Indonesia
NovelToon NovelToon
SUAMIMU BUKAN SUAMIMU

SUAMIMU BUKAN SUAMIMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:65.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Aynara terpaksa menikah dengan Aksa karena perjanjian kedua kakek mereka. Pernikahan itu diikat satu syarat: jika mereka bercerai sebelum satu tahun, Aynara harus membayar denda 10 miliar, sementara Aksa akan kehilangan haknya sebagai pewaris keluarga Wicaksono.

Namun, usai janji suci diucapkan, Wicaksono mengalami kecelakaan dan terbaring koma.
Merasa tak ada lagi yang bisa mengaturnya, Aksa berkata kepada Aynara, "Pernikahan ini terjadi karena Kakek. Aku sama sekali gak suka, apalagi mencintaimu. Dunia kita beda. Mulai sekarang, kita jalani hidup masing-masing sampai tiba waktunya bercerai."

Aynara terpaksa menelan kenyataan pahit itu. Namun, takdir mengubah segalanya ketika kecelakaan merenggut nyawa Aksa.
Regan, pembelot yang sedang diburu organisasi kriminal, memanfaatkan kematian Aksa untuk menyelamatkan dirinya.

Aynara tidak pernah tahu bahwa suami yang ia benci telah mati. Dan pria yang kini hidup sebagai Aksa adalah orang asing yang akan mengubah seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Ketika Masa Lalu Kembali

Langlang berdiri menatap gedung tinggi yang menjulang di hadapannya.

Aksara Group. Salah satu perusahaan besar di negeri ini.

"Semoga aja ada lowongan," gumamnya.

Ia kemudian melangkah memasuki lobby dengan membawa tas sederhana yang tersampir di bahunya.

Namun baru beberapa langkah, pandangannya tertumbuk pada dua perempuan di meja resepsionis.

Langlang langsung melebarkan mata. "Nara? Riva?"

Percakapan Aynara dan Riva seketika terhenti. Keduanya membeku sesaat sebelum perlahan menoleh.

"Langlang?" gumam Aynara.

Riva ikut menatap pria yang baru datang itu. Kemeja putih sederhana yang dikenakan Langlang dipadukan dengan celana kain hitam. Sebuah tas kerja sederhana menggantung di bahunya.

"Kamu nyari lowongan kerja?" tanya Riva.

"Iya." Langlang kemudian mengalihkan pandangan kepada Aynara. "Kamu juga?"

Aynara mengangguk singkat. "Hm."

Langlang kembali menatap Riva. "Kamu kerja di sini, Riv?"

Riva mengangkat alis. "Kelihatannya?"

Langlang terkekeh kecil. "Ah, iya juga." Ia kemudian mengusap rambutnya. "Gak nyangka bisa ketemu kalian di sini."

Aynara melirik jam di pergelangan tangannya. Ia teringat janji dengan Asti. "Kalau begitu aku pergi dulu, ya, Riv. Takut sudah ditunggu."

"Oke. Selamat bersenang-senang." Riva tersenyum. "Hati-hati."

"Siap." Aynara kemudian menoleh kepada Langlang. Ia hanya mengangguk kecil sebagai salam sebelum berbalik dan melangkah meninggalkan lobby.

Tanpa kata mata Langlang mengikuti punggung Aynara yang semakin jauh hingga perempuan itu menghilang di balik pintu.

Riva menyandarkan kedua tangannya di meja resepsionis. "Kamu jadi mau melamar kerja atau mau lihatin mantan sampai pintunya ditutup?"

Langlang tersentak dan segera menoleh. "Ah, iya. HRD-nya di sebelah mana, Riv?"

"Ck. Ck. Ck." Riva menggeleng-gelengkan kepalanya. "Baru juga ketemu, udah lupa tujuan awal."

Ia kemudian menunjuk ke arah koridor di sebelah kanan. "Ke sana. Naik lift ke lantai lima. Bagian HRD ada di ujung koridor."

Langlang mengangguk. "Makasih, Riv."

Ia berjalan menuju lift, tetapi sebelum masuk, matanya kembali melirik ke arah pintu tempat Aynara tadi pergi.

