Indonesia
NovelToon NovelToon
Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bonggiw01

Aku Assasin Terkuat yang tak terkalahkan, bahkan setelah menjadi seorang kakek tua, tidak ada yang bisa membunuh ku.
"Hidup ku bosan. aku harap... aku bisa bertemu dengan musuh yang lebih kuat dari ku..."
Tenyata keinginan ku Terkabul!

Setelah aku mati oleh serangan jantung, Aku di hidup kan kembali di dunia Murim... di dunia yang banyak sekali Petarung yang sangat kuat.

ini perjalanan ku sebagai Assasin Terkuat di dunia modern, sekarang hidup di dunia murim.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bonggiw01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Ketua Clan Kabut Dingin VS Ryan.

Lapangan luas itu biasanya dipakai oleh ratusan murid untuk berlatih bersama, namun kali ini hanya akan ada dua orang yang berdiri di tengahnya... Ketua Cyrus dan Ryan.

Di sekeliling, para tetua, murid, dan pengawal berdiri menyaksikan. 

Suasana tegang menggantung di udara.

Zenith bergegas menghampiri anaknya sebelum dia pergi ke tengah lapangan. “Ryan, apa yang kau lakukan?! Seharusnya kau tidak memprovokasi Ketua Cyrus! Ini terlalu berbahaya!”

Ryan menoleh. “Ibu, jangan khawatir. Percayalah padaku… aku akan membuat Ketua Cyrus terkesan.”

Zenith menggenggam tangan putra nya erat. “Baiklah nak… Tapi kau harus hati-hati. Kakekmu ini bukan orang biasa. Dia sangat serius. Jika kau gagal menunjukkan bakatmu, kau benar-benar bisa diusir dari Clan.”

Ryan tersenyum samar. “Serahkan padaku, Bu. Aku akan membuat kakek terkesan. Seharusnya ini tidak sulit”

Zenith terdiam, hatinya berdebar cemas, namun akhirnya ia melangkah mundur ke sisi arena.

Ketua Cyrus menatap Ryan dari seberang lapangan. 

Angin berhembus, membawa aura tekanan yang membuat para murid sulit bernapas.

“Nak… apa aku harus memberikanmu kemudahan? Mungkin aku hanya harus menggunakan satu tangan atau tidak boleh melangkah?” tanyanya datar, namun dengan senyum tipis yang meremehkan.

Ryan menyeringai kecil. “Apa Anda bercanda, Ketua? Jangan pernah meremehkan musuh sekecil apa pun… atau Anda sendiri yang akan terbunuh.”

Deg!

Kata-kata itu membuat banyak orang melongo, tak percaya Ryan berani berbicara begitu kepada pemimpin tertinggi Clan.

Ketua Cyrus justru tersenyum puas. “Menarik. Kau benar, meremehkan lawan bukanlah sifat pendekar sejati.”

Dengan gerakan ringan, Cyrus menghunus pedang panjang berkilau dari sarungnya. 

Aura tajam pedang itu membuat udara di sekitar bergetar.

Ryan pun perlahan menarik pedangnya sendiri. Wajahnya tetap tenang, matanya penuh keyakinan.

“Baiklah, nak…” Cyrus mengangkat pedangnya dengan satu tangan, tatapan penuh tantangan. “Maju dan serang aku. Buktikan pada semua orang bahwa ucapan besar mulutmu bukan hanya omong kosong.”

Senyum Ryan melebar tipis. ‘Dia Ketua dari Clan besar… artinya aku tidak perlu menahan diri, bukan? Aku takut tidak sengaja membunuh nya'

Arena terdiam hening. Semua mata tertuju pada dua sosok di tengah lapangan. 

BOOOM!

Aura mereka mulai bertabrakan. Dan duel yang akan mengguncang Clan Kabut Dingin pun siap dimulai.

WUUUUSSSHHHH!

Hanya sekejap mata, sosok Ryan yang tadi berdiri dengan tenang tiba-tiba menghilang dari pandangan. 

Angin kencang menyapu arena, debu berputar-putar mengikuti jejak langkahnya.

“Ti-tidak mungkin!” seru beberapa tetua serempak.

Ketua Cyrus sendiri terkejut, matanya terbelalak. ‘Cepat sekali. Bocah ini… dia bukan sekadar cepat, tubuhnya seolah menembus ruang. Tidak mungkin… di usia semuda ini?!’

