Setelah mati di kecelakaan pesawat Shen Yu mendapatkan kehidupan kembali dan terlempar ditahun 80 sebagai orang bodoh. Tanpa sengaja dia mendapatkan keterampilan warisan keluarga yang sudah terputus dan mulai merintis usaha dari nol.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dimas upss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Paginya Shen Yu mengurus semua benih yang bisa dia tanam. Didalam ruang dimensi jumlah ayam dan kelinci juga berkembang sangat pesat, Shen Yu harus memberikan pembatas yang jelas dan kedepannya menanam wortel dan jagung juga bukan masalah.
Shen Yu keluar dari dalam ruang dimensi dan Fei Sie membuat secangkir kopi, "semua bibit sudah dipindahkan tunggu masa tanam saja."
Shen Yu memakai bajunya dan pergi ke rumah Qing Yue naik sepeda, sampainya didepan rumah dia mengeluarkan dua ekor ayam hutan dan Nenek Qing terlihat batuk dihalaman.
"Nenek Qing !" Shen Yu menyapa Nenek Qing.
"Huk... Huk... Shen Yu ya duduk dulu tolong panggilkan Qing Yue." Nenek Qing meminta Cucu paling muda untuk memanggil Qing Yue.
Shen Yu memberikan dua ekor Ayam dan berkata, "Ini Nek hadiah kecil untukmu... Sebenarnya tidak perlu memanggil Qing Yue karena aku hanya ingin meminta ijin."
"Shen Yu !" Qing Yue datang dan mengingat apa yang terjadi terakhir kali membuatnya malu.
Nenek Qing tahu benar jika Qing Yue mulai tertarik dan bertanya, "Ijin apa yang kau maksud ?"
"Aku berniat membuat kolam budidaya ikan percontohan dan ingin menggunakan kolam didepan. Aku sudah punya surat resmi dari koperasi dan kerjasama jangka panjang, jika ini sukses maka warga desa bisa punya penghasilan tambahan juga yang paling terbantu adalah keluarga seperti kalian." Shen Yu mengatakan niatnya.
Qing Yue terkejut dan berkata, "Dulu aku pernah mencobanya dan baru dua hari semua ikan mengambang mati."
Shen Yu mengetuk kepala dahi Qing Yue, "Itu karena kau tidak paham... Tanaman dan lumpur itu terus menyerap oksigen dan kau bahkan tidak mau repot membersihkannya."
"Aku baru tahu." Qing Yue mengusap dahinya.
"Pakai saja semaumu dan kami hanya bisa menyumbang tenaga." Nenek Qing tersenyum hangat dan terbantuk.
Shen Yu mengeluarkan goji bery dan berkata, "Qing Yue buatkan teh hangat dan masukan ini berikan untuk Nenek. Minum setiap pagi dan sore aku jamin kondisi anda akan membaik setelah tiga hari."
"Anak baik ini goji berry barang mahal kami tidak enak jika menerimanya." Nenek Qing merasa sungkan.
"Aku masih punya banyak dan tidak sengaja aku temukan digunung." Shen Yu tidak keberatan sama sekali.
"Baiklah nenek ini akan menerimanya... Lalu Shen Yu mari bahas hal lain. Menurutmu bagaimana gadis ini ?" Tanya Nenek Qing dengan santai.
Shen Yu terkejut dan menjawab, "Sangat canti aku menyukainya."
Qing Yue tersipu malu, "Nenek !"
"Baguslah jika kau suka... kedua orang tuanya meninggal dan aku mengapdosinya dari umur 7 tahun. Sekarang dia dan adik-adiknya sudah besar sudah waktunya memutuskan punya keluarganya sendiri. Pada dasarnya dia sangat pintar dalam belajar tapi mungkin karena diriku dia tidak mau bekerja diluar. Kau cukup baik untuknya dan aku pikir sangat cocok." Nenek Qing berusaha menjodohkan mereka.
"Nenek Qing mungkin aku tidak sebaik apa yang Anda pikirkan. Apakah anda tidak pernah mendengar rumor tentangku dan juga tidak takut jika sewaktu-waktu penyakit bodohku kembali ?" Shen Yu menegaskan perkataannya.
"Tidak ada orang bodoh yang memiliki kemampuan berburu dan pengetahuan budidaya ikan. Tentang rumor kau dekat janda itu tidak terlalu berlebihan sama sekali. Kaisar saja punya banyak selir kenapa harus memperdulikan hal yang sepele, kau tahu bagaimana caranya balas budi dan itu membuktikan jika kau cukup baik." Nenek Qing berkata dengan jujur.
Shen Yu memegang tangan Qing Yue, "Apa kau mau menikah denganku ?"
"Jika aku tinggal dirumahmu apakah kau akan mengabaikan Keluargaku ?" Qing Yue ingin memastikan satu hal penting dalam hidupnya.
"Dasar konyol memangnya rumah kita jauh ? Tenang saja keluargamu jadi tanggung jawabku seolah aku pria yang tidak mampu saja." Shen Yu terlihat sangat senang.
"Iya aku mau." Qing Yue menyetujuinya dan terlihat malu.
Shen Yu jauh lebih baik dari para pemuda di desa dan bisa diandalkan. Juga yang lebih penting dia tidak mengabaikan Keluarganya dan itu sudah cukup, adik keduanya juga sudah bisa merawat nenek dan sesekali dia bisa datang kapan saja.
"Tenang saja aku pria yang bisa kau pegang ucapannya dan aku tidak akan membiarkanmu menderita. Kau mengerti diriku saja itu sudah cukup." Shen Yu tidak terlalu banyak menuntut.
Mereka mengobrol untuk waktu yang lama dan Shen Yu pamit pergi. Urusan lamaran bisa dilakukan nanti dan hal yang pertama adalah memulai rencana. Setelah dua hari rapat dikantor desa dimulai dan semua warga juga ikut hadir.
Shen Yu berbicara, "Kepala desa sebelumnya sudah menjelaskannya secara singkat jadi biar aku yang melengkapinya. Aku mendapatkan surat ijin resmi dari koperasi negara dan kedepannya hasil hutan ataupun pertanian yang ingin kalian jual selama kualitas memenuhi standar bisa dijual memaluiku dengan harga pasar."
Shen Yu melanjutkan, "Tapi kali ini aku ingin menambahkan satu hal... Apakah kalian mau uang lebih ?"
"Tentu saja kami mau tapi Shen Yu kau ada rencana apa ?" Tanya Guan Du dengan keras.
"Membudidayakan ikan.... Kalian cuma perlu sediakan tenaga dan lahan kosong bagi yang punya. Soal bibit dan teknisnya itu akan jadi urusanku, kalau untung itu buat kalian dan kalaupun gagal dan harus merugi biar aku sendiri yang menanggung." Shen Yu berteriak dengan keras.