Entah mengapa, pertemuan singkat itu membuat pikirannya sedikit terusik. Aynara yang tadi dilihatnya terlihat berbeda.

Dan yang paling membuatnya heran... perempuan itu bahkan tidak berusaha mengajaknya berbicara lebih lama.

"Sejak menikah dia benar-benar berubah."

***

Aynara memasuki kafe dengan langkah sedikit tergesa. Pandangannya menyapu seluruh ruangan, mencari nomor meja yang sebelumnya disebutkan Asti.

Begitu menemukan meja yang dimaksud, bibirnya otomatis melengkung. Asti sedang duduk sendirian sambil menatap layar ponselnya.

Aynara bergegas menghampiri wanita paruh baya itu. "Ma, maaf aku terlambat."

Mendengar suara itu, Asti langsung tersenyum lebar dan mengangkat wajah. Namun, senyumnya seketika membeku. Matanya terpaku pada gadis yang berdiri di hadapannya.

Seorang perempuan dengan pakaian sederhana, rambut tertata rapi, dan wajah tanpa riasan berlebihan. Tidak ada kemewahan yang mencolok dari penampilannya, tetapi kecantikan alaminya justru membuat Asti sulit mengalihkan pandangan.

Asti mengerjapkan mata beberapa kali. "Kamu... Aynara?"

Aynara tersenyum kecil. "Iya, Ma. Ini aku, Nara."

Asti masih terdiam. Dalam ingatannya, wajah Aynara pada hari pernikahan masih jelas. Wajah gadis itu sembap, kemerahan, dan dipenuhi bintik-bintik akibat alergi. Bahkan saat itu Asti tidak bisa melihat jelas seperti apa wajah asli menantunya.

Namun gadis yang berdiri di depannya sekarang... sungguh berbeda.

"Ya ampun..." Asti akhirnya beranjak dari duduknya. Matanya membulat kagum. "Ternyata menantu Mama cantik banget."

Aynara terkekeh kecil. "Mama bisa aja."

"Bukan bisa aja." Asti menggeleng cepat. "Ini kenyataan."

Asti kemudian meraih tangan Aynara dan menariknya agar duduk di sampingnya. "Jujur, Mama sampai gak percaya."

Aynara tersenyum tipis. "Kenapa?"

"Karena waktu pertama kali lihat kamu, Mama kira wajahmu..." Asti menghentikan ucapannya, lalu tersenyum kikuk. "Pokoknya Mama gak nyangka kalau kamu secantik ini."

Aynara hanya tersenyum malu.

Asti memperhatikan wajah menantunya sekali lagi. Dalam hati, ia menghela napas. "Kalau saja Aksa tahu wajah istrinya yang sebenarnya..."

Namun sesaat kemudian Asti teringat bagaimana putranya memperlakukan Aynara. Senyumnya perlahan memudar. "Anak itu benar-benar keterlaluan."

Asti mengangkat tangan memanggil pelayan yang kebetulan melintas. "Mau pesan apa, Ra?"

Aynara melirik daftar menu yang ada di atas meja. "Aku ikut Mama aja."

"Jangan begitu," ujar Asti lembut. "Pilih sendiri."

Aynara akhirnya menunjuk salah satu minuman dan makanan ringan yang tertera di menu. "Yang ini aja, Ma."

Asti mengangguk, kemudian memesan minuman dan beberapa makanan ringan untuk mereka berdua.

Tak lama kemudian, pesanan datang. Aynara menyeruput minumannya perlahan, sementara Asti mulai membuka percakapan.

"Kamu sekarang tinggal di mana, Ra?"

Aynara terdiam sejenak sebelum menjawab jujur, "Untuk sementara masih di rumah Ayah."

Asti mengangguk pelan. "Mama sebenarnya ingin kamu tinggal di rumah bersama Aksa."

Aynara hanya tersenyum tipis. Ia tidak ingin membicarakan masalah rumah tangganya terlalu jauh.