TRAAAANG!!!

Benturan pertama terjadi. 

Pedang Ryan beradu dengan pedang Ketua Cyrus. 

Suara dentumannya memekakkan telinga, logam bergema keras bagai gong perang.

DHUUUAAAAAR!!!

Lantai batu di bawah kaki mereka pecah berkeping-keping, retakan menyebar ke segala arah. 

Gelombang kejut meluas, membuat para murid yang berdiri terlalu dekat terhempas ke belakang.

“Ugh! Apa-apaan ini?! Kekuatan mereka seperti dua gunung yang saling bertabrakan!” teriak seorang pendekar muda sambil menahan dadanya.

Ketua Cyrus sempat tertegun. ‘Bocah ini! Tidak salah lagi, kekuatannya sangat besar! Bagaimana bisa dia menyimpan energi sebesar ini tanpa aura? Mustahil… ini benar-benar mustahil!’

Ryan menyeringai tipis. ‘Sudah kuduga, pak tua ini memang kuat. Tapi… aku tidak mungkin mengalahkannya hanya dengan satu serangan.’

Dengan gerakan halus namun bertenaga, Ryan memutar pedangnya. Lalu…

WUUSSHH! WUUUSSHH!

Serangan beruntun mengalir deras, cepat dan tajam bagaikan badai.

TRANG! TRANG! TRANG!

Pedang beradu tanpa henti, dentuman demi dentuman memenuhi arena.

Ketua Cyrus menahan, mengelak, lalu melawan. Tatapan matanya semakin tajam. 

‘Baiklah, bocah. Aku akan menguji sampai sejauh mana kekuatanmu!’

BOOOOMMMM!!!

Sekejap tubuh Ketua Cyrus diselimuti kabut tipis, dingin, namun tajam. 

Aura kabut es yang menusuk tulang segera memenuhi lapangan. 

Beberapa murid terbatuk-batuk karena udara menjadi berat dan dingin.

“Ka-kabut suci milik Ketua Cyrus! Itu adalah Teknik Pedang Kabut yang paling kuat di dalam Clan!” ucap para murid yang baru pertama kali melihat nya.

'Jadi itu aura kabut dingin dari Clan Kabut Dingin? Aku bisa merasakan nya langsung. Kabut itu seolah membekukan darah ku' pikir Ryan tenang.

WUUUSSH!

Cyrus bergerak, tubuhnya melebur dalam kabut. 

Gerakannya semakin cepat, tak bisa ditangkap mata biasa.

Serangan bertubi-tubi menghujam Ryan dari segala arah. Namun…

TRANG! TRANG! TRANG!

Ryan menahan semuanya dengan tenang. 

DHUUAR! DHUUAR!

Setiap ayunan pedang Cyrus dibalas dengan tebasan presisi dari Ryan. 

Pecahan batu beterbangan, debu memenuhi arena, membuat penonton hanya bisa melihat kilatan pedang dan bayangan samar.

WUUSSHH!!!

Ryan tiba-tiba bergerak memutar, menyerang dari sudut berbeda.

TRANG! TRANG! WUUUUSHH!

Namun Ketua Cyrus masih sanggup menangkisnya. 

'Bocah ini… dia sangat kuat! Di usia 18 tahun, kekuatannya sudah setara dengan Tujuh Pendekar Pedang Langit! Ini benar-benar gila! dia adalah jenius!'

Arena bergemuruh oleh benturan berikutnya.

TRANG! TRANG! WUUUSH! DHUARRR!!!

Kedua pedang terus menari, membelah udara, menghasilkan gelombang tekanan yang memecah lantai lebih jauh. 

Penonton hanya bisa melihat kilatan cahaya pedang yang saling bertubrukan dengan kecepatan yang tak terjangkau mata manusia biasa.

“Ti-tidak mungkin…! Bocah itu bisa menyeimbangi Ketua Cyrus?!”

“Mataku salah lihat kan?! Mustahil!”

“Gerakannya… kita bahkan tak bisa melihat jelas! Seolah yang bertarung hanyalah bayangan!”

Suara kekagetan membanjiri arena. Para tetua yang biasanya angkuh pun terdiam, wajah mereka pucat.

