Indonesia
NovelToon NovelToon
Benih Jenius Sang Miliarder

Benih Jenius Sang Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Lima tahun lalu, Clara Jasmine melarikan diri dari sebuah malam penuh gairah di daratan Swiss, meninggalkan secarik pesan usang dan membawa pergi rahasia besar yang mengubah hidupnya selamanya.
​Kini, Clara kembali ke Jakarta sebagai single mother yang berjuang membesarkan anak kembarnya, Ken dan Key. Namun, si kembar bukanlah balita biasa. Di balik wajah polos mereka, Ken dan Key adalah peretas cilik jenius dengan sepasang mata abu-abu yang sangat tajam.
​Takdir seolah mempermainkan Clara ketika ia tak sengaja bekerja di Van Der Berg Group.

Alexio Van Der Berg, sang CEO dingin dan tak tersentuh penguasa perusahaan tersebut.
​Melihat sepasang mata abu-abu yang menatapnya dengan berani, dunia Alexio berhenti berputar. Pria yang selama lima tahun nyaris gila mencari pemilik surat di dompetnya itu akhirnya menemukan buruannya.

​"Lima tahun kau berlari membawa darah dagingku, Clara. Mulai hari ini, kau dan anak-anak tidak akan bisa pergi ke mana-mana lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3

Di dalam kamar suite mewah nomor 408, keheningan kembali merajai. Namun, jejak kehangatan dan aroma manis yang menguar semalam seolah masih menggantung tebal di udara, menolak untuk lenyap.

Alexio berdiri tegak di depan cermin besar. Tatapan mata abu-abunya jatuh pada pantulan dirinya sendiri, terlihat sama seperti biasanya: dingin, penuh kuasa, dan tak tersentuh. Namun, jauh di sudut dadanya, ada gejolak asing yang memukul-mukul pelan. Sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Tangannya kembali membuka secarik kertas berisikan pesan perpisahan dari Clara. Ujung jarinya menelusuri setiap goresan tinta yang tampak terburu-buru di atas kertas itu.

“Dua orang asing yang berjalan berlawanan arah,” gumamnya pelan, mengeja kalimat terakhir sang gadis. Senyum miring terukir di bibirnya, menampakkan kilatan obsesi yang gelap dan membara.

“Kau pikir garis takdir semudah itu diputuskan hanya dengan selembar kertas, Nona?” bisiknya tajam pada udara kosong. Ia melipat kertas itu dengan hati-hati, lalu menyimpannya ke dalam dompet pribadinya, tempat paling aman yang tak boleh disentuh oleh siapa pun.

Langkah lebarnya membawa Alexio keluar dari kamar. Sepatu kulitnya mengetuk lantai marmer, memecah keheningan lorong hotel yang mulai dipadati tamu. Tanpa perlu aba-aba, percakapan orang-orang di sekitarnya terhenti. Seolah menyadari ada predator yang tengah lewat, mereka secara refleks menepi, merapatkan tubuh ke dinding, dan menundukkan pandangan. Alexio berjalan membelah kerumunan itu tanpa sudi menoleh sedikit pun.

Begitu ia menginjakkan kaki di lobi utama, Reno, asisten kepercayaannya, langsung menghampiri dengan langkah cepat dan menunduk hormat.

“Maafkan kelalaian saya, Tuan Muda. Jaringan komunikasi di kawasan ini sengaja diacak sejak semalam. Saya baru berhasil menembus sistemnya pagi ini,” lapor Reno, suaranya tertahan oleh rasa bersalah yang kentara.

Alexio hanya mengangguk pelan. Ia tahu kapasitas Reno. “Lupakan yang sudah berlalu. Siapa dalang dibalik jebakan ini?”

"Nona Jessie, Tapi sudah meninggalkan Jenewa sejak dini hari. Namun, saya sudah menanamkan pelacak di kendaraannya. Saat ini, posisinya bergerak melintasi perbatasan menuju Zurich," jawab Reno seraya menyodorkan tablet digital yang menampilkan titik merah berkedip di atas peta.

Alexio menghentikan langkah tepat di depan pintu kaca utama. Sinar matahari pagi memantul dari kacamata hitam yang baru saja ia kenakan. “Sudah kuduga. Biarkan wanita itu merasa aman sejenak. Dia hanya pion kecil murahan yang dikirim untuk membaca pergerakanku."

“Apa instruksi Anda selanjutnya, Tuan?” Reno menunggu dengan siaga.

