangan yang luar biasa. Tidak ada raut panik, tidak ada wajah memohon—Riana hanya menatapnya datar, seolah menyerahkan sepenuhnya nasib jalan hidup Reza pada dirinya sendiri.

​Tenggorokan Reza terasa sangat kering. Lidahnya kaku saat dihadapkan pada dua pilihan ekstrem: mempertahankan Sela dan kehilangan segalanya, atau melepaskan kekasihnya demi menyelamatkan status serta posisinya di mata keluarga besar.

​"Pa... tolong kasih Reza waktu," cicit Reza akhirnya dengan suara parau yang amat pelan. Untuk pertama kalinya, angkuh dan kesombongan anak semester empat itu runtuh sepenuhnya di hadapan kedua orang tuanya.

​"Gak ada waktu untuk berpikir!" potong Papanya tegas tanpa toleransi sedikit pun. "Tindakan kamu semalam bawa wanita lain ke kamar tidur utama di rumah ini sudah melecehkan Riana dan merusak nama baik dua keluarga! Pilih sekarang, Reza!"

​Ruangan itu kembali diselimuti keheningan yang menyiksa. Reza mengepalkan jemarinya hingga buku-buku jarinya memutih. Bayangan Sela yang ceria dan selalu membanggakannya di kampus berkelebat di pikirannya. Namun di saat yang sama, ancaman Papa bukan sekadar gertakan kosong—Papanya adalah tipe pria yang selalu memegang teguh ucapannya.

​Reza menarik napas panjang yang terasa menyakitkan di dada. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam, menelan bulat-bulat harga dirinya yang tersisa.

​"Reza... Reza bakal putusin Sela, Pa," ucap Reza lurus dengan nada pasrah. Kalimat itu terucap bagaikan vonis berat yang memukul batinnya sendiri.

​Riana yang mendengar keputusan itu tidak menunjukkan reaksi gembira sedikit pun. Ia tahu, keputusan Reza didasari oleh ketakutan akan kehilangan harta dan tahta, bukan karena rasa bersalah atau cinta padanya. Sandiwara ini belum berakhir, melainkan baru saja memasuki babak baru yang jauh lebih rumit dan penuh tekanan.

​Papa Reza berdiri dari tempat duduknya, menatap tajam ke arah anak laki-lakinya yang masih menunduk kaku di sofa. "Baik, Papa dan Mama akan tunggu kabar dari Riana, bukan dari kamu," ucap Papanya dingin, memberikan penekanan penuh bahwa kepercayaan keluarga kini sepenuhnya berpindah kepada Riana.

​Mama Reza mengusap air mata di pipinya lalu melangkah menghampiri Riana. Dengan penuh rasa bersalah dan kasih sayang, beliau merengkuh tubuh menantunya itu ke dalam pelukan hangat. Sebelum melangkah pergi, Mama Reza mencium kening menantu kesayangannya dengan lembut. "Maafkan Reza ya, sayang. Mama janji akan selalu ada di pihak kamu," bisiknya pelan.

​Riana hanya tersenyum tipis dan mengangguk sopan saat mengantar kedua orang tua mertuanya sampai ke depan teras. Deru mesin mobil orang tua Reza perlahan menghilang meninggalkan halaman rumah, menyisakan keheningan pekat yang kembali menyelimuti bangunan berlantai dua tersebut.

1
Waaaaaa_
hehe gpp,selamat membacaa😍
bsjelfjbrndsabdvr
tapi suka ceritanya😍😍😍
bsjelfjbrndsabdvr
wahhh saking serius baca sampai lupa like dari awal Bab. Maafken ya Thor😂😂😍😍❤️❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!