TRANG! TRANG! TRANG!

‘Ho… sepertinya bocah ini masih belum mengeluarkan kekuatan penuhnya. Dia tidak menggunakan aura… tapi tubuhnya menyimpan energi luar biasa. Jika benar begitu… apa yang terjadi jika dia mempelajari menggunakan aura?! maka potensi bocah ini lebih mengerikan dari siapa pun!’ pikir Ketua Cyrus, matanya berkilat penuh gairah.

'tapi dia masih belum layak menjadi lawan ku. aku akan mengakhiri duel ini sekarang' pikir Cyrus 

Lalu… 

WUUUUUSSSSHHH!!!

Cyrus menghilang dalam kabut, tubuhnya benar-benar seolah menyatu dengan udara... Yang terlihat hanya kabut putih tipis berputar mengelilingi Ryan.

'Sial…' Ryan menajamkan mata. ‘Gerakan nya semakin cepat… dan kabut apa ini? Tubuhnya benar-benar menghilang…? Bukan kah ini tidak masuk akal?! Di dunia ku dulu tidak ada teknik seperti ini!’

“Teknik Pedang Kabut – Kabut Pembunuh.” Suara Cyrus bergema, entah dari mana datangnya.

WUUUSSSHHHH!!!

Dalam sekejap, Cyrus muncul di belakang Ryan dengan pedang terhunus, tebasannya begitu cepat, mematikan, dan hampir mustahil dihindari.

Namun....

WUUUSSSH!!!

Dengan insting pembunuh tajam yang telah diasah oleh kerasnya hidup di dunia dulu, Ryan menunduk sepersekian detik sebelum pedang Cyrus menebas lehernya.

BRAAAK!

Serangan itu gagal dan hanya mengenai angin.

‘TIDAK MUNGKIN!!! Teknik ku gagal?!’ Ketua Cyrus terbelalak. 

Teknik itu selama puluhan tahun tidak pernah bisa digagalkan, bahkan oleh pendekar pedang kuat.

Namun kali ini bocah 18 tahun berhasil menggagalkan nya.

BUAAAKKK!!!

Tak berhenti sampai di situ, Ryan membalikkan tubuh, menendang keras dada Cyrus hingga ia terdorong beberapa langkah ke belakang.

“Hampir saja kepalaku terpisah dari tubuh…” gumam Ryan tenang, matanya tetap tajam. “Tapi sepertinya di detik akhir anda ragu, Ketua.”

Semua orang di arena membeku, mulut mereka terbuka lebar. 

Seorang bocah… berhasil menendang mundur Ketua Clan.

Ketua Cyrus justru tertawa lirih, bibirnya menyeringai. “Bocah… kau semakin menarik. Tidak kusangka kau bisa membaca dan menghindari serangan itu. ini pertama kali nya ada orang yang bisa menghindari serangan ku barusan"

Ryan mengangkat pedangnya. Wajahnya tenang, penuh percaya diri. “Kalau begitu… mari kita lakukan dengan lebih serius, Ketua. Aku ingin menguji batas kekuatan anda.”

Sorot mata Cyrus menyala seperti bara api. “Setuju. Aku juga ingin melihat sejauh mana kau bisa memaksa keluar seluruh kekuatan ku.”

Arena kembali hening. Hanya dua sosok itu yang berdiri, saling menatap. 

Angin berhenti berhembus, seolah dunia ikut menunggu benturan berikutnya.

Pertarungan memasuki tahap yang sebenarnya.

1
Endi Tu Endy
dari awal lagi kah
Terserah
gass thor 🍻
V.MaryGrace
lanjut thorr
Terserah
ninggalin jejak dulu
Ed Troivan
update terus💪👍
The Rizki: kenalan yuk
total 1 replies
Ed Troivan
Lumayan ceritanya thorku 💪
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
xebeck D ron
awal lagi nih?
ZAHRANI
keren mantap jiwa thor👍👍
Heroik gg
katanya season 2 bang kok balik season 1
Anonim
👍
Betesyon Betesyon
ini cerita nya di mulai dari awal lagi kah?
RR
lagi pindahan atau lagi tes ombak nih bang😁, semangat terus pokonya dahh
ZAHRANI: bang jangan sampek hiatus😭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!