Pikiran Alexio justru melayang kembali pada sosok gadis yang dengan gemetar dan nekat menariknya ke dalam kamar semalam. Wajah pucatnya yang memerah, napasnya yang memburu, serta fakta bahwa gadis itu menyerahkan kesuciannya di sana, sebuah kepolosan langka yang terasa seperti anomali di tengah lingkaran dunia malam yang kotor ini.

"Cari tahu segalanya tentang wanita yang bersamaku di kamar 408 semalam. Semuanya. Tanpa celah."

Meski terkejut, Reno dengan cepat menguasai diri. “Baik, Tuan Muda. Segera saya proses.”

Sebuah sedan hitam mengilap telah menanti di pelataran. Saat pintu dibukakan, Alexio melirik sekilas ke arah kemegahan Hotel Royal Bellevue.

"Kau pikir kita bisa berpisah begitu saja setelah kau menyerahkan dirimu padaku? Di mana pun kau bersembunyi, kau milikku."

Pintu tertutup rapat. Mesin menderu buas, membawa sang penguasa Van Der Berg Group membelah arus lalu lintas Jenewa.

***

***

***

Di sisi lain kota, Clara duduk memeluk lututnya erat-erat di sudut kamar paling gelap di kediaman keluarga Smith. Ia baru saja menyelinap masuk melalui pintu dapur. Tubuhnya kini berbalut sweter kebesaran berlapis kerah tinggi, berusaha keras menyembunyikan jejak-jejak kemerahan di tubuhnya.

Bahu gadis itu bergetar. Air mata meluncur tanpa suara membasahi pipinya yang pucat. Hatinya perih; ia baru saja dikhianati oleh keluarga tempatnya bernaung, dan malam tadi, mahkota berharganya terenggut secara paksa oleh keadaan. Namun, di balik rasa hancur itu, sebersit rasa lega diam-diam menyusup. Jika ia tidak nekat menarik pria asing itu, nasibnya pasti jauh lebih menjijikkan di bawah tindihan Tuan Alfonso.

“Setidaknya … dia tidak menyiksaku,” gumam Clara lirih, mengusap kasar air matanya.

Ia ingat cengkeraman tangan pria bermata abu-abu itu, menuntut, namun anehnya memberi rasa aman. Paras tampan yang dingin namun samar masih membekas di pelupuk mata.

Clara buru-buru menggeleng, berusaha menepis bayangan itu. Mereka hidup di dunia yang berbeda. Malam itu adalah mimpi buruk yang harus ia kubur dalam-dalam.

BRAK!

Gedoran kasar yang disusul bantingan pintu membuat jantung Clara nyaris melompat. Nyonya Smith berdiri di ambang pintu, menyilangkan tangan di dada dengan tatapan sedingin es. Di belakangnya, Sofia menyeringai, menatap Clara layaknya melihat sampah.

"Menyelinap masuk lewat dapur seperti pencuri di rumahku?" suara Nyonya Smith mengalun sinis, memecah keheningan. "Tuan Alfonso nyaris menghancurkan kesepakatan bisnis kita pagi ini. Apa kau sadar berapa juta dolar yang melayang karena kebodohanmu semalam, Clara?"

Clara menelan ludah. Ia bertumpu pada dinding, perlahan memaksakan diri untuk berdiri. Meski kedua lututnya gemetar, ia menegakkan punggungnya. “Kalian tidak berhak menjual ku seperti barang dagangan.”

Sofia mendecih, melangkah maju sambil mengamati penampilan Clara dari atas ke bawah. "Menjual? Jangan naif. Kami sedang memberimu fungsi di rumah ini. Lagipula, melihat keadaanmu yang berantakan ..." Mata Sofia menyipit licik, menangkap kerah sweter Clara yang sedikit tersingkap.

"...sepertinya kau sangat menikmati pelarianmu semalam. Siapa yang menampungmu di jalanan? Jangan bilang kau memberikannya secara gratis setelah kami memberimu makan bertahun-tahun."

Dada Clara naik turun, napasnya memburu menahan amarah yang meledak di kepalanya. "Aku tahu posisiku! Aku diam dan menahan diri atas semua perlakuan buruk kalian selama ini! Tapi aku bukan pelacur yang bisa kalian serahkan pada lintah darat brengsek itu demi uang!"

Nyonya Smith tidak terpancing amarah. Wanita paruh baya itu justru tersenyum miring, lalu melemparkan sebuah map tipis. Kertas-kertas di dalamnya berhamburan, menghantam dada Clara sebelum jatuh berserakan di lantai.