Asti pun tidak memaksa. Sebaliknya, ia mengalihkan pembicaraan ke hal-hal sederhana. Mulai dari masa kuliahnya, makanan yang disukai, sampai cerita-cerita kecil tentang Aksa ketika masih kecil.

"Jadi waktu kecil Aksa pernah jatuh dari pohon?" Aynara menahan tawa.

Asti langsung tertawa. "Bukan cuma jatuh. Dia nangis sambil bilang gak sakit."

Aynara akhirnya terkekeh. "Padahal sakit, 'kan?"

"Sakit banget." Asti ikut tertawa. "Tapi gengsinya setinggi langit."

Mereka kembali tertawa. Tanpa terasa, obrolan yang awalnya terasa canggung perlahan mengalir begitu saja. Tidak ada lagi jarak antara ibu mertua dan menantu yang baru hitungan hari menikah.

Asti bahkan beberapa kali menyendokan camilan ke piring Aynara ketika melihat gadis itu hanya mengambil sedikit.

"Ini enak. Coba."

Aynara menurut. "Enak, Ma."

"Nah, 'kan?"

Aynara tersenyum. Entah mengapa, berada di samping Asti membuat hatinya terasa begitu nyaman.

Tidak ada tatapan menghakimi. Tidak ada perkataan yang membuatnya merasa rendah. Bahkan ketika berbicara, Asti selalu membuatnya merasa dihargai.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Aynara bisa tertawa dan berbicara dengan seorang perempuan yang rasanya seperti sudah dikenalnya bertahun-tahun.

Asti pun merasakan hal yang sama. Ia tidak menyangka bisa sedekat ini dengan menantunya dalam waktu sesingkat itu.

Padahal baru beberapa hari mengenal Aynara.

Namun rasanya... mereka seperti ibu dan anak yang sudah lama terpisah lalu akhirnya dipertemukan kembali.

Obrolan mereka terus mengalir hingga tanpa terasa makanan ringan di atas meja hampir habis.

Asti tersenyum memandang Aynara. Entah mengapa, semakin lama berbincang, semakin ia merasa nyaman dengan gadis itu.

"Ra..."

"Hm?"

Asti mencondongkan tubuh sedikit. "Ikut Mama, yuk."

Aynara mengernyit penasaran. "Ke mana, Ma?"

Senyum Asti mengembang tipis. "Ketemu Aksa."

 

...🔸🔸🔸...

...“Jangan terburu-buru menilai seseorang hanya dari apa yang pertama kali kita lihat. Sebab, kesan pertama hanya menunjukkan satu sisi dari dirinya, sementara mengenal seseorang membutuhkan waktu, perhatian, dan hati yang terbuka.”...

...“Ada orang yang baru kita kenal beberapa hari, tetapi mampu memberi rasa nyaman yang tidak pernah kita dapatkan dari mereka yang sudah bertahun-tahun berada di sekitar kita. Karena kedekatan bukan tentang berapa lama kita mengenal seseorang, melainkan tentang bagaimana ia memperlakukan hati kita.”...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Anonim
Aynara duduk di kursi samping ranjang dimana Wicaksono terbaring.

Tangannya menggenggam jemari Wicaksono yang terasa dingin.

Aynara bicara pada kakek yang tentu saja tidak ada respon.

Aksa kah yang datang ?
Anonim
Aynara sempat diragukan sebagai cucu menantu Wicaksono oleh perawat.

Untungnya dokter yang mengoperasi Wicaksono ingat setelah diingatkan Aynara yang waktu itu ada bersama, ibu mertuanya, Aksa, dan pria paruh baya.

Waktu itu wajah Aynara merah dan sembap karena alergi.

Dokter sempat ragu karena saat itu wajah Aynara tidak secantik saat ini 😄.

Dokter memperbolehkan Aynara masuk. Berhubung pasien masih dalam kondisi yang membutuhkan banyak istirahat, tidak boleh lama di dalam.
Anonim
Aynara jangan menuduh Aksa dulu tentang uang dari kakek. Nanti bisa-bisa kamu disemprot Aksa malah bertambah sakit hati.

Kakek masih koma, jadi kakek juga belum tahu kalau Gunadi sudah kasih kartu ATM atau belum ke Aynara.