“Karena kau merusak rencana dengan Tuan Alfonso, kau yang harus menutup kerugiannya,” ucap Nyonya Smith dengan nada datar yang mengerikan. “Minggu depan, kau akan menebus kesalahanmu itu. Kali ini, penjagaannya tidak akan longgar. Kau milik keluarga ini sampai kami memutuskan kau tak lagi berguna.”

Nyonya Smith berbalik pergi, diikuti tawa pelan Sofia yang terasa merobek telinga.

BAM!

Pintu kembali ditutup rapat, dikunci dari luar. Clara merosot luruh ke lantai. Napasnya tersengal. Tangannya yang gemetar meraih salah satu kertas perjanjian itu, meremasnya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih pasi.

Ia menoleh ke jendela, menatap langit Jenewa yang muram dan tertutup awan kelabu.

“Tidak …,” gumam Clara, sorot matanya yang semula redup kini berkilat oleh keberanian yang baru lahir. “Aku tidak akan membiarkan kalian menghancurkan hidupku lagi.”

Bersambung ....

1
Rani R.I
gpp byk musuh tapii jgn biarkan si terkalahkan,,membaca sambil bersitegang 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rani R.I
sgtt Seruuu dan menegangkan thourr 🤣🤣🤣🤣🤣,, terimakasih thourr 👍💪🔥,, semangat up thourr dan sehat slalu 🤲🤲🤲🔥🔥🔥
Siti Nurhayati
cerita y sangat menarik sprti d film
Ariany Sudjana
waduh kok bisa Alexio kecolongan dan pergi ke eropa? semoga si kembar bisa menangani kejadian di mansion dan menangkap pelakunya
Siti Nurhayati
hebat bner si kembar bsa melindungi keluarga y Mantappp
Umi Zein
kak maaf kyanya kalo umur 4th agak aneh klo anak seusia mereka bisa mengendalikan komputer seorang hacker suhu. walau cm Novel, klo usia 7th masuk akal😄😄
Rani R.I
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 duhhh Dimitri nama mu bagus tapii syg harus jadi musuh yang harus di musnah kan oleh si kembar,,hmmm Baru permulaan yea 🤣🤣🤣,,, kita lihat sampai mana kemampuan mu tuan Dimitri 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Munas Tuti
gaaaaass teroooos 💪💪
Munas Tuti
buseeeet...dasar bocil genius
Rani R.I
wowww musuh sudah mulai mendekat,, Ayuk ken dan key jgn biarkan siapapun mendekati mama dan adek kalian 🔥🔥🔥🔥💪💪💪💪
Rani R.I
wowww kerennn ken dan key,, lindungi mamah dan adek bayi 💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰
Munas Tuti
perang pewaris di mulaiii
Munas Tuti
👍👍👍👍👍
Ariany Sudjana
puji Tuhan, si kembar bisa mengatasi gangguan di rumah sakit. fixed mereka keturunan Alexio yang sangat jenius dan calon mafia masa depan. tapi kok Alexio Dan Reno bisa kecolongan ya?
Bu Kus
sih kembar emang ada aja akalnya cerdas dan jenius
Bu Kus
senangnya bisa berkumpul dan hidup penuh kebahagian semoga semakin bahagia Clara
neny
keren cerita nya,,seru banget
Rani R.I
Wihh seperti nya ini lawan yg tangguh,,ken dan key harus hati-hati,, thourr gpp byk musuh tapii jgn buat si kembar kalah dan lengah,,biar SERUUU
Rani R.I
hahaha jgn lupa thourr bila perlu kembar tiga thour 🤣🤣🤣🤣🤣
semoga cepat hamil lg agar keluarga Alexio semakin ramai 💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰🥰
semangat up thourr,, slalu setia menunggu 💪💪💪🥰🥰🥰🥰🔥🔥🔥
riniandara: Terima kasih kakak, happy reading/Applaud/
total 1 replies
Rani R.I
akhhhh sumpah thourr kerennn bgt 👍👍👍🔥🔥🔥🫰🫰🫰,,, tapii akuu gemmussss sama Ken yg slalu memperbaiki kacamata kecil nya yang melorot 🤣,, pengen sekali tak cubit pipinya yg gembul dan key yg cerdas 🥰
semangat thourr,, sehat slalu dan murah rezeki nya Aamiiin 🤲🤲🤲💪💪💪🥰🥰🥰🥰🔥🔥🔥🔥🔥
riniandara: Gw he terima kasih banyak kakakku atas supportnya doa yang sama untuk Kakak dan keluarga ya. happy reading/Kiss/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!