Aynara bakal terkejut nanti kalau tau isi rekening di kartu ATM dari kakek.
Cicih Sophiana
apa yg akan di lakukan Dony... apa dia akan menjebak Aynara atau Regan atau ke dua nya?
Cicih Sophiana
Regan Aynara dan si Dony ada di satu acara yg mereka hadiri... coba kita lihat apa yg akan si Doni lakukan terhadap Aynara..
Kadek Sri
jangan sampai Doni menjebak Aynara, ayo Regan lindungi istrimu
Siti Jumiati
Ditunggu kelanjutannya kak..
gk sabar nih nunggu besok...
Siti Jumiati
lanjuuuut kak nana
Anitha
wah Regan jiwa Mafianya meronta kamu mampu membaca situasi,,waspada Regan si Doni sedang merencanakan sesuatu...

ia ngin mengincer Aynara istrimu🤭
Anitha
Regan merasa gugup pertamakalinya pergi bersama Aynara,,cieee Regan jatuh cinta pada pandangan pertama...gandeng dong Aynaranya.🤣

wah Doni melihat Regan dan Aynara🤭
Anitha
Regan tidak rela jika Tubuh Aynara di lihat Pria lain,,Regan sangat Posesif ga apa² Regan kasih perhatian terus untuk Aynara,nanti Nara akan menjadi milikmu seutuhnya hanya butuh waktu.

Wah gercep juga tuh si Doni datangin Pria mantan Manager Aksara Group🤣
evievoy
tetap waspada dia sedang mencari celah lengah mu Re
evievoy
lahhh Doni ikut rapat yahhh???
Anitha
Regan bukan orang sembarangan dan tidak bisa di usik,Regan nyelidiki tetntang si Doni dengan orang suruhannya dan si Doni nyelidiki Aynana dengan orang suruhanya hayoo saling mencari tahu,yang Jelas Regan orang yang tidak tersentuh.

tidak sabar Regan ngajak Aynara pindah ke Rumah utama dan tidur satu ranjang🤣
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nsna... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Apapun yang akan dia lakukan, kamu harus tetap Waspada Regan... Kamu adalah Anggita MAFIA Kelas Kakap, masa harus kalah sih Sama Ikan teri seperti Doni itu? 😂😂😂 Doni itu, bisa di ibaratkan hanya semut bagimu Regan. Kecil. Tspi, walaupun begitu kamu harus tetap waspada. Karena apa? Karena, meskipun hanya semut, tapi dia bisa menggigit kamu loh Regan. Itu makanya aku bilang, berhati-hatilah dan waspada. OK 👍😂😂😂
Fadillah Ahmad: Maklumlah Kak, Jempolku sering Kepleset. 😂😂😂
total 6 replies
Fadillah Ahmad
Bagus sekali Regan... 😂😂😂 Ternyata kamu lebih cepat menyadari situasi dan kondisi, daripada Aynara... 😂😂😂 Kamu memang Anggota MAFIA yang Patut di acungi jempol. 😂😂😂 Kamu selalu wapada dan tidak sediktpun lengah. 😂😂😂 Aku suka gayamu Regan. Kamu lebih baik dari Aksa yang asli. Yang kerjaannya hanya tebar pesona nggk jelas. Sampai-sampai dia tidak menyadari, Doni membuat dua kecelakaan kala itu. 😂😂😂
Anitha
Regan kamu sudah mulai jatuh cinta sama Aynara makanya kamu tidak terima jika ada yang merendahkan Aynara..good Regan..

masih penasaran dengan orang suruhan Doni,apa ada orang dalam menjadi mata² di Aksara Group(staf Aksara Group ada yang kerja sama dengan si Doni mungkin)jadi tahu semua tentang kejadian di Aksara Group,,Pak Gunadi selidiki yaa apa ada staf yang mencurigan ?
Sugiharti Rusli
wah mau melakukan apa yah si Doni, apalagi dia sepertinya sudah 'ditolak' oleh Aynara dan sampai nama dan no hp pun tidak diberikan,,,
Hanima
Lanjuttt Regan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!